GONE

Hihi… Sorry, belom bisa apdet FF KryBer yang laen… untuk sekarang yang ini aja dulu yak! Hihihi…

Author : Llamaunyu1809  a.k.a  Lee Eun Soo

Title : Gone

Cast : Krystal Jung and Amber J. Liu

*

*

*

Sesak di dalam dadanya telah hilang.

Jiwanya bahkan tidak bisa lagi merasakan apapun.

Ia merasa begitu kosong dan juga hampa.

Ia sudah berhenti menangis…

Bukan! Ia bahkan tidak bisa lagi menangis..

Krystal masih berdiri mematung, ia sudah berada di sana sejak beberapa jam yang lalu. Ia sama sekali tidak berniat untuk melangkahkan kakinya sedikitpun dari sana. Tidak juga saat hujan yang kini mulai turun dari awan hitam di atasnya. Setetes air hujan jatuh ke atas kepala gadis berusia 20 tahun tersebut. Ia hanya tersenyum pahit. Bibirnya terlihat begitu kering, matanya terlihat begitu lelah, wajah putihnya terlihat begitu pucat.

Gelap… Angin dingin yang menusuk… Hujan yang turun semakin deras…

“Kenapa?” sebuah pertanyaan yang bahkan ia sendiripun tak pernah tahu jawabannya. Sebuah pertanyaan yang begitu mengusiknya.

Guyuran hujan tak membuat gadis itu pergi dari tempat itu. Ia menarik nafas dalam lalu menghembuskannya, ia melihat hembusan nafasnya berubah menjadi kabut putih kemudian menghilang. Mengapa ia bahkan masih bisa bernafas?

Ia menarik nafas kembali, kali ini ia menahannya. Dadanya kini terisi penuh dengan udara. Paru-parunya bergetar karena kebutuhan untuk mengeluarkan udara  dan mengisinya kembali dengan oksigen yang baru dan melepaskan karbondioksida. Ia menghiraukan rasa sakit itu, menghiraukan paru-parunya yang terasa akan terbakar. Itu sama sekali tidak terasa seperti apapun. Ia bahkan tidak bisa merasakan rasa sakit itu.

Ia menghembuskan nafasnya, sekali lagi untuk melihat hembusan nafasnya tersebut berubah menjadi kabut putih lalu menghilang. Ia berharap bisa menjadi hembusan nafas itu. Ia berharap bisa menghilang.

Di sekitarnya kini terdengar suara bergemuruh, namun gemuruh itu tak terdengar di telinganya. Awan masih terlihat gelap, pertanda hujan masih akan berlangsung hingga beberapa waktu kedepan. Ia masih harus merasakan sensasi dari air yang turun dari langit itu jatuh di atas kulitnya yang dingin.

Dingin.. Tentu saja, di hari yang diguyur hujan seperti itu pasti akan terasa begitu dingin. Namun, Krystal bahkan tak bisa merasakan itu. ia tidak bisa merasakan angin yang kini membuat tubuhnya menggigil atau hujan deras yang kini telah membuat tubuhnya basah kuyup.

Hitam… Kemeja hitam dan blazer hitam serta rok yang senada, seperti biasanya…

Ia selalu ke sana dengan penampilan seperti itu. Ia akan terlihat seperti seorang eksekutif muda yang sukses jika saja tanpa tatapan kosong dan wajah yang terlihat begitu pucat.

Kenapa???

“Kenapa?” ia bertanya dengan suara yang cukup keras.

“Amber….” sebuah nama yang terus ia ucapkan, bahkan ketika ia bermimpi. Sebuah nama yang ingin sekali ia lupakan.

Tapi ia tidak bisa, ia takkan bisa lupa. Tidak untuk seseorang yang telah mencuri hatinya.

Ia takkan pernah lupa dengan tingkah laku gadis boyish yang konyol itu. Hampir setiap saat ia selalu dikerjai olehnya.

Ia takkan lupa dengan senyum khas gadis boyish itu.

Ia takkan lupa dengan suara husky yang selalu membuat kakinya lemas dan hatinya terasa begitu kacau.

Bagaimana bisa ia melupakan seseorang yang telah mencintainya lebih dari apapun di dunia ini?

“Kenapa ini semua harus terjadi?” nafasnya tercekat. Tenggorokannya terasa terbakar ketika mengatakan kalimat tersebut.

Tangan kanannya mencengkeram kerah kemeja hitamnya lalu ia jatuh berlutut. Ia memejamkan matanya dengan kasar. Mencoba untuk mengendalikan fikirannya agar terlepas dari kenangan mereka.

Gambaran ketika gadis boyish itu mengutarakan perasaan cinta untuknya. Gambaran ketika ia tak sanggup menahan tangis bahagianya karena hal itulah yang telah ia tunggu sejak lama. Ia juga menyukai gadis boyish itu sejak lama.

Ia ingin sekali membuang gambaran yang terlintas di kepalanya tentang saat dimana mereka berbagi ciuman pertama mereka. Singkat dan kikuk namun terasa begitu sempurna dan indah.

Ia ingin sekali menangis, namun air matanya tak dapat lagi keluar. Matanya terasa terbakar,  dibalik wajahnya yang cantik itu menyimpan penderitaan yang begitu mendalam. Krystal membiarkan air hujan menggantikan air matanya.

Ia menengadahkan kepalanya, tangannya masih mencengkeram kerah kemejanya. Ia mendesah penuh luka. Di depannya adalah sebuah batu nisan. Ia tengah berlutut di depannya. Bukan karena ingin, namun Ia bahkan tak sanggup berdiri. Kakinya terasa begitu berat, entah karena dingin ataupun karena perasaannya saja. Yang Krystal tau hanyalah kakinya terasa begitu berat.

“Kenapa?” ia bertanya lagi, tak sanggup menjawab pertanyaan yang ia tanyakan hampir setiap saat. Kenapa itu semua terjadi? Kenapa harus dia?

Kilatan petir memecah langit, menerangi lingkungan pemakaman itu sesaat. Menyadarkan Krystal dari dunianya yang dingin dan kosong. Ia tidak bisa berada di sana selamanya. Ia sudah cukup lama berada di tempat itu. Menghabiskan waktu di sana dengan menatap dan bertanya serta sesekali memohon.

Dengan nafas yang bergetar, Krystal berdiri dan menahan tubuhnya yang mengigil. Ia sudah hancur beberapa waktu yang lalu. Ya, tapi ia menolak untuk hancur berkeping-keping lagi. Tidak… Tidak di tempat itu.

Gadis boyish itu memang selalu menyebalkan untuknya. Namun ia juga tidak dapat memungkiri jika gadis itu sangatlah berharga untuknya. Jika saja waktu bisa ia putar kembali, ia rela menggantikan tempatnya. Ia akan mencegahnya untuk menyelamatkannya. Ia rela tertusuk pisau perampok itu jika itu bisa mencegah malaikatnya ini pergi meninggalkannya. Bahkan sampai akhirpun gadis boyish itu tersenyum konyol padanya. Membuatnya semakin terluka.

Ia mengelus lembut batu nisan di depannya. Jari-jari lentiknya menyusuri ukiran nama di atas batu nisan itu.

I love you, stupid.” Krystal berbisik lirih. Tenggorokannya terasa terbakar bersama kalimat itu. ia sudah lama tidak mengatakan kalimat itu. satu hal yang ia rasakan sekarang hanyalah jantungnya berdenyut penuh dengan penderitaan. “I miss you, llama.”

Ia berhenti mengelus batu nisan itu. Ia ingin berada di tempat itu selamanya, namun ia tidak bisa. Tempat itu bukanlah tempat untuk makhluk yang masih bernafas sepertinya.

Sulit… Memang sangat sulit untuk pergi setiap kali ia mengunjungi tempat itu. Setelah itu ia akan merasa sendirian, lebih tepatnya kesepian.

Jika saja ia yang mati. Ia tidak akan pernah mengalami semua ini.

“Maafkan aku, Amber.” Krystal bergumam lirih lalu melangkah pergi. “Semua ini memang salahku.”

Amber telah pergi. Pergi ke tempat yang entah berada di mana. Surga? Mungkinkah ada tempat seperti itu?  Amber tak akan pernah bisa mendengar semua keluh kesah yang tersimpan di dalam hati Krystal lagi ketika Amber telah mati.

Krystal menertawakan dirinya sendiri lalu membalikkan badannya. Ia memasukkan kedua tangannya ke dalam kantong blazer-nya. Menghiraukan angin yang menerpa tubuhnya semakin kencang dan hujan yang masih turun dengan derasnya. Tatapannya kosong.

Mungkin suatu saat nanti Krystal akan berada di tempat itu, berbaring selamanya di samping orang yang sangat ia cintai itu. Tapi bukan sekarang. Ia masih harus menunggu hal itu. Menunggu hal yang pasti akan datang padanya… Suatu saat nanti..

*

*

*

T H E   E N D

Gak… Gue gak lagi galao koq.. ciyus deh.. ciyus…

Jangan hajar gue.. jangan…..       Wkwkwkwk…

Oh iya… Special for my llama… Happy Birthday!!! ^.^

Semoga makin ganteng *eh.. Makin Sukses… pokoknya… WYATB lah… hahaha
Love uuuuuuuuuuuuuuuu… :*

#HappyBersDay

1526240_577903955662700_8319629862735579184_n

8 thoughts on “GONE

  1. haii author salam kenal🙂 ,request donk buat lanjutin ff secret love sm it’s hard but easy, suka bngt sm ff buatan qm , nd msih penasaran kelanjutan hub kryber di ff itu ..hehehhe
    ditunggu y thor :p
    thnks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s