Girls Before Flower (Chap 2)

Annyeong readersdeul… Llama balik nih… ^.^

Masih adakah penghuni blog gaje ini? hm..  llama liat banyak sarang laba-laba di sini.. >,<

Yasudah lah.. langsung saja… cekidot.. ^,^

 

Author : Llamaunyu1809  a.k.a  Lee Eun Soo

Title : Girls Before Flower

Genre : Shojou Ai (Girl x Girl), Comedy, Romance

Rated : T ( belum kuat buat yang M ^_^)

Cast : Krystal Jung, Amber J. Liu as Lee EunYoung, Choi Sulli, Kwon Yuri, Im Yoon Ah, Jessica Jung, Park Luna

Sub cast: Find it by your self!!!

 

Hope you like it and…

Happy reading.. ^,^

 

WARNING!!! GIRLS LOVE STORY

Don’t Like Don’t Read

Typo dan EYD bertebaran

Chapter 2

Seorang gadis cantik tengah berjalan di koridor SM International School dengan wajah geram. Ia berhenti di sebuah ruangan yang bertuliskan The Roses’ room. Ia membuka dan membanting pintu itu cukup keras membuat penghuninya kaget dan kompak menoleh ke arahnya.

“Ada perlu apa?” tanya Yoona yang tengah sibuk memakan potato chips.

Krystal berjalan menuju meja Amber tanpa menghiraukan pertanyaan Yoona. Ia berhenti tak begitu jauh dari meja Amber.

“Kau..” Krystal menunjuk Amber yang masih duduk tenang di bangkunya. “Kau kira kau itu siapa, hah?” bentak Krystal dan berhasil menginterupsi Amber sehingga orang yang dimaksud beranjak dari tempatnya dan menghampiri Krystal.

“Aku Lee EunYoung..” ucap Amber dingin dan terus menatap Krystal dengan tatapan dingin.

Plakkkkkkk

Sebuah tamparan mendarat mulus di pipi yeoja tampan itu sehingga meniggalkan sebuah bekas berwarna kemerahan.

“Kau..” geram Amber dan bersiap untuk menamparnya balik namun ia tak kuasa melakukan itu.

Anggota The Roses lainnya hanya bisa menyaksikan dengan khusyuk drama yang sedang terjadi di sana.

“Aku muak melihat mu.”  Krystal beranjak dari tempat itu dan meninggalkan para anggota The Roses yang masih tak percaya dengan perlakuannya.

Amber masih berdiri terpaku tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

“Youngie? Neon gwenchanayo?” kompak Yul, Yoong dan Sulli berbarengan.

“Ah, ne..”  jawab Amber yang baru sadar dari lamunannya. “Aku akan membuatnya bertekuk lutut padaku.” Amber menyeringai.

“Woahhhh,, ada yang sedang jatuh cinta?” ledek Yul sambil mengambil bungkus potato chips dari tangan Yoona.

“Haha, jangan bercanda.. aku hanya akan membuatnya bertekuk lutut padaku!” jawab Amber angkuh.

“Hm, Tapi kau tertarik padanya kan, Youngie?” kali ini Yoona yang bersuara. Yoona mengambil kembali potato chips-nya.

Tanpa menjawab pertanyaan dari Yoona, Amber beranjak dari tempatnya.

“Akhirnya ada juga orang yang bisa mengalahkannya.” kompak The Roses yang lainnya.

 

Teeettt.. Teeetttt.. (#bunyi bel )

Seiring berbunyinya bel sekolah maka itu menandakan bahwa sekolah hari itu telah usai. Para siswa mulai keluar dari kelas mereka masing-masing termasuk pemeran utama dalam cerita ini yaitu Krystal. Krystal berjalan santai menuju parkiran. Ia bersyukur karena sejauh ini tidak ada kejadian aneh yang terjadi. Namun ketika ia hendak menaiki skuter-nya ia dihadang oleh beberapa orang berpakaian rapi lengkap dengan jas dan kacamata hitamnya.

“S-siapa kalian?” ucap Krystal terbata.

“Ayo ikut kami nona.” jawab salah satu dari orang berjas hitam itu.

Anio, untuk apa aku ikut dengan kalian!! Jangan-jangan kalian mau menculikku ya? Kalian mungkin salah orang, aku bukan orang kaya. Jadi kalian culik saja orang-orang kaya itu!!” oceh Krystal asal karena ia merasa takut.

Tanpa menghiraukan perkataan Krystal, orang-orang berjas hitam itu pun membawa Krystal dengan paksa ke dalam mobil sedan hitam.

“WWWWWAAAAAAAAA!!!! Tolong aku.. siapa pun tolong aku!!” teriak Krystal.

“Dia berisik sekali sih?! Bius saja dia!!” ucap salah satu dari mereka dengan nada mengerikan.

Akhirnya Krystal pun tak sadarkan diri karena telah dibius oleh orang-orang misterius itu.

***

“eung.. eh.. Dimana ini? bukankah tadi aku diculik?” kaget Krystal yang baru saja sadar dari pingsan.

Krystal memang diculik tapi anehnya sekarang ia malah sedang terbaring di kasur empuk di dalam sebuah kamar dengan dekorasi mewah.

“Kau sudah bangun?” ucap seseorang mengagetkan Krystal.  

“Kau!!” kaget Krystal.

“Bagaimana pendapatmu tentang rumahku?” ucap seseorang itu yang ternyata adalah Amber dengan nada angkuh.

“Cih, jadi kau lagi dalang dari semua ini! apa kau itu sudah gila, hah? Ini sama sekali tidak lucu kau tau!!” bentak Krystal seraya bangun dari tempat tidur dan hendak meninggalkan Amber.

“Apa kau suka gaun itu?” ucap Amber yang sukses membuat Krystal menghentikan langkahnya.

“MWO? Apa ini? kemana seragamku?!!” Krystal baru menyadari kalau ia sedang menggunakan sebuah gaun indah berwarna pink.

“Seragammu sedang dicuci oleh pelayanku!” jawab Amber enteng.

“YA!! Apa kau yang telah mengganti bajuku?” oceh Krystal seperti anak kecil yang kehilangan permen sambil menampar pipi Amber.

“Hahahaha.. reaksimu itu terlalu berlebihan nona Jung! Lagipula bukan aku yang mengganti bajumu tapi para pelayan perempuanku.! Lagipula memangnya kenapa kalau aku yang menggantikannya? Aku kan juga yeoja!” protes Amber.

“Aku ingin pulang sekarang, mana seragamku?”

“Sudah kubilang seragammu itu sedang dicuci oleh pelayanku. Sebaiknya kau menginap saja disini.”

Anio, aku tak mau menginap di rumah orang sepertimu!” dingin Krystal.

“Hm.. Baiklah, tapi apa kau mau makan malam dulu disini? Aku janji aku akan membiarkanmu pulang setelah makan malam.” tawar Amber ramah sambil tersenyum.

“Baiklah kalau begitu.!” jawab Krystal malas.

Akhirnya kedua insan ini berjalan menuju ruang makan.  selama diperjalan menuju ruang makan mereka tak saling berbicara. Setelah sampai diruang makan yang mewah itu Krystal hanya terkagum-kagum dengan tempat  yang lebih terlihat seperti restoran mewah atau ruang makan kerajaan  ini.

“Apa kita hanya makan berdua dengan makanan sebanyak ini? ” tanya Krystal yang telah tersadar dari lamunannya.

Ne, kita makan berdua saja!” jawab Amber datar sambil menarikkan kursi untuk Krystal. Benar-benar mirip seperti sikap seorang pangeran.

“Kemana keluargamu yang lain?”

“Hm, daddy-ku sedang mengurus cabang perusahaan di Jerman, mommy-ku sedang mengurus butiknya yang ada di Paris dan Unnie-ku sedang kuliah di London. Aku sudah terbiasa sendiri, mereka mungkin hanya akan datang sebulan sekali atau bahkan tidak sama sekali.” terang Amber yang sudah duduk di kursinya.

“Kasihan sekali dia! apa dia kesepian? Sepertinya begitu.” batin Krystal sambil menatap Amber dengan iba.

“Ayo cepat makan, apa kau mau mendengar kisah kehidupanku terus dan kita tidak jadi makan malam?” Amber menatap yeoja di hadapannya itu.

Merekapun menikmati makan malam dengan khidmat ditemani alunan lagu-lagu romantis yang membuat para pendengarnya terhanyut.

“Aku ingin meminta maaf atas kejadian kemarin.” ujar Amber yang telah selesai makan.

“Jangan terperangkap dalam jebakannya lagi Soojung, dia ini rubah berbulu domba. Ini pasti termasuk dalam rencana liciknya” batin Krystal. “Hm..” jawab Krystal singkat.

“Dia ini benar-benar dingin. Ini membuatku makin penasaran untuk membuatnya bertekuk lutut padaku.” batin Amber sambil menyunggingkan senyuman.

“Aku mau pulang sekarang!! Mana seragamku?”

Cteeek

Amber menjentikkan jarinya dan datanglah pelayannya yang membawa seragam milik Krystal dan segera memberikan seragam itu kepada pemiliknya. Pemiliknya pun menerimanya dengan senang hati dan beranjak dari ruang makan meninggalkan Amber. Namun beberapa saat kemudian ia kembali ke ruang makan.

“Emm.. kamar mandinya dimana sih?” ujar Krystal malu karena ia tidak berhasil menemukan letak kamar mandi.

“kekekek.. kau ini lucu sekali nona Jung.” Amber terkekeh sambil memerintahkan pelayannya untuk mengantar Krystal ke kamar mandi.

“Lewat sini nona.” ucap pelayan itu ramah sambil menunjukkan jalan menuju kamar mandi.

Setelah Krystal sampai di kamar mandi ia pun segera mengganti gaun yang ia kenakan dengan seragamnya.

“Ini dia sebut kamar mandi? Bahkan luasnya saja hampir sama dengan rumahku!!” batin Krystal yang merasa takjub dengan kamar mandi mewah itu. semua yang ada di dalam ruangan itu terlihat sangat mewah. “Bagaimana bisa ia meletakkan lampu se indah itu untuk penerang kamar mandi?” batin Krystal takjub.

Setelah selesai berganti pakaian, Krystal segera mencari pintu keluar dari rumah yang lebih mirip istana ini.

Ahjussi.. Dimana pintu keluarnya?” tanya Krystal kepada salah satu pelayan disana.

“Silahkan nona, lewat sini.” ucap pelayan itu ramah.

Akhirnya Krystal pun keluar dari rumah itu tanpa pamit dengan sang pemilik rumah. Namun ia baru tersadar    jika ia melupakan sesuatu. Ya, ia melupakan sepatunya. Kini ia masih menggunakan sepasang high heels cantik berwarna pink.

“Soojungie, kau ini pabo!” runtuknya dalam hati.

Ia hanya menggunakan seragam sekolah dan sepatu high heels di malam hari. Apalagi ini adalah musim dingin.  Ia benar-benar kedingan sekarang ini.

“Mana mungkin aku kembali ke dalam?” batin Krystal.

Sementara itu di dalam rumah Amber masih berada di ruang makan. Karena ia bosan menunggu akhirnya ia memutuskan untuk menyusul Krystal ke kamar mandi. Namun setelah diketuk beberapa kali ia tak mendapatkan jawaban akhinya ia memutuskan untuk membuka pintunya. Ia kaget karena didalam kamar mandi tidak ada siapapun.

“Dimana gadis itu?” tanya Amber kepada salah satu pelayannya yang tadi memberitahu jalan keluar dari rumah itu.

“Dia sudah pulang nona.” jawab pelayan itu ramah.

“Aiisssshhhh… Kenapa kau membiarkannya pulang?!” marah Amber.

 “Mianhamnida nona, saya tidak tahu jika nona masih menunggunya.”

“Ahhh,, Yasudahlah.”

***

Krystal POV

Aku berjalan menyusuri jalanan di komplek mewah itu dengan bertelanjang kaki karena aku telah melepas high heels menyebalkan ini.

“Hufft.. Kapan sampainya dirumah nih? Aku sudah kehabisan uang, lagi pula biasanya juga aku pulang naik skuter-ku.”

Tiba-tiba berhentilah sebuah mobil Audy hitam tepat disampingku.

“Apa yang kau lakukan malam-malam disini nona Jung?” tanya seseorang dalam mobil itu.

“Ah.. kau!!” 

“Ayo cepat naik.” ajak orang itu yang ternyata adalah Sulli.

Akhirnya aku pun terpaksa naik ke dalam mobil Sulli.

“Dimana rumahmu?” tanya Sulli tanpa menoleh karena sedang sibuk menyetir.

“Apa tak merepotkanmu?” aku merasa agak sungkan.

Anio, aku hanya sedang berjalan-jalan saja. Aku tak ada tujuan mau kemana!” ucap Sulli sambil menoleh ke arahku sambil menyunggingkan sebuah senyuman.

OMO.. Dia manis sekali!!” batinku. “Hm.. Rumahku di dekat sungai Han.” Jawabku sambil menoleh ke arah lain karena menghindari wajahnya yang menurutku imut itu membuat jantungku berdetak sangat cepat.

“Hm.. baiklah nona jung aku akan mengantarkan mu.” lagi-lagi ia tersenyum seperti itu.

End of Krystal POV

 

Selama perjalanan mereka hanya terdiam. Mereka sibuk dengan fikirian masing-masing. Setelah kurang lebih 45 menit perjalanan mereka pun sampai di depan rumah Krystal.

Gomawo untuk tumpangannya.” ucap Krystal yang sudah keluar dari mobil Sulli sambil membungkukkan badannya.

Ne, cheonmaneyo.” balas Sulli dari dalam mobil.

“Apa kau mau mampir?” tawar Krystal ramah.

No, thanks.“ tolak Sulli sambil menyalahkan mesin mobilnya dan berlalu meninggalkan Krystal.

“Mungkin dia berbeda dengan The Roses yang lainnya.” batin Krystal.

“Soojung-ah kau darimana saja? Umma dan appa khawatir mendengar mu tidak ada ditempat kerja paruh waktu mu!! Kenapa kau tidak menghubungi orang rumah?” marah umma Krystal.

Mianhamnida umma. Tadi aku belajar kelompok di rumah temanku, handphoneku kehabisan baterai jadi aku tidak bisa menghubungi umma.” bohong Krystal.

umma kira kau diculik nak!”

“Hehe.. mana ada yang mau menculikku?! umma ini ada-ada saja!” Krystal tertawa renyah dan segera berjalan menuju kamar.

“Apa kau sudah makan malam nak?” tanya umma Krystal.

“Sudah umma!” jawab Krystal dari dalam kamar.

***

“Ah, maaf..” Ucap seorang gadis sambil membungkukkan badannya kepada seseorang yang baru saja ia tabrak.

“Ishhh, apa yang kau lakukan, hah? Lihat, sepatuku terkena es krim!!!” marah seorang Yeoja tampan.

“M-maaf, Amber-ssi. Aku tidak sengaja!” ucap gadis itu takut.

“Ahhh, apa kau tahu berapa harga sepatu ini, hah? Bahkan jika kau bekerja keras setiap hari selama setahun pun kau tidak akan bisa membelinya!!!” murka Amber. “Cepat Bersihkan!!!” titah Amber sambil menyodorkan(?) kakinya.

“B-baiklah.” Gadis itu segera mengambil sapu tangan dari sakunya untuk membersihkan sepatu Amber.

“Aku bilang bersihkan!!! Jilat sepatuku!!!”

“A-apa?” kaget gadis itu.

“CEPAT!!!”

“B-baiklah.” Gadis itu mulai berjongkok untuk membersihkan sepatu Amber. Ia harus melakukan itu walaupun dengan cara menjilatnya.

“HENTIKAN!!!” teriak seorang Yeoja.

“Apa mau mu nona Jung?” tanya Amber sarkastis.

“Apa yang kau lakukan, hah? Kenapa kau menyuruhnya menjilat sepatumu?” ujar Krystal sambil membantu Victoria bangun.

“Dia membuat sepatuku kotor! Jadi aku menyuruhnya membersikannya! Sepatuku ini sangat mahal harganya!!!”

“Tapi apakah harus dengan menjilatnya? Kau keterlaluan Nona Lee!!!” marah Krystal.

“Lalu apa masalah mu nona Jung? Bahkan gadis itu tak membantumu ketika kau dikerjai habis-habisan! Kenapa kau begitu perduli kepadanya?”

“Aku hanya tak suka cara mu yang semena-mena!!! Ayo Vic, kita pergi dari sini!!! ” ujar Krystal sambil berjalan meninggalkan The Roses (hanya ada Amber dan Yoona) yang masih terpaku.

“hey, kalian!!! Lihat saja nanti. Kalian akan menyesal telah membuat sepatuku kotor!!!” teriak Amber emosi.

Tanpa diduga Krystal berbalik. Dan…

 “Ini…” Krystal menyeringai setelah menumpahkan sisa es krim ke baju seragam Amber dan berlalu begitu saja.

“Yah!!! KAU!!!” teriak Amber makin marah.

***

“Aissshhh, gadis itu merepotkan sekali.” Gerutu Amber yang sudah mengganti pakaiannya dan sedang bersantai di kantin bersama Yoona.

“Haha, merepotkan? Atau menarik untukmu, Youngie?” ujar Yoona yang sedang sibuk menyantap sarapan pagi yang kedua untuknya. -___-

“Ishhh, aku hanya ingin membuatnya bertekuk lutut padaku, noona.”

“Hm.. Arra.. Arra…” Yoona masih sibuk mengunyah makanannya.

“Hm, Kemana perginya Yul noona dan JinRi?” tanya Amber sambil mengamati Yoona yang masih sibuk dengan sarapan paginya.

“Hm, Molla.” Yoona menggedikkan bahunya tanda tidak tahu,

***

Krieettt

Pintu Roses’ Room dibuka oleh sesosok yeoja cantik berambut blonde.

“Ah, Miss Jung sudah datang. Bukanka Ini masih terlalu pagi?” Sapa seorang yeoja tanned sambil menyunggingkan senyum andalannya.

“Hm, dimana temam-temanmu yang lain?” Yeoja blonde itu mulai mengeluarkan peralatan mengajarnya.

“Tak bisakah hanya kita berdua saja, Miss?” Yuri mengedipkan sebelah matanya.

“Aku bukan guru privat mu nona Kwon. Aku bertanggung jawab atas kalian berempat, bukan hanya dirimu.” Jessica menatap Yuri dengan tatapan tegas.

“Ah, benar juga. Kenapa tak terfikirkan akan hal itu?!” batin Yuri sambil memperlihatkan seringai aneh.

***

“Apakah tak bisa? Tak bisakah kau hanya memandangku?” batin seorang yeoja imut yang tengah melamun di atap sekolahnya.

Semilir angin menerpa wajah imutnya itu. ia masih menatap kosong ke langit biru di atasnya.

“Kumohon. Sekali saja. Sekali saja kau melihatku.” Lirih yeoja jangkung itu.

Ia memejamkan matanya. Sebulir kristal bening keluar dari kedua sudut matanya yang masih terpejam..

“Sedang apa kau di sini?” seorang yeoja pendek bersurai kecoklatan menginterupsi yeoja jangkung itu.

“Kau sendiri? Sedang apa kau di sini?” setelah menghapus air matanya Sulli pun membalikkan badannya.

“Em.. aku hanya ingin ke sini.”

 “Kau membolos?” Sulli membalikkan badannya lagi. Sepertinya ia tak sanggup berlama-lama menatap yeoja pendek itu.

Aniya.. Hari ini tidak ada schedule, dan tiba-tiba aku ingin ke sini.” Yeoja pendek itu mensejajarkan dirinya dengan Sulli.

Hening… untuk beberapa saat mereka hanya terdiam dan menatap lurus ke depan.

“Ku dengar ada guru baru di kelas The Roses’. Apa itu benar?” yeoja pendek –Luna- itu memutuskan untuk memecah keheningan diantara mereka.

“Hm.. Ne, namanya Miss Jessica Jung.” Sulli masih menatap lurus ke depan. membiarkan angin menerpa wajah imutnya.

***

“Nona Kwon. Sebaiknya sekarang kau panggil teman-temanmu itu. sebentar lagi pelajaranku akan segera dimulai.” Perintah Jessica tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang tengah ia baca. Namun orang yang diperintah itu sepertinya tidak mendengar perintahnya. Orang itu malah sibuk memandanginya dengan tatapan penuh cinta.

“haahhh, dia benar-benar cantik.” Gumam yeoja tanned itu.

“Ehem.. Nona Kwon.” Jessica menutup bukunya dengan cukup keras kemudian menatap yeoja tanned di seberang kursinya itu.

“Eh, ya? Ada apa Miss? Apa  Miss mau berkencan denganku?” Jessica tidak mengatakan sepatah katapun. Ia hanya menatap dengan tatapan pembunuh ke arah yeoja tanned itu.

Cklek..

Pintu Roses’ Room terbuka. Ada dua orang yang memasuki ruangan itu.

“Wahhh, kau datang pagi sekali, eonni?” Yoona masuk terlebih dahulu sedangkan Amber berada di belakangnya. Yoona segera menduduki kursinya yang berada di samping kursi Yuri.

“Tentu saja, Yoong. Aku sedang mengejar cintaku.” Yuri memberikan wink kepada Jessica yang kini masih menatapnya dengan tatapan pembunuh.

“Dimana nona Choi?” Jessica berdiri dan menghampiri meja Amber.

“Mungkin ia sedang tertidur. Entah dimana.” jawab Amber tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya itu.

“Kenapa dia tidak menanyakan itu padaku?” batin Yuri. “Miss, kau bisa bertanya padaku.” Yuri mengangkat tangan kanannya seperti ingin menjawab pertanyaan. Namun Jessica malah melewati mejanya dan berhenti di depan meja Yoona.

“Nona Im. Apa kau tahu dimana nona Choi?”

“Benar apa yang dikatakan Youngie. Mungkin JinRi-ah sedang tertidur entah dimana.” Yoona menjawab sambil menyunggingkan senyum andalannya.

“Hm.. baiklah. Mungkin aku harus memberinya sedikit hukuman nanti. Ia selalu terlambat.” Jessica kembali ke mejanya tanpa memperdulikan Yuri yang masih mengangkat tangannya. “Kita mulai pelajaran hari ini.”

***

Beep.. beep..

Ponsel milik Sulli berbunyi menandakan adanya pesan yang masuk.

From: Yoongie eonni

Hei.. Kau dimana Choi JinRi? Miss Jung sepertinya sangat marah. Jika kau ingin selamat, kau harus segera ke sini.

Sulli hanya terseyum melihat pesan itu.

“Pelajarannya sudah dimulai ya?.” Luna menatap yeoja yang lebih tinggi darinya itu.

“Hm.. sepertinya hari ini aku akan membolos.” Sulli tersenyum menatap yeoja di sampingnya.

……..

…….

……

…..

….

..

.

TBC

 

 

Terlalu pendek kah? Mianhae.. ini aja llama apdet buru-buru.. >,<  

Ini udah hampir akhir agustus dan llama baru apdet.. salahkan liburan yang lama ini.😄

Mohon komennya.. ^.^

#cium reader satu2

 

29 thoughts on “Girls Before Flower (Chap 2)

  1. neng, atau bang, aku saranin ya… nih blog paling langka dan paling dicari sama kryber shipper, jadi sering posting yang berbau kryber, biar penghuninya pada dateng… jarang” ada blog fitur kryber…
    hwaiting! lanjutkan posting dan sering update! ^_^

  2. ciatttt lama sekali apdetnya llama? penasaran sama kelanjutannya nih… akankah jungli atau kryber? oh no, aku tidak tahu

  3. Kyaaaa akhirnya llama update juga .. (meskipun saya telat komennya) hehe biasa ,, banyak schedule d skolah *plakkk ,,
    suka banget sma karakter my amby d FF ini ,, trus yul yang suka d cuekin sma sica .. I LIKE GIRL’S BEFORE FLOWER FF ver KryBer ..
    *cium balik llama😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s