Painkiller

Author : Llamaunyu1809  a.k.a  Lee Eun Soo

Title     : Painkiller

Genre  : Angst

Cast    : Krystal Jung

.

.

.

Cerita ini terinspirasi dari sebuah lagu yang dibawakan oleh T-Ara, The SeeYa, 5dolls, and SPEED yang berjudul sama dengan ff ini…

.

.

.

Krystal memegang gagang pintu itu dengan tangan yang bergetar. Rambut pirangnya terlihat begitu berantakan. Kantung matanya menghitam. Ia benar-benar terlihat berantakan.

Haruskah ia membuka pintu itu?

Haruskah?

Dengan ragu Ia membuka pintu bercat cokelat tua itu.

Dingin..

Itulah yang pertama kali ia rasakan ketika memasuki rumah itu.

Sepi dan terasa begitu kosong. Berbagai furnitur di sana telah tertutupi oleh kain putih. menunjukkan orang yang pernah tinggal di sana sudah memutuskan untuk pergi. Pergi dan tak kembali.

When will things be okay?

When will the sun rise again?

Are all farewells this painful to death?

I’m choked up and I can’t even breath..

Ia meletakkan koper besarnya di depan pintu, lalu ia berjalan menuju tempat tidur dan meletakkan tasnya di atas tempat tidur.

Ia menarik nafas lalu memaksakan sebuah senyuman. Satu persatu kain putih yang menutupi hampir semua furnitur di sana mulai ia angkat. Ia membuka jendela kamar yang mungkin sudah lama tidak pernah dibuka itu, membiarkan sinar matahari menghangatkan ruangan. Namun itu belum cukup untuk membuat hatinya terasa hangat.

Time goes but it’s no use..

Please heal  my heart so I can smile a little..

This headache won’t get better..

I pull my pillow into my arms..

Mengapa hatinya terasa begitu dingin? Mengapa hatinya terasa membeku?

Ia membuka kopernya, mengeluarkan beberapa pakaian yang ia bawa. Meskipun ukuran koper yang ia bawa cukup besar, namun ia tak membawa banyak pakaian. Hanya beberapa T-shirt, Jeans, Kemeja dan dua buah Jaket.

The thorns keep piercing my heart..

I scream in my unlit room..

This severe cold won’t get better..

Ia membuka pintu lemari dan mendapati beberapa Kemeja dan Sweater. Ia mengambil salah satu sweater yang tergantung di dalam lemari itu. Ia memeluk sweater itu, dan mulai menangis. Ia sudah menahan air matanya sejak ia berada di depan rumah ini. Namun ia benar-benar tidak bisa lagi menahannya.

Kapan semua ini akan berakhir? Kapan rasa sakit ini akan hilang?

I swallow two, three pills without water..

A dirty morning, a severe cold..

Why am I coughing again?

Dengan gerakan tergesa, ia mengambil tasnya dan mengeluarkan sebuah botol kecil berisi pil-pil berwarna merah. Ia menelan beberapa pil itu tanpa bantuan air dan itu membuatnya tersedak.  Ia terbatuk beberapa kali..

Though I’m sick to death, I only think of you..

I guess you really are my medicine..

I guess the story is already over..

I am.. I am Crying..

Tenggorokannya terasa seperti tercekik.. namun itu tidak sebanding dengan hatinya yang terasa kosong.

Ia berbaring sambil terisak. Ia sudah berusaha untuk menghentikan tangisan itu namun ia tidak bisa. Semakin keras usahanya untuk berhenti menangis maka semakin keras isakkannya.

I need a painkiller..

Help me take my pain away..

I always thought you were a harmful person to me..

My mistake..

I can’t live without you..

I can’t even take care of my body..

What do I do?

At this rate, this will kill me..

Ia tertidur setelah kelelahan karena terlalu lama menangis. Namun dalam tidurnya pun ia tak bisa merasa tenang. Mimpi buruk membuatnya terbangun di tengah malam. Nafasnya memburu, peluh membasahi wajah cantiknya. Dengan cepat ia meraih handphone-nya yang ia letakkan di atas meja kecil di samping tempat tidur. Jari-jari lentikknya mulai mengetikkan nomor yang sudah sangat ia hafal, mencoba menghubungi seseorang.

“The number you’re calling is not active.”

Sekali lagi, ia mencoba menghubungi nomor itu. Namun hanya suara mesin penjawab lah yang menyapa indera pendengarannya.

Though I’m sick to death, I only think of you..

I guess you really are my medicine..

I guess the story is already over..

I am.. I am Crying..

Air matanya kembali mengalir. Rasa sakit di hatinya terasa semakin membuatnya sesak. Ia membanting handphone putihnya ke atas kasur. Sambil mencengkeram kerah kemejanya, Ia berteriak histeris.

***

Ia menyiapkan dua porsi roti isi dan dua porsi salad, meletakkannya di atas meja makan dengan rapi. Lalu ia duduk di salah satu kursi, seperti tengah menunggu seseorang ia sama sekali tidak menyentuh makanan yang ia siapkan.

Ia menopang dagunya dengan tangan kirinya. Tersenyum, ia berharap orang yang ia tunggu akan benar-benar datang. Di lubuk hatinya yang paling dalam ia masih berharap… Berharap sesuatu yang mungkin tidak akan pernah terjadi.

Cukup lama ia menunggu, dan orang itu tak jua kunjung datang.

I want to hang onto the leaving footsteps..

And beg but..

I’m so sick that I don’t even have that kind of courage..

Ia terbatuk beberapa kali hingga membuat tubuhnya terjatuh dari kursi. Tak seperti sebelumnya, batuknya kali ini mengeluarkan cairan amis berwarna merah. Ekspresi ngeri menghiasi wajah cantiknya ketika ia melihat cairan amis itu membasahi telapak tangannya.

Ia bangkit, lalu mengambil piring berisi roti isi dan membantingnya ke lantai. Tak berselang lama, ia juga menghancurkan semua makanan yang telah ia siapkan sendiri. Ia menggila…

This headache won’t get better, this severe cold won’t get better..

She won’t pick up my phone calls, love isn’t finding me again..

This headache won’t get better, this severe cold won’t get better..

Ia mengambil botol kecil yang berisi pil-pil merah itu lagi. Kali ini ia tidak membukanya, ia hanya menggenggamnya dengan keras. Dengan langkah gontai ia berjalan menuju cermin besar yang berada di sudut ruangan. Ia memandangi pantulan dirinya, benarkah itu dirinya? Benarkah gadis berantakan itu adalah dirinya? Bernarkah gadis menyedihkan itu adalah dirinya?

Pranggg..

Setelah melemparkan botol kecil ditangannya pada cermin di depannya, ia terjatuh. Kakinya terasa begitu lemah, seakan tak sanggup lagi menopang berat badannya sendiri.

Ia tertawa… Menertawai dirinya sendiri.

Lalu ia menangis… Menangisi dirinya sendiri.

Ia tertawa, lalu menangis, tertawa dan menangis lagi.

Ia benci orang itu.. Orang yang telah membuatnya menjadi seperti ini.. Meninggalkannya begitu saja.. Meninggalkan dirinya di dunia yang dingin ini sendirian..

Ia merindukannya… Merindukannya hingga rasanya begitu sakit.. Sakit hingga rasanya ingin mati saja… Mati… Dan dengan begitu ia bisa menyusul orang itu.. Menyusul seseorang yang telah membawa pergi separuh jiwanya..

…………………. Amber…………………..…..

………

……..

…….

……

…..

….

..

.

THE END

Kkkk… Sowriiiii… I’m back with sad story….. again

Nggak.. gue nggak galau… Cuma sedikit inget mantan aja sih, inget gimana dulu gue sekacau apa pas putus sama dia.. persis kayak Jiyeon yang di MV lagu ini, Cuma gue gak sampe minum painkiller ato nyoba bunuh diri sih..Tapi yang namanya putus cinta itu emang sakit banget, broh… dulu gue butuh waktu sebulan buat balik jadi diri gue yang ceria lagi.. dalam sebulan itu gue gloomy banget, sampe sahabat-sahabat gue gak ada yang berani gangguin gue… gue nangis, abis itu ketawa, nangis trus ketawa lagi.. ampe dikira orang gila gue… XD  #malahcurhat#

Udeh ah, ntar malah jadi panjang nih curhatan gue..😄

Oh iya… tadinya gue mau post GBF, tapi….. Tapi kapan-kapan aja yak…😄

Oke.. see you next time~

-llamaunyu-

26 thoughts on “Painkiller

  1. Hahaha jd curcol thor, yaaaah kapan GBF nya d lanjut thor udah lama n penasaran banget sama cerita nyaaa apa lagi yulsic d situ lucu, jangan lama2 ya thor GBF d tunggu, semangaaaaaaaat ^,^

  2. astaga thor gue banget itu cerita sakit nya bukan main thor gak bisa dungkap kan kata kata tapi gue bersyukur karna tuhan kasih temen2’yg baik n super perhtian ke gue merka kasih,gw suport ksih gw jlan bantu gw’bhkan merka mau suapin gw pengen nagis gw thor kalo inget tmn2 yg super baik dan keren2′ dan gw beruntung punya merka jadi gw g mati :O

  3. wah daebak, thor elu emg expert bgt bikin sad story, gw ajungin 4 jempol buat loe yang dua gw pinjem jempol kaki, lol. jangan sedih2 putus cinta, kalo putus cinta tinggal cari cinta yang baru, kkkkkk peace.

  4. Annyeong sy reader baru, izin baca ya disini. Btw ini ceritanya mirip sma MV lagunya jessica one person you, sma sicabul taeyeon #ups digaplok taegangster😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s