It’s Hard but Easy (chap 2)

Annyeong readers… ^,^

Author balik nih.. ada yang kangen author gak??? >,<

Langsung aja deh.. cekidot…

 

Title     :  It’s Hard but easy

Author :  Llamaunyu1809 a.k.a Lee Eun Soo

Genre  :  Shojou Ai (Girl x Girl), Comedy, Romance

Rated  :  T ( belum kuat buat yang M ^_^)

Main Cast : Amber J. Liu as Lee EunYoung, Krystal Jung, Choi Sulli.

Sub Cast :    Jessica Jung,  Kwon Yuri

 

 

WARNING!!! GIRLS LOVE STORY

Don’t Like Don’t Read

Typo dan EYD bertebaran

 

CHAPTER 2

 

Seorang gadis cantik baru saja memasuki apartemennya. Setelah masuk, Krystal langsung merebahkan tubuhnya di sofa. Terlihat dia sedang melamun sambil senyum-senyum gak jelas.

“Yah!! Krystal Jung Soojung  apa yang sedang kau fikirkan? Kenapa kau malah memikirkan namja itu?” ujar Krystal yang sudah bangun dari lamunannya.

“Eh, sepertinya ada yang lupa?” gumamnya

“Yah!!! Soojungie pabo, kenapa kau malah lupa? Harusnya tadi kau mengembalikan benda ini kepadanya!” ucapnya setengah berteriak sambil mengeluarkan sebuah kalung dari tasnya.

Ia menatap kalung itu dengan seksama, ia membuka kalung itu lagi dan melihat foto di dalamnya yang tak lain adalah Amber dan seorang gadis.

“Kenapa aku merasa sangat berat untuk mengembalikan ini?” lirihnya sambil menggenggam kalung itu.

Krystal pun memasukkan kembali kalung itu ke dalam tasnya. Ia beranjak dari sofa menuju kamarnya.

-malam hari-

Krystal POV

Aku mengerjap-ngerjapkan mata ku berusaha mengumpulkan nyawaku yang belum sepenuhnya berkumpul. Aku meregangkan tubuhku sebentar kemudian aku beranjak ke arah dapur untuk mengambil segelas air.

Unnie sudah pulang belum ya?” batinku sambil membuka kulkas dan mengambil botol berisi air dingin dan kemudian menuangkannya ke gelas.

Setelah selesai minum aku beranjak untuk kembali menuju kamar ku dan kulihat ruang tengah masih kosong, lalu aku pun menuju kamar unnie- ku. Aku ketuk perlahan.

Unnie? Apa kau sudah pulang.” ujarku pelan sambil tetap mengetuk pintunya.

Namun tak ada jawaban dari pemilik kamar. Aku memberanikan diri untuk membuka pintunya.

Cklekkk

Pintu terbuka dengan posisiku yang masih dibelakang pintu dan menyembulkan kepalaku untuk mencari keberadaan unnie-ku. Namun ternyata tidak ada tanda-tanda kehidupan (?) didalam sini. Akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke kamarku.

“Hm, sepertinya aku harus menghirup sedikit udara segar.” gumamku sambil berjalan menuju balkon apartemenku.

Aku membuka pintu kaca menuju balkon. Terlihat pemandangan indah kota Seoul saat malam, dengan terpaan angin malam yang menusuk tulangku.

Aku mendengar sebuah alunan lagu yang di iringi petikan gitar. Suara itu berasal dari balkon sebelah. Suaranya merdu namun terdengar sangat menyedihkan. Ia menyanyikannya dengan penuh penghayatan disetiap liriknya. Bahkan Aku bisa merasakan kesedihannya.

I always needed time on my own
I never thought I’d need you there when I cry
And the days feel like years when I’m alone
And the bed where you lie is made up on your side

When you walk away I count the steps that you take
Do you see how much I need you right now

When you’re gone
The pieces of my heart are missing you
When you’re gone
The face I came to know is missing too
When you’re gone
The words I need to hear to always get me through the day and make it ok
I miss you

I’ve never felt this way before
Everything that I do reminds me of you
And the clothes you left, they lie on the floor
And they smell just like you, I love the things that you do

When you walk away I count the steps that you take
Do you see how much I need you right now

When you’re gone
The pieces of my heart are missing you
When you’re gone
The face I came to know is missing too
When you’re gone
The words I need to hear to always get me through the day and make it ok
I miss you

Ia menyanyikan lagu itu dengan segenap perasaannya.. Ia menangis..

“Lagu yang sangat menyentuh.” ujarku spontan dan  Ia menoleh ke arahku.

Degggg

Dia…….

End of Krystal POV

 

Someone POV

“Lagu yang sangat menyentuh.” ujar seseorang mengagetkanku lalu aku menoleh kearahnya.

  “Ah, bukankah dia Krystal?” batinku.

“Sedang apa kau disana?” ucapku dingin.

“Apa salah jika aku berada di balkon apartemenku sendiri? Harusnya aku yang bertanya begitu!” balasnya tak kalah dingin sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.

“Kekekek”. aku hanya bisa terkekeh melihat tingkahnya.

Entah kenapa jika aku bersamanya atau hanya sekedar melihat wajahnya saja  seketika semua kesedihanku hilang entah kemana. Padahal kita baru kenal hari ini. Apakah dia malaikat yang dikirim Tuhan untuk menggantikan “dia”? Entahlah….

(udah tau kan ini POV nya siapa? Hehehe)

End of Someone POV

 

Krystal POV

“Apa-apaan dia? Apa dia sudah gila? Tadi dia menjawab dingin sekali dan sekarang dia malah menertawaiku.” batinku

“Dasar namja tampan yang aneh.” lanjutku dalam hati.

Aku melihat dia meletakkan gitarnya dan beranjak berjalan mendekati balkon apartemenku. Jarak antar balkon kami memang tak terlalu jauh. Kulihat di semakin dekat dan.. Dia melompat dari pagar balkon apartemennya dan sekarang dia berada di balkon apartemenku tepatnya sekarang dia berada di hadapanku.

“A-apa yang kau lakukan?” ucapku terbata-bata.

Nope, I just wanna  talk with you!” jawabnya dengan tampang innocent –nya.

May I sit here?” lanjutnya sambil duduk di bangku yang ada di balkon apartemenku.

Aku masih tak percaya dengan apa yang terjadi. Aku masih berdiri terpaku tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

“Yah!! Apa yang kau lakukan disini? Apa kau sudah berpengalaman menjadi seorang pencuri, hah? Kenapa tadi kau bisa melakukan atraksi(?) seperti itu? Cepat pergi dari sini!” ucapku yang akhirnya baru tersadar dari lamunanku.

“Hahaha, kau ini lucu sekali sih? Aku jadi gemas melihatmu.” ucapnya seraya bangkit dari kursi dan mencubit pipiku.

Appo.. Yah!! Ambo Pabo.” aku mengelus-elus pipiku yang untung saja bukan hasil Plastic Surgery jadi masih utuh(?). >,<

“Hey, nama ku A-M-B-E-R bukan Ambo, nona manis!” dia mengeja namanya dan kemudian tersenyum.

“Kenapa dia selalu tersenyum seperti itu sih? Aku kan jadi deg-degan gini.” batinku sambil menoleh kearah lain.

“Sudahlah Kryssie, ayo duduk disini. Memangnya kau tidak lelah berdiri terus?” dia menarikku duduk disampingnya.

 Kami duduk menikmati pemandangan malam kota Seoul yang sangat indah dan terdiam untuk beberapa saat.  Jantungku terus saja berdebar-debar tak menentu. Seseorang tolonglah aku, aku sudah tidak kuat berada lebih lama disampingnya. Kalau lebih lama dari ini mungkin jantungku akan lompat keluar nih. -__-

“Ah, aku hampir saja lupa lagi!” ujarku seraya bangkit dari tempat duduk.

Waeyo?” ia ikut-ikut bangkit dari tempatnya.

Hm, Just wait a minute. Don’t go anywhere, okey? ucapku sambil melangkah masuk ke kamarku.

Okey.” Ibu jari dan telunjuknya menyatu dan membentuk huruf O.

Aku mencari apa yang seharusnya sudah aku kembalikan, kalung milik namja itu. Aku mengaduk-aduk isi tasku untuk menemukan kalung itu.

Aha, Got you!” ujarku sambil membawa kalung itu dan melangkah menuju balkon.

Mianhae, karena baru bisa mengembalikanya.” kuserahkan kalung itu dan dia mengambilnya.

Ekspresinya berubah menjadi dingin. Jujur aku takut melihatnya seperti itu.

Hm, gomawo.” ucapnya datar.

 “Neon gwenchanayo?” tanya ku khawatir.

Ne, gwenchana. Aku pulang dulu.” jawabnya dingin dan seraya beranjak dari balkonku.

Dia melompat dari balkon apartemenku dan segera masuk ke kamarnya.

“Hufft, kenapa aku jadi sedih gini?” gumamku seraya melangkah masuk ke kamar.

Aku membaringkan tubuhku dikasur. Aku mencoba memejamkan mataku. Tapi yang ku lihat hanya bayangan namja tampan itu. Aku masih teringat wajah dinginnya tadi. Kenapa aku merasa sangat sakit melihatnya seperti itu? Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku peduli banget sama dia? Emang dia siapa sih buat aku?

“Arrrrggggghhhh…” runtukku gak jelas.

Remember me

I’m in Da-Da-Da-Danger

Pinocchio

Remem-ber me

 

Odiboja ilgoboja

ne mameul toroboja

emeraldeu hunchyobwa geu

nundongja seureukseureuk

 

Tiba-tiba Handphone-ku berdering dan segera aku mengangkat telepon masuk itu.

Yeoboseo?

“Soojungie, ini unnie. Malam ini unnie gak pulang dulu, kamu gak apa-apa kan malam ini sendirian?” ujar seseorang di seberang sana yang tak lain adalah Sica unnie.

Ne, gwenchana unn. Unnie menginap  dirumah Yul unnie kan?” jawabku datar.

“Ne, dongsaeng-ku sayang…. Auch.. Appo, Yah!! Kwon seobang.. Jangan ditekan keras-keras..”

“Apa yang sedang mereka lakukan? Dasar byun couple!” batinku.

“Hm, yaudah. Aku mau tidur dulu unn. Good Night.” ucapku sambil mematikan telponnya.

Aku mencoba memejamkan mataku lagi, namun hasilnya sama saja. Wajah namja tampan itu terus saja muncul.

Ddrttt.. ddrrtt.. ddrrtt..

Kali ini Handphone-ku bergetar tanda ada pesan yang masuk.

 

From : Sulli

Apa kau sudah tidur?

 

Aku langsung membalas pesannya..

 

To : Sulli

hmm, belum.. aku gak bisa tidur. -__-

 

From : Sulli

Kenapa? Mikirin aku ya?😀

 

To : Sulli

Haha, ya enggak lah. ;P

Sulli-ah, apa kau pernah jatuh cinta?

 

From : Sulli

Eh? Kenapa tiba-tiba tanya begitu?

 

To : Sulli

Ah, lupakan saja.

 

From : Sulli

Apa kau sedang jatuh cinta?

 

Aku meletakkan Handphone-ku di meja. Aku tidak membalas pesan terakhir  dari Sulli. Aku mencoba memejamkan mataku untuk kesekian kalinya.

 

End of Krystal POV

***

@Yuri’s Apartment

Terdengar suara-suara ganjil dikamar yang didepan pintunya terdapat poster mickey mouse . ayo kita intip. Hihihi..

“Ahhhh..” erang seorang gadis berambut blonde.

“Pelan-pelan dong seobang.” perintah si gadis blonde.

“Ini juga udah pelan Sicababy.” jawab gadis berambut hitam alias sang pemilik apartemen.

“Tapi, sakit tau.” protes Jessica.

“Mau dilanjutin gak nih? Jangan banyak protes deh!” ujar yuri sambil pura-pura ngambek.

Ne, mianhae Kwon seobang. lanjutin dong ah.” rayu Sica manja.

“Lagian sih kamu pake ada acara jatuh segala. Makanya pake flat shoes aja biar aman. Liat kan sekarang kamu jadi keseleo deh.” omel Yuri sambil terus memijat kaki Sica yang keseleo. 

“Biasanya juga aku gak kenapa-kenapa kalo pake highheels. Emang tadi lagi sial aja.” jawab Sica gak mau kalah.

“Dibilangin malah jawab lagi.” gerutu Yuri. “Ah iya Sica, emang benaran gapapa tuh Krystal ditinggal sendirian?” lanjut Yuri.

“Soojungie bukan anak yang penakut koq, tenang aja.” jawab Sica enteng.

“Ohhh.” Yuri ber-oh-ria sambil terus memijat kaki Sica.

“Yul” panggil Sica.

Ne, wae?” jawab Yuri.

“Aku ngantuk Yul, tidur yuk!”

“Hm, yaudah.” Yuri merebahkan tubuhnya disamping Sica. “Tapi sebelum tidur kasih aku hadiah dulu dong? Aku kan udah mijitin kamu dari tadi.”  ujar Yuri sambil memonyongkan(?) bibirnya.

“Yah!! Dasar Byun! Kau tidur di sofa aja sana!” perintah Sica sambil melemparkan Icy Glare-nya ke arah Yuri. (#Sica’s Effect emang gak bisa dilawan.. -__-)

Yuri hanya bisa mem-pout-kan bibirnya dan dengan langkah yang sangat berat Yuri pun beranjak keluar dari kamar dan tidur di sofa. (#Ini apartemen siapa dah? Koq yang punya malah tidur di sofa?  >,<)

 

 

@Sulli’s house

Sulli POV

“Kenapa Soojung-ah bertanya seperti itu? Apa dia sedang jatuh cinta? Tapi dengan siapa dia jatuh cinta?” gumamku sambil menunggu pesan balasan dari Krystal.

To : Baby Jung

Apa kau sudah tidur? Kenapa gak dibales?

-10 menit kemudian-

“Ah, mungkin dia sudah tidur pabo.” gumamku sambil meletakkan Handphone-ku dan mencoba untuk tidur.

End of Sulli POV

 

@Amber’s Apartment

Amber POV

11.00 pm Aku masih duduk di sofa dan menonton TV. Aku menggonta-ganti channel namun akhirnya aku putuskan untuk mematikan TV karena kurasa tak ada acara yang menarik. Aku kembali teringat kalung itu. Ku genggam kalung itu.

 “Ternyata sangat sulit melupakan mu Suzy-ah.” batinku.

 

Flashback

@San fransisco International Hospital

“Bangunlah chagi, apa kau tidak lelah tidur terus?” lirihku sambil menggenggam tangannya.

“Kalau kau tidak bangun siapa yang akan mengajariku bernyanyi lagi? Kau sudah berjanji untuk mengajariku kan? Kita akan menyanyi berdua lagi kan?! Aku berjanji tidak akan mengerjaimu lagi chagi!” ucapku dengan suara parau.

Sudah 2 hari aku menemani Suzy di rumah sakit namun belum ada tanda-tanda Ia akan membaik. 

“Sebaiknya kau pulanglah dulu, nak!” ujar seorang wanita paruh baya yang merupakan umma Suzy.

Anio ahjumma, aku akan menemani Suzy dan saat dia sadar aku harus jadi yang pertama dia lihat.” jawabku datar sambil tetap menggenggam tangan kekasihku.

“Tapi kau belum pulang sejak 2 hari ini nak. Suzy pasti marah kalau kau tidak merawat dirimu sendiri.”

Aku tak menggubris perkataan calon mertuaku (?) aku masih fokus memperhatikan kekasihku yang terbaring lemah di tempat tidur rumah sakit ini.

“Kau harus kuat chagi!” ujarku sambil mencium punggung tangannya.

-10 hari kemudian-

Dokter keluar dari ruang rawat Suzy dengan ekspresi yang sulit dijelaskan (ceilah bahasanya)

“Bagaimana keadaan Suzy, dok?” tanyaku khawatir.

“Pasien sudah tidak bisa bertahan lagi. Penyakitnya sudah tak bisa diatasinya” jawab dokter dengan ekspresi yang sama.

“A-apa maksud mu? Jangan membohongiku! Dia itu gadis yang kuat, mana mungkin dia tak bisa bertahan lagi, hah?!” bentakku sambil menarik kerah baju dokter itu.

Terdengar suara tangisan dari orang tua Suzy. Aku langsung menghambur ke dalam kamar rawat Suzy.

“Ini pasti hanya lelucon! Iya kan chagi? Kau ingin membalasku, huh? Sudahlah chagi, aku tak mau bercanda lagi. Cepat buka matamu.” ujarku sambil mengelus rambut panjangnya.

Aku masih tak mempercayai apa yang sedang terjadi sekarang. Aku masih berharap Suzy akan membuka matanya. Namun takdir berkata lain, tubuhnya kini sudah tak bernyawa lagi. Aku terus mendekapnya seakan tak ingin melepaskannya.

***

Satu persatu orang mulai meninggalkan pemakaman. Disini hanya tinggal aku dan orang tua Suzy. Kami seakan tak mau meniggalkan Suzy sendirian disini. Aku masih tak percaya dia akan meniggalkanku secepat ini.

“EunYoung-ah, ada sesuatu yang harus ahjumma berikan padamu.”

Aku menerima sebuah surat dan sebuah kalung berbentuk hati. Ini pasti dari Suzy.

“Kami pulang dulu Suzy.” Ujar Bae Ahjusshi sambil menahan air mata dan terus mendekap Bae Ahjumma.

Akhirnya aku pun pulang walau pun terasa sangat berat untukku meninggalkannya. Sesampainya di kamar, aku pun membuka surat itu.

 

To: My lovely llama

Saat kau membuka surat ini mungkin aku sudah tak berada disampingmu lagi chagi. Maaf karena selama ini aku tak memberitahumu tentang penyakit leukimia yang ku derita ini, aku hanya tak ingin merepotkanmu. Sebenarnya aku juga tak ingin meninggalkan mu chagi. Aku sangat mencintaimu. Sangat….. dan aku akan selalu mencintaimu. Tapi ku mohon kau jangan terlarut dalam kesedihan terlalu lama. Aku tak suka melihatmu bersedih. Carilah kebahagiaanmu chagi. Aku akan bahagia bila kau pun bahagia. :’)

With love,

 

Bae Suzy

 

 

Aku tak bisa membendung air mataku lagi. Aku biarkan air mataku mengalir. Sakit… kehilangan… dan hampa..  itu yang sedang kurasakan.

Sudah 10 hari aku hidup tanpa semangat semenjak kepergian Suzy. Aku hanya mengurung diriku dikamar. Hingga aku teringat  adikku.

“Aku merindukan kalian..” lirihku sambil memeluk sebuah foto usang.

Aku memutuskan untuk kembali ke Korea, walau pun daddy bilang ia belum bisa menemukan dimana keberadaan adikku. Aku putuskan untuk mencarinya sendiri.

End of Flashback

 

Aku beranjak dari sofa dan melangkahkan kaki ku menuju kamarku.  Aku merebahkan tubuhku dikasur yang dilapisi seprai bergambar llama. Aku mencoba memejamkan mataku, tapi yang kulihat adalah gadis itu. Gadis bernama Krystal yang baru aku kenal hari ini. Aneh… Kenapa aku jadi teringat gadis itu? Namun mataku terasa sangat berat.

..

..

..

..

..

“Dimana ini?” 

Aku berada disebuah tempat yang serba putih. Aku terus mengedarkan pandanganku ke sekitar tempat ini.  Aku melihat sesosok gadis memakai pakaian serba putih. Ia membelakangiku.

“Maaf nona, Ini dimana?” tanyaku sambil berjalan mendekatinya.

“Youngie, ini aku!” ucapnya sambil membalikkan badannya.

“S-Suzy? Benarkah ini kau?” aku terus berjalan mendekatinya dan akhirnya aku memeluknya.

“Dasar pabo, aku sudah bilang kan?! Carilah kebahagiaanmu! Aku tak akan tenang jika kau masih seperti ini, berhentilah menangis Youngie!” dia mengelus punggungku dengan lembut.

“Aku tak bisa melupakan mu chagi!” Aku makin mempererat pelukanku.

Dia melepaskan pelukanku dan tersenyum. Senyum yang sangat aku rindukan.

“Berbahagialah bersamanya Youngie!” ucapnya dan menunjuk seorang gadis dibelakangku.

Aku menoleh kebelakang dan aku kaget melihat siapa gadis itu.

“Apa maksud mu chagi?” aku kembali menghadap Suzy namun perlahan tubuhnya menghilang sambil tetap tersenyum.

Andwae, jangan tinggalkan aku lagi chagi!” ujarku setengah berteriak.

Aku tersentak kaget. Ternyata itu hanya sebuah mimpi. Mimpi yang tak bisa ku artikan sebagai mimpi indah atau mimpi buruk. Aku menoleh ke arah jam. Dan ternyata ini masih jam 3 a.m. aku memutuskan untuk melanjutkan tidurku.

End of Amber POV

 

-Pagi Hari-

Author POV

Mentari mulai menampakkan sinarnya yang hangat. Orang-orang mulai disibukkan dengan kegiatan masing-masing. Mari kita lihat kegiatan para tokoh kisah gaje ini.

@Yuri’s Apartement

Baby.. Sicababy bangun lah! Ini sudah pagi baby..”  Yuri sedang berusaha membangunkan gadis berambut blonde yang sedang tertidur pulas di kasur miliknya.

“eung, #@*%#$*!#” racau Sica gak jelas.

“Aisshhhh, susah banget sih bangunin nih anak! Dasar Sleeping Princess!” gerutu Yuri.

 

@Sulli’s House

“Sulli-ah, bangunlah! Ini sudah pagi sayang!” ujar seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik sambil mengetuk pintu kamar anaknya.

“Ne, aku sudah bangun koq umma.” Jawab Sulli sambil keluar kamar dan mencium umma-nya.

“Ayo kita sarapan dulu.” ajak umma Sulli.

 

@Krystal’s Apartment

Krystal sedang memasak sarapan didapur.

“Aku berharap dia mau mencicipi makanan buatanku ini.” ujar Krystal sambil menyiapkan dua porsi ramen.

(*Reader: koq dia menyiapkan 2 porsi sarapan thor? Untuk siapa kah sarapan yang satunya? Bukankah Sica sedang di tempat Yuri? *Author: Jawabannya adalah… Tanyakan saja pada roda yang berputar. #Author dikeroyok reader .#abaikan #garing #kebanyakanHastag -___-)

 

@Amber’s Apartement

Terdengar suara gemericik air yang berasal dari kamar mandi.

Cklekk

Suara pintu terbuka dan seorang namja eh yeoja tampan keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan sehelai handuk dan rambut yang basah. (#Reader dan Author mimisan) >,<

Tok tok tok

Ada seseorang yang mengetuk pintu apartemen Amber.

Nuguseyo?” tanya Amber datar dan masih dengan sehelai handuknya.

“Ah, mian. Apa aku mengganggu? Ini aku Krystal.”

“Ah, sebentar.” jawab Amber seraya beranjak untuk membukakan pintu.

“Ah, terima kasih Amb…” ucap Krystal terpotong dengan wajah bersemu merah.

“Ada apa?” tanya Amber polos.

A-anio hanya saja,…..”  kaget Krystal dan sekarang wajahnya sudah semerah tomat. “Cantik, putih, mulus, dan rambutnya yang basah itu membuat dia makin errr sexy.” Batin Krystal. “Ahhhh, Cantik dan Seksi? Apa-apaan ini ? jadi dia itu yeoja?” kaget Krystal yang baru sadar dengan apa yang ia lihat.

“Ah, tunggu sebentar, aku mau ganti baju dulu.” Amber beranjak meninggalkan Krystal yang blushing dan tak bergerak sedikit pun.

“Jadi selama ini dia itu seorang Yeoja? Tapi.. tapi kenapa selama ini dia sangat tampan?!” Krystal masih tak percaya dengan apa yang terjadi. “Ouchhh, appo.” dia mencubit pipinya sendiri untuk membuktikan bahwa ini memang kenyataan.

-9 menit 20 detik kemudian-

Mian, membuatmu menunggu. Hm, Ada apa? Amber keluar dari kamar dan menghampiri Krystal.

“Ah, anu, itu, kau. .” jawab Krystal bingung.  “Gak mungkin kan aku nanya dia itu yeoja atau namja? Batin Krystal. “Emmm.. Apa kau sudah sarapan? Mau sarapan bareng di tempatku ?” lajut Krystal.

“Hm, boleh aja. Ayo!”

Krystal dan Amber pun melangkah menuju apartemen Krystal untuk menikmati sarapan bersama.

@dapur Krystal

“A-apa itu enak?” tanya Krystal khawatir.

“Hm” Amber hanya berdehem ria dan melanjutkan makannya.

“Aku sudah selesai. Gomawo buat sarapannya.” Ujar Amber dingin dan beranjak keluar dari apartemen Krystal.

Ne, cheonmaneyo.”  balas Krystal yang melihat kepergian Amber

“Kenapa dia jadi dingin begitu? Apa dia masih marah padaku soal kalung itu?” batin Krystal.

Amber berhenti sebelum ia benar-benar keluar dari apartemen Krystal.

“Sebagai ucapan terima kasihku, aku akan mengantarmu ke sekolah. Bagaimana? Kau setuju? Aku tunggu di parkiran!” Amber tidak memberikan kesempatan Krystal untuk berbicara dan berlalu meninggalkan apartemen Krystal tanpa menoleh sedikitpun.

“Aigooooo, Apa-apaan dia? kenapa dia memerintahku seperti itu? Dia fikir dia siapa, hah?” gerutu Krystal sambil menyiapkan perlengkapannya untuk berangkat sekolah.

Setelah Krystal sampai diparkiran ia melihat Amber yang sudah siap diatas motornya. Krystal menghampiri Amber.

“Kau… Kenapa memakai seragam sekolahku? Lagipula itu seragam namja, bukankah kau ini… yeoja?”

“Mulai hari ini aku sekolah disana. Aku tak suka pakai rok, aku tak nyaman memakainya dan terlalu merepotkan jika naik motor pakai rok.” jawab Amber santai. “Sudahlah, cepat pakai ini.” Amber memberikan helm kepada Krystal.

Akhirnya mereka pun berangkat sekolah bersama.

-20 menit 30 detik kemudian-

Mereka sudah sampai di depan gerbang sekolah Krystal.

Gomawo.” Krystal memberikan helm kepada Amber yang juga membuka helmnya dan turun dari motornya.

“Hm.” Amber –dehem- ria dan langsung meninggalkan Krystal yang memandangi punggungnya yang semakin menjauh.

“Hm, jadi dia…” gumam seseorang dari parkiran.

Tanpa Krystal sadari, ada seseorang yang telah memperhatikannya saat bersama Amber diparkiran tadi.

Siapa kah orang itu?????

Tunggu di chapter berikutnya..😀

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

 

Huaaaa… aku bikin apa ini?😄

 makin gak jelas aja ini..

Mian kalo bersambungnya gak tepat.. Hihi..

Adakah yang SuzBer shipper ato YulSic shipper?😀 hihi.. ayo tunjuk tangan…

Btw, ada yang nanya siapa adiknya Amber onpa. Adiknya Amber onpa itu author loh.. >,<

Hihi.. bercanda… nanti kita lihat saja siapakah adiknya Amber onpa itu.. ^,^

 Mohon Commentnya ne..

KryBer Jjang.. ^,^

 

 

22 thoughts on “It’s Hard but Easy (chap 2)

  1. Hahahaha. . . Tumben itu si tbc kgk ngeganggu. . .hahaha. . .baguslah. . .wkwkwkw. . .haduh msa lalux amber. . .emm. . .y y. . .noh amber tuh udh ad krys. . .hihihih. . .iiihh yulsic, dikirain lagi apa. . .hahaha. . .haduh sica glk amt deh. . .itu emng aprtmnx siapa coba. . .haha. . .jadi mana tuan rumah, mana tamu. . .hahaha. . .

    Ttp smngt. . .lanjuuutt. . .

    Mksh

  2. Annyeong ,,,,,,

    Ayeeee YulSic shiper,,,*ngacunginTimun*(?
    Kkkeee
    Tertnggal dah, kirn YULSIC Gi ngapaen,,,kkkee

    kryBer mkin dket aja,,mskipun Amber nya berskap biasa aja kali ya,,,
    D tunggu Next chapter nyaah,,,
    SEMANGAAAAT

  3. Pkoknya siapa aja pairing amber . Aku selalu suka asal sma amber hehe ..
    Siapa tuh yg mergokin KryBer ?? Sulli kah .. ??
    Author adiknya amber ?? Brarti kita sodara dong .. Aku juga adik nya amber yg bungsu kkekeke ..

  4. Oh jadi suzy manta ny amber toh..nggttt
    krystal lucu thor dlm kondisi kesel ma amber msh aj kata “Tampan” ikut dsebut..aku suka aku sukaaaa…
    Yah yulsic mah ,padhal td ud satu pemikiran dgn krystal tuh,eh g thu nya ..aku kecewa aku kecewa hahaaaa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s