Secret Love (Chapter 5)

-PREVIOUSLY ON SECRET LOVE-

Amber ditarik paksa oleh Suzy untuk menemaninya ke Lotte World, Krystal yang mendapatkan pesan misterius pun pergi ke Lotte World. Berbagai adegan yang tak bisa Krystal bayangkan menjadi kenyataan.

Nafasnya tercekat. Jantungnya berdebar tak karuan. Ia merasakan dadanya terasa begitu sesak. Matanya terasa panas, kedua sudut matanya mulai mengeluarkan bulir-bulir cairan bening.

Waktu terasa terhenti saat Krystal menyaksikan adegan menyakitkan itu. hatinya hancur…

Krystal membalikkan badannya, siap berlari dari sana. Ia mencengkeram kerah seragamnya, mencoba menghiraukan sesak di dadanya. Ia berlari tanpa peduli dengan lingkungan sekitarnya.

Brukkk…

Karena tidak memperhatikan jalannya, Krystal menabrak seseorang.

“Apa yang kau lakukan disini, Soojung-ah?”

*

*

*

Title : Secret Love

Author : llamaunyu1809 a.k.a Lee Eun Soo

Genre : Shojou Ai (Girl x Girl)

Rated : T ( belum kuat buat yang M ^_^)

Cast  :  Amber J. Liu, Krystal Jung, Bae Suzy, Choi Sulli

Hope you like it and…

Happy reading.. ^,^

WARNING!!! GIRLS LOVE STORY

Don’t Like Don’t Read

Typo dan EYD bertebaran

CHAPTER 5

“Apa yang kau lakukan?” ucap Amber setengah berteriak.

“Mencium calon tunanganku?” Suzy menyeringai.

“Sudah cukup! Kesabaranku sudah habis, nona Bae Suzy!!!” Amber hendak meninggalkan Suzy namun dengan cepat Suzy menarik pergelangan tangan Amber.

“Mengapa kau begitu marah?”

“Karena kau begitu menyebalkan!”

Amber menghempaskan tangan Suzy lalu berjalan meninggalkannya.

“Amber-ah… Tunggu!!!”

Amber menghela nafas dalam, lalu berhenti sejenak.

“Dengar! Aku sudah muak dengan semua tingkah lakumu ini. Aku tak pernah menyukaimu dan itu tidak akan pernah berubah. Aku sudah mencintai orang lain. Jadi bisakah kau berhenti menggangguku?”

Amber berjalan meninggalkan Suzy. Tak sekalipun ia berniat untuk berbalik dan melihatnya. Ia benar-benar sudah geram dengan tingkah gadis itu.

***

“Apa yang kau lakukan di sini, Soojung-ah?”

Krystal mengenal suara ini. namun ia memutuskan untuk tetap diam. Tanpa sadar ia malah memeluk gadis di depannya. Ia menumpahkan air matanya di pelukan gadis itu.

“Hey… A-apa yang terjadi?” gadis itu membalas pelukan Krystal. Ia mengelus punggung Krystal. Mencoba menenangkannya.

“Mengapa terasa begitu sakit, JinRi-ah!” Krystal semakin mengeratkan pelukannya.

“Apa maksudmu? Apa kau sakit? Eh, Kau ke sini sendirian?”

Sulli melepaskan pelukan mereka. Perlahan Ia menuntun Krystal menuju mobilnya.

Kini Krystal sudah duduk di kursi penumpang. Ia memeluk lututnya, mencoba menangis sepelan mungkin. Ia tidak ingin orang lain menganggapnya sebagai sosok gadis cengeng. Bagaimanapun juga Ia terkenal sebagai Ice Princess di sekolahnya.

“Hey, bisakah kau berhenti menangis? Aku tidak bisa melihat gadis cantik menangis!”

“Bisakah kau antarkan aku pulang? Kumohon….” Lirih Krystal.

Sulli terlihat kebingungan. Ia tak tahu apa yang harus ia katakan. Ia menghela nafas, namun dalam diam ia mulai menghidupkan mesin mobilnya.

“Setidaknya kau harus mengenakan sabuk pengaman ini.” Sulli memakaikan sabuk pengaman pada  Krystal.

Keheningan menyelimuti Mobil Ferrari merah yang tengah membelah jalanan kota Seoul dengan kecepatan yang sedang itu. Tidak terlalu cepat, namun tidak terlalu lambat.

Sesekali Sulli melirik gadis di sampingnya, gadis itu sudah berhenti menitikan air matanya. Namun kini Krystal hanya menatap kosong ke arah jendela mobil yang terbuka setengah.

“Aku benci melihatmu seperti ini, Soojung-ah.” batin Sulli. ia mengeratkan pegangannya pada stir mobil. “Mianhae..”

***

Amber berjalan memasuki rumahnya. Wajahnya terlihat begitu kesal.

“Meninggalkan tunanganmu sendirian di Taman Bermain? Apa yang sebenarnya kau fikirkan?” sebuah suara yang begitu Amber kenali.

Amber menoleh ke arah sumber suara. Pria paruh baya itu mengenakan setelan berwarna hitam yang terlihat sangat mewah. ia berdiri di anak tangga pertama. Menatap Amber dengan tatapan yang dapat dipastikan sebagai sebuah tatapan kemarahan.

“Aku tak pernah menganggapnya sebagai tunanganku, dad.” Amber membalas tatapan ayahnya dengan tatapan menantang.

“Tapi aku sudah memutuskan hal itu! kau tidak bisa menentangku. Apa yang bisa kau lakukan tanpa semua fasilitas mewah dariku?” Pria paruh baya itu menyeringai.

“Uang bukanlah segalanya, daddy. Kau tidak akan bisa membeli cinta dengan uang.” Amber mengepalkan tangannya. Ia benar-benar sudah muak dengan semua hal tentang pertunangan ini.

“Tapi kau tidak akan bisa hidup hanya dengan bermodalkan ‘cinta’. Kau membutuhkan uang, Amber. don’t be silly!”

Amber semakin mengepalkan tangannya. Mencoba menahan kemarahannya.

“Sekarang aku mengerti mengapa mommy meninggalkan kita.” Amber tersenyum getir. “Kau tidak pernah mencintai kami, kau hanya mencintai uang, dad!”

“Amber Josephine Liu!”

Plaaakkk…

Sebuah tamparan mendarat mulus di pipi Amber. tamparan itu terasa panas, namun tidak setara dengan rasa sakit di hati Amber.

Lagi, Amber hanya bisa tersenyum getir.Ia berjalan menuju kamarnya. Meninggalkan Ayahnya yang kini jatuh berlutut. Pria paruh baya itu memandangi tangannya, menyesal telah menapar anaknya. Meskipun ia adalah seorang ayah yang tegas, namun selama ini ia tidak pernah melakukan kekerasan fisik terhadap anaknya.

***

Amber menghempaskan tubuhnya ke kasur. Ia menenggelamkan wajahnya pada bantal. Mencoba menahan sesak di dalam dadanya. Ia tidak bermaksud berkata sekasar itu pada Ayahnya, ia tahu bahwa membawa nama Ibunya hanya akan memperburuk keadaan. Ia benci ayahnya namun ia juga tak bisa memungkiri jika ia menyayangi Ayahnya.

“Ghhhh..”

Namun kali ini Ayahnya sudah melewati batas. Ia tak pernah menginginkan pertunangan ini, ia tahu bahwa pertunangan ini hanyalah sebuah kesepakatan antara kedua perusahaan. Apakah ayahnya tak pernah sekalipun memikirkan perasaannya?

Ia membuka tasnya lalu mencari tabletnya yang sejak pulang sekolah tak tersentuh olehnya.

Ia mengernyit . “Aneh, mengapa Soojung tidak mengirim satu pesanpun? Sebaiknya aku menelponnya saja!”

Ia semakin mengernyit ketika panggilannya yang ke 10 tak kunjung diangkat.

“Tidak biasanya ia seperti ini. Apa yang terjadi padanya?”

Ia menghela nafas dalam lalu menghempaskan lagi tubuhnya ke tempat tidur.

Soojung-ah..

***

Setelah kembali dari Lotte World Krystal hanya terdiam dan mengunci dirinya di kamar.

Ia duduk bersandar di samping tempat tidur sambil memeluk lututnya.

Tabletnya beberapa kali bergetar, namun ia menghiraukannya setelah melihat ID yang tertera.

CkMy Llama, huh?

Apa semua yang selama ini kau katakan itu hanyalah bualan belaka? Apa kau benar-benar mencintaiku? Jika iya, lalu mengapa kau pergi berdua dengan gadis itu? bahkan kalian berciuman. Huh… apa aku begitu bodoh?

***

She’s not here yet.”

Amber tengah bersandar pada pagar yang berada di atap sekolahnya. Ia mengambil tablet dari tasnya.

To : My Princess

Hey, Aku menunggumu di atap.

Setelah mengirimkan pesan itu, Ia memasukkan kembali tabletnya ke dalam tas.

“haaahhh.. Apa yang sebenarnya terjadi?”

***

Good Morning, Princess~~”

Sulli menyapa Kystal yang terus menghiraukannya sepanjang koridor menuju kelas mereka.

“Hey, Kau tidak boleh menghiraukanku. Apa kau lupa siapa yang mengantarmu kemarin?”

“Oh, jadi kau mengharapkan pamrih? Berapa yang harus kubayar?” ucap Krystal sambil terus berjalan.

“ey, bukan itu maksudku.”

“Aku hanya bercanda, nona Choi.” Krystal berhenti sejenak lalu berbalik menghadap Sulli. “Good Morning.” Lanjut Krystal sambil tersenyum.

Did she just smile at me?”.

***

And….. She’s not coming..” Amber menghela nafas panjang.

Bel masuk sebentar lagi akan terdengar dan orang yang ia tunggu tak kunjung datang. Dengan berat hati Ia memutuskan untuk kembali ke kelasnya.

Setelah menuruni tangga. Ia berjalan menyusuri koridor menuju kelasnya, dari kejauhan ia melihat sosok yang ia tunggu tengah berjalan dari arah yang berlawanan dengannya.

Ia melihat gadisnya itu berhenti sejenak setelah melihatnya. Ia tersenyum sejenak sebelum akhirnya ia mengernyit. Bukannya membalas senyumnya, Krystal malah berbalik. Ia bersumpah jika pandangan mereka sempat bertemu sebelum akhirnya Krystal berbalik.

Amber semakin mengernyit ketika melihat seseorang yang sejak tadi berada di belakang Krystal kini memeluknya. Amber mengepalkan kedua tangannya. Ia berjalan mendekat ke arah Krystal yang masih dipeluk oleh seseorang yang cukup ia kenal itu.

“Soojung-ah…”

Krystal menoleh ke arah sumber suara yang tak lain dan tak bukan adalah Amber.

“Amber-ssi?” Krystal mendorong pelan Sulli agar melepaskan pelukan itu.

“Amber-ssi katanya?” Amber merasa hatinya seperti tertusuk ratusan jarum mendengar panggilan dan nada bicara Krystal. Mereka terbiasa dengan panggilan itu jika sedang tidak berdua, namun ia merasa kali ini panggilan itu terdengar begitu sumbang di telinganya.

Amber menarik nafas dalam. “Bisakah kita bicara sebentar, nona Jung?”

Nona Jung….

Krystal terdiam, ia terlihat sedang memikirkan sesuatu.

Sebelum Krystal sempat menjawab, bel masuk terdengar begitu memekakan telinga.

“Sepertinya kalian harus menunda pembicaraan kalian itu.” Sulli menarik pelan tangan Krystal, mereka melewati Amber yang kini tengah menundukkan kepalanya.

“Apa yang sebenarnya terjadi?”

***

Amber merasa begitu heran dengan kelakuan Krystal kali ini. ia bersumpah jika dulu gadis itu merasa sangat risih dengan gadis jangkung yang kini justru duduk di sampingnya. Sejak pelajaran hari ini dimulai, Krystal dan Sulli terlihat begitu dekat. dan itu membuat Amber merasa resah. Cemburu? Jelas saja ia merasa cemburu. Krystal adalah gadisnya. Meskipun tidak ada yang mengetahui hubungan mereka.

Amber ingin sekali menarik Krystal keluar lalu memeluknya di depan orang banyak agar semua orang tau bahwa Krystal adalah gadisnya. Tapi, itu sama saja seperti gerakan bunuh diri.

Amber mengacak rambutnya dengan kasar. “Arrggghhh…”

“Ada apa, Nona Liu?”

Crap…” gumam Amber.

“Jika kau tidak menyukai pelajaranku, kau bisa berdiri diluar!” ucap Han Songsaengnim dengan tegas.

***

Saat jam istirahat, Krystal terus mengindari Amber. Kini ia tengah berada di kantin sekolah bersama Sulli.

“Aku tak menyangka jika Ms. Perfect Liu itu akan terkena hukuman. Kau lihat bagaimana wajahnya tadi? Priceless…”

“……” Krystal menghiraukan perkataan Sulii. Ia terus mengaduk jus mangganya.

“Mengapa kau diam saja?”

“Aku hanya sedang merasa kurang enak badan.”

Sulli meletakkan punggung tangannya di kening Krystal.

“Dahimu tidak terasa panas, Soojung. Ada apa? Apa kau merasa pusing? Mau kuantar ke ruang kesehatan?” ucap Sulli khawatir.

Geez.. Why you sound like my mother now? Stop it.. I’m okay… Aku hanya merasa pusing sedikit saja.”

“Mau kuambilkan obat?”

“Tidak perlu, nanti juga hilang. Aku ingin ke toilet sebentar.” Krystal bangkit dari kursinya dan hendak berjalan keluar kantin, namun tangannya ditahan oleh Sulli.

“Mau kuantar?”

“Aku hanya ke toilet sebentar, nona Choi. Mengapa sekarang kau terdengar seperti Bodyguard-ku?” Krystal melepaskan tangan Sulli.

“Aku akan menjadi apapun yang kau butuhkan, Soojung-ah. Aku benar-benar mencintaimu.” Sulli menatap Krystal penuh harap.

“Maafkan aku…” Krystal menghindari tatapan Sulli dan berjalan begitu saja, meninggalkan Sulli yang kini tengah menundukkan kepalanya.

***

Krystal berdiri memandangi pantulan dirinya di kaca. Wajahnya terlihat pucat. Ia menyalakan keran air di wastafel lalu membasuh wajahnya.

“Apa yang harus kulakukan?” batinnya.

Cklek..

Pintu toilet itu terbuka, menampilkan sosok yang sejak pagi berusaha ia hindari.

Baby…” lirih Amber.

“…….”

“Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa kau terus menghindariku?”

“…….” Krystal masih diam.

“Bisakah kita bicara sebentar, ayo ke atap!” Amber memegang tangan Krystal, namun Krystal dengan cepat melepaskannya. Hati Amber terasa begitu sakit, mengetahui Krystal tengah menolak genggaman tangannya.

“Aku masih bisa berjalan sendiri. Jadi kau tidak perlu menuntunku.” Ucap Krystal sambil berjalan mendahului Amber.

***

“Rencana kita berjalan dengan lancar, JinRi-ah. aku melihat gadis itu terus mengindari Amber-ku. Kurasa hanya menunggu waktu dan booom… Mereka akan berpisah.”  Suzy menyeringai licik.

“Tapi hatiku terasa begitu sakit saat melihatnya menangis. Aku merasa bersalah pada Soojung… Tidak… Aku merasa bersalah pada mereka berdua..” Ujar Sulli dengan kepala tertunduk.

Suzy meletakkan tangannya di pundak Sulli. “Bukankah kau menginginkan gadis itu? Aku menginginkan Amber. Kita pisahkan mereka berdua dan kita akan mendapatkan cinta kita. Cukup adil bukan?”

“Tak bisakah kita mendapatkan mereka dengan cara yang lebih baik? Ini cara kotor, Suzy-ah.”

“Kau sudah menyetujui ide ini sejak awal, JinRi-ah. kau bahkan sudah menjalankan peranmu dengan baik. Apa yang membuatmu berubah fikiran?”

“Aku memang menyukai Soojung, tapi aku tidak mau menjadi pelampiasannya saja. Aku mau dirinya yang hanya memikirkanku saja. Dia memang bersamaku tapi hati dan fikirannya tidak.” Ucap Sulli penuh emosi.

“Tenanglah, JinRi-ah. ini hanya masalah waktu.”

***

“Mengapa kau menghindariku terus, Soojung-ah?”

Krystal masih membelakanginya. Sejak mereka sampai di atap, tak sekalipun Krystal mau membalas tatapan Amber.

“Apa kau mencintaiku, Amb?” nada bicara Krystal terdengar begitu dingin.

“Pertanyaan macam apa itu? Sudah jelas aku mencintaimu, baby.” Ucap Amber sambil berjalan mendekati Krystal.

“Lalu, bagaimana dengan gadis itu?”

Amber mengerutkan dahinya.

“Gadis itu? siapa?”

Krystal membalikkan badannya. ia menatap Amber dengan tatapan marah dan kecewa.

“Kemarin… Kemana kau pergi kemarin?”

“Aku…” Amber terdiam sejenak.

“Apa yang harus kukatakan?” batin Amber.

“Aku… Aku pergi bersama Yul noona ke toko olahraga.”

“Kau berbohong, Amb.” Batin Krystal. Matanya terasa panas. Sebentar lagi mungkin air matanya akan memaksa keluar.

Amber kini telah berdiri tepat di depannya. Perlahan tangan Amber menyentuh pipinya.

“Ada apa, baby?”

Plak… Krystal menampar pipi Amber cukup keras.

“Kemarin Aku melihatmu di Lotte World! Aku melihatmu pergi bersama gadis itu! Aku melihatmu berciuman dengan gadis itu! Aku melihat semuanya, Amber Josephine Liu!. Aku melihatnya!!!” ucap Krystal penuh emosi. Bulir-bulir air matanya mulai keluar.

Amber sangat terkejut mendengar perkataan Krystal tersebut. Dengan cepat ia memeluk Krystal. Ia menghiraukan rasa nyeri di pipinya.

Dengan sekuat tenaga Krystal berusaha melepaskan pelukan itu, namun tenaga Amber terlalu kuat, membuatnya menyerah. Ia hanya bisa memukul-mukul punggung Amber, berharap Amber akan segera melepaskan pelukan itu.

Bukannya melepaskan, Amber malah semakin mengeratkan pelukan itu.“Maafkan aku, baby. Maafkan aku. Aku bisa menjelaskan semuanya!”

“Lepaskan aku!” teriak Krystal sambil terus memukul-mukul punggung Amber.

“Dengarkan aku, Soojung-ah!!!” ucap Amber setengah membentak.

Hal itu sukses membuat Krystal terdiam.

“Kau bahkan membentakku, Amb?”

“Maafkan aku, baby. Tapi jika tidak begitu kau tidak akan mendengarkanku!” Amber mencium puncak kepala Krystal. “Jadi kumohon dengarkan aku!”

“Harusnya sejak awal kukatakan saja semuanya. Agar kau tidak salah paham seperti ini.” Lirih Amber.

“Kau ingat beberapa hari yang lalu saat kita makan bersama Yul dan Sica noona?”

Krystal mengangguk pelan. Kini ia sudah berhenti meronta dan menyandarkan kepalanya di pundak Amber. Ia tidak bisa menyangkal bahwa pelukan Amber terasa begitu hangat dan nyaman untuknya.

Daddy menyuruhku datang ke hotel Z, Aku begitu terkejut saat melihat gadis itu ada di sana. dan sepertinya daddy begitu menyukai gadis itu. Sejak tiba di hotel itu perasaanku memang sudah tidak enak dan ternyata benar saja, daddy menyuruhku datang karena beliau menginginkanku bertunangan dengan gadis itu. dengan cepat aku menolak, namun daddy terus memaksaku.”

“Aku memang pergi ke Lotte World kemarin. Tapi itu bukanlah keinginanku, Soojung-ah. Gadis itu menarik paksa diriku. Ia mengancam akan mengadu pada daddy. Dan tentang ciuman itu, dia yang menciumku. Sungguh, itu tidak berarti apa-apa untukku. Kumohon percayalah padaku.”

“…..” Krystal masih terdiam, lebih tepatnya tengah mencerna pernyataan dari Amber.

“Yang kucintai hanyalah Jung Soojung. Bukan orang lain.”

“Benarkah itu?” Krystal mendorong pelan Amber. Menatap dalam manik hitamnya, ia mencari kebenaran dari sorot mata kekasihnya itu. Dan memang kebenaranlah yang ia dapat dari sorot mata Amber.

“Apa aku terlihat seperti tengah berbohong?” ucap Amber dengan nada lembut membuat hati Krystal kembali luluh.

Krystal meletakkan telapak tangannya di pipi Amber lalu mengelusnya, tepat di tempat ia menamparnya tadi.

“Maafkan aku karena tidak mempercayaimu, Amb.”

Krystal menarik tengkuk Amber lalu menutup jarak diantara mereka.

“Dengan ini, aku sudah mengambil kembali bibirmu.” ucapnya setelah melepaskan ciuman singkat itu.

***

Brakkkkk

Suzy yang baru saja datang tiba-tiba menggebrak meja kantin, membuat semua orang melihatnya dengan tatapan penuh tanya.

“Hey, tenanglah, kau bisa menghancurkan meja kantin jika kau menggebraknya sekali lagi.” ujar Min, salah satu teman sekelas Suzy.

“Rencanaku gagal.”  Ia mengacak rambutnya dengan kasar.

“Kau begitu menginginkan Miss Perfect Liu itu? kau terobsesi padanya, Suz. Berhentilah mengejarnya.”

“Diamlah. Aku tak meminta pendapatmu, Min.” ucap Suzy setengah berteriak.

“ow… ow.. Okay.. Sorry.”

Lihat saja… Aku pasti bisa mendapatkanmu, Amber Josephine Liu.” Batin Suzy.

“Jika rencana A tidak berhasil, maka aku akan menjalankan rencana B.” ujar Suzy diiringin dengan senyuman licik.

.

.

.

.

.

.

.

.

T B C

Hai Hai~~~

Ada yang nungguin ff ini??? Ini dia Secret Love Chapter 5 nyaaa… Gue bikin lebih panjang dari biasanya lohh.. abis dari kemaren gue apdet dibilangnya kependekan mulu… tau aja kalo author-nya pendek.. *eh hahahah…

Sebelumnya gue mo minta maaf sama neng Suzy, sebenernya gak tega juga jadiin doi yang unyu2 jadi tokoh antagonis nyebelin gini. Ya walaupun mukanya doi emangnya muka2 antagonis sih… hahahaah

Gimana nih menurut kalian chapter ini, my beloved readers? Jangan lupa komen yak!

See you next time~~~

 

-llamaunyu-

24 thoughts on “Secret Love (Chapter 5)

  1. sekian lama, aku menunggu, untuk kedatanganmuuu
    akhirnya update juga lu thor, gw udah hmpir lupa sma jalan ceritanya, dn knpa suzy yg unyu2 jdi jahat,?
    keren thor, lnjuttt jngn lama2

  2. woah lu update thor,,,seru thor!!!
    panjangnya sama kyk sooyoung,kekkekke..kalo bisa kyk gini trs..
    gw kira kryber mau putus,untung aja krystal mau denger penjelasan amber dan mereka bersatu lagi horee hore😀,,,
    emg sih suzy unyu2 dan imut tapi emg mukanya cocok bgt buat meranin antagonis,,
    trs semangat buat nulis dan update ni ff ya thor,,author fighting!!!

  3. Wkwkwk nona suzy yg unyu kata author’a, yg mnurut gw gak unyu sama sekali…rencana A lo aja mapet apalagi rencana B..nyendat…hahaha…misahin kryber???mimpi…..
    Lanjut thor d tunggu part selanjut’a….haahahaha…(kbanyakan tawa ni reder..gila x ya) abaikan~thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s