7 Years of Love

Title: 7 Years of Love

Author: Llamaunyu1809 a.k.a Lee Eun Soo

Length: oneshoot

Cast: cari sendiri aja deh! >,<

 oke.. langsung saja…

Cekidot~

.

.

.

.

7 tahun yang telah kita lalui bersama…

Tak seorang pun menyangka kita akan berpisah semudah ini..

Namun. Kita sudah berakhir…

Semua kenangan lama kini telah pergi..

Kau masuk ke dalam hidupku..

Menguasai relung hatiku yang paling dalam..

Perlahan tapi pasti kau telah mencuri hatiku..

Awalnya kita hanya berteman lalu kita menjadi sepasang kekasih…

Mereka bilang akan terasa sangat sakit ketika mengatakan selamat tinggal..

Tetapi aku bahkan tak bisa merasakan sakit ini..

Aku hanya bisa menangis….

Ketika waktu terus saja berlalu….

Satu kalimat yang sukses membuat hatiku hancur berkeping-keping…

“Aku tak bisa bersamamu lagi.”

Sangat sulit menjaga persahabatan kita setelah kita berpisah… Kata-kata itu memang benar..

Hari demi hari berlalu setelah kau meninggalkanku…

Kau masih disampingku, tetapi rasanya sangat berbeda.

Kau begitu dekat namun tak dapat kugapai.

Walaupun sekarang aku sudah menemukan orang lain dalam hidupku..

Bahkan aku sudah menemukan cinta yang lain..

Tetapi mengapa ini terasa sangat berbeda?

Aku masih memanggilmu saat sedih dan menangis dalam diam…

Aku memintamu  agar kau juga harus menemukan orang yang tepat

Tetapi sejujurnya jauh dilubuk hatiku yang paling dalam aku tak pernah menginginkan itu terjadi.

Aku meyakinkan diriku sendiri bahwa mungkin kau masih mencintaiku.

Aku tahu…

Kau masih menyimpan kenangan kita…

Tetapi aku tahu juga bahwa tak ada yang bisa aku lakukan sekarang ini..

Kudengar kau akan segera menikah..

Aku tak bisa mengatakan apapun dan aku tak bisa bernafas untuk waktu yang cukup lama..

 Aku hanya bisa menangis sebanyak yang aku inginkan..

Aku Mencintaimu..

Aku benar-benar ingin mendengarmu mengatakan satu kalimat terakhir ini.. katakanlah bahwa kau masih mencintaiku juga..

Satu kalimat yang tidak akan pernah mungkin kudengar lagi.

 

 “Lihat, anak baru ini. dia berambut pirang. Dia pasti anak orang kaya. Ayo kita minta sedikit uang jajannya.” Beberapa namja kecil menjegat yeoja kecil berambut blonde.

“A-apa yang kalian inginkan?” ucap yeoja kecil berambut blonde itu ketakutan.

“Berikanlah kami sedikit uang jajanmu.” Seorang namja kecil memegang pundak yeoja kecil berambut blonde itu. sontak itu membuat yeoja kecil berambut blonde itu semakin gemetar.

“Kalian… berhenti mengganggunya.” Seorang yeoja kecil berkulit kecoklatan datang dengan gaya pahlawannya.

“Cih, Kau mau jadi pahlawan kesiangan?” seorang namja kecil berjalan mendekati yeoja kecil berkulit kecoklatan itu. namja itu melayangkan sebuah pukulan ke arah wajah yeoja itu.

Namun, dengan mudah yeoja itu menghindari pukulan itu dan balas menendang perut namja itu. namja itu sukses mendarat di atas lantai.

Melihat temannya terjatuh oleh seorang yeoja, tiga orang namja kecil lainnya maju berbarengan menyerang yeoja berkulit kecoklatan itu.

Bug..

1 orang namja terjatuh.

Bug..

1 orang lagi terjatuh.

Melihat teman-temannya kalah. Seorang namja kecil yang terakhir mengambil sebuah sapu yang berada di dekatnya dan mencoba melayangkan sapu itu ke arah yeoja berkulit kecoklatan itu.

Crak..

Yeoja itu menahan sapu itu dengan lengannya. Membuat sapu itu patah. Dengan satu gerakan cepat ia menendang namja itu.

 “Gwaenchana?” yeoja berkulit kecoklatan itu menghampiri yeoja berambut blonde yang masih berdiri mematung di tempatnya tadi.

“A-aku tidak apa-apa. Harusnya aku yang menanyakannya. Gwaenchana?” yeoja kecil berambut blonde itu menunjuk lengan kanan yeoja berkulit kecoklatan itu.

“Oh, hahahah.. Aku baik-baik saja. Ini tidak sakit sama sekali.” Yeoja berkulit kecoklatan itu menggerak-gerakkan tangannya menandakan bahwa tangannya tidak apa-apa. “Aku Yuri, Kwon Yuri.” ia mengulurkan tangannya yang sepertinya tidak benar-benar baik-baik saja. Terlihat dari tangannya yang gemetar ketika mengulurkan tangannya itu.

“A-aku Jessica.” Yeoja kecil berambut blonde itu menyambut uluran tangan yeoja berkulit kecoklatan itu. mereka saling tersenyum.

***

“Yuri-ah… Aku lelah..” seorang yeoja berambut blonde berjalan pelan karena sudah hampir tak sanggup melanjutkan perjalanannya. Ia meletakkan tasnya begitu saja di tanah lalu menjatuhkan dirinya sendiri. Dia duduk sambil mengatur nafasnya.

“Ayolah, Sooyeon-ah. Ini sudah hampir sampai diatas. Tidak lucu kalau kita kembali tanpa melihat pemandangan dari atas sana.” Yeoja berkulit kecoklatan yang berjalan didepannya berhenti dan berkacak pinggang.

yeoja berambut blonde itu mengatur nafasnya yang masih memburu. “Tapi aku sangat lelah, lagipula idemu ini benar-benar….”

“Ayo naik ke punggungku.”  Yeoja berkulit kecoklatan itu mengedepankan tas ranselnya agar bisa menggendong yeoja blonde itu.

“Tapi..”

“Sudahlah, ayo naik.”

Yeoja berambut blonde itu akhirnya menaiki punggung yeoja berkulit kecoklatan itu.

“Kau memang lemah, Sooyeon-ah.” Yeoja berkulit kecoklatan itu sukses medapatkan sebuah pukulan pelan di kepalanya.

Mereka sampai diatas gunung itu dengan selamat.

“Ini benar-benar indah, Yuri-ah.” Yeoja berambut blonde itu merentangkan kedua tangannya dan merasakan tiupan angin menerpa wajahnya.

“Sudah kubilang pemandangan disini memang indah.” yeoja berkulit kecoklatan itu tersenyum dan terus memandangi yeoja disampingnya itu.

 

***

 “Yuri-ah, bagaimana dengan yang ini?” yeoja berambut blonde membawa sepiring makanan yang bisa dibilang tak berbentuk itu kepada yeoja berkulit kecokelatan yang sudah menunggu di meja makan.

“Ya ampun, Sooyeon-ah. Apa kau ingin membunuhku dengan ini?” yeoja berkulit kecokelatan itu menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Biarkan aku saja yang memasak. Oke?” yeoja berkulit kecoklatan itu mengambil celemek yang dipakai yeoja berambut blonde itu.

“Apa yang bisa ku bantu?” yeoja berambut blonde itu mendekati yeoja berkulit kecoklatan yang tengah memotong-motong beberapa bahan makanan.

“Kau tak perlu membantu apa-apa. Cukup tunggu disana, arra?” yeoja berkulit kecoklatan itu mengelus pelan puncak kepala yeoja berambut blonde itu.

 “Ini enak sekali, Yuri-ah.” Yeoja berambut blonde itu begitu lahap menyantap omurice buatan yeoja berkulit kecoklatan itu.

 

***

“Sooyeon-ah, maukah kau menjadi kekasihku?” seorang yeoja berkulit kecoklatan berdiri di depan seorang yeoja berambut blonde.. “Jika kau bersedia, maka ambilah kalung ini.” Ia memegang sebuah kalung berinisial KYR.

Mian…” yeoja berambut blonde itu mendekati yeoja berkulit kecoklatan itu. ia menundukkan kepalanya.

“G-gwaenchana…” yeoja berkulit kecoklatan memaksakan sebuah senyuman. “Kita masih bersahabat bukan?” ia mengelus pelan puncak kepala yeoja yang ia cintai itu.

“Maafkan aku.. karena aku tak bisa menolakmu.” Tanpa diduga yeoja berambut blonde itu mengambil kalung ditangan yeoja berkulit kecoklatan itu lalu memeluknya.

Mereka bergandengan tangan sepanjang jalan. Mereka masing-masing mengenakan kalung dengan inisial KYR dan JSY. saling tersenyum satu sama lain.

“Aku mau kue coklat.” Yeoja berambut blonde itu merengek menunjuk sebuah kue coklat yang terpampang di etalase sebuah toko kue.

“Baiklah”

Mereka memesan sebuah kue cokelat. Sebenarnya hanya yeoja berambut blonde saja yang menikmati kue itu. sedangkan yeoja berkulit kecoklatan itu hanya memandangi yeoja didepannya itu sambil sesekali tersenyum melihat tingkah yeoja berambut blonde itu.

“Apa kau mau, Seobang?” yeoja berambut blonde itu menawarkan kue yang tersisa sedikit di piringnya.

Yeoja berkulit kecoklatan menggelengkan kepalanya. Ia bangkit dari kursinya dan mendekatkan wajahnya dengan wajah yeoja berambut blonde itu.

Chuuu

Yeoja berkulit kecoklatan itu sukses medaratkan sebuah kecupan singkat di bibir yeoja berambut blonde itu.

Ia melepaskan kecupannya dan tersenyum. “Ada sedikit krim di sudut bibirmu.”

Untuk beberapa saat yeoja berambut blonde itu hanya terdiam. Masih memproses apa yang baru saja terjadi.

“Yah!!! Kwon Yuri, ini di tempat umum.” Yeoja berambut blonde itu tersadar dan memukul lengan yeoja di depannya itu beberapa kali.

“Aww… awww.. sakit, baby.”

“Rasakan ini..” yeoja berambut blonde itu terus memukuli lengan yeoja berkulit kecoklatan itu.

Setelah merasa cukup lelah memukuli yeoja di depannya itu. kini yeoja berambut blonde itu duduk dan menarik nafas beberapa kali.

“Jadi kalau bukan di tempat umum aku boleh melakukannya lagi? Hahahahah…”

 

***

Seobang. Jika suatu saat nanti aku meninggalkanmu apa yang akan kau lakukan?” ucap Jessica yang tengah berbaring dipangkuan Yuri.

Yuri yang sedari tadi mengelus kepala Jessica menghentikan aktifitasnya tersebut. “Apa yang kau katakan? Aku tak mau menjawabnya.”

“Aku kan hanya bilang “Jika”. Tapi jika saat itu datang, kumohon kau berjanji padaku…”

“Aku tidak mau…”

Seobang….”

“sudah kubilang aku tidak mau. Aku tidak akan melepaskanmu.” Yuri mengelus lembut pipi yeoja yang sangat dicintainya itu.

Mianhae, Seobang.” Batin yeoja berwajah Barbie tersebut.

***

“Sooyeon-ah, mengapa kau lakukan ini? aku benar-benar mencintaimu..”

“Maafkan aku, Yuri-ah. Aku.. aku tak bisa meneruskan hubungan ini.” Jessica menundukkan wajahnya. Tak kuasa menatap yeoja yang tengah menahan tangis didepannya.

“Ini hanya lelucon bukan? Katakan kau tidak benar-benar akan meninggalkanku.” Tangis yeoja berkulit kecoklatan itupun akhirnya pecah.

“Aku tak bisa bersamamu lagi..” yeoja berambut blonde itu melepaskan kalung berinisial KYR-nya lalu memberikan kalung itu kepada yeoja di depannya.

“Tidak… kau tidak boleh pergi.” Yeoja berkulit kecokelatan itu memeluk erat yeoja berambut blonde itu. “Aku tidak bisa melepaskanmu, Sooyeon-ah.”

“Maafkan aku, Yuri-ah.”

***

“Sooyeon-ah…”

“Aku mencintaimu, Sooyeon-ah”

“Kembalilah… Sooyeon-ah…”

Yeoja berkulit kecokelatan itu masih mengurung dirinya dikamar. Hari-harinya sudah cukup kelam setelah ditinggal oleh Jessica. Setiap malam ia selalu menangis dalam diam.  Memanggil yeoja berambut blonde itu ketika ia terlelap.

 “Eonni…” sebuah suara lembut menginterupsi yeoja berkulit kecoklatan itu. ia menoleh dan mendapati yeoja cantik yang akhir-akhir ini menemaninya.

“Aku… Aku tidak bisa melupakannya, Juhyun-an. Aku terlalu mencintainya.”

 

***

“jadi ini kekasihmu? Dia sangat cantik, Yuri-ah.” Seorang yeoja berambut blonde memperhatikan yeoja berwajah polos yang baru saja datang.

“Namaku Seo Juhyun.” yeoja berwajah polos itu membungkukkan badannya di depan dua yeoja lainnya.

“Baiklah, aku masih ada rapat setelah ini. aku duluan yah!” sang yeoja berambut blonde bergegas meninggalkan tempat itu. meninggalkan yeoja berkulit kecoklatan yang terus memperhatikannya meski dia terus berjalan menjauh.

***

“Ini undangan pernikahanku, Yuri-ah. Kau harus datang.” Yeoja berambut blonde itu tersenyum lembut ke arah yeoja berkulit kecokelatan itu.

Dengan ragu-ragu yeoja berkulit kecokelatan itu mengambil undangan pernikahan orang yang masih ia cintai itu.

“Kenapa ini semakin membuatku sesak, Juhyun-ah.” Yuri menangis sejadi-jadinya di pelukan yeoja berwajah polos itu.

“Gwaenchana, eonni.” Seohyun semakin mempererat pelukannya pada Yuri. mencoba membuat Yuri lebih tenang.

***

Yuri POV

Aku berdiri seperti orang bodoh disini. Melihatmu menggandeng yeoja lain disana. Yeoja bernama Im Yoona itu telah berhasil merebut hatimu.Kau terlihat sangat bahagia bersanding dengan yeoja itu.

“Kau harus segera menyusulku, Yul.” Dengan balutan gaun pengantin yang sangat indah itu kau tersenyum kepadaku.  Senyuman yang menyayat hati. Membuat lukaku yang masih menganga semakin terasa nyeri.

Akulah yang seharusnya berada disampingmu. Akulah yang seharusnya menggandengmu dengan mesra disana. Aku… harusnya aku.

Aku masih mengingat kata-katamu tiga tahun yang lalu..

Kau selalu Menjagaku.. karena aku sangat lemah..

Aku mencintaimu apa adanya..

Sangat menyenangkan bisa bersamamu..

Jadi kumohon jangan pernah berubah..

Aku mencintaimu Yuri-ah…

Apa kau benar-benar sudah tidak mencintaiku, Sooyeon-ah?

..

.

FIN

 or

TBC?

 

Wakakakakakakakak…. Ff macam apa ini???😄

Okay.. ini emg absurd banget… tiba-tiba dapet ide buat bikin beginian..  ini terinspirasi dari FMV YulSic yang judul lagunya itu sama dengan judul ff ini…😄

jangan lupa komen yah… ^.^

See yah… :*

32 thoughts on “7 Years of Love

  1. aigo,, kenapa sad begini??!!!
    padahal yulsic udah comeback,, iya emang aku juga udah download fmv nya sesuai judul itu,, lagunya si evil kyu kan??
    tenang kwon seobang,, masih banyak yg menantimu,, fany jg nggak kalah cantik kok am sica, walaupun lebih cantik sica,, dan juga seobaby juga cantik

  2. Annyeong thor saya Reader baru yg tau blog ini, salam kenal..:D
    kasian bgt yuri, hrs jdi yg tersakiti, sabar yul.. Ini tbc thor, lanjut & semangat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s