Girls Before Flower (Chap 6)

Author : Llamaunyu1809  a.k.a  Lee Eun Soo

Title : Girls Before Flower

Genre : Shojou Ai (Girl x Girl), Comedy, Romance

Rated : T ( belum kuat buat yang M ^_^)

Cast : Krystal Jung, Amber J. Liu as Lee EunYoung, Choi Sulli, Kwon Yuri, Im Yoon Ah, Jessica Jung, Park Luna, Seo JooHyun

Sub cast: Find it by your self!!!

 

Hope you like it and…

Happy reading.. ^,^

 

WARNING!!! GIRLS LOVE STORY

Don’t Like Don’t Read

Typo dan EYD bertebaran

Chapter 6

 

Krystal POV

Hari ini tepat seminggu setelah kepergian Luna eonni ke Perancis. Dan tentu saja akhirnya Sulli menyusul Luna eonni ke Perancis. Di sekolah tak ada yang berubah. Hanya saja akhir-akhir ini aku jarang melihat si bodoh itu. tunggu…

hey, apa aku merindukannya?

Tidak…

Tidak mungkin aku merindukan si bodoh itu. aku hanya merasa aneh karena si bodoh itu tidak melakukan hal-hal menyebalkan seperti biasanya. Ya, hanya sebatas itu saja. Tidak lebih.

Deg…

Baru saja aku memikirkannya dan si bodoh itu kini tengah berjalan ke arahku yang masih duduk santai di kursi taman. apa yang dia inginkan kali ini?

Aku memalingkan wajahku dan berpura-pura tak melihatnya. Berharap dia tidak benar-benar menghampiriku.

“Maafkan aku.”

Dan ternyata harapanku tak dikabulkan. Kini ia berdiri di samping kursi taman yang tengah kududuki sambil menundukkan kepalanya.

“Untuk?” aku masih tak mau menoleh ke arahnya.

“Untuk semuanya.” Aku meliriknya sekilas, ia masih menundukkan kepalanya.

Aku terdiam sejenak. Memikirkan apa yang harus ku katakan selanjutnya. Aneh bukan? Ia meminta maaf? Seseorang yang baru-baru ini kukenal sebagai orang paling angkuh di sekolah ini meminta maaf kepada seorang gadis biasa sepertiku yang pernah menjadi bahan lelucon untukknya? Atau… ini juga merupakan lelucon untuknya?

“Taman kota jam 2 siang. Aku akan menunggumu disana. Apa pun yang terjadi.” Setelah mengatakan itu kulihat ia beranjak pergi.

Apa-apaan dia? aku bahkan belum mengatakan bahwa aku sudah memaafkannya. Dan dia pergi begitu saja dengan sebuah pernyataan yang masih belum kumengerti.

Ia mengajakku berkencan?

Tidak…

Kurasa dia hanya akan mengerjaiku seperti biasa.

Sudahlah. Aku tak perlu memikirkannya.

Aku segera beranjak dari taman menuju kelasku karena pelajaran akan segera dimulai.

 End of Krystal POV

 

Miss Jung, Apa kau sudah sarapan?” tanya seorang yeoja tanned kepada yeoja yang lebih tua darinya itu.

Kini di the roses’ room hanya ada mereka berdua.

Jessica atau lebih sering dipanggil Miss Jung ini tak menjawab pertanyaan sang yeoja tanned itu.

Merasa tak digubris. Yuri berjalan mendekati  Jessica yang masih sibuk dengan buku tebalnya itu.

“ini.” Yuri menaruh sebuah kotak makanan berwarna pink di meja Jessica.

“Aku sudah sarapan, nona Kwon. Jadi kau tidak perlu repot-repot.” Ucap yeoja berwajah Barbie itu tanpa mengalihkan pandangannya dari buku tebalnya.

 

Jessica POV

“ini.” yeoja tanned itu menaruh sebuah kotak makanan berwarna pink di mejaku.

“Aku sudah sarapan, nona Kwon. Jadi kau tidak perlu repot-repot.” Ucapku tanpa mengalihkan pandanganku dari buku yang tengah ku baca ini.

You’re so mean, miss. Aku rela bangun lebih pagi hanya untuk menyiapkan ini.” kulihat ia mengerucutkan bibirnya.

Deg…

Ada apa dengan jantungku?

Mengapa jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya?

Aku berdiri dari kursiku karena kulihat dia semakin mendekat kepadaku.

“Ada apa miss?” ia menyeringai dan membuatku refleks berjalan mundur. Sial.. Mengapa aku  menjadi salah tingkah di depan seorang murid SMA.

“K-kemana Nona Im dan Nona Lee?” Aku mencoba mengalihkan pembicaraan.

Tapi sepertinya itu sia-sia. Ia tak menjawab. Aku terus berjalan mundur hingga terhenti oleh tembok. Sial.

Kini ia tepat berdiri di depanku. Jarak kami hanya beberapa jengkal.

Miss Jung…” Ia semakin mempersempit jarak diantara kami. “Mau kah kau menjadi kekasihku?” ia meletakkan tangannya di dekat telingaku.

Apa-apaan dia? aku ini seorang guru dan dia adalah muridku. Dan dia memintaku menjadi kekasihnya? Yang benar saja…

Aku menarik nafas. Mengumpulkan semua keberanian yang tadi sempat menghilang entah kemana karena yeoja ini.

“Kau tak sepantasnya mengatakan itu kepada gurumu, nona Kwon.” Aku menepis tangannya. Dan mencoba berjalan menjauh darinya. Tiba-tiba ia menarik tanganku dan itu membuatku kehilangan keseimbangan.

Brukkk…

Aku terjatuh tepat diatas yeoja ini. ia hanya memberikan senyum konyolnya. Aku mencoba bangkit tapi kedua tangannya melingkari pinggangku dan menahanku.

“Bagaimana dengan permintaanku tadi, miss?” ia menatapku dengan tatapan yang membuatku masuk kedalamnya. Aku… Terperangkap di dalamnya…

Oh god…

Apa yang harus ku lakukan?

Deg..

Deg..

Deg..

“A-aku tidak bisa. Aku ini gurumu jadi mana bisa menjadi kekasihmu?” Aku memalingkan wajahku darinya. Aku tak mau terlalu jauh terperangkap di dalam matanya.

“Hm, jadi itu satu-satunya alasanmu menolakku? Baiklah…” Ia tersenyum lalu tiba-tiba mengecup singkat bibirku.

Sial. anak ini benar-benar. Itu adalah ciuman pertamaku.  Aku ingin sekali menamparnya tetapi sekarang aku tak bisa melakukannya karena kedua tanganku tengah menopang tubuhku agar tak sepenuhnya menempel dengan yeoja ini.

Ceklek…

Kudengar suara pintu dibuka. Oh tidak…

“Uppsss… Maaf mengganggu.” Refleks aku menoleh kearah pintu dan kulihat Yoona dan Amber sudah berdiri disana dan bersiap menutup pintu lagi. sebelum itu terjadi aku memaksa untuk bangun dan untungnya yeoja ini langsung melepaskan tangannya yang melingkar di pinggangku.

“Apa yang kalian lihat barusan tidak seperti yang kalian fikirkan.” Aku membereskan blazer-ku yang sedikit berantakan. “ Sebaiknya kalian duduk di kursi masing-masing. Pelajaran akan segera dimulai.” Aku duduk di kursiku dan kulihat yeoja itu tengah duduk dilantai. “Kau.. Nona Kwon, cepat kembali ke tempatmu.” Ia hanya tersenyum dan mengerlingkan sebelah matanya lalu bangkit dan menuju kursinya.

 End of Jessica POV

***

Seorang yeoja tampan tengah duduk manis di sebuah kursi taman kota. Cuaca yang cukup mendung tak mengganggunya. Dia tetap duduk disana meskipun orang-orang mulai meninggalkan taman karena dirasa akan segera turun hujan.

Dan benar saja. Tak berselang lama rintik hujan satu persatu turun.

Yeoja tampan itu menengadahkan kepalanya. Merasakan satu persatu rintik hujan turun mengenai wajah tampannya.

***

Yoona POV

Berkumpul bersama keluarga adalah hal yang paling di dambakan oleh semua orang. Keluarga yang harmonis tentunya. Tak seperti keluargaku yang diluar terlihat baik-baik saja tetapi didalam terlalu banyak rahasia yang memuakkan. Sandiwara… itulah kata yang tepat untuk mendeskripsikan keluargaku. Keluarga ini hanyalah sebuah sandiwara. Dimana lelaki paruh baya di depanku ini berperan sebagai seorang “ayah yang baik”. Dan wanita ini menjadi “ibu yang baik”. Dan aku? Aku juga seharusnya berperan sebagai anak yang baik.

Aku bangkit dari kursi, hendak meninggalkan ruang makan yang terasa sepi ini. Aku merasa asing disini. Di keluargaku sendiri.

“Kau mau kemana, Yoong?” suara berat pria paruh baya itu menghentikan langkahku sejenak.

“Bukan urusanmu, Appa.” Aku berbicara santai dan memberikan penekanan pada kata “Appa”.

“Berhentilah berbuat onar, kau adalah penerus keluarga ini. mulai sekarang kau harus menjaga sikapmu.”

Cih, Keluarga… Keluarga macam apa yang dia maksud?

“Keluarga… Apa kau benar-benar menganggapku sebagai keluargamu, Appa?” Aku menoleh ke arahnya. “Kau.. ah.. Kalian bahkan tak pernah menginginkan keluarga ini bukan?”

“Tutup mulutmu!” ia bangkit dari kursi dan menggebrak meja makan.

“Sudahlah Appa.. Berhentilah bersandiwara… Aku sudah tau semuanya, Appa. Appa dan eomma tak pernah saling mencintai. Dan pernikahan kalian pun semata-mata hanya karena urusan bisnis. Aku bahkan tahu bahwa eomma…..” 

Plakkk

Pipiku terasa panas..

Cih, Aku hanya bisa tersenyum miris.

Aku segera meninggalkan ruang makan tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

Brakkkk

Aku membanting pintu mobilku. Menghempaskan tubuhku di kursi pengemudi. Menarik nafas dalam sebelum menyalakan mobilku.

Suasana kota siang ini agak tidak bersahabat. Hujan turun cukup deras. Kulihat banyak orang yang tengah berteduh di toko-toko pinggir jalan.

Aku memperlambat laju mobilku di depan sebuah toko roti. Toko roti ini… mengingatkanku akan yeoja itu.

“Selamat datang.” Sebuah suara lembut menyapa indera pendengaranku ketika membuka pintu toko ini.

Deg..

Yeoja ini……

End of Yoona POV

***

Krystal POV

Aku menopang daguku dengan tangan kananku, memandangi air yang turun kian banyak dari jendela kamarku.

“Apa yang sedang kau fikirkan, baby?” suara lembut Sica eonni membuyarkan lamunanku tentang si bodoh itu.

Benarkah si bodoh itu akan menungguku disana? Sejak kemarin aku tak bisa berhenti memikirkan ini.

“Bukan apa-apa, eonni.” Aku menoleh singkat ke arahnya dan memberikan senyuman andalanku untuk menyakinkannya.

 “Kau bahkan tak menjawab panggilanku yang pertama, Soojung-ah.” ia berjalan mendekatiku. “Dan kau bilang kau tidak memikirkan apa-apa?” ia mengelus pelan puncak kepalaku.

“Aku hanya memikirkan……” perkataanku terpotong karena getaran handphone Sica eonni.

Drrt drrt…

Kulihat wajah Sica eonni terlihat tegang setelah membuka pesan yang baru saja masuk ke handphone-nya.

“Soojung-ah. Eonni harus pergi.” Ia segera bergegas mengambil mantel cokelat kesukaannya dan berlari meninggalkanku sendiri di kamar.

Hhhhhh…

Aku kembali memandangi jendelaku yang kini sudah mulai berembun. Kembali memikirkan si bodoh itu lagi?

 “Taman kota jam 2 siang. Aku akan menunggumu disana. Apa pun yang terjadi.”

 Kata-katanya kembali terlintas di kepalaku.

Apa mungkin dia akan tetap menungguku? mustahil… Mana ada orang yang mau melakukannya. Kecuali dia cukup bodoh untuk menunggu seseorang dibawah guyuran hujan seperti ini. Tunggu…

Dia kan memang bodoh…

Aku segera bangkit dari kursi dan mengambil mantel putih yang tergantung di belakang pintu kamarku.

“Kau mau kemana, Soojung-ah?” eomma yang tengah duduk di ruang tamu memandangku bingung.

Aku mengambil payung yang tergeletak di lantai.

“Aku akan segera kembali eomma.”

End of Krystal POV

 

“Kau akan sakit jika tetap disana.” Seorang yeoja berteriak kepada yeoja tampan yang masih setia duduk di kursi taman di tengah guyuran hujan yang kian lebat.

Yeoja itu berniat memberikan payungnya kepada yeoja tampan di depannya itu.

Brakkk

“Aku tak membutuhkan itu.” yeoja tampan itu menepis payung yang hendak diberikan kepadanya itu.

***

“Jadi kau pemilik toko ini?” Yoona terlihat agak kaget mendengar pernyataan yeoja berwajah polos di depannya itu.

Yeoja berwajah polos di depannya hanya menganggukkan kepalanya dengan malu-malu.

“Lalu.. Bagaimana hubunganmu dengan namja itu? apa namja itu pernah menghubungimu lagi? atau dia benar-benar meninggalkanmu?” Yoona menyesap susu coklat hangat yang baru saja dia pesan.

Yeoja berwajah polos itu terdiam.

 Melihat perubahan raut wajah dari yeoja di depannya Yoona merasa bersalah karena menanyakan hal yang mungkin tak ingin lagi dibahas olehnya itu.

M-Mian… Aku tak seharusnya menanyakan hal itu.”

Gwaenchana…” yeoja berwajah innocent itu tersenyum.

“Sebagai permintaan maafku, Aku akan mengajakmu ke suatu tempat.”

“Tapi aku harus menjaga toko ini…”

“Aku akan membeli semua kue yang ada disini. Jadi kau bisa menutup toko ini lebih cepat dari biasanya.” Yeoja bermata rusa itu mengeluarkan sebuah ATM dari dompetnya.

***

Keheningan cukup lama menyelimuti Jessica dan seorang yeoja tanned yang kini tengah duduk berhadapan di sebuah restoran mewah. Alunan musik romantis tak membuat Jessica terhanyut dalam suasana romantis yang yeoja tanned itu coba ciptakan.

“Yang benar saja.. Apa maksud dari semua ini, nona Kwon?” Jessica berdiri dan menggebrak meja, membuat pengunjung lain menoleh ke arah mereka.

“Tenanglah miss, banyak yang melihat ke arah kita.” yeoja berkulit kecoklatan itu tersenyum, berlagak tak mengetahui apapun walaupun sebenarnya ini semua adalah rencananya. “Memangnya ada apa, miss?”

“Cukup bermain-mainnya, nona Kwon. Apa yang sebenarnya kau inginkan?” Jessica mengeluarkan Icy glare andalannya.

“Aku ingin Kau menjadi kekasihku dan berhenti menjadi guru di SM International School.”

Jessica menggertakkan giginya. Ia sudah cukup kesal dengan muridnya yang satu ini. ia hendak meninggalkan tempat itu namun sepasang tangan melingkari pinggangnya.

“Kau belum menjawabnya, miss.” Yuri meletakkan dagunya di pundak Jessica dan makin mempererat pelukannya di pinggang Jessica.

***

“Bodoh… Dia memang bodoh.” Krystal mendekati seorang yeoja tampan yang masih duduk di tengah guyuran hujan. “Hey, bodoh. Apa yang kau lakukan disini?”

Yeoja tampan itu menoleh ke arah sumber suara. seseorang yang dia tunggu akhirnya datang.  

“Kau ini benar-benar bodoh. Apa yang membuatmu begitu yakin jika aku akan datang kesini?”

“Aku tahu kau pasti datang.”  dengan Wajah yang terlihat pucat yeoja tampan itu masih bisa tersenyum. Senyum yang membuat siapa saja yang melihatnya akan terpesona.

.

.

.

T B C

 

Danshin? Pendek? Kayak Taeyeon ato Luna? Ah sudahlah.. yang penting llama apdet.. :3

pokoknya jangan lupa komen yah… ^.^

See yah!!! :*

41 thoughts on “Girls Before Flower (Chap 6)

  1. ckck si player yuri main cium2 sica aja ya,haha…
    yaaa!!! soojung teganya kau membuat amberku menunggumu ampe ujan2an.. #plakk…..di tunggu next chapter,jangan lama-lama hehe..🙂

  2. haha..yul nekad nembak sica…wah
    amber setia ngguin krystal…smga krys sdar klo amber suka ma dy…sica jg…cpt sdar klo dy jg suka yul…lnjut y…

  3. the kwon player mode on,, hahhaha
    aigo,, kenapa aku suka banget ama scane yulsic? mereka lebih menarik dan hidup hahah suka banget ama icy glare dan juga tingkah konyol kwon hahhah

  4. hahahaha yuri-aa dasar lu ga tau malu, nyium2 org smbrngan aja. semangat yul dapetin hati miss jung tapi janganlah jessica keluar dari sekolah hanya krna yuri. jessica tetaplah jadi guru di situ….
    amber juga serius minta maaf sama krystal ni..
    mudah2an hubungan mreka makin manis aja ya.

  5. Llama aku udah nunggu ini FF sampe lumutan ,,
    yeoja yg d tepis sma amber sapa ya ??
    Ouch so sweet nya yul nge backhug sica .. Apalagi pas inciden yul nyium sica OMG sweet bgt ..
    Amber akan bersikap bodoh kalo mengenai krys *wink
    makasih llama udah update meskipun danshin ,, se danshin sunny+luna *plakkk #kya sendirinya tinggi aja hehe emang fakta nya aku juga danshin sih haha sma kya SunNa #curhat mode on

    • hah? ampe lumutan?😄
      itu yeoja yang kebetulan lewat aja koq.. :3
      nyium2 tanpa aba2 itu so swit yah?😄
      makasih juga buat kamu yang selalu setia mampir di wepe llama.. :3
      llama juga gak terlalu tinggi koq… #bilang aja pendek
      wkwkwkwwk

  6. ya ampun amber ko segitunya ya nungguin krystal?? sama aku aja deh amber, aku bakal lebih ngerti ko daripada krystal, serius am serius!!!
    lanjutin thor yaa, cepet2 apdet biar ga lama nungguinnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s