Blood and Love

PROLOG

Malam semakin larut, angin malam terasa begitu menusuk hingga ke tulang. Butiran-butiran putih yang turun semakin banyak kini telah menutupi tanah hingga sulit untuk diketahui mana yang merupakan jalan dan mana yang bukan. Ramalan cuaca mengatakan bahwa malam itu memang akan terjadi badai salju, hal itulah yang membuat masyarakat enggan untuk keluar rumah.

Dingin…

Seorang gadis kecil berambut pirang merapatkan jaket dan syalnya lalu menggosok-gosokkan telapak tangannya untuk mengurangi rasa dingin yang hampir membuatnya membeku. Entah apa yang dilakukan oleh gadis kecil itu di sana.  Di malam hari yang akan terjadi badai salju. Sendirian?

“Gadis kecil, apa yang kau lakukan di sini? Apa kau tersesat?” gadis kecil itu menoleh ke arah sumber suara, ia mendapati seorang pria paruh baya yang mengenakan jas cokelat serta syal berwarna senada tengah berdiri di depannya.
Gadis itu terdiam, ia sama sekali tidak merasakan kedatangan pria tersebut. Darimana pria itu datang? Dan sejak kapan ia ada di depannya?
Gadis kecil itu semakin menggigil, ia merasakan udara di sekitarnya semakin dingin. Dingin yang berbeda. Dingin yang bercampur dengan aura mencekam.

“Bolehkah aku..” suara pria itu terdengar semakin mengerikan. Matanya terlihat berwarna merah seperti.. “Menghisap darahmu?” ..Darah..

Sesuatu yang menghisap darah dan kehidupan manusia.

Makhluk buas yang  memiliki bentuk menyerupai manusia.

Tubuh mungil gadis itu terjatuh di atas tumpukan salju.
“Ti-tidak..” pria itu mencengkeram keras bahu sang gadis kecil saat ia hendak berlari.

Crashhhh

Darah menyembur. Pria paruh baya itu terjatuh dengan leher yang terkoyak. Di sampingnya terlihat seorang gadis bersyal putih dengan kulit yang juga terlihat sangat putih, putih pucat lebih tepatnya.  Surai cokelatnya berkibar seirama dengan syal putihnya yang terkena terpaan angin.

“Kau adalah aib untuk semua vampire di dunia ini!” Tangan kiri gadis berkulit putih pucat itu berlumuran darah dan wajahnya pun terkena cipratan cairan amis itu. matanya.. matanya berwarna merah sama seperti pria paruh baya yang kini terbaring tak bergerak.

Vampire

Manusia tidak boleh berada di dekat Vampire.

Secara tiba-tiba, tubuh pria paruh baya itu hancur, membentuk butiran-butiran berwarna biru muda yang berkilau lalu hilang tertiup angin.

“Apa kau baik-baik saja?” gadis berkulit putih pucat mengulurkan tangan kirinya yang berlumuran darah kepada sang gadis kecil yang sedari tadi hanya terdiam.

Jika manusia mendekati para vampire

Perlahan namun pasti, gadis kecil itu menyambut uluran tangan dari sang gadis berkulit putih pucat.

Kalian akan terperangkap oleh mata merah itu.

.
.
.

Oke guys… Jadi ceritanya gue ngilang lama dan dateng2 bawa prolog ff baru… gapapa kan? Hahahaha. .
Ada yg bisa nebak siapa aja cast di ff ini? LOL..
How? Lumayan menarik untuk dilanjut gak nih? Hahaha..

-llamaunyu-

11 thoughts on “Blood and Love

  1. hahaha gpp dah thor yg lain gantung yg lain ada lagi….yg penting akhir’a bisa kelar semua iya ga?😉
    btw…kaya’a yang baru ini seru deh.vampir2 gitu kkkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s