It’s Hard but Easy (Chap 3)

Annyeong readers… ^,^

Adakah yang lagi galau? Llama lagi galau nih gegara dari kemaren baca ff yg berakhir dengan tragis mulu.. -___-

Udah ah gak usah panjang kali lebar curhatnya entar malah jadi luas..

Cekidot….

 

Title : It’s Hard but easy

Author : llamaunyu1809 a.k.a Lee Eun Soo

Genre : Shojou Ai (Girl x Girl)

Rated : T ( belum kuat buat yang M ^_^)

Cast  :  Amber J. Liu as Lee EunYoung, Krystal Jung, Choi Sulli, Jessica Jung , Kwon Yuri

 

Hope you like it and…

Happy reading.. ^,^

 

WARNING!!! GIRLS LOVE STORY

Don’t Like Don’t Read

Typo dan EYD bertebaran

 

CHAPTER 3

 

“Sulli-ah..” Krystal berteriak sambil melambaikan tangannya ke arah gadis jangkung yang ada di dekat pelataran parkir.

Sulli hanya membalas lambaian tangan Krystal dengan senyuman yang -sangat- dipaksakan dan terus berjalan hingga jarak mereka semakin dekat.

“Apa kau sedang sakit? Kenapa kau kelihatan murung begitu?” Krystal menaruh tangannya didahi Sulli.

“Ah, anio. Kajja, kita ke kelas.” Sulli masih memaksakan senyumnya.

“Sulli-ah?”

Ne, wae?”

“Apa kau pernah jatuh cinta? Dan apakah sebuah kesalahan jika kita mencintai seseorang karena kita sesama jenis?” Sulli menghentikan langkahnya.

“Apa kau sedang jatuh cinta?” Sulli berbalik bertanya.

A-anio, come on. Just answer my question!” Krystal mencoba menyembunyikan semburat merah di pipinya dengan memalingkan wajahnya.

“Aku pernah jatuh cinta dan rasanya itu sangat indah. Hanya dengan melihat orang yang kita cintai itu kita akan merasa tenang, damai dan kadang kita merasa deg-degan jika berada didekatnya. Mencintai seseorang bukanlah sebuah kesalahan karena kita tak bisa memilih dengan siapa kita akan jatuh cinta. Cinta itu buta, jadi cinta itu tak mengenal umur, kaya atau miskin, dan cinta itu tak pernah salah.”

“Benarkah? Kau jatuh cinta? Dengan siapa?” Tanya Krystal penasaran.

“S-E-C-R-E-T.” Sulli menjulurkan lidahnya ke arah Krystal dan berlari meninggalkannya.

 

Sulli POV

Aku berlari meniggalkannya yang masih terdiam. Aku berusaha terlihat se-normal- mungkin didepannya namun rasanya memang sakit, secara tidak langsung cintaku sudah ditolak olehnya. Dia sudah mencintai orang lain. Harusnya aku katakan lebih awal tentang perasaanku ini namun aku terlalu pengecut untuk itu.  Aku memang bahagia jika dia bahagia, tapi apakah tak ada kesempatan sekali saja untukku mendapatkan hatinya?

End of Sulli POV

 

Krystal POV

Kata-kata Sulli masih terus terngiang ditelingaku. Apa mungkin aku benar-benar menyukai Yeoja tampan itu? aku selalu berdebar-debar jika berada didekatnya. Aku harus mencari tahu tentang perasaan ini.

End of Krystal POV

***

 “Hari ini kita kedatangan murid baru dari Amerika. Silahkan masuk dan perkenalkan dirimu nak.” ujar Mr.Kim.

“Kyaaaaaaa.. Tampan sekali!!!.” histeris para siswi yang baru saja melihat sesosok manusia tampan memasuki kelas mereka.

Lee EunYoung imnida. Bangapseumnida.” Amber memperkenalkan dirinya dengan singkat.

“Bukankah harusnya anak baru itu perempuan?” ujar Mr. Kim yang kebingungan.

Ne, I’m a Girl.” jawab Amber datar.

MWOOOOOO?” kaget Mr. Kim dan para siswa.

“Lalu kenapa kau memakai seragam laki-laki?” tanya Mr. Kim penasaran.

“Aku hanya tak suka memakai rok, merepotkan. Lagipula kepala sekolah sudah mengizinkanku memakai seragam ini.” jawab Amber cuek sambil memasukan tangannya kedalam saku celana.

 “Hmm..Baiklah, sekarang kau boleh duduk disana nak.”

Ne. Khamsahamnida songsaengnim.” Amber membungkuk dan beranjak menuju kursinya.

Amber duduk disebelah seorang gadis cantik yang agak pendek.

“Aku luna.” Ucap yeoja disebelah Amber sambil mengulurkan tangannya sambil tersenyum manis.

Amber meraih tangan luna dan mereka pun berjabat tangan.

Mr. Kim memulai pelajaran hari ini. dan semua siswa pun memperhatikan dengan seksama.

***

Pelajaran telah selesai dan Amber beranjak dari kelas, hari ini ia berniat akan mencari dongsaeng-nya itu. ia berjalan sendirian menuju parkiran.

Ia mengendarai Ninja merah itu dengan santai. Ia menuju ke suatu tempat yang berada dipinggir kota Seoul. Itu merupakan alamat yang diberikan daddy-nya yang mendapatkan informasi bahwa beberapa tahun lalu ada sebuah keluarga yang menemukan seorang gadis kecil yang mengalami kecelakaan di daerah Busan. Amber berfikir mungkin saja itu adiknya. Ia sampai ditempat itu setelah menempuh perjalanan selama satu jam.

Tok tok tok

Amber mengetuk pintu rumah itu.

…..

Namun tak ada balasan dari dalam. Amber mengintip lewat jendela namun tak terlihat apa-apa karena memang jendela itu ditutup oleh gorden berwarna merah.

“Ada perlu apa nak?” tanya seorang ahjumma yang lewat didekat rumah itu kepada Amber yang masih berdiri didepan pintu itu.

“Ah, apakah penghuni rumah ini ada?” Amber bertanya balik kepada ahjuma itu.

“Memang ada perlu apa nak dengan keluarga Choi?” Ahjuma itu mendekati Amber.

“Aku..” Amber tak sanggup melanjutkan kata-katanya.

“Keluarga Choi sudah tidak tinggal disini lagi nak.” lanjut Ahjumma itu.

“Apa? Benarkah itu ahjumma? Lalu mereka pindah kemana?”  Amber mulai panik mengetahui bahwa orang yang ia cari sudah tidak tinggal disana lagi.

Amber berjalan gontai meninggalkan tempat itu. Ini satu-satunya petunjuk yang ia punya namun ia kehilangan kesempatan untuk bertemu dongsaeng-nya yang menghilang 7 tahun yang lalu. Ia menaiki motornya dan melajukannya dengan cukup kencang.

“Aku harus mencari mu dimana Yeonnie?” batin Amber sambil terus mengendarai motornya dengan tangan kiri yang menggenggam sebuah cincin yang ia jadikan kalung.

Ia memutuskan untuk berhenti sejenak di taman kota. Ia turun dari motornya dan berjalan tak tentu arah. Hingga akhirnya ia lelah dan duduk dibangku taman itu. ia memejamkan matanya, menikmati angin yang menerpa wajah tampannya.

 

Flashback

Dua orang anak kecil sedang asyik bermain ayunan di sebuah taman. Yang satu berumur 8 tahun sedang naik ayunan dan yang berumur 10 tahun mendorongnya dari berlakang agar ayunan itu bergerak.

“Anak-anak.. kemarilah!!” panggil seorang pria yang tak lain adalah daddy mereka.

Ne, daddy.” Ucap mereka berbarengan dan menghampiri daddy dan mommy-nya.

“Daddy  punya sesuatu untuk kalian berdua.” Pria itu menyembunyikan sesuatu ditangannya.

“Apa itu daddy?” tanya si anak berumur 8 tahun dengan antusias.

“Taraaaaa…Daddy membelikan kalian dua buah cincin.” Pria itu memberikan mereka cincin dengan ukiran nama meraka masing-masing.

“Kyaaa… bagus banget Daddy.” Histeris anak-anak itu.

“Hey, kalian harus bilang apa pada Daddy?” ucap seorang wanita yang tak lain adalah mommy mereka.

Khamsahamnida daddy.” Ucap mereka berbarengan.

Unnie, gimana kalau kita tukelan aja?” usul anak yang lebih muda.

“Eh.. Memangnya kenapa? Apa kau tak suka punyamu Yeonnie?”

Anio, aku suka. Tapi bagaimana kalau kita tukelan aja,? unnie pegang punyaku dan juga sebaliknya. Jadi unnie akan selalu ingat padaku telus. Hehe..”

Ne, baiklah dongsaeng-ku sayang.” ujar anak yang berumur 10 tahun sambil memberikan cincinnya kepada adiknya dan mengambil cincin adiknya.

-End of Flashback-

 

“Hei, sedang apa kau disini?” ujar seseorang kepada Amber.

…..

Tak ada jawaban dari si yeoja tampan itu. ia masih memejamkan matanya.

“Apa kau tidur?”

 

Krystal POV

Setelah sekolah usai aku langsung pulang ke rumah. Namun karena bosan aku memutuskan untuk berjalan-jalan. Tanpa sadar aku telah sampai di taman kota. Aku melihat seseorang yang tak asing bagiku, aku pun menghampirinya.

“Hei, sedang apa kau disini?” ujarku yang masih memandanginya yang memejamkan matanya.

…..

Ia tak menjawab dan masih memejamkan matanya.

“Apa kau tidur?”  kini aku duduk disebelahnya.

Tanpa diduga ia merebahkan kepalanya dipundakku dengan mata yang masih tertutup. Sepertinya dia benar-benar tertidur. Dia ini ceroboh sekali sih? Masa bisa tertidur ditempat umum begini? Ia terlihat sangat lelah. Habis dari mana sih dia? masih pakai seragam pula, berarti dia belum pulang ke apartemen? Aku membiarkannya tertidur dipundakku, dengan posisi seperti ini aku bisa melihat wajahnya dengan sangat jelas. Dia sangat tampan namun dia juga cantik… Jantungku mulai berdetak tak karuan. Kurasa detak jantungku 3x lebih cepat dari biasanya. Kenapa aku jadi segugup ini? Jantungku seakan mau copot.

“eung.. eh?” ia mengerjap-ngerjapkan matanya dan ia terlihat kaget melihatku duduk disebelahnya. “Sedang apa kau disini?” ia bertanya dengan raut wajah yang sangat dingin, sangat berbeda dengan wajah polosnya saat tidur tadi.

“Kau sendiri sedang apa disini? Apa kau tak punya rumah sampai kau harus tidur dibangku taman?” jawabku tak kalah dingin.

“Kekeke, kau itu selalu seperti itu! kenapa kau tak bisa bersikap manis dihadapanku?” ia tertawa seraya bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkanku yang masih duduk dibangku .

“Kau mau kemana?” tanyaku seraya menyusulnya.

End of Krystal POV

 

Amber dan Krystal berjalan berdampingan meyusuri taman. Mereka tak saling bicara, mereka tenggelam dalam fikiran masing-masing.

“Apa kau mau es krim?” tawar Amber kepada Krystal karena ia melihat penjual es krim.

“Hm, baiklah.” jawab Krystal singkat.

Amber pun menghampiri penjual es krim dan membeli 2 buah es krim.

“Ini..” Amber menyerahkan es krim strawberry kepada Krystal.

“Kenapa es krim strawberry sih?” protes Krystal.

“Udah gratisan juga masih aja protes, lagipula mana ku tahu kau itu suka rasa apa!?” cibir  Amber. “Kalau kau tidak suka sini buat aku aja!.” Amber hendak mengambil es krim Krystal namun Krystal segera menghentikannya.

“Hehe, iya-iya aku terima. Gomawo Amber Unnie.” ucap Krystal cengengesan.

Mwo? Unnie? Aku tidak suka dipanggil begitu!”

“Lalu aku harus memanggil mu apa? Oppa? Hahahaha..” Krystal tak bisa menahan tawanya.

Just call me Amber.” Jawab Amber singkat.

Mereka berdua memutuskan untuk duduk dibangku taman sambil menikmati es krim mereka.

“Kau ini seperti bayi saja!” ujar Krystal sambil mengelap es krim yang menempel didekat bibir Amber.

“Dia….”

 

Flashback-

Amber dan Suzy sedang menikmati makan siang di atap sekolah mereka. Mereka lebih memilih makan siang diatap karena disana sepi jadi tak akan ada yang mengganggu. Suzy selalu membuatkan makan siang untuk mereka berdua.

“Yah!! llama, makannya pelan-pelan nanti kau tersedak!”

“Kekeke, inhi enhak Shekhali.” jawab Amber dengan mulut penuh dengan makanan. (baca: ini enak sekali)

“Kau ini… seperti anak bayi saja.” Suzy mengelap mulut Amber yang belepotan dengan tissue basah.  “Nah, sudah bersih!” Suzy tersenyum sangat manis.

-End of flashback

 

“Hey, kau kenapa?” Krystal menggerak-gerakkan tangannya didepan wajah Amber.

“Ah, anio.. Ayo pulang!” Amber sudah sadar dari lamunannya dan segera bangkit dari bangku.

Ne..”

Amber dan Krystal berjalan menuju motor Amber.

 “Ayo naik.” Ujar Amber yang kini sudah menaiki motornya.

Ne..”

Mereka pun meninggalkan taman dan terus melaju menuju apartemen mereka.

Setelah 20 menit perjalanan, mereka pun sampai di apartemen mereka. Mereka berjalan berdampingan di lorong apartemen namun tak saling berbicara satu sama lain. Akhirnya mereka sampai didepan pintu aparteman masing-masing yang memang berdekatan.

“Aku masuk dulu ya!” ujar Krystal sambil membuka pintu apartemannya.

 

Krystal POV

“Aku masuk dulu ya!” ujarku sambil membuka pintu apartemenku,

Aku memutuskan untuk lansung masuk kedalam apartemen, aku merasa sangat canggung tadi. Sifatnya yang selalu berubah-ubah membuatku bingung.

“Soojungie? Kau dari mana saja?” ujar unnie-ku yang membuatku tersadar dari lamunanku.

“Emm, tadi aku jalan-jalan ke taman unn. Eh ada Yul unnie juga?”

Aku berjalan menuju sofa dimana Sica dan Yuri unnie sedang duduk. Aku menghempaskan tubuhku disofa.

“Kau kenapa Krys?” tanya Yuri unnie yang tengah bersandar dipundak Sica unnie.

Anio, aku hanya sedikit lelah saja unn.” elakku.

“Apa kau sudah makan Soojungie?” 

“Sudah unn.” Jawabku singkat seraya beranjak dari Sofa. “Aku lelah unn. Aku ke kamar dulu ya.” Aku berjalan meninggalkan sepasang kekasih itu dan menuju kamarku.

Aku merebahkan tubuhku di kasurku, mencoba untuk memejamkan mataku. Namun aku teringat tentang Amber lagi. Kenapa akhir-akhir ini otakku dipenuhi olehnya? Apa aku benar-benar telah jatuh cinta padanya?

 

End of Krystal POV

 

***

 

“Cepat bayar.” Ujar seorang ahjussi setengah berteriak.

Jeongmal Mianhae, ahjussi. Sepertinya tadi aku sudah membawa dompet tapi entah kenapa sekarang dompetku menghilang.” Seorang yeoja jangkung membungkuk berkali-kali menunjukkan rasa bersalahnya.

“Jika kau tak punya uang seharusnya kau tak usah makan disini.” Cibir ahjussi pemilik kedai.

“Aku bersumpah ahjussi. Aku tadi membawa dompet.” Ujar yeoja jangkung itu sambil menundukkan kepalanya.

“Sudahlah, jangan beralasan lagi. Sebagai ganti kau tidak bisa membayar makananmu, kau harus mencuci piring disini. Apa kau mengerti?” ujar Ahjussi pemilik kedai kepada yeoja jangkung itu.

“Biar aku yang membayarnya ahjussi.” Ujar seseorang yang membuat yeoja jangkung dan ahjussi itu menoleh ke arahnya.

Amber POV

Setelah mengantar Krystal pulang, aku tidak langsung masuk ke apartemen karena perutku terasa sangat lapar. Aku memutuskan untuk makan diluar.

Setelah cukup lama berkeliling mencari tempat makan. akhirnya aku memutuskan untuk berhenti disebuah kedai. Aku pun memasuki kedai itu. ku lihat ada sedikit keributan disana. Sepertinya yeoja itu tidak bisa memabayar makanannya. Karena penasaran akhirnya aku pun mendekat ke TKP. Ah.. bukankah itu Sulli?

“Biar aku yang membayarnya ahjussi.” Ujarku spontan membuat kedua orang itu menoleh ke arahku.

“A-amber-ssi? Apa yang kau lakukan disini?” ujarnya setengah kaget melihatku.

“Menurutmu apa? Tentu saja perutku lapar.” Jawabku sambil tersenyum ke arahnya. “Ah, ahjussi. Bebaskan dia dari hukuman mencuci piring itu. aku yang akan membayar semuanya.”

“B-baiklah tuan.” Ujar ahjussi itu sambil beranjak pergi dari TKP.

Ahhh.. ini kali ke berapa orang memanggilku tuan? -___-“

Khamsahamnida Amber-ssi.” Ucapnya sambil membungkuk ke arahku.

Cheonma. Ah, kau tak usah terlalu formal. Jangan panggil aku dengan embel-embel “ssi”. Oke?”

Ne, bolehkah aku memanggilmu oppa?!.” Ujarnya polos. -___-

“Ah, sebenarnya aku ini yeoja.” Ucapku canggung sambil menggaruk telingaku yang tidak gatal.

MWO?” ia membelalakan matanya.

End of Amber POV

 

Sulli POV

Khamsahamnida Amber-ssi.” Ucapku sambil membungkuk ke arahnya.

Cheonma. Ah, kau tak usah terlalu formal. Jangan panggil aku dengan embel-embel “ssi”. Oke?”

Ne, Bolehkah aku memanggilmu oppa?.” Ujarku spontan.

“Ah, sebenarnya aku ini yeoja.” Ucapnya canggung sambil menggaruk telinganya yang menurutku pasti tidak gatal itu.

MWO?” Aku membelalakan mataku tak percaya.

Dari yang aku lihat dia begitu tampan. Mana mungkin dia ini seorang yeoja? Aku masih tak mempercayai jika dia ini seorang yeoja.

“Hehehe.. baiklah. Mungkin aku akan memanggilmu hyung saja.” Candaku.

“Hahaha, baiklah.. nae namdongsaeng.” Kami tertawa atas obrolan kami yang absurd ini. >,<

End of Sulli POV

 

Setelah menikmati makan malam (yang kedua kalinya untuk Sulli -__-)..  akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.

“Ah, sepertinya ini sudah sangat larut. Dan aku mulai mengantuk.” Ujar Amber  sambil meregangkan tubuhnya. “Kajja, kita pulang JinRi-ah.” Lanjutnya.

“Ne, hyung.. Gomawo untuk hari ini. kau sudah menolongku.” Sulli membungkuk ke arah Amber.

“Haha, kau benar-benar akan memanggilku seperti itu?”

“Haha, aku fikir kau terlalu tampan untuk ku panggil unnie..”

“Lalu kenapa kau tidak memanggilku oppa? Apa kau menganggap dirimu namja? Ada-ada saja dia.” batin Amber.

“Ah, yasudah lah. Kajja, aku akan mengantarmu pulang.”

“Tapi..” Sulli hendak menolak.

“Sudahlah. Biarkan aku mengantarmu pulang. Lagipula kau kehilangan dompetmu kan? Mana bisa kau pulang jika kau tak punya uang? Apa kau mau jalan kaki, huh?”

“Ah, benar juga.”

.

..

….

…..

…..

……

…….

………

TBC

 

Hadeh… ini llama bikin apa yah? Makin gak jelas aja nih.. >,<

Maklumlah llama kan masih baru dalam dunia per-ff-an.. jadi mohon dimengerti sajalah..😀

Oh iya… panggil author dengan sebutan llama aja yah.. biar lebih akrab.. #reader: siapa juga yang mau akrab ama elu thor? #author pundung dipojokan -___-

Atau yang mau manggil llamathor juga gpp..😀

See you, readers.. ^,^

18 thoughts on “It’s Hard but Easy (Chap 3)

  1. Si amber k sklah pke srgm cowo ?
    Ngebayngin kimbum di BBF pke sragam sklah tp muka ea d gnti amber ..
    Cooll abis dehhh ..
    Llamathor ..
    Xeexeexee …
    Lanjut

  2. Haha. . .haduuuh. . .berasa dikit ya. . .kkkk. . .but, gpp. . .z kn cma reader. . .hahaha. . .ff itu urnsnx author. . .hihi. . .eemm. . .lucuu ach itu kryber. . .aplgi pas mkn es. . .hehehe. . .eh, ad yulsic dikit. . .hihihi. . .untng ad amber, klo enggk. . .gmna itu nsib sulli. . .dia psti udh kolaborasi(?) ama para pring2 dn masyarkt(?) dapur. . Hehehe. . .

    Oke deh. . .ttp smngt llama. .lanjuuutt. . .

    Mksh

  3. wahh jangan2 sulli adeknya amber? belum kelihatan nih tanda tandanya😀

    lanjut ya aunty llama😀

  4. Huaaa. .jgn lama2 nulisnya author. .saya penasaran.
    Jjingjing wingwing bgt ceritanya. Aiishh.. Amber cucok bgd karakternya. Sepertinya kt punya kemiripan dlm mendeskripsikan tokoh amber. .hehe *kedip kedip manja ke author*

    *author muntah brjamaah*

  5. Choi apa mugkin Choi Sulli ,berarti Sulli ade ny amber..
    mulai berfikir, dan mulai buka chap 4 bear g jd mikir..hahahaaa
    ff its-hard-but-easy aku suka thor..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s