Girls Before Flower (Chap 3)

Annyeong readersdeul.. ^.^

Llama balik nih…

Oke langsung saja.. males cuap-cuap nih..😄

Cekidot….

 

Author : Llamaunyu1809  a.k.a  Lee Eun Soo

Title : Girls Before Flower

Genre : Shojou Ai (Girl x Girl), Comedy, Romance

Rated : T ( belum kuat buat yang M ^_^)

Cast : Krystal Jung, Amber J. Liu as Lee EunYoung, Choi Sulli, Kwon Yuri, Im Yoon Ah, Jessica Jung, Park Luna, Seo JooHyun

Sub cast: Find it by your self!!!

 

Hope you like it and…

Happy reading.. ^,^

 

WARNING!!! GIRLS LOVE STORY

Don’t Like Don’t Read

Typo dan EYD bertebaran

Chapter 3

 

Empat buah mobil mewah baru saja melalui gerbang utama SM International School. Mobil Ferrari merah berada paling depan, diikuti mobil Audy Hitam, BMW Putih dan BMW Hitam dibelakangnya. Empat mobil mewah itu kini sudah terparkir di tempat parkir khusus. Seorang yeoja tampan dengan blazer biru muda dan celana panjang yang berwarna senada  keluar dari dalam Ferrari merah. Seorang yeoja jangkung berwajah imut dengan blazer biru muda dan rok selutut berwarna senada keluar dari Audy hitam. Seorang Yeoja kurus berwajah malaikat dengan pakaian serupa dengan si yeoja imut keluar dari BMW putih.  Seorang yeoja berkulit kecoklatan dengan pakaian serupa dengan dua yeoja yang baru saja keluar dari Audy hitam dan BMW putih -hanya saja rok yang ia pakai agak diatas lutut- baru saja keluar dari BMW hitamnya.

Seperti hari-hari sebelumnya, banyak siswa dan siswi yang sudah berbaris di lorong utama SM International School. Mereka rela berdesak-desakan hanya untuk melihat kedatangan The Roses.

Akhirnya ke-empat Casanova(?) itu pun memasuki pintu utama SM International School. Seperti biasa, si Yeoja tanned berjalan di depan temannya yang lain. Ia berjalan dengan sangat anggun. Sesekali ia menoleh ke kanan dan ke kiri sambil mengerling sehingga menyebabkan 20 siswa dan 25 siswi yang berada di sana pingsan di tempat.

“Hanya 45, apa pesonaku sudah berkurang?.” Batin yeoja tanned itu sambil terus melangkah.

 “Aku jadi ingin mencoba.” batin Yeoja kurus berwajah malaikat itu. Kemudian ia melakukan hal yang sama seperti yeoja tanned tadi. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri sambil mengerling sehingga menyebabkan 20 siswa dan 28 siswi pingsan di tempat.

“Ah, 3 orang lebih banyak dari Yul eonni.” girang yeoja kurus berwajah malaikat itu dalam hati.

Yeoja jangkung berwajah imut dan yeoja tampan yang ada di belakang yeoja kurus dan yeoja tanned itu hanya memutar bola mata mereka malas melihat kelakuan kedua orang di depan mereka itu.

***

“Kemarin kau kemana JinRi-ah?” tanya yeoja tanned yang tengah duduk manis sambil mengutak-atik gadget-nya.

“Oh, aku.. Aku menemani Sunyoung eonni.” Yeoja jangkung berwajah imut itu menjawab dengan wajah bersemu merah.

“Aihhh.. Kalian berkencan?” yeoja kurus berwajah malaikat ikut bersuara.

Aniya.. aniya.. aku hanya menemaninya berbelanja pakaian dan makan bersama.”

“Apa dia sudah memberitahu mu?” kini seorang yeoja tampan bersuara.

“Memberitahu apa?” kompak YoonYulSul.

“Jadi..” yeoja tampan itu menghela nafas sebentar.  “Kau belum tahu ya?”

Cklek

Pintu The Roses’ Room terbuka. Seorang yeoja berambut blonde dengan blazer cokelat dan rok pendek berwarna cokelat muda  memasuki The Roses’ Room dengan wajah yang sulit untuk di deskripsikan. Wajah malaikat? Itu untuk Yoona. Wajah imut? Itu untuk Sulli. oke, Intinya ia terlihat begitu cantik dan Gorgeous.

Dari ke-empat anggota The Roses, hanya si yeoja tanned lah yang tak bisa mengalihkan pandangannya dari yeoja berambut blonde itu. 

“Maaf aku datang agak terlambat.” Yeoja cantik berambut blonde itu berjalan menuju mejanya.

“Wahhh, tumben sekali anda datang terlambat, Miss?” Yoona tersenyum ke arah yeoja cantik berambut blonde itu.

“Kepala sekolah memberikanku tugas tambahan.” Jessica menghela nafas dan menoleh ke arah yeoja tanned yang masih menatapnya penuh cinta. Merasa Jessica membalas tatapannya, si Yeoja tanned itu memberikan kecupan jarak jauh. “Ishhh, bocah itu.” geram Jessica hendak melempar sepatu hak tingginya namun ia mengurungkan niatnya itu. “Baiklah.. Kita mulai pelajaran hari ini.”

***

Teeettt.. Teeettt..

Bel berbunyi tanda jam istirahat telah tiba. Seluruh siswa dan siswi keluar dari kelas menuju kantin sekolah. Begitu pula dengan Krystal.

“Huahhh.. Harga makanan di sini seharga gaji kerja paruh waktuku selama sebulan.” Krystal berjalan gontai menuju salah satu meja di kantin. Setelah sebelumnya ia melihat-lihat makanan yang tersedia di sana. “Untung saja aku membawa ini.” ia menaruh kotak berwarna pink yang sedari tadi ia jinjing di atas meja. Ia membuka tutupnya. Di dalam kotak makan siang itu tersedia nasi beserta telur dadar buatannya sendiri. “Hmmm.. Selamat makan.”

Sementara itu di The Roses’ Room

“Baiklah, kalian boleh istirahat.” Jessica membereskan buku-bukunya.

“Wahhh.. kenapa waktu berjalan begitu cepat.” Gumam Yuri sambil tetap menatap Jessica.

“Ah, dan untuk kau..” Jessica berjalan ke arah Sulli sambil membawa setumpuk kertas.

Braaak..

 “Nona Choi, kau tidak diizinkan keluar dari ruangan ini.” Jessica meletakkan setumpuk kertas itu di meja Sulli. “Terjemahkan ini ke dalam bahasa inggris. Aku minta tugas ini sudah selesai sebelum bel masuk berbunyi.”

“Tapi…”

“Tidak ada kata tapi atau akan ku tambah tugas mu ini.” Jessica berlalu begitu saja dari hadapan The Roses. Sebelum benar-benar keluar dari The Roses’ room, Jessica berbalik dan mengambil Handphone milik Sulli. “Kau, kau dan kau. Jangan coba-coba membantu nona Choi atau aku akan memberikan dia lebih banyak lagi tugas. MENGERTI?!” Amber, Yuri dan Yoona menelan saliva mereka dan mengangguk.

***

“Miss Jung itu benar-benar mengerikan.” Yoona bergidik ngeri mengingat kejadian di The Roses’ Room tadi. Ketiga anggota The Roses kini tengah berada di kantin. “Kasihan sekali JinRi-ah.” Yoona menundukkan kepalanya. “JinRi-ah pasti sangat tersiksa.”

“Tapi Miss Jung itu sangat cantik.” Ucap Yuri dengan tatapan penuh cinta.

“Kau benar-benar jatuh cinta padanya?” Yoona menatap yeoja tanned di sampingnya itu dengan tatapan penuh tanya.

Drt..drt..drt.. Handphone Yuri bergetar.

 “Yeoboseo..” Yuri berbicara dengan nada yang sangat lembut.

“Yah!!! Honey.. kenapa kau tidak datang ke rumahku semalam?” suara cempreng terdengar dari Handphone milik Yuri. Yuri menjauhkan handphone itu dari telinganya.

Mianhae, honey. Aku..” belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya. Satu lagi handphone miliknya bergetar. “Honey, umma-ku menelpon. Nanti aku hubungi lagi yah.” Ia mematikan handphone di tangan kanannya lalu mengangkat panggilan di handphone yang berada di tangan kirinya. “Yeoboseo~..” ia berbicara dengan nada yang sangat lembut lagi.

“Yah!!! Baby.. Kenapa kau tidak menghubungiku selama seminggu ini?” Yuri kembali menjauhkan handphone itu dari telinganya setelah mendengar teriakan dari seberang sana.

Mianhae, baby. Aku sedang sibuk. Nanti aku hubungi lagi yah.”

“Yah!!!” Yuri segera mematikan sambungan itu lalu menghela nafas dalam.

Amber dan Yoona hanya memutar mata bosan.

“Kau masih tetap player.” Kompak YoonBer.

“Aku akan segera memutuskan mereka.”

***

 “Aishhh.. Aku harus menyelesaikan ini semua sendiri?” runtuk Sulli sambil melihat tumpukan kertas di atas mejanya. “Hm, baiklah. Aku harus segera menyelesaikan ini sebelum Miss Jung menambah tumpukan kertas lagi. Hwaiting!!!” setelah menyemangati dirinya sendiri akhirnya Sulli mulai mengerjakan tugasnya dengan serius.

Cklek..

Pintu The Roses’ room terbuka. Seorang yeoja cantik bertubuh mungil memasuki ruangan tersebut. Sulli yang tengah serius mengerjakan tugasnya pun tak menyadari kedatangan yeoja itu.

“Hai..” Sulli agak tersentak kaget lalu menoleh ke arah sumber suara.

“Ah, hai.. untuk apa kau ke sini, eonni?” yeoja jangkung berwajah imut itu tersenyum canggung.

“Tadi aku ke kantin dan tidak menemukanmu bersama The Roses yang lain. Dan mereka bilang bahwa kau dihukum karena kemarin membolos. Jadi…” Luna menggantungkan kalimatnya.

“Jadi?”

“Jadi aku akan bertanggung jawab.” Luna memperlihatkan senyuman yang sangat manis.

“Ah, tidak. Aku tidak…” ucapan Sulli terpotong karena terdengar bunyi meraung(?) dari dalam perutnya.

“Kau lapar..” Luna terkikik geli.

***

“Apa kau mendapatkan undangan dari Luna eonni?”

“Iya, aku dapat. Ku dengar pesta ini akan sangat meriah.”

Krystal tidak sengaja mendengar pembicaraan beberapa yeoja di sampingnya.

The Roses juga akan datang. Pasti sangat meriah.” Seorang yeoja berambut hitam terlihat begitu antusias.

Krystal memasukan suapan terakhir makan siangnya ke dalam mulut. Ia menutup kotak berwarna pink itu. Ia bangkit dan hendak pergi dari sana namun tiba-tiba tangannya tertahan. Seseorang memegang pergelangan tangannya.

“Apa kau mau datang ke pesta itu?”

“Pesta apa? Dan, hei! lepaskan tanganku!” Krystal menjawab dengan nada dingin dan menghempaskan kasar tangan yeoja tampan itu.

“oh, ayolah nona Jung! Kau pasti tahu bahwa besok ada pesta di rumah Luna.” Yeoja tampan itu memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya.

“Aku tidak tahu dan aku tak berminat.” Krystal berbalik dan meninggalkan yeoja tampan yang masih terpaku menatap punggung Krystal yang semakin menjauh.

“Kau pasti akan datang.” Amber menyeringai membuat wajah tampannya itu terlihat agak mengerikan.

***

“Nah, akhirnya selesai juga.” Sulli menghempaskan tubuhnya di sofa yang ada di dalam The Roses’ Room. Ia meregangkan tangannya yang pegal karena harus mengerjakan tugas sebanyak itu.

“Dan bel masuk belum berbunyi. Itu tandanya kau selamat.” Luna ikut duduk di sofa itu setelah selesai membereskan tiga kotak makan siang. Kenapa tiga? Bisa kalian tebak sendiri.😄

Gomawo, eonni. Kau telah membantuku.”

“Ah, aniya. Aku hanya bertanggung jawab atas kejadian kemarin yang membuatmu membolos.”

“Aku tidak menyesali kejadian kemarin.” Sulli menoleh ke arah Luna dan tersenyum. Senyum yang sangat manis. Sulli mendekatkan wajahnya dengan wajah Luna. Semakin dekat dan Luna memejamkan matanya seakan ia tahu apa yang akan segera terjadi. Kini Luna bisa merasakan hangatnya terpaan nafas Sulli di wajahnya. Hanya tinggal beberapa senti lagi..

Cklek..

Pintu The Roses’ room terbuka. Tiga orang yeoja memasuki ruangan itu dan…

“Upsss.. sepertinya kita datang pada waktu yang salah.”

Sulli dengan cepat menjauhkan wajahnya dari wajah Luna. Wajah Luna maupun Sulli terlihat merah padam. Ketiga anggota The Roses yang baru saja masuk berpura-pura menutup mata mereka dengan tangan dan berjalan menuju tempat mereka masing-masing.

Luna bangun dari sofa dengan wajah yang masih memerah. Ia mengambil 3 buah kotak makan siang dari meja Sulli dan hendak beranjak keluar. Ia terhenti sejenak. “Ah, jangan lupa besok kalian harus datang.” Setelah mengatakan itu Luna pun keluar dari The Roses’ Room.

“Besok? Acara apa?” Sulli menatap anggota The Roses yang lain.

“Jadi dari tadi dia belum mengatakan itu padamu?” kompak YoonYulBer

“Apa?” Sulli bangkit dari sofa dan berjalan menuju mejanya.

“Besok Luna mengadakan pesta.”

“Oh, begitu.” Sulli mencoba memasang wajah tenang.

“Kau harus datang. Karena itu adalah pesta-“ sebelum Amber menyelesaikan ucapannya, pintu The Roses terbuka.

Jessica berjalan anggun menuju meja mengajarnya. “Nona Choi, serahkan tugasmu!”

“B-baik.” Sulli segera menyerahkan tumpukan kertas yang sudah ia kerjakan bersama Luna kepada Jessica.

“Baiklah, kita mulai lagi pelajarannya.”

***

Teng

Bunyi bel yang sengaja di letakkan di atas pintu untuk mengetahui jika ada yang memasuki tempat itu.

“Selamat datang.” Suara lembut seorang yeoja yang tengah berdiri di belakang meja kasir sebuah toko roti yang bisa di bilang cukup besar. Di depan toko itu terdapat papan bertuliskan ‘Soshi Bakery’.

“Ah, eonni. Mianhaeyo. Aku datang terlambat. Tadi ada jam tambahan di sekolah.” Seorang yeoja cantik berambut hitam panjang yang baru saja memasuki tempat itu membungkuk beberapa kali.

Ne, Gwaenchana, SooJung-ah.” Yeoja cantik yang tengah berdiri di belakang meja kasir itu tersenyum tulus.

Krystal berjalan menuju ruang ganti. Ia mengganti pakaiannya dengan kemeja putih dan rompi berwarna merah serta celana panjang berwarna merah pula.

Setelah berganti pakaian ia berjalan ke belakang meja kasir. Berdiri di samping yeoja yang memang sedari tadi ada di sana. Yeoja itu adalah Seo JooHyun. Pemilik toko ini sekaligus merangkap sebagai karyawan di tokonya sendiri.

“Apa sekolah mu menyenangkan, SooJung-ah?”

“yah, begitu lah, eonni.” Krystal mencoba memasang senyum palsu. Mengingat bagaimana menderitanya dia ketika ia dikerjai habis-habisan oleh The Roses.

***

“Ishhh, kenapa kepala sekolah harus memberikanku ‘tugas tambahan’ ini?” Jessica berjalan menyusuri lorong SM International School yang sudah mulai sepi. Ia terhenti di depan pintu utama SM International School. Ia melihat sebuah mobil BMW hitam. Seorang pria berjas hitam membuka pintu BMW itu dan seorang pria lagi menghampiri Jessica yang masih berdiri di depan pintu utama SM International School.

“Nona, silahkan masuk ke dalam mobil.” Suara bariton pria berjas hitam itu menyadarkan Jessica.

“Ne..” Jessica memasuki BMW hitam itu.

.

.

.

TBC

 

Wkwkwk.. apdetan yang singkat lagi..😄

Minim KryBer momen pula. #minta dihajar

Tuh ada cast tambahan. Ya walaupun Hyunnie muncul Cuma secuil.😄

Bubay readersdeul..

#cium readersdeul :*

 

28 thoughts on “Girls Before Flower (Chap 3)

  1. wah wah wah, kasian bener sekarang aku jadi ngemis momen momen mereka T_T
    kedepannya tolong jangan nakal donk thor, di kasi lebih banyak momen kek.
    hehehe, lagian tadi udah hampir ada moment luna sama jinri. lah malah dipotong T_T
    Lanjut thor. Hwaiting!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s