It’s Hard but Easy (Chapter 6)

-PREVIOUSLY ON IT’S HARD BUT EASY-

Krystal yang melihat Amber tak sadarkan diri di depan kamar apartemennya segera membawa Amber ke dalam apartemennya. Banyak hal yang terjadi ketika Amber pingsan di Apartemen Krystal. Amber yang mengigau dan menggumamkan nama-nama orang yang ia cintai serta ciuman yang tidak disengaja.

Setelah sadar, Amber memutuskan untuk tetap di sana karena Krystal menawarkan sup hangat untuknya. Ia yang merasa bosan jika hanya duduk lalu berjalan menuju lemari pajangan. Disana terdapat beberapa foto yang terpampang. Mulai dari foto Krystal sendiri, fotonya bersama kedua orang tuanya, fotonya bersama dua gadis yang terlihat lebih tua darinya, dan fotonya bersama seorang gadis jangkung yang ia kenal. Tapi sebuah foto membuat jantung Amber seakan berhenti berdetak. Sebuah foto masa kecil Krystal bersama gadis kecil yang sangat ia kenal.

.

.

.

Title : It’s Hard but easy

Author : llamaunyu1809 a.k.a Lee Eun Soo

Genre : Shojou Ai (Girl x Girl)

Rated : T ( belum kuat buat yang M ^_^)

Cast  :  Amber J. Liu as Lee EunYoung, Krystal Jung, Choi Sulli, Jessica Jung , Kwon Yuri

Hope you like it and…

Happy reading.. ^,^

WARNING!!! GIRLS LOVE STORY

Don’t Like Don’t Read

Typo dan EYD bertebaran

CHAPTER 6

Flashback

“Aku mau permen kapas, mommy.” Pinta seorang gadis kecil sambil menarik-narik ujung baju wanita paruh baya di sampingnya yang tengah serius mengemudikan sebuah mobil sedan hitam.

“Ne, sebentar. Jika Yeonnie mau bersikap baik selama perjalanan pulang, mommy janji akan membelikan banyak permen kapas. Arraseo?”

“Ne.. Yeonnie tidak akan nakal.”

“Nah, Sekarang Yeonni tidur saja yah!”  wanita paruh baya itu mengelus puncak kepala gadis kecil itu.

“Ne, mommy.” Gadis kecil itu menyandarkan tubuhnya pada bangku mobil yang empuk itu dan memejamkan matanya.

Drrt.. drrt…

Handphone berwarna putih yang berada di dashboard mobil itu bergetar.

Wajah wanita paruh baya itu berubah pucat melihat pesan yang baru saja masuk.

Karena tidak memperhatikan jalan di depannya mobil sedan hitam itu hilang kendali dan menabrak pembatas jalan.

Sang gadis kecil yang tengah memejamkan matanya itu terbangun. Matanya terbelalak melihat apa yang akan terjadi pada mobil yang ia dan ibunya kendarai.

“MOMMY”

End of Flashback

***

“Tidak salah lagi. itu… itu adalah Yeonnie-ku. Aku tidak mungkin salah.” Pikir gadis berwajah tampan itu.

“S-siapa dia?” Amber menunjuk sebuah bingkai foto dimana terdapat foto dua orang anak kecil yang terlihat seumuran.

“Eh?” Krystal hanya menatap bingung gadis berwajah tampan itu.

“Katakan saja. Siapa dia?” Amber sedikit meninggikan suaranya membuat Krystal tersentak.

“Ada apa denganmu?”

“Sudah kubilang, katakan saja. Siapa dia?”

“I-itu adalah fotoku dan Sulli ketika kami berumur 9 tahun.”

Tanpa membuang banyak waktu Amber segera meninggalkan tempat Krystal. Membuat Krystal bingung.

Amber mengendarai motor sport merah-nya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Ia hanya memikirkan satu hal. Ia harus segera bertemu dengan gadis kecil yang ada di dalam foto itu. Untung saja ia pernah mengantarkan Sulli pulang sehingga ia sudah mengetahui jalan menuju rumah gadis imut nan jangkung itu.

***

Eomma, Apakah ada yang kau sembunyikan dariku?” gadis berwajah imut itu memandang wanita paruh baya di depannya.

Wajah wanita paruh baya itu berubah tegang setelah mendengar pertanyaan Sulli.

“Harus berapa kali kukatakan, nak? Eomma tidak menyembunyikan apa-apa.”

“Baiklah, jika eomma tidak ingin mengatakan yang sebenarnya. Aku akan mencari tahu sendiri!” batin gadis jangkung berwajah imut itu.

“Kau mau pergi kemana, nak?”

Sulli menghiraukan pertanyaan wanita paruh baya yang selama ini selalu diturutinya itu. untuk pertama kalinya ia menghiraukan wanita yang ia panggil eomma itu. Sulli membuka pintu, ia hendak keluar namun ia tertahan karena melihat sosok yang ia kenali. Wajah orang itu terlihat pucat.

“Amber… hyung?”

Tak ada jawaban dari orang yang berdiri terpaku di depannya itu. orang itu hanya diam menatapnya. Tatapan yang tak bisa ia mengerti. Tiba-tiba saja orang di depannya itu memeluknya dengan erat seakan tak akan pernah ada hari esok.

Amber’s POV

Aku berdiri di depannya. Menatapnya. Kenapa aku begitu bodoh? Hingga aku tak bisa mengenalinya? Dia… dia adalah adikku. Dialah orang yang selama ini aku cari. Tanpa membuang waktu lagi, aku menghambur memeluknya. Memeluknya dengan erat, aku takut dia akan meninggalkanku lagi.

H-hyung… A-ku t-ak bi-sa berna-pas!”

Bodoh… Kenapa aku memeluknya begitu erat. Bagaimana jika ia kehabisan napas lalu mati? Itu akan membuatku kehilangannya untuk yang kedua kalinya.

Aku segera melepaskan pelukanku. Aku menatapnya.

Bogoshippo, Yeonnie-ah.”

“Yeonni? Siapa yang kau maksud, hyung?” ia menatapku bingung.

“Apa ini kau?” dengan cepat aku mengeluarkan sebuah foto masa kecil kami. Foto itu diambil saat ia berulang tahun yang ke 7.

Kulihat ia terkejut.

“Darimana foto itu?” ia mengambil foto itu dari tanganku. Ia memerhatikan foto itu dengan serius.

“Kufikir ini memang aku… Tapi….”

Kurasa ia mengalami amnesia saat kecelakaan itu. wajar memang karena kecelakaan itu cukup parah hingga merenggut nyawa eomma. Semua orang pun berfikir hal yang sama terjadi kepada Yeonnie. Hanya aku yang berfikir bahwa ia masih hidup, walaupun pada akhirnya kami tidak bisa menemukannya. Dan ternyata firasatku memang benar. Dia masih hidup!

“Apa kau benar-benar tidak mengingat foto itu?”

Ia menggelengkan kepalanya.

“Apa kau masih di sana, JinRi-ah?” kudengar suara wanita yang kuperkirakan sudah paruh baya.

Ne..” jawab Yeonnie sambil menoleh ke belakang.

Wanita paruh baya itu menghampiri kami.

Eomma, apa kau tahu foto ini? Aku sama sekali tidak mengingat foto ini.” ia menunjukkan foto itu kepada wanita paruh baya itu.

Ekspresi wajahnya menegang begitu melihat foto yang ditunjukkan oleh Yeonnie.

“Da-darimana foto itu?” ia tergagap.

Aku mengernyit melihat tingkah wanita paruh baya ini. ia terlihat seperti tengah menyembunyikan sesuatu.

End of Amber’s POV

***

Flashback

Malam itu seorang lelaki bernama Choi Hyun Joong tengah mengendarai mobil sedan hitam milik kantornya. Tubuhnya terasa begitu lelah setelah seharian mengurus beberapa masalah yang terjadi di tempat pembangunan kantor cabang perusahaannya di Busan.

“Apa saja yang mereka lakukan hingga aku harus ikut turun tangan?” gerutu pria yang sudah menginjak kepala empat tersebut.

Malam sudah hampir larut dan ia ingin segera pulang dan menemui istri-nya. Ia memutuskan untuk mempercepat laju mobil sedan hitam itu.

“Apa yang dilakukan mobil itu. jalannya lambat sekali.” Gumamnya sambil memperhatikan mobil sedan di depannya yang berwarna senada dengan miliknya. “

Karena merasa mobil di depannya berjalan sangat lambat, ia memutuskan untuk menyalipnya dari sebelah kanan.

Saat mobilnya berpapasan dengan mobil sedan hitam itu, ia bisa melihat pengendara mobil itu adalah seorang wanita. Di kursi penumpang terdapat seorang anak kecil yang terlihat sedang tertidur.

Ia menginjak pedal gas-nya. Meninggalkan mobil sedan yang dikendarai seorang wanita itu di belakangnya.

Sebelum ia benar-benar jauh dari mobil itu, ia mendengar suara decitan ban yang dilanjut dengan suara jeritan serta suara hantaman keras.

Ia menghentikan mobilnya untuk menengok kebelakang.

“Oh Tuhan…”

Ia melihat kobaran api di kap depan mobil itu yang menabrak pembatas jalan. Ia memutar balik mobilnya, lalu memarkir mobilnya di jarak yang cukup aman.

Dengan cepat ia mendobrak pintu mobil itu untuk mengeluarkan wanita dan anak kecil di dalamnya. Ketika ia hendak mengeluarkan wanita itu, sang wanita yang terlihat masih tersadar ia menggelengkan kepalanya.

“Se… Lamat.. kan.. Anakku.” Hyun Joong mencoba menghiraukan perkataan wanita itu dan  hendak merangkulnya. namun wanita itu menolak. Sekali lagi ia menggelengkan kepalanya. tanpa Hyun Joong sadari, wanita itu memasukkan sebuah handphone putih miliknya yang sudah berlumur darah ke dalam saku jas Hyun Joong.

Hyun Joong memutuskan untuk mengikuti kemauan wanita itu, ia berlari ke sisi lain mobil itu untuk menyelamatkan gadis kecil yang pingsan. Sepertinya kepala gadis kecil itu menghantam dashboard mobil. Ia menggendong gadis kecil itu keluar dari mobil dan berlari ke tempat mobil miliknya terparkir.

Sebelum ia sempat menyelamatkan wanita itu, mobil sedan hitam yang menabrak pembatas jalan tersebut meledak.

“Oh Tuhan…”

End of Flashback

***

“Ada apa dengan foto ini? Mengapa ia bertingkah aneh setelah melihat ini?” ucap Krystal sambil memandangi foto masa kecilnya bersama Sulli.

Ia meletakkan kembali foto itu di tempatnya.

“Aku tak pernah mengerti dirinya. Kadang baik, kadang menyebalkan.” Gumam Krystal sambil berjalan menuju sofa.

“Tapi…. Dia selalu berhasil membuat jantungku berdetak tak karuan saat bersamanya.” Lanjutnya di dalam hati.

Pipinya bersemu merah ketika teringat gadis tampan yang akhir-akhir ini mengisi kepalanya.

***

“Suamiku menyelamatkanmu dari kecelakaan itu, namun dia tidak berhasil menyelamatkan ibumu. Mobil itu meledak sebelum ia berhasil menyelamatkannya.”

Kini Amber, Sulli dan bibi Choi tengah berada di ruang tamu keluarga Choi. Amber duduk di samping Sulli sedangkan bibi Choi duduk di depan mereka.

“Lalu mengapa kau dan suamimu tidak melapor kepada polisi, bibi? Kau tahu, saat itu aku dan ayahku sudah keliling Busan untuk mencarinya.” Ucap Amber.

Sejak mereka sampai di ruang tengah, bibi Choi terlihat begitu gelisah apalagi begitu mengetahui bahwa Amber adalah keluarga asli dari Sulli. Namun ia sudah berusaha menceritakan semuanya kepada Sulli dan Amber.

“Setelah suamiku membawa JinRi kecil yang teluka ke rumah sakit terdekat. Ia menemukan sebuah handphone putih yang berlumuran darah di saku jasnya. Setelah mengeceknya, ia memastikan bahwa handphone itu adalah milik ibumu. Di dalamnya terdapat pesan yang membuat suamiku memutuskan untuk menyembunyikanmu dan tidak melapor kepada polisi. Pesan itu berisi ancaman. Itu pasti alasan Ibumu menaruh handphone itu di saku jas suamiku.”

Amber dan Sulli terkejut mendengar penjelasan itu.

Bibi Choi bangkit dari tempat duduknya lalu menghampiri Sulli, ia berlutut di depan Sulli.

“Kau memang bukan anak kandungku, JinRi-ah. tapi aku benar-benar menyayangimu seperti anakku sendiri.”. bibi Choi menggenggam tangan Sulli, matanya terlihat berkaca-kaca.

“Aku juga sangat menyayangimu, eomma.”

Sulli ikut berlutut lalu memeluk wanita yang selama ini ia panggil eomma tersebut. Mereka menangis bersama.

Amber yang menyaksikan adegan tersebut hanya bisa terdiam, dalam diam ia pun menangis. Menangis bahagia karena usahanya selama ini sudah membuahkan hasil. Akhirnya ia bisa menemukan adiknya yang selama ini hilang.

Setelah mereka melepaskan pelukan penuh haru tersebut, kini Amber ikut berlutut. Ia menggenggam tangan bibi Choi.

“Bibi…Terima kasih karena telah merawat Yeonni hingga ia tumbuh menjadi gadis yang manis. Aku dan ayahku benar-benar berhutang banyak pada keluarga kalian. Bolehkah aku membawa Yeonni ke apartemenku?” ucap Amber.

Bibi Choi terdiam. Setelah kematian suaminya, Sulli adalah satu-satunya harta yang ia miliki. Ia ingin sekali menahan Sulli agar tetap tinggal bersamanya.

Ia menatap Sullli dengan mata yang siap mengeluarkan air mata lagi.

***

Krystal berdiri di depan pintu apartemen Amber. ia sudah beberapa kali menekan bel, namun pintu di depannya belum juga terbuka.

Ia berbalik, lalu menyandarkan punggungnya di dinding.

“Kemana dia? Mengapa belum juga pulang?!”

.

.

.

.

Hahahaha… There… Akhirnya gue apdet nih ff juga.. setelah sekian lama terbengkalai..😄

Gimana nih menurut kalian? Hahahahah… sebenernya gue sedikit kesulitan buat ngelanjutin ff ini… terasa dipaksain gak sih? Jadi menurut kalian gue harus gimana? Tetep lanjut ff ini atau nggak? Aneh sih emang, kenapa gue susah banget dapet inspirasi buat nih ff.. panggil gue author abal atau apalah… tapi gue emg agak susah buat bikin ‘ending’… hahahahah

See you next time~~~

26 thoughts on “It’s Hard but Easy (Chapter 6)

  1. lanjut thor jgn nanggung” ..

    semua yg nanggung” mah gak enak thor😀 hehe ..

    emmm.. itu sulli suka ama krys trus krys’a suka ama amber ..

    kryber ajh deh ya thor .. sulli ngalah ajh ya sama amber hyung ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s