I Love You, Stupid!

Ada yang suka YulSic? Nih gue kasih oneshoot,, hihihihihi

.

.

.

Title : I Love You, Stupid!

Author : llamaunyu1809 a.k.a Lee Eun Soo

.

.

.

Jessica Jung, seorang gadis cantik yang kaya raya, arogan, angkuh dan memiliki harga diri yang tinggi. Selama 25 tahun hidupnya ia tak pernah mau memohon ataupun meminta tolong kepada orang lain karena ia akan selalu mendapatkan apa yang ia inginkan tanpa harus memintanya. Dia merupakan gadis yang egois dan tidak memperdulikan orang lain kecuali keluarganya. Dia sama sekali tidak pernah mengejar cinta orang lain karena orang lainlah yang akan mengejarnya.

Tapi… kali ini ia mendapati (meskipun ia belum bisa mengakui dan terus menyangkal) dirinya tengah mengejar cinta seseorang. Hell… She’s even throwing herself at this person. Dia mengejar seseorang yang benar-benar tak pernah ia bayangkan akan ia sukai.  Orang itu benar-benar berbanding terbalik dengannya. Orang itu selalu baik dan ramah kepada semua orang, ia adalah tipe manusia yang rela mengorbankan dirinya sendiri untuk orang lain. Dia adalah orang yang mudah bergaul dan memaafkan orang lain dalam hitungan detik. Kwon Yuri, karyawan baru di perusahaan Jessica. Karyawan rendahan yang gajinya selama setahun tidak akan sanggup membeli Tas Chanel Diamond Forever miliknya.

Pada intinya.. Jessica benar-benar tak bisa mengerti mengapa ia begitu tertarik pada orang itu.

Tentu saja, Kwon Yuri adalah seorang wanita yang berpenampilan menarik. Ia bahkan sangat tampan untuk ukuran seorang wanita, ia memiliki perut yang berotot, tak lupa otot bisepnya yang membuatnya terlihat semakin seksi. Cengiran bodohnya begitu membuat Jessica kecanduan melihatnya. Kata-katanya selalu membuat pipi Jessica bersemu merah. Sungguh, hingga kini Jessica masih bertanya-tanya, apa yang membuat bawahannya tersebut begitu menarik perhatiannya?

Jessica tidak pernah jatuh cinta sebelumnya, meskipun daftar mantan kekasihnya begitu banyak hingga ia tak pernah bisa mengingat nama-nama mereka.  Jessica hanya mencintai uang dan keluarganya. Yeah… SHE DIDN’T FALL IN LOVE BEFORE.

Itu semua adalah salah seorang Kwon Yuri. She just had to be all charming and perfect. Kwon Yuri dan Kulit kecoklatannya yang seksi.

Jessica sudah lama menyangkal perasaan itu,  namun sekarang ia tidak sanggup menyangkalnya lagi. Perasaan baru dan aneh menurutnya, namun ia tak bisa menyangkal lagi jika ia menyukai perasaan hangat yang menyelimuti hatinya saat ia berada di dekat Kwon Yuri. Jatuh cinta tidak se-menjijikan  dan se-memuakkan seperti yang dulu ia fikirkan. Jessica masih seorang gadis yang menyebalkan, ia masih bersikap angkuh dan menindas semua orang yang mencoba menghalangi jalannya, terutama orang miskin. Ia begitu membenci orang miskin, menurutnya semua orang miskin itu adalah penjilat. Tapi, ia mengecualikan seseorang, seseorang yang juga miskin, ia mengecualikan seorang Kwon Yuri.

Namun itu bukan berarti ia harus mengejar dan memenangkan hati Kwon Yuri. No… She was too prideful for that. Dia selalu lebih memilih untuk dikejar. Ya.. Ia memang seorang wanita yang egois.

Ia sudah mencoba untuk tersenyum, sedikit lebih manis dari biasanya. Ia sudah berusaha lebih lembut dan bahkan membelikan Kwon Yuri makan siang gratis.

Namun, semua yang telah ia lakukan tidak ada yang membuahkan hasil. Kwon Yuri, si makhluk hitam dan bodoh itu bahkan tidak menyadari isyarat-isyarat yang ia berikan. Ketika Jessica membelikannya makan siang gratis, makhluk hitam itu malah mengatakan “Mencoba membuka lembaran baru, Miss Jung? ini benar-benar membuatku terkejut.” Dan setelah mengatakan itu ia tertawa, membuat Jessica membanting gelas kopinya dengan keras lalu pergi meninggalkannya. Dan dalam hati ia mengumpat “Stupid.

Setelah kejadian itu, Jessica memutuskan untuk membuang harga dirinya. Untuk makhluk sebodoh Kwon Yuri, ia tidak bisa memberikan ‘kode-kode’ lagi. Kwon Yuri terlalu bodoh untuk menerima ‘kode’ darinya.

Ia memutuskan untuk menggodanya dengan lebih terang-terangan. Setiap hari sabtu pagi Ia bahkan menemani KwonYuri berolahraga. Ia rela untuk bangun pagi di hari libur. Ia rela mengorbankan waktu tidurnya yang berharga untuk menemani makhluk hitam bodoh itu. Saat di kantor, ia selalu mengunjungi kubikal Kwon Yuri hampir setiap satu jam sekali. Ia bahkan menyuapi gadis hitam itu saat makan siang (dan itu membuat seluruh karyawan di sana menatapnya dengan aneh) mereka terlihat seperti sepasang pengantin baru. Sebelumnya, ia akan lebih memilih mati daripada melakukan hal-hal di atas. Hell… Dia adalah seorang Jessica Jung. Pewaris Perusahaan Tekstil Terbesar di Korea Selatan. Tapi itu semua menunjukkan betapa putus asa-nya dia untuk mendapatkan Kwon Yuri.

Sejujurnya, selain menyampaikan langsung perasaannya, ia telah mencoba semua hal untuk menunjukkan ketertarikannya pada Kwon Yuri. Untuk kesekian kalinya ia berpikir, Mengapa ia harus jatuh cinta pada makhluk hitam dan bodoh itu?!

Jadi, malam ini ia memutuskan untuk mengatakannya saja. Ia akan datang ke apartemen kecil milik Kwon Yuri lalu mengungkapkan perasaannya dan mendapatkan sebuah kecupan. Menunggu Kwon Yuri untuk mengerti isyarat-isyarat yang ia berikan telah membuat kesabarannya habis. Hal itu membuatnya begitu frustasi. Malam ini ia akan mengatakan perasaanya dan ia tidak peduli dengan reaksi si hitam bodoh itu. Ia sudah melakukan segala hal untuk menarik perhatian Kwon Yuri, setidaknya ia pantas menerima sebuah kecupan manis. Kecupan manis yang dilanjut dengan lumatan-lumatan penuh gairah.

Ia berdiri di depan pintu Apartemen Kwon Yuri, dengan ragu-ragu ia menekan bel. Setelah beberapa saat menunggu, alisnya mengkerut karena Kwon Yuri belum juga membukakan pintu untuknya.

“Kemana makhluk hitam itu?”

Ia menekan bel sekali lagi, ia bersumpah akan mendobrak pintu itu atau bahkan menghancurkan seluruh gedung apartemen itu jika sekali lagi ia menekan bel dan tidak juga dibukakan pintu.

Sesaat sebelum ia menekan bel untuk ketiga kalinya, Kwon Yuri datang dari arah tangga. Ia mengenakan pakaian olahraganya, sepertinya ia baru saja melakukan Jogging, terlihat dari peluh yang membasahi tubuhnya.  Biasanya, Jessica membenci orang yang berkeringat, menurutnya itu menjijikan. Namun kali ini ia harus mengakui bahwa ia belum pernah melihat seseorang yang sangat seksi selama hidupnya sebelumnya. Ia mengalihkan pandanganya sebelum bawahannya tersebut menangkap basah dirinya yang tengah menatap tubuhnya dengan intens.

“Oh, Miss Jung? Aku terkejut melihatmu datang ke apartemen kecilku ini. Bukankah kau bilang bahwa kau benci tempat kecil dan murahan seperti ini?” ucap Yuri sambil diiringi dengan seringai nakal.

Jessica menahan dirinya untuk tidak melompat ke pelukan gadis hitam di depannya itu.

“Kukira tidak ada salahnya datang ke rumah pegawai perusahaanku, kunjungan amal.” Balas Jessica sambil memberikan senyum manis yang terlalu dilebih-lebihkan.

Yuri menaikkan sebelah alisnya. “Kau atasan yang begitu rendah hati, Miss.

Ia mengeluarkan kunci apartemennya. Dan setelah bunyi klik terdengar, Yuri mempersilahkan Jessica untuk masuk.

“Anggap saja rumah sendiri.”

Jessica membersihkan sofa dengan sapu tangannya. Lalu mencoba untuk duduk senyaman mungkin di sana.

“Aku tidak berkeinginan memiliki apartemen kecil seperti ini, kamar mandiku bahkan lebih besar dari tempat ini.”

Yuri hanya tersenyum mendengar ucapan gadis itu.

“Jika kau tidak keberatan aku akan meninggalkanmu sebentar untuk mandi.” Ucap Yuri sambil berjalan meninggalkan Jessica.

“Tidak boleh.” Ucap Jessica tegas.

Ini adalah kesempatannya untuk mengungkapkan perasaannya.

Mendengar itu, Yuri berhenti dan menatap Jessica penuh tanya. “Tidak boleh?” ia mengulangi ucapan Jessica sambil mengangkat sebelah alisnya.

“Tidak boleh.” Jessica menegaskan. Ia bangkit dari sofa dan berjalan mendekati Yuri.

“Oh”. Yuri terlihat bingung. “Kenapa tidak boleh?”

Jessica tidak menjawabnya, ia terus berjalan hingga jarak wajah mereka hanya tinggal sejengkal lagi. Jessica dapat melihat bahwa Yuri tengah berpikir keras. Ia merasa puas karena gadis hitam di depannya tidak mencoba untuk menjauh darinya. Ia tersenyum menggoda sambil melingkarkan tangannya di leher Yuri. Tak berhenti di situ saja, ia terus memperpendek jarak wajah mereka sampai hidung mereka bersentuhan.

“Karena kau harus menciumku terlebih dahulu.” Ucap Jessica dengan nada menggoda, ia menunggu reaksi apa yang akan Yuri perlihatkan setelah mendengar itu. senyumnya semakin lebar karena ia bisa melihat hasrat yang menggebu-gebu di dalam mata Yuri.

Tanpa perlu pikir panjang lagi, dengan cepat Yuri menutup jarak diantara mereka. Jessica menutup matanya setelah merasakan sepasang bibir lembut menyentuh bibir miliknya.

Finally…” batin Jessica bahagia.

Jessica sudah sering berciuman, mengingat begitu banyak mantan kekasihnya. Namun Jessica tidak pernah merasakan ciuman yang begitu memabukkan seperti yang diberikan Yuri.

“Jadi, apa maksud dari semua ini, Miss?” ucap Yuri setelah menarik dirinya. Tangannya masih memeluk pinggang ramping Jessica.

Jantung Jessica berdetak tak karuan, ia merasa seperti seorang gadis SMA yang baru saja jatuh cinta. Ia benci tapi juga begitu menyukai perasaan yang ia rasakan itu di saat bersamaan.

This mean.. I love you, stupid!” Jessica menghela nafas karena kebodohan makhluk hitam itu.

Pipinya bersemu merah ketika melihat Yuri memberikannya cengiran bodoh yang biasa ia lihat.

Stupid….

Good… Karena aku juga begitu menyukaimu, Miss Jung.” ucap Yuri sambil tersenyum.

Just call me Jessica, stupidhead. Akan terdengar aneh jika kau memanggilku seperti itu saat kita berkencan.”

Senyum Yuri semakin lebar mendengar itu. “Oh, baiklah.. Maafkan aku, Sica. Bolehkah aku memanggilmu Sica?”

Jessica mengangguk malu.

“Kau tau? Kau sangat imut saat bersikap malu-malu seperti ini. pipimu terlihat sangat merah.”

Jessica menggeram, ia berjalan menjauh dari Yuri. “Kau membuatku merasa jengkel, Kwon. Apa kau mau dipecat?”

“Aku tidak keberatan, selama seseorang mau memenuhi semua kebutuhan hidupku.” Yuri mengerling nakal sambil mengambil handuknya lalu mencium singkat bibir tipis Jessica. “Aku harus mandi sekarang.”

Setelah mengatakan itu, Yuri menghilang dibalik pintu kamar mandinya, meninggalkan Jessica sendiri yang kini pipinya masih bersemu merah.

Stupid….”

.

.

.

.

There… another YulSic Oneshoot…. How do you think???

Gue tuh suka deh bikin ff YulSic dimana Yuri-nya itu gue aniaya… entah sakit.. miskin… atau ngatain dia dengan “makhluk hitam.” hahahahahah… Lucu aja kalo Yuri-nya jadi yang tersakiti gitu…  Don’t get me wrong, guys!  gue ini Yurisis koq….. ya tapi gue suka aja nge-bully dia XD

Btw, next project gue itu bikin ff dengan genre yang beda dari ff2 gue sebelumnya. Gue buat itu crossover dr salah satu Anime favorit gue. Eh tapi gak sekarang2 ini juga yak. Gue mau nyelesein salah satu ff KryBer dulu~~~

See you next time~~~

-llamaunyu-

Foxlichika

Secret Love (Chapter 5)

-PREVIOUSLY ON SECRET LOVE-

Amber ditarik paksa oleh Suzy untuk menemaninya ke Lotte World, Krystal yang mendapatkan pesan misterius pun pergi ke Lotte World. Berbagai adegan yang tak bisa Krystal bayangkan menjadi kenyataan.

Nafasnya tercekat. Jantungnya berdebar tak karuan. Ia merasakan dadanya terasa begitu sesak. Matanya terasa panas, kedua sudut matanya mulai mengeluarkan bulir-bulir cairan bening.

Waktu terasa terhenti saat Krystal menyaksikan adegan menyakitkan itu. hatinya hancur…

Krystal membalikkan badannya, siap berlari dari sana. Ia mencengkeram kerah seragamnya, mencoba menghiraukan sesak di dadanya. Ia berlari tanpa peduli dengan lingkungan sekitarnya.

Brukkk…

Karena tidak memperhatikan jalannya, Krystal menabrak seseorang.

“Apa yang kau lakukan disini, Soojung-ah?”

*

*

*

Title : Secret Love

Author : llamaunyu1809 a.k.a Lee Eun Soo

Genre : Shojou Ai (Girl x Girl)

Rated : T ( belum kuat buat yang M ^_^)

Cast  :  Amber J. Liu, Krystal Jung, Bae Suzy, Choi Sulli

Hope you like it and…

Happy reading.. ^,^

WARNING!!! GIRLS LOVE STORY

Don’t Like Don’t Read

Typo dan EYD bertebaran

CHAPTER 5

“Apa yang kau lakukan?” ucap Amber setengah berteriak.

“Mencium calon tunanganku?” Suzy menyeringai.

“Sudah cukup! Kesabaranku sudah habis, nona Bae Suzy!!!” Amber hendak meninggalkan Suzy namun dengan cepat Suzy menarik pergelangan tangan Amber.

“Mengapa kau begitu marah?”

“Karena kau begitu menyebalkan!”

Amber menghempaskan tangan Suzy lalu berjalan meninggalkannya.

“Amber-ah… Tunggu!!!”

Amber menghela nafas dalam, lalu berhenti sejenak.

“Dengar! Aku sudah muak dengan semua tingkah lakumu ini. Aku tak pernah menyukaimu dan itu tidak akan pernah berubah. Aku sudah mencintai orang lain. Jadi bisakah kau berhenti menggangguku?”

Amber berjalan meninggalkan Suzy. Tak sekalipun ia berniat untuk berbalik dan melihatnya. Ia benar-benar sudah geram dengan tingkah gadis itu.

***

“Apa yang kau lakukan di sini, Soojung-ah?”

Krystal mengenal suara ini. namun ia memutuskan untuk tetap diam. Tanpa sadar ia malah memeluk gadis di depannya. Ia menumpahkan air matanya di pelukan gadis itu.

“Hey… A-apa yang terjadi?” gadis itu membalas pelukan Krystal. Ia mengelus punggung Krystal. Mencoba menenangkannya.

“Mengapa terasa begitu sakit, JinRi-ah!” Krystal semakin mengeratkan pelukannya.

“Apa maksudmu? Apa kau sakit? Eh, Kau ke sini sendirian?”

Sulli melepaskan pelukan mereka. Perlahan Ia menuntun Krystal menuju mobilnya.

Kini Krystal sudah duduk di kursi penumpang. Ia memeluk lututnya, mencoba menangis sepelan mungkin. Ia tidak ingin orang lain menganggapnya sebagai sosok gadis cengeng. Bagaimanapun juga Ia terkenal sebagai Ice Princess di sekolahnya.

“Hey, bisakah kau berhenti menangis? Aku tidak bisa melihat gadis cantik menangis!”

“Bisakah kau antarkan aku pulang? Kumohon….” Lirih Krystal.

Sulli terlihat kebingungan. Ia tak tahu apa yang harus ia katakan. Ia menghela nafas, namun dalam diam ia mulai menghidupkan mesin mobilnya.

“Setidaknya kau harus mengenakan sabuk pengaman ini.” Sulli memakaikan sabuk pengaman pada  Krystal.

Keheningan menyelimuti Mobil Ferrari merah yang tengah membelah jalanan kota Seoul dengan kecepatan yang sedang itu. Tidak terlalu cepat, namun tidak terlalu lambat.

Sesekali Sulli melirik gadis di sampingnya, gadis itu sudah berhenti menitikan air matanya. Namun kini Krystal hanya menatap kosong ke arah jendela mobil yang terbuka setengah.

“Aku benci melihatmu seperti ini, Soojung-ah.” batin Sulli. ia mengeratkan pegangannya pada stir mobil. “Mianhae..”

***

Amber berjalan memasuki rumahnya. Wajahnya terlihat begitu kesal.

“Meninggalkan tunanganmu sendirian di Taman Bermain? Apa yang sebenarnya kau fikirkan?” sebuah suara yang begitu Amber kenali.

Amber menoleh ke arah sumber suara. Pria paruh baya itu mengenakan setelan berwarna hitam yang terlihat sangat mewah. ia berdiri di anak tangga pertama. Menatap Amber dengan tatapan yang dapat dipastikan sebagai sebuah tatapan kemarahan.

“Aku tak pernah menganggapnya sebagai tunanganku, dad.” Amber membalas tatapan ayahnya dengan tatapan menantang.

“Tapi aku sudah memutuskan hal itu! kau tidak bisa menentangku. Apa yang bisa kau lakukan tanpa semua fasilitas mewah dariku?” Pria paruh baya itu menyeringai.

“Uang bukanlah segalanya, daddy. Kau tidak akan bisa membeli cinta dengan uang.” Amber mengepalkan tangannya. Ia benar-benar sudah muak dengan semua hal tentang pertunangan ini.

“Tapi kau tidak akan bisa hidup hanya dengan bermodalkan ‘cinta’. Kau membutuhkan uang, Amber. don’t be silly!”

Amber semakin mengepalkan tangannya. Mencoba menahan kemarahannya.

“Sekarang aku mengerti mengapa mommy meninggalkan kita.” Amber tersenyum getir. “Kau tidak pernah mencintai kami, kau hanya mencintai uang, dad!”

“Amber Josephine Liu!”

Plaaakkk…

Sebuah tamparan mendarat mulus di pipi Amber. tamparan itu terasa panas, namun tidak setara dengan rasa sakit di hati Amber.

Lagi, Amber hanya bisa tersenyum getir.Ia berjalan menuju kamarnya. Meninggalkan Ayahnya yang kini jatuh berlutut. Pria paruh baya itu memandangi tangannya, menyesal telah menapar anaknya. Meskipun ia adalah seorang ayah yang tegas, namun selama ini ia tidak pernah melakukan kekerasan fisik terhadap anaknya.

***

Amber menghempaskan tubuhnya ke kasur. Ia menenggelamkan wajahnya pada bantal. Mencoba menahan sesak di dalam dadanya. Ia tidak bermaksud berkata sekasar itu pada Ayahnya, ia tahu bahwa membawa nama Ibunya hanya akan memperburuk keadaan. Ia benci ayahnya namun ia juga tak bisa memungkiri jika ia menyayangi Ayahnya.

“Ghhhh..”

Namun kali ini Ayahnya sudah melewati batas. Ia tak pernah menginginkan pertunangan ini, ia tahu bahwa pertunangan ini hanyalah sebuah kesepakatan antara kedua perusahaan. Apakah ayahnya tak pernah sekalipun memikirkan perasaannya?

Ia membuka tasnya lalu mencari tabletnya yang sejak pulang sekolah tak tersentuh olehnya.

Ia mengernyit . “Aneh, mengapa Soojung tidak mengirim satu pesanpun? Sebaiknya aku menelponnya saja!”

Ia semakin mengernyit ketika panggilannya yang ke 10 tak kunjung diangkat.

“Tidak biasanya ia seperti ini. Apa yang terjadi padanya?”

Ia menghela nafas dalam lalu menghempaskan lagi tubuhnya ke tempat tidur.

Soojung-ah..

***

Setelah kembali dari Lotte World Krystal hanya terdiam dan mengunci dirinya di kamar.

Ia duduk bersandar di samping tempat tidur sambil memeluk lututnya.

Tabletnya beberapa kali bergetar, namun ia menghiraukannya setelah melihat ID yang tertera.

CkMy Llama, huh?

Apa semua yang selama ini kau katakan itu hanyalah bualan belaka? Apa kau benar-benar mencintaiku? Jika iya, lalu mengapa kau pergi berdua dengan gadis itu? bahkan kalian berciuman. Huh… apa aku begitu bodoh?

***

She’s not here yet.”

Amber tengah bersandar pada pagar yang berada di atap sekolahnya. Ia mengambil tablet dari tasnya.

To : My Princess

Hey, Aku menunggumu di atap.

Setelah mengirimkan pesan itu, Ia memasukkan kembali tabletnya ke dalam tas.

“haaahhh.. Apa yang sebenarnya terjadi?”

***

Good Morning, Princess~~”

Sulli menyapa Kystal yang terus menghiraukannya sepanjang koridor menuju kelas mereka.

“Hey, Kau tidak boleh menghiraukanku. Apa kau lupa siapa yang mengantarmu kemarin?”

“Oh, jadi kau mengharapkan pamrih? Berapa yang harus kubayar?” ucap Krystal sambil terus berjalan.

“ey, bukan itu maksudku.”

“Aku hanya bercanda, nona Choi.” Krystal berhenti sejenak lalu berbalik menghadap Sulli. “Good Morning.” Lanjut Krystal sambil tersenyum.

Did she just smile at me?”.

***

And….. She’s not coming..” Amber menghela nafas panjang.

Bel masuk sebentar lagi akan terdengar dan orang yang ia tunggu tak kunjung datang. Dengan berat hati Ia memutuskan untuk kembali ke kelasnya.

Setelah menuruni tangga. Ia berjalan menyusuri koridor menuju kelasnya, dari kejauhan ia melihat sosok yang ia tunggu tengah berjalan dari arah yang berlawanan dengannya.

Ia melihat gadisnya itu berhenti sejenak setelah melihatnya. Ia tersenyum sejenak sebelum akhirnya ia mengernyit. Bukannya membalas senyumnya, Krystal malah berbalik. Ia bersumpah jika pandangan mereka sempat bertemu sebelum akhirnya Krystal berbalik.

Amber semakin mengernyit ketika melihat seseorang yang sejak tadi berada di belakang Krystal kini memeluknya. Amber mengepalkan kedua tangannya. Ia berjalan mendekat ke arah Krystal yang masih dipeluk oleh seseorang yang cukup ia kenal itu.

“Soojung-ah…”

Krystal menoleh ke arah sumber suara yang tak lain dan tak bukan adalah Amber.

“Amber-ssi?” Krystal mendorong pelan Sulli agar melepaskan pelukan itu.

“Amber-ssi katanya?” Amber merasa hatinya seperti tertusuk ratusan jarum mendengar panggilan dan nada bicara Krystal. Mereka terbiasa dengan panggilan itu jika sedang tidak berdua, namun ia merasa kali ini panggilan itu terdengar begitu sumbang di telinganya.

Amber menarik nafas dalam. “Bisakah kita bicara sebentar, nona Jung?”

Nona Jung….

Krystal terdiam, ia terlihat sedang memikirkan sesuatu.

Sebelum Krystal sempat menjawab, bel masuk terdengar begitu memekakan telinga.

“Sepertinya kalian harus menunda pembicaraan kalian itu.” Sulli menarik pelan tangan Krystal, mereka melewati Amber yang kini tengah menundukkan kepalanya.

“Apa yang sebenarnya terjadi?”

***

Amber merasa begitu heran dengan kelakuan Krystal kali ini. ia bersumpah jika dulu gadis itu merasa sangat risih dengan gadis jangkung yang kini justru duduk di sampingnya. Sejak pelajaran hari ini dimulai, Krystal dan Sulli terlihat begitu dekat. dan itu membuat Amber merasa resah. Cemburu? Jelas saja ia merasa cemburu. Krystal adalah gadisnya. Meskipun tidak ada yang mengetahui hubungan mereka.

Amber ingin sekali menarik Krystal keluar lalu memeluknya di depan orang banyak agar semua orang tau bahwa Krystal adalah gadisnya. Tapi, itu sama saja seperti gerakan bunuh diri.

Amber mengacak rambutnya dengan kasar. “Arrggghhh…”

“Ada apa, Nona Liu?”

Crap…” gumam Amber.

“Jika kau tidak menyukai pelajaranku, kau bisa berdiri diluar!” ucap Han Songsaengnim dengan tegas.

***

Saat jam istirahat, Krystal terus mengindari Amber. Kini ia tengah berada di kantin sekolah bersama Sulli.

“Aku tak menyangka jika Ms. Perfect Liu itu akan terkena hukuman. Kau lihat bagaimana wajahnya tadi? Priceless…”

“……” Krystal menghiraukan perkataan Sulii. Ia terus mengaduk jus mangganya.

“Mengapa kau diam saja?”

“Aku hanya sedang merasa kurang enak badan.”

Sulli meletakkan punggung tangannya di kening Krystal.

“Dahimu tidak terasa panas, Soojung. Ada apa? Apa kau merasa pusing? Mau kuantar ke ruang kesehatan?” ucap Sulli khawatir.

Geez.. Why you sound like my mother now? Stop it.. I’m okay… Aku hanya merasa pusing sedikit saja.”

“Mau kuambilkan obat?”

“Tidak perlu, nanti juga hilang. Aku ingin ke toilet sebentar.” Krystal bangkit dari kursinya dan hendak berjalan keluar kantin, namun tangannya ditahan oleh Sulli.

“Mau kuantar?”

“Aku hanya ke toilet sebentar, nona Choi. Mengapa sekarang kau terdengar seperti Bodyguard-ku?” Krystal melepaskan tangan Sulli.

“Aku akan menjadi apapun yang kau butuhkan, Soojung-ah. Aku benar-benar mencintaimu.” Sulli menatap Krystal penuh harap.

“Maafkan aku…” Krystal menghindari tatapan Sulli dan berjalan begitu saja, meninggalkan Sulli yang kini tengah menundukkan kepalanya.

***

Krystal berdiri memandangi pantulan dirinya di kaca. Wajahnya terlihat pucat. Ia menyalakan keran air di wastafel lalu membasuh wajahnya.

“Apa yang harus kulakukan?” batinnya.

Cklek..

Pintu toilet itu terbuka, menampilkan sosok yang sejak pagi berusaha ia hindari.

Baby…” lirih Amber.

“…….”

“Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa kau terus menghindariku?”

“…….” Krystal masih diam.

“Bisakah kita bicara sebentar, ayo ke atap!” Amber memegang tangan Krystal, namun Krystal dengan cepat melepaskannya. Hati Amber terasa begitu sakit, mengetahui Krystal tengah menolak genggaman tangannya.

“Aku masih bisa berjalan sendiri. Jadi kau tidak perlu menuntunku.” Ucap Krystal sambil berjalan mendahului Amber.

***

“Rencana kita berjalan dengan lancar, JinRi-ah. aku melihat gadis itu terus mengindari Amber-ku. Kurasa hanya menunggu waktu dan booom… Mereka akan berpisah.”  Suzy menyeringai licik.

“Tapi hatiku terasa begitu sakit saat melihatnya menangis. Aku merasa bersalah pada Soojung… Tidak… Aku merasa bersalah pada mereka berdua..” Ujar Sulli dengan kepala tertunduk.

Suzy meletakkan tangannya di pundak Sulli. “Bukankah kau menginginkan gadis itu? Aku menginginkan Amber. Kita pisahkan mereka berdua dan kita akan mendapatkan cinta kita. Cukup adil bukan?”

“Tak bisakah kita mendapatkan mereka dengan cara yang lebih baik? Ini cara kotor, Suzy-ah.”

“Kau sudah menyetujui ide ini sejak awal, JinRi-ah. kau bahkan sudah menjalankan peranmu dengan baik. Apa yang membuatmu berubah fikiran?”

“Aku memang menyukai Soojung, tapi aku tidak mau menjadi pelampiasannya saja. Aku mau dirinya yang hanya memikirkanku saja. Dia memang bersamaku tapi hati dan fikirannya tidak.” Ucap Sulli penuh emosi.

“Tenanglah, JinRi-ah. ini hanya masalah waktu.”

***

“Mengapa kau menghindariku terus, Soojung-ah?”

Krystal masih membelakanginya. Sejak mereka sampai di atap, tak sekalipun Krystal mau membalas tatapan Amber.

“Apa kau mencintaiku, Amb?” nada bicara Krystal terdengar begitu dingin.

“Pertanyaan macam apa itu? Sudah jelas aku mencintaimu, baby.” Ucap Amber sambil berjalan mendekati Krystal.

“Lalu, bagaimana dengan gadis itu?”

Amber mengerutkan dahinya.

“Gadis itu? siapa?”

Krystal membalikkan badannya. ia menatap Amber dengan tatapan marah dan kecewa.

“Kemarin… Kemana kau pergi kemarin?”

“Aku…” Amber terdiam sejenak.

“Apa yang harus kukatakan?” batin Amber.

“Aku… Aku pergi bersama Yul noona ke toko olahraga.”

“Kau berbohong, Amb.” Batin Krystal. Matanya terasa panas. Sebentar lagi mungkin air matanya akan memaksa keluar.

Amber kini telah berdiri tepat di depannya. Perlahan tangan Amber menyentuh pipinya.

“Ada apa, baby?”

Plak… Krystal menampar pipi Amber cukup keras.

“Kemarin Aku melihatmu di Lotte World! Aku melihatmu pergi bersama gadis itu! Aku melihatmu berciuman dengan gadis itu! Aku melihat semuanya, Amber Josephine Liu!. Aku melihatnya!!!” ucap Krystal penuh emosi. Bulir-bulir air matanya mulai keluar.

Amber sangat terkejut mendengar perkataan Krystal tersebut. Dengan cepat ia memeluk Krystal. Ia menghiraukan rasa nyeri di pipinya.

Dengan sekuat tenaga Krystal berusaha melepaskan pelukan itu, namun tenaga Amber terlalu kuat, membuatnya menyerah. Ia hanya bisa memukul-mukul punggung Amber, berharap Amber akan segera melepaskan pelukan itu.

Bukannya melepaskan, Amber malah semakin mengeratkan pelukan itu.“Maafkan aku, baby. Maafkan aku. Aku bisa menjelaskan semuanya!”

“Lepaskan aku!” teriak Krystal sambil terus memukul-mukul punggung Amber.

“Dengarkan aku, Soojung-ah!!!” ucap Amber setengah membentak.

Hal itu sukses membuat Krystal terdiam.

“Kau bahkan membentakku, Amb?”

“Maafkan aku, baby. Tapi jika tidak begitu kau tidak akan mendengarkanku!” Amber mencium puncak kepala Krystal. “Jadi kumohon dengarkan aku!”

“Harusnya sejak awal kukatakan saja semuanya. Agar kau tidak salah paham seperti ini.” Lirih Amber.

“Kau ingat beberapa hari yang lalu saat kita makan bersama Yul dan Sica noona?”

Krystal mengangguk pelan. Kini ia sudah berhenti meronta dan menyandarkan kepalanya di pundak Amber. Ia tidak bisa menyangkal bahwa pelukan Amber terasa begitu hangat dan nyaman untuknya.

Daddy menyuruhku datang ke hotel Z, Aku begitu terkejut saat melihat gadis itu ada di sana. dan sepertinya daddy begitu menyukai gadis itu. Sejak tiba di hotel itu perasaanku memang sudah tidak enak dan ternyata benar saja, daddy menyuruhku datang karena beliau menginginkanku bertunangan dengan gadis itu. dengan cepat aku menolak, namun daddy terus memaksaku.”

“Aku memang pergi ke Lotte World kemarin. Tapi itu bukanlah keinginanku, Soojung-ah. Gadis itu menarik paksa diriku. Ia mengancam akan mengadu pada daddy. Dan tentang ciuman itu, dia yang menciumku. Sungguh, itu tidak berarti apa-apa untukku. Kumohon percayalah padaku.”

“…..” Krystal masih terdiam, lebih tepatnya tengah mencerna pernyataan dari Amber.

“Yang kucintai hanyalah Jung Soojung. Bukan orang lain.”

“Benarkah itu?” Krystal mendorong pelan Amber. Menatap dalam manik hitamnya, ia mencari kebenaran dari sorot mata kekasihnya itu. Dan memang kebenaranlah yang ia dapat dari sorot mata Amber.

“Apa aku terlihat seperti tengah berbohong?” ucap Amber dengan nada lembut membuat hati Krystal kembali luluh.

Krystal meletakkan telapak tangannya di pipi Amber lalu mengelusnya, tepat di tempat ia menamparnya tadi.

“Maafkan aku karena tidak mempercayaimu, Amb.”

Krystal menarik tengkuk Amber lalu menutup jarak diantara mereka.

“Dengan ini, aku sudah mengambil kembali bibirmu.” ucapnya setelah melepaskan ciuman singkat itu.

***

Brakkkkk

Suzy yang baru saja datang tiba-tiba menggebrak meja kantin, membuat semua orang melihatnya dengan tatapan penuh tanya.

“Hey, tenanglah, kau bisa menghancurkan meja kantin jika kau menggebraknya sekali lagi.” ujar Min, salah satu teman sekelas Suzy.

“Rencanaku gagal.”  Ia mengacak rambutnya dengan kasar.

“Kau begitu menginginkan Miss Perfect Liu itu? kau terobsesi padanya, Suz. Berhentilah mengejarnya.”

“Diamlah. Aku tak meminta pendapatmu, Min.” ucap Suzy setengah berteriak.

“ow… ow.. Okay.. Sorry.”

Lihat saja… Aku pasti bisa mendapatkanmu, Amber Josephine Liu.” Batin Suzy.

“Jika rencana A tidak berhasil, maka aku akan menjalankan rencana B.” ujar Suzy diiringin dengan senyuman licik.

.

.

.

.

.

.

.

.

T B C

Hai Hai~~~

Ada yang nungguin ff ini??? Ini dia Secret Love Chapter 5 nyaaa… Gue bikin lebih panjang dari biasanya lohh.. abis dari kemaren gue apdet dibilangnya kependekan mulu… tau aja kalo author-nya pendek.. *eh hahahah…

Sebelumnya gue mo minta maaf sama neng Suzy, sebenernya gak tega juga jadiin doi yang unyu2 jadi tokoh antagonis nyebelin gini. Ya walaupun mukanya doi emangnya muka2 antagonis sih… hahahaah

Gimana nih menurut kalian chapter ini, my beloved readers? Jangan lupa komen yak!

See you next time~~~

 

-llamaunyu-

It’s Hard but Easy (Chapter 6)

-PREVIOUSLY ON IT’S HARD BUT EASY-

Krystal yang melihat Amber tak sadarkan diri di depan kamar apartemennya segera membawa Amber ke dalam apartemennya. Banyak hal yang terjadi ketika Amber pingsan di Apartemen Krystal. Amber yang mengigau dan menggumamkan nama-nama orang yang ia cintai serta ciuman yang tidak disengaja.

Setelah sadar, Amber memutuskan untuk tetap di sana karena Krystal menawarkan sup hangat untuknya. Ia yang merasa bosan jika hanya duduk lalu berjalan menuju lemari pajangan. Disana terdapat beberapa foto yang terpampang. Mulai dari foto Krystal sendiri, fotonya bersama kedua orang tuanya, fotonya bersama dua gadis yang terlihat lebih tua darinya, dan fotonya bersama seorang gadis jangkung yang ia kenal. Tapi sebuah foto membuat jantung Amber seakan berhenti berdetak. Sebuah foto masa kecil Krystal bersama gadis kecil yang sangat ia kenal.

.

.

.

Title : It’s Hard but easy

Author : llamaunyu1809 a.k.a Lee Eun Soo

Genre : Shojou Ai (Girl x Girl)

Rated : T ( belum kuat buat yang M ^_^)

Cast  :  Amber J. Liu as Lee EunYoung, Krystal Jung, Choi Sulli, Jessica Jung , Kwon Yuri

Hope you like it and…

Happy reading.. ^,^

WARNING!!! GIRLS LOVE STORY

Don’t Like Don’t Read

Typo dan EYD bertebaran

CHAPTER 6

Flashback

“Aku mau permen kapas, mommy.” Pinta seorang gadis kecil sambil menarik-narik ujung baju wanita paruh baya di sampingnya yang tengah serius mengemudikan sebuah mobil sedan hitam.

“Ne, sebentar. Jika Yeonnie mau bersikap baik selama perjalanan pulang, mommy janji akan membelikan banyak permen kapas. Arraseo?”

“Ne.. Yeonnie tidak akan nakal.”

“Nah, Sekarang Yeonni tidur saja yah!”  wanita paruh baya itu mengelus puncak kepala gadis kecil itu.

“Ne, mommy.” Gadis kecil itu menyandarkan tubuhnya pada bangku mobil yang empuk itu dan memejamkan matanya.

Drrt.. drrt…

Handphone berwarna putih yang berada di dashboard mobil itu bergetar.

Wajah wanita paruh baya itu berubah pucat melihat pesan yang baru saja masuk.

Karena tidak memperhatikan jalan di depannya mobil sedan hitam itu hilang kendali dan menabrak pembatas jalan.

Sang gadis kecil yang tengah memejamkan matanya itu terbangun. Matanya terbelalak melihat apa yang akan terjadi pada mobil yang ia dan ibunya kendarai.

“MOMMY”

End of Flashback

***

“Tidak salah lagi. itu… itu adalah Yeonnie-ku. Aku tidak mungkin salah.” Pikir gadis berwajah tampan itu.

“S-siapa dia?” Amber menunjuk sebuah bingkai foto dimana terdapat foto dua orang anak kecil yang terlihat seumuran.

“Eh?” Krystal hanya menatap bingung gadis berwajah tampan itu.

“Katakan saja. Siapa dia?” Amber sedikit meninggikan suaranya membuat Krystal tersentak.

“Ada apa denganmu?”

“Sudah kubilang, katakan saja. Siapa dia?”

“I-itu adalah fotoku dan Sulli ketika kami berumur 9 tahun.”

Tanpa membuang banyak waktu Amber segera meninggalkan tempat Krystal. Membuat Krystal bingung.

Amber mengendarai motor sport merah-nya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Ia hanya memikirkan satu hal. Ia harus segera bertemu dengan gadis kecil yang ada di dalam foto itu. Untung saja ia pernah mengantarkan Sulli pulang sehingga ia sudah mengetahui jalan menuju rumah gadis imut nan jangkung itu.

***

Eomma, Apakah ada yang kau sembunyikan dariku?” gadis berwajah imut itu memandang wanita paruh baya di depannya.

Wajah wanita paruh baya itu berubah tegang setelah mendengar pertanyaan Sulli.

“Harus berapa kali kukatakan, nak? Eomma tidak menyembunyikan apa-apa.”

“Baiklah, jika eomma tidak ingin mengatakan yang sebenarnya. Aku akan mencari tahu sendiri!” batin gadis jangkung berwajah imut itu.

“Kau mau pergi kemana, nak?”

Sulli menghiraukan pertanyaan wanita paruh baya yang selama ini selalu diturutinya itu. untuk pertama kalinya ia menghiraukan wanita yang ia panggil eomma itu. Sulli membuka pintu, ia hendak keluar namun ia tertahan karena melihat sosok yang ia kenali. Wajah orang itu terlihat pucat.

“Amber… hyung?”

Tak ada jawaban dari orang yang berdiri terpaku di depannya itu. orang itu hanya diam menatapnya. Tatapan yang tak bisa ia mengerti. Tiba-tiba saja orang di depannya itu memeluknya dengan erat seakan tak akan pernah ada hari esok.

Amber’s POV

Aku berdiri di depannya. Menatapnya. Kenapa aku begitu bodoh? Hingga aku tak bisa mengenalinya? Dia… dia adalah adikku. Dialah orang yang selama ini aku cari. Tanpa membuang waktu lagi, aku menghambur memeluknya. Memeluknya dengan erat, aku takut dia akan meninggalkanku lagi.

H-hyung… A-ku t-ak bi-sa berna-pas!”

Bodoh… Kenapa aku memeluknya begitu erat. Bagaimana jika ia kehabisan napas lalu mati? Itu akan membuatku kehilangannya untuk yang kedua kalinya.

Aku segera melepaskan pelukanku. Aku menatapnya.

Bogoshippo, Yeonnie-ah.”

“Yeonni? Siapa yang kau maksud, hyung?” ia menatapku bingung.

“Apa ini kau?” dengan cepat aku mengeluarkan sebuah foto masa kecil kami. Foto itu diambil saat ia berulang tahun yang ke 7.

Kulihat ia terkejut.

“Darimana foto itu?” ia mengambil foto itu dari tanganku. Ia memerhatikan foto itu dengan serius.

“Kufikir ini memang aku… Tapi….”

Kurasa ia mengalami amnesia saat kecelakaan itu. wajar memang karena kecelakaan itu cukup parah hingga merenggut nyawa eomma. Semua orang pun berfikir hal yang sama terjadi kepada Yeonnie. Hanya aku yang berfikir bahwa ia masih hidup, walaupun pada akhirnya kami tidak bisa menemukannya. Dan ternyata firasatku memang benar. Dia masih hidup!

“Apa kau benar-benar tidak mengingat foto itu?”

Ia menggelengkan kepalanya.

“Apa kau masih di sana, JinRi-ah?” kudengar suara wanita yang kuperkirakan sudah paruh baya.

Ne..” jawab Yeonnie sambil menoleh ke belakang.

Wanita paruh baya itu menghampiri kami.

Eomma, apa kau tahu foto ini? Aku sama sekali tidak mengingat foto ini.” ia menunjukkan foto itu kepada wanita paruh baya itu.

Ekspresi wajahnya menegang begitu melihat foto yang ditunjukkan oleh Yeonnie.

“Da-darimana foto itu?” ia tergagap.

Aku mengernyit melihat tingkah wanita paruh baya ini. ia terlihat seperti tengah menyembunyikan sesuatu.

End of Amber’s POV

***

Flashback

Malam itu seorang lelaki bernama Choi Hyun Joong tengah mengendarai mobil sedan hitam milik kantornya. Tubuhnya terasa begitu lelah setelah seharian mengurus beberapa masalah yang terjadi di tempat pembangunan kantor cabang perusahaannya di Busan.

“Apa saja yang mereka lakukan hingga aku harus ikut turun tangan?” gerutu pria yang sudah menginjak kepala empat tersebut.

Malam sudah hampir larut dan ia ingin segera pulang dan menemui istri-nya. Ia memutuskan untuk mempercepat laju mobil sedan hitam itu.

“Apa yang dilakukan mobil itu. jalannya lambat sekali.” Gumamnya sambil memperhatikan mobil sedan di depannya yang berwarna senada dengan miliknya. “

Karena merasa mobil di depannya berjalan sangat lambat, ia memutuskan untuk menyalipnya dari sebelah kanan.

Saat mobilnya berpapasan dengan mobil sedan hitam itu, ia bisa melihat pengendara mobil itu adalah seorang wanita. Di kursi penumpang terdapat seorang anak kecil yang terlihat sedang tertidur.

Ia menginjak pedal gas-nya. Meninggalkan mobil sedan yang dikendarai seorang wanita itu di belakangnya.

Sebelum ia benar-benar jauh dari mobil itu, ia mendengar suara decitan ban yang dilanjut dengan suara jeritan serta suara hantaman keras.

Ia menghentikan mobilnya untuk menengok kebelakang.

“Oh Tuhan…”

Ia melihat kobaran api di kap depan mobil itu yang menabrak pembatas jalan. Ia memutar balik mobilnya, lalu memarkir mobilnya di jarak yang cukup aman.

Dengan cepat ia mendobrak pintu mobil itu untuk mengeluarkan wanita dan anak kecil di dalamnya. Ketika ia hendak mengeluarkan wanita itu, sang wanita yang terlihat masih tersadar ia menggelengkan kepalanya.

“Se… Lamat.. kan.. Anakku.” Hyun Joong mencoba menghiraukan perkataan wanita itu dan  hendak merangkulnya. namun wanita itu menolak. Sekali lagi ia menggelengkan kepalanya. tanpa Hyun Joong sadari, wanita itu memasukkan sebuah handphone putih miliknya yang sudah berlumur darah ke dalam saku jas Hyun Joong.

Hyun Joong memutuskan untuk mengikuti kemauan wanita itu, ia berlari ke sisi lain mobil itu untuk menyelamatkan gadis kecil yang pingsan. Sepertinya kepala gadis kecil itu menghantam dashboard mobil. Ia menggendong gadis kecil itu keluar dari mobil dan berlari ke tempat mobil miliknya terparkir.

Sebelum ia sempat menyelamatkan wanita itu, mobil sedan hitam yang menabrak pembatas jalan tersebut meledak.

“Oh Tuhan…”

End of Flashback

***

“Ada apa dengan foto ini? Mengapa ia bertingkah aneh setelah melihat ini?” ucap Krystal sambil memandangi foto masa kecilnya bersama Sulli.

Ia meletakkan kembali foto itu di tempatnya.

“Aku tak pernah mengerti dirinya. Kadang baik, kadang menyebalkan.” Gumam Krystal sambil berjalan menuju sofa.

“Tapi…. Dia selalu berhasil membuat jantungku berdetak tak karuan saat bersamanya.” Lanjutnya di dalam hati.

Pipinya bersemu merah ketika teringat gadis tampan yang akhir-akhir ini mengisi kepalanya.

***

“Suamiku menyelamatkanmu dari kecelakaan itu, namun dia tidak berhasil menyelamatkan ibumu. Mobil itu meledak sebelum ia berhasil menyelamatkannya.”

Kini Amber, Sulli dan bibi Choi tengah berada di ruang tamu keluarga Choi. Amber duduk di samping Sulli sedangkan bibi Choi duduk di depan mereka.

“Lalu mengapa kau dan suamimu tidak melapor kepada polisi, bibi? Kau tahu, saat itu aku dan ayahku sudah keliling Busan untuk mencarinya.” Ucap Amber.

Sejak mereka sampai di ruang tengah, bibi Choi terlihat begitu gelisah apalagi begitu mengetahui bahwa Amber adalah keluarga asli dari Sulli. Namun ia sudah berusaha menceritakan semuanya kepada Sulli dan Amber.

“Setelah suamiku membawa JinRi kecil yang teluka ke rumah sakit terdekat. Ia menemukan sebuah handphone putih yang berlumuran darah di saku jasnya. Setelah mengeceknya, ia memastikan bahwa handphone itu adalah milik ibumu. Di dalamnya terdapat pesan yang membuat suamiku memutuskan untuk menyembunyikanmu dan tidak melapor kepada polisi. Pesan itu berisi ancaman. Itu pasti alasan Ibumu menaruh handphone itu di saku jas suamiku.”

Amber dan Sulli terkejut mendengar penjelasan itu.

Bibi Choi bangkit dari tempat duduknya lalu menghampiri Sulli, ia berlutut di depan Sulli.

“Kau memang bukan anak kandungku, JinRi-ah. tapi aku benar-benar menyayangimu seperti anakku sendiri.”. bibi Choi menggenggam tangan Sulli, matanya terlihat berkaca-kaca.

“Aku juga sangat menyayangimu, eomma.”

Sulli ikut berlutut lalu memeluk wanita yang selama ini ia panggil eomma tersebut. Mereka menangis bersama.

Amber yang menyaksikan adegan tersebut hanya bisa terdiam, dalam diam ia pun menangis. Menangis bahagia karena usahanya selama ini sudah membuahkan hasil. Akhirnya ia bisa menemukan adiknya yang selama ini hilang.

Setelah mereka melepaskan pelukan penuh haru tersebut, kini Amber ikut berlutut. Ia menggenggam tangan bibi Choi.

“Bibi…Terima kasih karena telah merawat Yeonni hingga ia tumbuh menjadi gadis yang manis. Aku dan ayahku benar-benar berhutang banyak pada keluarga kalian. Bolehkah aku membawa Yeonni ke apartemenku?” ucap Amber.

Bibi Choi terdiam. Setelah kematian suaminya, Sulli adalah satu-satunya harta yang ia miliki. Ia ingin sekali menahan Sulli agar tetap tinggal bersamanya.

Ia menatap Sullli dengan mata yang siap mengeluarkan air mata lagi.

***

Krystal berdiri di depan pintu apartemen Amber. ia sudah beberapa kali menekan bel, namun pintu di depannya belum juga terbuka.

Ia berbalik, lalu menyandarkan punggungnya di dinding.

“Kemana dia? Mengapa belum juga pulang?!”

.

.

.

.

Hahahaha… There… Akhirnya gue apdet nih ff juga.. setelah sekian lama terbengkalai.. XD

Gimana nih menurut kalian? Hahahahah… sebenernya gue sedikit kesulitan buat ngelanjutin ff ini… terasa dipaksain gak sih? Jadi menurut kalian gue harus gimana? Tetep lanjut ff ini atau nggak? Aneh sih emang, kenapa gue susah banget dapet inspirasi buat nih ff.. panggil gue author abal atau apalah… tapi gue emg agak susah buat bikin ‘ending’… hahahahah

See you next time~~~

Stormy Night

Iseng-iseng berhadiah nih gue kasih drabble… wkwkwk..

.

.

.

Title: Stormy Night

Author: Llamaunyu1809 a.k.a Lee Eun Soo

Length: Drabble

.

.

.

Amber membuka lalu menutup pintu kamarnya sepelan mungkin. Ia memandang jendela kamarnya, terlihat hujan yang turun semakin deras. Tubuhnya memang terasa lelah namun matanya belum juga mau dipejamkan, ditambah lagi petir yang saling bersautan. Ia tidak akan bisa tidur jika badai  malam ini belum berakhir.

Setelah melepas jaket kulit kesayangannya dan melemparkannya ke sofa Ia berjalan ke tempat tidur. Ia tersenyum mendapati seseorang di balik selimut.

Ia menyingkap selimut itu secara perlahan dan mendapati seorang gadis tengah meringkuk. Tubuhnya sedikit bergetar, namun matanya terpejam dengan alis yang mengkerut.

“Soojung-ah…” Amber menyentuh pundak gadis itu.

“Amb…” ah.. dia terbangun? suaranya bergetar.

Amber memutuskan untuk berbaring di samping Krystal. Perlahan ia melingkarkan tangannya pada tubuh Krystal, memeluknya dari belakang dan membuat tubuh Krystal berhenti bergetar.

Amber tersenyum. Ia teringat jika gadis dipelukannya itu takut akan petir. Ia semakin mengeratkan pelukannya.

Gwaenchana, I’m here, Princess.” bisik Amber lembut.

“Don’t leave me!”

“Never…”

.

.

.

.

.

There…. Pendek banget yak? Namanya juga drabble~

Btw, ada kabar gembira buat yang nunggu It’s Hard but Easy, Chapter 6 sedang dalam proses penulisan (setelah sekian lama gak gue buka2).. hahahaha..

See you next time~~~

 

Sincerely Yours,

-llamaunyu-

Happy Anniversary

.

.

.

“Haaahhh…” Krystal menghela nafas dalam.

Ia bukanlah seorang gadis pengeluh, tetapi untuk kali ini ia benar-benar merasa bahwa menghela nafas adalah hal yang patut dilakukannya.

“Hei, apa kau baru saja menghela nafas, Princess?”

“Apa kau benar-benar tidak ingat besok itu hari apa?” Krystal mengerucutkan bibirnya.

“Besok? Bukankah besok adalah hari Jum’at?”

uh, are you pretending to forget? Or are you just too stupid?

“Hey, sebenarnya apa yang kau maksud?” nada bicara lawan bicaranya terdengar kebingungan dengan kalimat Krystal.

Geez, I hate you!”

Klik… Krystal memutuskan sambungan telepon tersebut. Wajahnya benar-benar terlihat kesal.

“Bagaimana bisa ia melupakan Anniversary hubungan kita?”

Menjalani sebuah Long Distance Relationship memang bukanlah hal yang mudah. Krystal sudah menjalani itu semua selama hampir 1 tahun. Ia sudah terbiasa dengan perasaan rindu yang tak pernah henti-hentinya menghantui setiap malamnya. Hanya sebuah sambungan telepon internasional yang tiap malam ia lakukan lah yang bisa sedikit mengobati kerinduannya.

Setelah melemparkan Handphone-nya ke atas ranjang, Krystal mengambil sebuah figura yang ia letakkan di atas meja kecil di samping ranjangnya.

Ia mengambil figura itu, lalu memeluknya. Dalam figura itu terdapat fotonya dan seorang gadis yang mungkin akan salah dikenali sebagai pria di hari pertama kau melihatnya. Sungguh, gadis itu terlalu tampan untuk ukuran seorang gadis.

Di foto itu, Krystal tengah memeluk lengan gadis tampan itu secara posesif, dan gadis tampan itu hanya tersenyum konyol. Foto itu diambil saat pertama kali mereka berkencan, di sebuah taman bermain.

Krystal ingat pertama kali melihat gadis itu di toilet wanita sebuah mall,  ia mengira gadis itu adalah seorang anak laki-laki mesum yang ingin mengintip toilet wanita. Krystal memukulinya dengan kain pel. Dan ia hampir saja di seret oleh keamanan mall tersebut. Untung saja akhirnya Krystal tahu jika orang yang ia pukuli itu adalah seorang gadis. Krystal membungkuk beberapa kali pada gadis itu, ia benar-benar merasa bersalah dan juga malu disaat yang bersamaan.

Saat itu Krystal berharap ia tidak akan pernah bertemu lagi dengan gadis itu. Ia benar-benar merasa bodoh saat itu.

Tapi, kau tahu bagaimana cara kerja takdir?

Takdir mempertemukan mereka lagi.

Saat itu adalah hari pertama Krystal memasuki Sekolah Menengah Atas. Ia tengah mengelilingi sekolah, dan tanpa sengaja ia melihat gadis tampan itu tengah bermain basket. Pandangannya hanya terfokus pada gadis itu, seakan-akan tidak ada orang lain di sana.

 “Eh, Kau?” gadis tampan itu menghampiri Krystal yang masih berdiri mematung di luar lapangan basket. “Kau gadis kasar waktu itu kan?”

Seketika Wajah Krystal memerah.

“A-apa maksudmu? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” Krystal membuang mukanya.

“Eh, Apa kau lupa? Kejadian di to-“

Krystal membekap mulut gadis tampan itu.

“A-aku sudah minta maaf saat itu. bisakah kau lupakan saja kejadian hari itu?”

Gadis tampan itu menepis pelan tangan Krystal.

“Gahhh… Apa kau selalu bersikap kasar pada setiap orang yang baru kau kenal?”

“uh…” lagi… Wajah Krystal dibuat bersemu merah oleh gadis itu.

“Hahahaha… Kau ini manis sekali…” Gadis tampan itu mengelus pelan puncak kepala Krystal.

“A-Apa yang kau lakukan?” Krystal menepis kasar tangan gadis tampan itu.

“umm, kau itu type ‘Tsundere’ yah?” bukannya merasa marah, gadis tampan itu hanya menampilkan senyuman konyolnya. “Namaku Amber.” gadis tampan itu mengulurkan tangannya.

“Jung Soojung” Krystal menyambut uluran tangan itu dengan malu-malu.

“Kau itu murid baru yah? Aku ini kelas 3 loh. Kau harus menghormatiku.”

Begitulah pertemuan kedua mereka. Klise? Seperti kisah-kisah percintaan antara senior-junior yang sering kalian baca atau lihat di drama-drama?

Krystal kembali meletakkan figura itu di tempat awal figura itu berada lalu menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur. Ia menarik selimutnya dan bersiap untuk tidur namun suara bel membuatnya mengurungkan niatnya.

Sebelum bangkit dari tempat tidur, Ia melirik jam dinding.

Ia mengerutkan dahinya. “Siapa yang datang malam-malam begini?”

Cklek..

Perlahan ia membuka pintu apartemennya.

Matanya membulat melihat siapa yang tengah berdiri di depan apartemennya.

***

Dengan tangan kanannya Amber menggeser icon telepon berwarna hijau setelah memilih kontak Krystal di Smartphone-nya. Diam-diam ia berjalan keluar dari lift dan menuju kamar apartemen Krystal, tangan kiri-nya membawa seikat bunga mawar merah kesukaan Krystal.

Meskipun penerbangan dari Amerika ke Korea membuatnya merasa sangat lelah. Namun senyum di wajahnya tak pernah absen, mengingat ia hanya berjarak beberapa meter lagi menuju kekasih yang begitu ia rindukan.

Setelah Krystal mengangkat panggilannya, Amber tersenyum semakin lebar.

Good Afternoon, Princess~”  sapa Amber.

It’s almost midnight here, stupid!” balas Krystal dengan nada jengkel.

Amber terkikik… “Dia bahkan tidak mengecek nomorku. Ini adalah nomor yang kupakai saat di Korea.”

“Hahaha… But, it’s lunch time here.”

Whatever….” Krystal memutar bola matanya mendengar balasan Amber.

“Apa kau tidak merindukanku, Princess?”

“Siapa yang akan rindu pada makhluk menjengkelkan sepertimu!” meskipun kata-katanya pedas, namun ia tersenyum mendengar pertanyaan Amber.

Mana mungkin ia tidak merindukan kekasihnya?

Auch… It’s hurt me, baby.” Amber kembali terkikik.

“Apa kau sudah makan siang, Amb?”

“Aku tidak lapar, baby. Tapi aku merindukanmu.”

Cheesy… Kau harus makan, aku tidak ingin llama favorit-ku mati kelaparan!”

Kali ini Amber tertawa lepas, ia segera menghentikan tawanya mengingat ia sebentar lagi akan sampai di depan pintu kamar apartemen Krystal. Ia beruntung karena dinding di sana merupakan dinding kedap suara.

and I miss you too…” lanjut Krystal dengan suara pelan.

Mendengar itu, Amber tersenyum hangat.

“Ah, kapan kau akan kembali ke Korea, Amb?”

Amber menghentikan langkahnya. Ia mencium bunga mawar yang ia bawa, memastikan bunga itu masih harum.

“Hmm… Aku tak begitu yakin, baby. Mungkin saat liburan musim dingin nanti.”

“ohhh…” Krystal terdengar kecewa mendengar jawaban Amber. “Lalu… Apa kau ingat besok itu hari apa?”

Amber hampir sampai di depan pintu kamar Krystal.

“hmm… Jum’at?”

“Seperti dugaanku, kau tidak akan ingat.” Krystal mengerucutkan bibirnya.

“Ingat apa?” Amber kembali tersenyum. Ia tahu jika kekasihnya itu pasti tengah cemberut.

“Haaahhh…” Krystal menghela nafas dalam.

“Hei, apa kau baru saja menghela nafas, Princess?”

“Apa kau benar-benar tidak ingat besok itu hari apa?” Krystal kembali mengerucutkan bibirnya.

lagi… Amber tersenyum menngetahui jika kekasihnya itu tengah merajuk.

“Besok? Bukankah besok adalah hari Jum’at?”

uh, are you pretending to forget? Or are you just too stupid?

“Hey, sebenarnya apa yang kau maksud?” Amber mengubah nada bicaranya agar  terdengar kebingungan.

Geez, I hate you!

Klik… Krystal memutuskan sambungan tersebut. Wajahnya benar-benar terlihat kesal.

“Hahaha… Why you’re so cute, baby?” gumam Amber sambil memandangi layar Smartphone-nya.

Kini Amber sudah berada di depan pintu kamar apartemen Krystal.

Ia menekan bel lalu segera menyembunyikan bunga yang ia bawa di balik punggungnya.

Cklek..

Perlahan pintu apartemen itu terbuka.

Ia tersenyum mendapati ekspresi terkejut dari Krystal yang matanya membulat dan menutup mulutnya tak percaya.

Happy Anniversary, Princess~”

.

.

.

.

.

The End

Hello readers~~~

Did you guys miss meh?????? Hahahaha… gue apdet sekarang karena sesuai judul… hari ini adalah 2nd Anniv wepe ini.. hahahah… gak nyangka udah lama juga yak nih wepe, tapi author-nya ilang2an mulu… wkwkwkwk..

Wkwkwkwkwk… btw, hari ini Oneshoot aja dulu yak! Yang laen2nya nyusul…

See you next time~~~

Sincerely yours,

-llamaunyu-

SECRET LOVE (CHAPTER 4)

Title : Secret Love

Author : llamaunyu1809 a.k.a Lee Eun Soo

Genre : Shojou Ai (Girl x Girl)

Rated : T ( belum kuat buat yang M ^_^)

Cast :  Amber J. Liu, Krystal Jung, Bae Suzy, Choi Sulli, Jessica Jung and Kwon Yuri

 

Hope you like it and…

Happy reading.. ^,^

 

WARNING!!! GIRLS LOVE STORY

Don’t Like Don’t Read

Typo dan EYD bertebaran

 

Chapter 4

 

“Amber-ah… Tunggu aku!” dengan langkah tergesa-gesa Suzy menghampiri Amber yang bahkan tidak menoleh ketika namanya dipanggil. “Kau berjalan cepat sekali!” Nafasnya memburu begitu ia berada di dekat Amber. Gadis itu berusaha mengejar Amber sejak dari kelas mereka yang berada di lantai 2.

“Apa yang kau inginkan? Kau ini sangat merepotkan.” Amber berhenti berjalan, ia menghela nafas ketika mendapati Suzy kini telah menggandeng tangannya.

“Aku ingin ke Lotte World. Kau mau temani aku kan?”

Shireo.. “

“Kau harus mau!”

Amber menghempaskan tangan Suzy dengan kasar. “Aku tidak punya waktu untuk bermain bersamamu!”

“Jika kau tidak mau menemaniku, kupastikan paman Liu akan memarahimu!” Suzy menyilangkan tangan di depan dadanya.

Geez… Kau ini benar-benar merepotkan. Baiklah.. baiklah..” Amber berjalan mendahului Suzy. Ia benar-benar kesal dengan kelakuan gadis itu, ia bahkan makin berani mendekatinya setelah kejadian di Hotel Z kemarin.

***

Krystal masih berdiri mematung di depan mobilnya, ia masih sangat terkejut dengan beberapa lembar foto di dalam amplop yang ia terima. Itu adalah foto ketika ia dan Amber berada di atap pagi tadi. Dalam foto itu tercetak jelas dirinya dan Amber yang tengah berpelukan dan berciuman.

Tangannya gemetar. Tubuhnya pun terasa begitu lemas. Seseorang telah mengetahui hubungannya dengan Amber.

Tablet-nya bergetar. Sebuah panggilan masuk dari nomor yang tidak ia kenali. Dengan ragu-ragu ia menggeser Icon telepon berwarna hijau di tabletnya.

“Selamat sore, nona Jung!” Krystal tak begitu yakin siapakah penelpon misterius itu. suaranya disamarkan, ia tak bisa mengenali apakah itu suara perempuan ataupun laki-laki. Tapi nalurinya mengatakan itu adalah suara seorang gadis.

“Si-siapa kau?” suara Krystal terdengar bergetar.

“Kau sudah menerima foto-foto itu?”

“Kau yang mengirim amplop ini?”

Terdengar suara tawa di seberang sana. “Apakah itu penting, nona Jung?”

“Katakan, apa maumu?” Krystal meremas foto-foto di tangannya.

“Mauku? Hmmm.. Kurasa aku tak menginginkan apa-apa! Aku hanya merasa kasihan padamu. Apa kau begitu mempercayai kekasihmu itu? Apa kau begitu yakin dengan alasannya merahasiakan hubungan kalian dari orang lain?”

“Dengar, aku sama sekali tidak perlu menjawab semua pertanyaanmu itu. tentu saja aku mempercayai kekasihku. “

“Oh.. Begitukah? Bagaimana jika kau datang ke Lotte World sekarang?”

“Apa yang sebenarnya kau inginkan?” ucap Krystal hampir berteriak.

Tuttt… Tuttt…. Tuttt…

Sambungan terputus begitu saja. Meninggalkan Krystal yang masih menggenggam –meremas- foto-foto itu dengan berbagai pertanyaan di kepalanya.

***

Sepanjang perjalan menuju Lotte World, Suzy tak henti-hentinya berbicara. Bisa dibilang ia begitu Out of Character. Mengingat di dalam kelas Suzy merupakan salah satu murid yang cukup dingin, mungkin setara dengan Krystal. Suzy tak pernah segan untuk menolak mentah-mentah beberapa murid yang pernah mengutarakan perasaan cinta mereka kepadanya. Sejak awal gadis ini memang begitu tertarik pada Amber.

Sementara itu berbanding terbalik dengan Suzy, selama perjalanan Amber sendiri hanya terdiam dan fokus mengendarai jagoannya. Sebuah BMW berwarna hitam. Suzy memintanya agar Amber sendirilah yang mengendarai mobil itu. Gadis itu ingin berdua saja dengan Amber.

Setelah memarkirkan mobilnya, Amber dan Suzy segera memasuki arena taman bermain.

Suzy menarik Amber secara paksa untuk menaiki sebuah wahana. Wajah Amber memucat. Nafasnya tercekat. Sungguh, ia akan menaiki wahana apapun di tempat ini kecuali wanana yang satu ini. Papan di depan wahana itu jelas menampilkan nama dari wahana tersebut. “Giant Loop” sebuah wahana roller coaster dimana para pengunjung akan merasakan putaran 360 derajat pada saat melewati jalur yang dengan sengaja dibuat berbentuk bundar. Wahana itu akan berhenti sesekali saat sedang berada di atas.

“Bisakah kita naik wahana yang lain saja?” Amber mencoba mengendalikan ekspresi wajahnya. Ia tidak ingin dicap sebagai penakut.

“Tapi aku hanya ingin menaiki wahana ini!”

“Kalau begitu kau naik saja sendiri! Aku…”

“Kau takut?” Suzy memicingkan matanya. Menatap Amber dengan penuh curiga.

Hell no…” Amber memalingkan wajahnya.

“Oh ayolah.. Temani aku!”

Amber berusaha mencari alasan yang logis untuk menolak permintaan gadis menyebalkan di depannya itu. matanya sesekali mengarah pada wahana “Giant Loop” itu yang kini tengah berhenti di atas, ia sempat menahan nafasnya saat melihat wahana itu berhenti dan menyebabkan posisi terbalik pada para pengunjung.

“Kau lihat? Antrian di sini panjang sekali. Aku tidak mau menunggu!”

“Ayolah! Ini adalah kencan pertama kita!” ucap Suzy dengan ceria. Wajahnya terlihat begitu berbinar seperti seorang anak kecil yang mendapatkan permen kesukaannya.

“Teruslah bermimpi, nona Bae! Dan perlu digaris bawahi, ini bukanlah sebuah kencan!” ketus Amber.

“Mengapa kau begitu ketus padaku, Amber-ah?”

“Karena aku tidak menyukaimu!”

“Tapi kau harus menyukaiku karena—“

“Diam!!!” Amber memotong kalimat Suzy. Ia mulai merasa geram dengan tingkah gadis ini. “Dengar, Aku tak pernah menyukaimu dan tidak akan pernah! Dan soal perjodohan yang dibuat oleh orang tua kita tidak akan merubah apapun. Apa kau mengerti?”

Mendengar Amber berteriak padanya, membuat hati gadis itu hancur. Ia menundukkan kepalanya, pundaknya mulai bergetar dan kini mulai terdengar isakan darinya.

Amber yang melihat Suzy mulai menangis pun merasa sedikit bersalah. Tak seharusnya ia berteriak pada Suzy. Dengan ragu-ragu, tangan kanannya menyentuh pundak Suzy.

Uljima…”

“Mengapa kau begitu tidak menyukaiku?” lirih Suzy. Pundaknya semakin bergetar dan tangisnya pun mulai tak terbendung.

“Hei… Hei… Maafkan aku. Aku tak bermaksud berteriak padamu.”

Gotcha

Mata Amber membulat, ia merasakan sepasang benda lembut mendarat di bibirnya. Sedetik kemudian ia baru menyadari jika Suzy mencuri sebuah ciuman darinya. Dengan gerakan cepat ia menarik dirinya menjauh dari Suzy.

***

Setelah berfikir cukup lama akhirnya Krystal memutuskan untuk pergi ke Lotte World. Ia begitu penasaran dengan apa yang sebenarnya direncanakan oleh sosok misterius itu. apalagi setelah berkali-kali ia mencoba untuk menelpon kekasihnya namun ia tak bisa dihubungi. Ia merasakan sebuah firasat buruk untuk itu.

Setelah sampai di Lotte World, Krystal melihat begitu banyak orang di tempat itu membuatnya merasa pusing. Krystal bukanlah gadis yang suka dengan keramaian.

“Ramai sekali…” matanya menyusuri lautan manusia di depannya. Terlihat beberapa pasangan yang sepertinya tengah berkencan. Hal itu membuatnya teringat pada seseorang. Sudah lama ia begitu menginginkan sebuah kencan di tempat terbuka seperti ini.

Ia menghela nafas dalam, dan tiba-tiba saja tersadar, setelah ini apa yang akan ia lakukan? Kemana ia akan pergi?

Tabletnya bergetar. Menandakan ada sebuah pesan masuk.

Itu adalah nomor yang digunakan oleh sosok misterius tadi.

Ia segera membuka pesan itu.

From : xxx

Datanglah ke wahana Giant Loop

 

Krystal mengernyit. Apa yang sebenarnya sosok misterius itu inginkan?

Tanpa fikir panjang lagi, Krystal berjalan menuju wahana Giant Loop.

Setelah cukup dekat dengan wahana itu, matanya menangkap sosok yang begitu ia kenali. Apa yang Amber lakukan di sini? Bersama gadis itu? begitu banyak pertanyaan yang bergelayut di kepalanya.

Ia memutuskan untuk menjaga jarak dengan kedua orang tersebut. Matanya tak pernah lepas dari mereka berdua.

Ia melihat Amber yang berteriak pada gadis di depannya. Dan tak berselang lama gadis boyish itu berusaha untuk menenangkan Suzy.

Adegan yang paling membuatnya terkejut adalah ketika Suzy mendaratkan sebuah ciuman pada Amber. Nafasnya tercekat. Jantungnya berdebar tak karuan. Ia merasakan dadanya terasa begitu sesak. Matanya terasa panas, dan iapun mulai mengeluarkan bulir-bulir cairan bening dari sudut matanya.

Waktu terasa berhenti saat ia menyaksikan adegan menyakitkan itu. hatinya hancur…

Ia membalikkan badannya, siap berlari dari sana. Ia mencengkeram kerah seragamnya, mencoba menghiraukan sesak di dadanya. Ia berlari tanpa peduli dengan lingkungan sekitarnya.

Brukkk…

Karena tidak memperhatikan jalannya, Krystal menabrak seseorang.

“Apa yang kau lakukan disini, Soojung-ah?”

*

*

*

T B C

 

Wkwkwkwk… Hai hai… Apa kabar?

Terasa pendek kah? Ah Cuma perasaan kalian aja ah~ *mintaditabok

Okay… Ini emang pendek pake banget… Padahal gue lagi gabut banget sekarang2 ini, ya tapinya gt… Ide munculnya di saat yang aneh2 sih… Misal gue lagi di suruh nyokap belanja, atau saat gue lagi latian. Pokoknya tuh ide kadang muncul saat gue gak megang si Putih –Notebook- gue… hahahaha… mohon di maklumi yak!

Ini special buat yang request… Maaf kalo danshin yak! Hihihi…

 

GONE

Hihi… Sorry, belom bisa apdet FF KryBer yang laen… untuk sekarang yang ini aja dulu yak! Hihihi…

Author : Llamaunyu1809  a.k.a  Lee Eun Soo

Title : Gone

Cast : Krystal Jung and Amber J. Liu

*

*

*

Sesak di dalam dadanya telah hilang.

Jiwanya bahkan tidak bisa lagi merasakan apapun.

Ia merasa begitu kosong dan juga hampa.

Ia sudah berhenti menangis…

Bukan! Ia bahkan tidak bisa lagi menangis..

Krystal masih berdiri mematung, ia sudah berada di sana sejak beberapa jam yang lalu. Ia sama sekali tidak berniat untuk melangkahkan kakinya sedikitpun dari sana. Tidak juga saat hujan yang kini mulai turun dari awan hitam di atasnya. Setetes air hujan jatuh ke atas kepala gadis berusia 20 tahun tersebut. Ia hanya tersenyum pahit. Bibirnya terlihat begitu kering, matanya terlihat begitu lelah, wajah putihnya terlihat begitu pucat.

Gelap… Angin dingin yang menusuk… Hujan yang turun semakin deras…

“Kenapa?” sebuah pertanyaan yang bahkan ia sendiripun tak pernah tahu jawabannya. Sebuah pertanyaan yang begitu mengusiknya.

Guyuran hujan tak membuat gadis itu pergi dari tempat itu. Ia menarik nafas dalam lalu menghembuskannya, ia melihat hembusan nafasnya berubah menjadi kabut putih kemudian menghilang. Mengapa ia bahkan masih bisa bernafas?

Ia menarik nafas kembali, kali ini ia menahannya. Dadanya kini terisi penuh dengan udara. Paru-parunya bergetar karena kebutuhan untuk mengeluarkan udara  dan mengisinya kembali dengan oksigen yang baru dan melepaskan karbondioksida. Ia menghiraukan rasa sakit itu, menghiraukan paru-parunya yang terasa akan terbakar. Itu sama sekali tidak terasa seperti apapun. Ia bahkan tidak bisa merasakan rasa sakit itu.

Ia menghembuskan nafasnya, sekali lagi untuk melihat hembusan nafasnya tersebut berubah menjadi kabut putih lalu menghilang. Ia berharap bisa menjadi hembusan nafas itu. Ia berharap bisa menghilang.

Di sekitarnya kini terdengar suara bergemuruh, namun gemuruh itu tak terdengar di telinganya. Awan masih terlihat gelap, pertanda hujan masih akan berlangsung hingga beberapa waktu kedepan. Ia masih harus merasakan sensasi dari air yang turun dari langit itu jatuh di atas kulitnya yang dingin.

Dingin.. Tentu saja, di hari yang diguyur hujan seperti itu pasti akan terasa begitu dingin. Namun, Krystal bahkan tak bisa merasakan itu. ia tidak bisa merasakan angin yang kini membuat tubuhnya menggigil atau hujan deras yang kini telah membuat tubuhnya basah kuyup.

Hitam… Kemeja hitam dan blazer hitam serta rok yang senada, seperti biasanya…

Ia selalu ke sana dengan penampilan seperti itu. Ia akan terlihat seperti seorang eksekutif muda yang sukses jika saja tanpa tatapan kosong dan wajah yang terlihat begitu pucat.

Kenapa???

“Kenapa?” ia bertanya dengan suara yang cukup keras.

“Amber….” sebuah nama yang terus ia ucapkan, bahkan ketika ia bermimpi. Sebuah nama yang ingin sekali ia lupakan.

Tapi ia tidak bisa, ia takkan bisa lupa. Tidak untuk seseorang yang telah mencuri hatinya.

Ia takkan pernah lupa dengan tingkah laku gadis boyish yang konyol itu. Hampir setiap saat ia selalu dikerjai olehnya.

Ia takkan lupa dengan senyum khas gadis boyish itu.

Ia takkan lupa dengan suara husky yang selalu membuat kakinya lemas dan hatinya terasa begitu kacau.

Bagaimana bisa ia melupakan seseorang yang telah mencintainya lebih dari apapun di dunia ini?

“Kenapa ini semua harus terjadi?” nafasnya tercekat. Tenggorokannya terasa terbakar ketika mengatakan kalimat tersebut.

Tangan kanannya mencengkeram kerah kemeja hitamnya lalu ia jatuh berlutut. Ia memejamkan matanya dengan kasar. Mencoba untuk mengendalikan fikirannya agar terlepas dari kenangan mereka.

Gambaran ketika gadis boyish itu mengutarakan perasaan cinta untuknya. Gambaran ketika ia tak sanggup menahan tangis bahagianya karena hal itulah yang telah ia tunggu sejak lama. Ia juga menyukai gadis boyish itu sejak lama.

Ia ingin sekali membuang gambaran yang terlintas di kepalanya tentang saat dimana mereka berbagi ciuman pertama mereka. Singkat dan kikuk namun terasa begitu sempurna dan indah.

Ia ingin sekali menangis, namun air matanya tak dapat lagi keluar. Matanya terasa terbakar,  dibalik wajahnya yang cantik itu menyimpan penderitaan yang begitu mendalam. Krystal membiarkan air hujan menggantikan air matanya.

Ia menengadahkan kepalanya, tangannya masih mencengkeram kerah kemejanya. Ia mendesah penuh luka. Di depannya adalah sebuah batu nisan. Ia tengah berlutut di depannya. Bukan karena ingin, namun Ia bahkan tak sanggup berdiri. Kakinya terasa begitu berat, entah karena dingin ataupun karena perasaannya saja. Yang Krystal tau hanyalah kakinya terasa begitu berat.

“Kenapa?” ia bertanya lagi, tak sanggup menjawab pertanyaan yang ia tanyakan hampir setiap saat. Kenapa itu semua terjadi? Kenapa harus dia?

Kilatan petir memecah langit, menerangi lingkungan pemakaman itu sesaat. Menyadarkan Krystal dari dunianya yang dingin dan kosong. Ia tidak bisa berada di sana selamanya. Ia sudah cukup lama berada di tempat itu. Menghabiskan waktu di sana dengan menatap dan bertanya serta sesekali memohon.

Dengan nafas yang bergetar, Krystal berdiri dan menahan tubuhnya yang mengigil. Ia sudah hancur beberapa waktu yang lalu. Ya, tapi ia menolak untuk hancur berkeping-keping lagi. Tidak… Tidak di tempat itu.

Gadis boyish itu memang selalu menyebalkan untuknya. Namun ia juga tidak dapat memungkiri jika gadis itu sangatlah berharga untuknya. Jika saja waktu bisa ia putar kembali, ia rela menggantikan tempatnya. Ia akan mencegahnya untuk menyelamatkannya. Ia rela tertusuk pisau perampok itu jika itu bisa mencegah malaikatnya ini pergi meninggalkannya. Bahkan sampai akhirpun gadis boyish itu tersenyum konyol padanya. Membuatnya semakin terluka.

Ia mengelus lembut batu nisan di depannya. Jari-jari lentiknya menyusuri ukiran nama di atas batu nisan itu.

I love you, stupid.” Krystal berbisik lirih. Tenggorokannya terasa terbakar bersama kalimat itu. ia sudah lama tidak mengatakan kalimat itu. satu hal yang ia rasakan sekarang hanyalah jantungnya berdenyut penuh dengan penderitaan. “I miss you, llama.”

Ia berhenti mengelus batu nisan itu. Ia ingin berada di tempat itu selamanya, namun ia tidak bisa. Tempat itu bukanlah tempat untuk makhluk yang masih bernafas sepertinya.

Sulit… Memang sangat sulit untuk pergi setiap kali ia mengunjungi tempat itu. Setelah itu ia akan merasa sendirian, lebih tepatnya kesepian.

Jika saja ia yang mati. Ia tidak akan pernah mengalami semua ini.

“Maafkan aku, Amber.” Krystal bergumam lirih lalu melangkah pergi. “Semua ini memang salahku.”

Amber telah pergi. Pergi ke tempat yang entah berada di mana. Surga? Mungkinkah ada tempat seperti itu?  Amber tak akan pernah bisa mendengar semua keluh kesah yang tersimpan di dalam hati Krystal lagi ketika Amber telah mati.

Krystal menertawakan dirinya sendiri lalu membalikkan badannya. Ia memasukkan kedua tangannya ke dalam kantong blazer-nya. Menghiraukan angin yang menerpa tubuhnya semakin kencang dan hujan yang masih turun dengan derasnya. Tatapannya kosong.

Mungkin suatu saat nanti Krystal akan berada di tempat itu, berbaring selamanya di samping orang yang sangat ia cintai itu. Tapi bukan sekarang. Ia masih harus menunggu hal itu. Menunggu hal yang pasti akan datang padanya… Suatu saat nanti..

*

*

*

T H E   E N D

Gak… Gue gak lagi galao koq.. ciyus deh.. ciyus…

Jangan hajar gue.. jangan…..       Wkwkwkwk…

Oh iya… Special for my llama… Happy Birthday!!! ^.^

Semoga makin ganteng *eh.. Makin Sukses… pokoknya… WYATB lah… hahaha
Love uuuuuuuuuuuuuuuu… :*

#HappyBersDay

1526240_577903955662700_8319629862735579184_n