Secret Love 3

Title : Secret Love
Author : llamaunyu1809 a.k.a Lee Eun Soo
Genre : Shojou Ai (Girl x Girl)
Rated : T ( belum kuat buat yang M ^_^)
Cast : Amber J. Liu, Krystal Jung, Bae Suzy, Choi Sulli, Jessica Jung and Kwon Yuri

Hope you like it and…
Happy reading.. ^,^

WARNING!!! GIRLS LOVE STORY
Don’t Like Don’t Read
Typo dan EYD bertebaran

Chapter 3

Krystal POV
Kami melanjutkan makan malam tanpa kehadiran Amber. ia pergi begitu saja, membuatku khawatir. Apa yang sebenarnya terjadi?
Kini Yuri dan Sica eonni kembali memamerkan kemesraan mereka. Yang benar saja! Aku bisa benar-benar gila jika terus berada di dekat kedua sejoli ini.
Aku kehilangan nafsu makanku. Aku hanya mengaduk-aduk makanan yang tersaji di depanku. Aku mengambil tabletku, berharap Amber mengirimiku pesan. Dan ternyata tak ada satupun pesan dari llama menyebalkan itu. hanya ada beberapa pesan dari JinRi. dia ini…. sudah kukatakan bahwa aku sudah memiliki kekasih, tetapi dia tidak juga mau percaya dan terus saja menggangguku. Aku menaruh kembali tabletku di atas meja. Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa perasaanku jadi tidak enak seperti ini?
“Apa yang sedang kau fikirkan, Soojungie?” suara Sica eonni menyadarkanku. Hey? Mereka masih menyadari keberadaanku? Kukira mereka sudah melupakan keberadaanku. -_-
“Kau tidak suka dengan makanannya. Soojung-ah?” Yuri eonni menatapku khawatir.
“Bukan begitu… Hanya saja tiba-tiba aku tidak merasa lapar lagi, eonni!” Bisakah kita pulang sekarang?”
Sica eonni terlihat agak kecewa. Dia pasti ingin berlama-lama dengan Yuri eonni. Benar, siapapun pasti ingin berlama-lama dengan kekasihnya. Begitu juga aku……
“Aku akan menelpon Park Ahjussi untuk menjemputku. Kalian berdua bisa pulang bersama.”
Kulihat mereka saling menatap.
“Kalian tidak perlu khawatir!” Aku tersenyum, mencoba meyakinkan mereka bahwa aku akan baik-baik saja.
End of Krystal POV
***
“Apa yang kau lakukan di sini, Nona Bae?”
“Apa urusanmu, Nona Choi?” Suzy berpura-pura menatap sinis yeoja jangkung di depannya itu.
“Kau tak perlu sesinis itu kepadaku, Suzy-ah.” Sulli mengelus pelan puncak kepala Suzy.
“Yah!!! Kau membuat rambutku berantakan!” Suzy memukul pelan lengan yeoja jangkung di depannya. Lalu mengerucutkan bibirnya.
“Hahahahah… Kau dan Soojung memiliki beberapa kemiripan!”
“Jangan samakan aku dengan yeoja dingin itu!” Suzy menyilangkan tangannya di dada.
“Hei, kau harus bercermin sebelum mengatai seseorang!”
“Kau saja yang terlalu membanggakannya. Dia tak sesempurna bayanganmu, JinRi-ah!”
“Tidak seorangpun di dunia ini yang sempurna, Suzy-ah.”
“Aishhh, Jinjja!!! Kau benar-benar telah dibutakan oleh cinta!” Suzy memukul pelan kepala yeoja jangkung nan imut itu. “ Kau bahkan lebih membela orang lain daripada Sahabatmu sendiri!” cibir Suzy.
“Hahahahah… Apa kau cemburu?” Sulli mengelus-elus kepalanya yang baru saja mendapatkan hadiah dari Suzy.
“Aku? Cemburu padamu? Apa kau sudah gila?”
“Hahahaha… Kita sudah bersama sejak kecil jadi mungkin saja kau menyimpan perasaan kepadaku.” Sulli menaik-naikkan sebelah alisnya.
“Benar, aku memang menyimpan perasaan kepadamu! Perasaan dendam lebih tepatnya!”
Sulli mengerucutkan bibirnya. “Kau benar-benar jahat!”
“Aishhh, jinjja… Kau membuang waktuku yang berharga! Aku harus segera pergi!”
“Hei, kau belum menjawab pertanyaanku. Apa yang kau lakukan di hotel keluargaku?”
***
Amber turun dari mobil dan segera memasuki hotel Z. seorang pria berjas hitam menghampirinya dan membawanya ke sebuah ruangan yang sepertinya sudah di booking oleh daddy-nya. Amber mengerutkan dahinya setelah melihat siapa yang ada disana. Ia melihat daddy-nya dan juga seorang pria yang terlihat seumuran dengan daddy-nya, serta seorang wanita yang bisa diperkirakan sebagai istri pria itu melihat bagaimana mereka saling berinteraksi.
“Beri salam!!! Titah Tuan Liu.
Amber membungkukkan badannya.
“Wah, kau benar-benar tumbuh menjadi anak yang tampan, Amber-ah.” Puji wanita paruh baya itu.
Amber hanya tersenyum canggung.
“Dad, Ada apa sebenarnya?” amber berbisik kepada pria paruh baya di sampingnya.
Tuan Liu tersenyum. “Tunggulah hingga pemeran utamanya telah berkumpul semua.”

Amber POV
Apa yang sebenarnya direncanakan oleh Pria tua ini. Aku benar-benar gelisah. Aku mengambil tabletku. Ada beberapa pesan masuk.
From : My Princess
Apa yang terjadi? Mengapa kau belum mengirimiku sms?

From : My Princess
Hey, llama… Cepat kabari aku!

Aku tersenyum melihat pesan darinya.
Sebelum aku sempat membalas pesan darinya, aku mendengar suara pintu dibuka. Refleks aku menoleh.
Dia?
Apa yang dia lakukan disini?
“Maaf aku datang terlambat!” yeoja itu membungkukkan badannya beberapa kali.
“Ahahahah.. tidak apa-apa. Lagipula kita tidak akan memulai acara ini tanpa kau!” ucap daddy dengan riang.
End of Amber POV
***
“Apa yang terjadi kemarin? Mengapa kau tidak membalas pesan ataupun panggilan dariku?” Krystal menatap Amber yang kini tengah memejamkan matanya dan merebahkan kepalanya di pangkuannya.
“Hmm…” Amber berdeham sebelum melanjutkan kata-katanya. “Ada banyak hal yang terjadi kemarin, baby.”
“So? Mind to tell me?” Amber yang kini sudah membuka matanya lalu menatap dalam ke mata indah Krystal yang berwana hitam. Mata yang selalu sukses membuatnya tenggelam di dalamnya.
Dalam beberapa saat, Amber masih terdiam. Ia bimbang apakah harus mengatakan kepada Krystal mengenai kejadian kemarin ataukah lebih baik jika Krystal tidak mengetahuinya terlebih dahulu. Ia sadar bahwa pada akhirnya Krystal juga akan mengetahuinya. Namun ia belum siap mengatakannya sekarang.
“Chagi? Mengapa kau hanya menatapku? Ceritakanlah!” Krystal merapihkan anak-anak rambut Amber yang agak sedikit berantakan.
Tanpa aba-aba Amber meraih tengkuk Krystal lalu menyatukan bibir mereka. Awalnya Krystal merasa kaget namun akhirnya ia menyerah juga, ia juga merindukan kekasihnya ini.
“Emmm.. Mungkin tidak sekarang, baby.” Ujar Amber setelah melepaskan ciuman mereka.
“Yah!!! Aku memintamu menceritakannya sekarang, lalu mengapa kau malah menciumku!” Krystal hendak memukul kepala Amber namun dengan cepat Amber menahan tangan Krystal.
“Tapi kurasa tadi kau menikmati ciuman itu.” Amber mengerling nakal.
“Yah!!!” Krystal berdiri secara tiba-tiba sehingga membuat Amber yang tengah merebahkan kepalanya pada pangkuan Krystal sukses mencium lantai.
“Auchh… Appo…” Amber mengelus-elus bagian belakang kepalanya yang baru saja mencium dinginnya lantai atap sekolah mereka. “Kurasa aku akan kehilangan ketampananku jika aku terus menjadi kekasihmu, nona Jung.”
“Kalau begitu berhentilah menjadi kekasihku.” Jawab Krystal angkuh. Ia menyilangkan tangannya di depan dada.
“Can I? hahahahaha”
Krystal menatap sadis Amber. Ia menghentakkan kakinya karena merasa kesal dengan kelakuan kekasihnya itu. Ketika Krystal hendak meninggalkan Amber, yeoja tampan itu memelukknya dari belakang.
“Percayalah padaku, Aku hanya mencintaimu. Apa pun yang terjadi.” Amber membenamkan wajahnya pada ceruk leher putih Krystal. Ia dapat menghirup aroma cherry blossom dari tubuh kekasihnya. Aroma kesukaannya.
Krystal terdiam. Selain karena menikmati pelukan itu, tapi Krystal juga sedang berfikir. Ada yang mengganjal dari pernyataan dan sikap Amber itu. Meskipun selama ini Amber sering mengucapkan kalimat-kalimat seperti itu tetapi kali ini terasa sangat berbeda.
***
Krystal POV
Aku menyanggah daguku dengan tangan kananku. Memutar-mutar bolpoint yang sejak tadi belum aku buka penutupnya. Buku tuliskupun masih kosong. Tak ada satupun penjelasan dari Han Songsaengnim yang masuk ke dalam otakku.
Dari tadi aku hanya memikirkan Amber. Ada yang aneh dengan sikap Amber saat di atap. Aku tak menyalahkannya jika ia belum siap mengatakan apa yang terjadi kemarin. Hanya saja perasaanku mengatakan bahwa akan ada hal buruk yang terjadi pada kami. Entahlah, kuharap itu hanya perasaanku saja.
Tuk
Sebuah kertas merah muda mendarat di mejaku. Aku memandang sekeliling, mencari siapa pelaku pelemparan kertas ini. Aku menghela nafas melihat sesosok yeoja jangkung yang duduk di samping Amber. JinRi… Apa maunya kali ini? Ia mengisyaratkan untuk membuka gumpalan kertas merah muda itu.
“I Love you, Please be mine~”
Sudah kuduga, ia pasti menuliskan kalimat seperti itu. Aku menoleh ke belakang. Sekilas pandanganku dan Amber bertemu. Ia bertanya dalam diam.
Tuk
Sebuah kertas merah muda lain mendarat di mejaku lagi.
“Jawablah…”
Aku membuka tutup pulpenku.
“Berhentilah.. “ aku menulis kalimat itu di bawah tulisannya.
Hup… Aku melempar kertas itu ke belakang.
“Ehem… Nona Jung dan Nona Choi? Apa yang sedang kalian lakukan?” suara berat Han Songsaengnim mengagetkanku. “Jika kalian sebegitu tidak tertariknya dengan mata pelajaranku, kalian bisa berdiri di luar.”
Sial… Ini semua karena yeoja itu.
Aku berjalan lunglai menuju pintu diikuti oleh yeoja itu. kulirik ia sekilas, tak tampak perasaan bersalah sama sekali di wajahnya. Ia malah tersenyum.
Haaaahhhh… hari ini benar-benar bukan hariku.
Kini kami sudah berdiri di luar kelas. Aku menatap dingin yeoja yang selama ini selalu berusaha mendekatiku. Aku tak mengerti mengapa ia begitu gigih meski telah beberapa kali aku tolak. Dia benar-benar merepotkan.
“So, Soojung-ah.. is it Yes or No?”
“Absolutely NO..”
“Khhhaaaahhh… Aku bingung mengapa kau selalu menolakku… Padahal aku ini kan sangat imut.” Ia mengerucutkan bibirnya. Err… Kuakui ia memang imut. “Katakan padaku apa alasanmu?” ia memegang pundakku memaksaku menatap bola matanya.
“……..”
“Kenapa kau hanya diam? Katakanlah! Apa aku kurang imut? Aku kurang tinggi?” oh god… yeoja ini benar-benar merepotkan…
“Berhentilah mengejarku…”
“Dan jika tidak, apa yang akan terjadi padaku?” ia menaikkan sebelah alisnya.
“Aku mencintai orang lain, jadi bisakah kau berhenti menggangguku?”
Ia terdiam… pegangannya pada pundakku melemah dan akhirnya ia melepaskan pegangannya pada pundakku.
End of Krystal POV
***
“Nona, seseorang menitipkan amplop ini kepada saya..”
“Siapa yang menitipkannya, ahjussi?” Krystal mengambil selembar Amplop yang diberikan oleh supirnya atau lebih sering ia panggil Kim ahjussi.
Lelaki paruh baya itu mencoba mengingat siapa yang menitipkan surat itu. “Saya fikir ia adalah teman sekolah anda, nona. Ia memakai seragam yang sama dengan anda.”
“Ah…” Krystal hanya menggangguk dan membolak balikkan amplop itu. berharap ada petunjuk tentang siapa pengirimnya. Namun nihil.. ia tak menemukan petunjuk apa-apa.
Dengan penasaran ia membuka amplop itu.
Deg…
Tangan yeoja cantik itu gemetar melihat apa yang ada di amplop itu.
“Ah-ju-ssi… Apa kau yakin jika dia adalah murid sekolah ini juga?
……..
…….
……
…..
….

..
.
T B C

Hai readersdeul tercintah~
Miss me????? Hahahahah….
Sorry baru bisa post SL dulu… buat GBF ato 7YoL-nya nyusul yak… hihihii…
Okey…. Pokoknya jangan lupa komen… karena komen kalian tuh obat paling mujarab saat gue lagi males nulis… wkwkwkwk…
See ya~

 

7 Years of Love (Sequel part 1)

Title : 7 Years of Love (Sequel part 1)

Author : llamaunyu1809 a.k.a Lee Eun Soo

Genre : Shojou Ai (Girl x Girl), drama

Cast : Kwon Yuri, Jessica Jung, Im Yoona and Seo JooHyun

 

Hope you like it and…

Happy reading.. ^,^

 

WARNING!!! GIRLS LOVE STORY

Don’t Like Don’t Read

Typo dan EYD bertebaran

 

 

-PLEASE COMEBACK TO ME-

 

Dalam benakku masih tertanam sejuta bayanganmu..

Redup terasa cahaya hati ini mengingat apa yang telah kau lakukan kepadaku…

Waktu berjalan begitu lambat mengiringi takdir hidupku..

Cukup lama aku tertahan dalam persimpangan masa silam..

Mencoba untuk melawan getir yang terus kukecap..

Mencoba untuk singkirkan aroma nafas tubuhmu yang mengalir mengisi laju darahku..

Semua tak sama.. tak pernah sama..

Apa yang ku sentuh.. apa yang ku kecup..

Sehangat pelukmu.. selembut belaimu..

Tak ada satupun yang mampu menjadi sepertimu..

Apalah arti hidupku ini? mengapa semua terasa sepi?

Segalanya luluh lemah tak bertumpu, hanya bersandar pada dirimu..

Tak bisa.. sungguh tak bisa…

Mengganti dirimu dengan dirinya…

.

.

.

.

.

.

.

.

Jessica duduk di ranjang dengan sprai putih yang sudah ditaburi kelopak bunga mawar merah diatasnya. Ia masih menggunakan gaun pengantinnya. Menatap kosong ke arah jendela.

Cklek..

Pintu kamar itu terbuka. Menampilkan sesosok yeoja berwajah malaikat yang sekarang sudah resmi menjadi istrinya itu. Im Yoona, ia juga masih mengenakan setelan putih yang membuatnya terlihat tampan meskipun sebenarnya ia adalah seorang yeoja.

Yoona membuka jas putihnya. Meletakkannya di sofa dan kemudian menghempaskan tubuhnya ke sofa putih di sudut kamar.

“Ternyata ini melelahkan juga….” Yoona memecahkan keheningan yang tercipta di ruangan itu.

Tak ada jawaban dari Jessica. Ia masih menatap kosong ke arah jendela.

“B-baiklah… ini sudah cukup malam dan kau pasti kelelahan, eonni. Aku akan tidur di kamar sebelah. Jaljayo.”

“Bukankah sekarang aku sudah menjadi istrimu?” belum sempat Yoona membuka knop pintu, ia terhenti karena perkataan Jessica. “Mengapa kau harus tidur di kamar lain?”

“Kufikir kau…”

Jessica tiba-tiba memeluk yeoja yang lebih tinggi darinya itu.

 

#Di tempat lain#

Eonni… Kau sudah terlalu banyak minum. Ayo kita pulang sekarang!” teriak yeoja berwajah polos yang duduk disamping yeoja berkulit kecoklatan yang masih terus meneguk gelas demi gelas berisi minuman beralkohol itu.

“Aku belum mabuk, Sooyeon-ah. Aku… aku belum mabuk.”

“Kau bilang kau belum mabuk? Kau bahkan salah mengenaliku, eonni. Aku Joohyun. Bukan Sooyeon eonni.” Batin yeoja berwajah polos yang sejak tadi setia menemani yeoja berkulit kecoklatan itu yang sekarang sudah benar-benar mabuk berat.

Merasa kesal dengan kelakuan yeoja berkulit kecoklatan itu, Seohyun menarik paksa Yuri untuk keluar dari klub malam itu.

“Mengapa kau menyiksa dirimu seperti ini, eonni? Aku benci melihatmu seperti ini.” Seohyun memapah Yuri yang kini masih bergumam tidak jelas.

“Kau yang menyiksaku, Sooyeon-ah. Kau jahat Jessica Jung Sooyeon. Aku harusnya membencimu. Tapi.. kenapa aku bahkan tidak bisa melupakanmu?” Yuri berteriak dengan gaya khas orang mabuk.

Eonni…”

“Lihat aku, Sooyeon-ah. Apa kau benar-benar sudah tidak mencintaiku lagi, huh?” Yuri yang sudah mabuk berat memegang pundak Seohyun dan membuat mereka saling berhadapan.

Chuuu

Yuri mencium Seohyun dengan kasar. Ciuman yang basah. Basah karena air mata kedua yeoja itu.

Plakkk

Seohyun menampar pipi Yuri setelah ia melepaskan ciuman mereka. Membuat yeoja berkulit kecoklatan itu kehilangan keseimbangan dan tersungkur.

“Kau benar-benar menyedihkan, eonni.”

***

Jessica POV

Ketukan pintu membuatku terpaksa bangun dari tidur lelapku. Sebenarnya mataku masih terasa amat berat untuk dibuka.

“Nona, Tuan dan Nyonya sudah menunggu untuk sarapan bersama.” Suara pelayan Kim terdengar dari balik pintu kamar ini.

Aku bangkit dari tempat tidur dan mendapati Yoona tertidur di sofa. Ia terlihat sangat menikmati mimpinya, terbukti karena ia tak bergeming mendengar suara pelayan Kim.

Aku membuka knop pintu.

“Yoong masih tertidur, aku akan membangunkannya. Setelah itu kami akan segera kebawah.” Aku berbisik pelan kepada pelayan yang sudah cukup berumur itu. Ia menganggukkan kepalanya dan berlalu dari hadapanku.

Aku menghampiri Yoona. Menepuk pelan pundaknya .

“Yoong, Ireona~”

Ia membuka matanya lalu menyunggingkan sebuah senyuman.

Good morning, eonni.” Ia bangkit dan duduk untuk meregangkan tubuhnya.

“Woah… Pengantin baru memang selalu bangun terlambat sehabis malam pertama.” Tuan Im atau sekarang harus ku panggil Appa menyeringai, ia meletakkan Koran yang tengah ia baca.

Kulihat wajah Yoona merona merah.

“Apa malam pertama kalian menyenangkan anak-anak?” kali ini giliran ibu mertuaku yang ikut bersuara.

“Yah!!! Appa! Eomma!” Yoona mengerucutkan bibirnya. “ Kapan kita mulai sarapannya jika kalian terus bertanya?”

Yoona menarikkan kursi untukku. Kami duduk bersebelahan.

“Apa Yoona melakukannya dengan kasar? Kau terlihat sangat lelah dan matamu juga sembab.”

A-ani.” Aku menundukkan kepalaku.

“Yah!! Eomma…. Kumohon jangan menanyakan hal semacam itu lagi kepada kami!”

Berbicara tentang malam pertama.. malam pertamaku dan Yoona dipenuhi dengan air mata dan isak tangisku. Jika kalian berfikir kami melakukan “itu” maka kalian salah. Bukan, bukan karena itu aku menangis. Sekarang aku merasa bersalah kepadanya. Sungguh, ia benar-benar yeoja yang baik. Bahkan ia tak marah sama sekali setelah aku mengungkapkan seluruh isi hatiku.

Flashback

Mianhae, Yoong. Aku.. Aku tidak bisa melakukannya sekarang.” Jessica semakin mempererat pelukannya pada Yoona. Air matanya sudah membasahi kemeja putih yang dikenakan Yoona.

Yoona hanya bisa memeluk balik Jessica dan mengelus punggungnya, mencoba menenangkan yeoja berambut blonde itu.

Gwaenchana…. Aku juga tidak akan memaksamu, eonni.” Yoona mempererat dekapannya.

“Aku…Aku masih mencintainya. Aku sudah berusaha untuk melupakannya dengan meninggalkannya dan mengabaikannya. Berpura-pura sudah tidak mencintainya. Tetapi itu semua tidak juga membuatku berhenti mencintainya. Hatiku benar-benar terasa kosong tanpanya di sisiku. Kau tahu Yoong? Nafasku tercekat ketika memberikan undangan pernikahan kita kepadanya. Ia terlihat sangat terluka, begitupun aku sebenarnya. Puncak penderitaanku ketika ia datang ke pernikahan kita , meski aku mencoba berpura-pura tegar didepannya, berpura-pura tersenyum bahagia didepannya, tetapi sesungguhnya akupun merasa sakit. Aku mungkin bisa membohonginya tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri. Aku… Aku benar-benar membutuhkannya, Yoong. Eottokhae? Eottokhae?” Jessica masih menangis dalam dekapan Yoona, menumpahkan seluruh isi hatinya yang selama ini ia pendam sendiri.

Flashback end

Setelah sarapan pertama bersama keluarga baruku. Aku dan Yoona bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Sebenarnya appa menawarkan untuk mengambil cuti dan pergi berbulan madu, tetapi aku dan Yoona menolaknya. Kami lebih memilih untuk tetap bekerja.

“Nanti kita makan siang bersama, ne?” ucap Yoona sambil memakaikanku seat belt. Sungguh, dia benar-benar yeoja yang sangat baik.

“Tapi sepertinya akan ada banyak hal yang harus ku kerjakan, Yoong. Nanti kau makan siang saja duluan.”

“Kau tidak boleh telat makan, eonni. Kalau kau sakit pasti aku juga yang akan repot.” Ia memandangku sejenak dan memasang wajah khawatir.

Gwaenchana, Yoong. Aku akan baik-baik saja.”

End of Jessica POV

***

Eonni, Ireona~” Seohyun mengguncang pelan tubuh yeoja berkulit kecoklatan yang masih tertidur setelah semalam ia mabuk berat. “Aishhh.. Jinja…”

Yeoja berkulit kecoklatan itu menggeliat di tempat tidur dan malah menarik Seohyun, membuat yeoja penyuka Keroro itu terjatuh ke pelukannya.

“Aku masih mengantuk, Sicababy.” Setengah sadar Yuri menggumamkan kata-katanya.

Eonni…. Aku Joohyun….”

Yuri membuka matanya. Menatap yeoja dipelukannya.

“Joohyun-ah….” Suara yuri terdengar serak.

Eonni… Kau harus bisa melupakan Sooyeon eonni.. Dia sudah menjadi milik orang lain.” Seohyun menatap sendu yeoja yang lebih tua darinya itu.

“Aku…. Aku tidak bisa, Joohyun-ah…” Yuri kembali menitikan air matanya untuk yang kesekian kalinya. “Aku sudah berusaha tapi aku… Aku…”

Gwaenchana. Eonni… Pelan-pelan saja.” Seohyun memeluk Yuri, menenangkan yeoja berkulit kecoklatan itu seperti yang biasa ia lakukan.

 

Yuri POV

Setelah Seohyun menenangkanku, perasaanku agak lebih tenang sekarang. Tetapi kepalaku masih terasa pusing, ini pasti sisa mabuk semalam. Sebenarnya aku tidak ingin berangkat kerja. Sungguh, aku benar-benar berantakan sekarang ini. Kalau bukan Seohyun yang memaksaku, aku mungkin akan mengurung diriku lagi seharian.

Aku berjalan ke ruang makan, kulihat Seohyun sudah menyiapkan beberapa makanan untuk sarapan kami. Ia tersenyum melihatku.

“Kau harus makan yang banyak, eonni. Kau terlihat sangat kurus.”

“Aku tidak lapar, Joohyun-ah.”

“Ya!!! Kau bahkan belum makan apa-apa sejak pulang dari pesta pernikahan Sooyeon eonni.” Seohyun menepuk pelan tanganku. Ia terlihat sangat khawatir.

Arra… Arra… aku akan makan.”

Seohyun memang yeoja yang baik. Tapi entah mengapa aku tidak bisa mencintainya seperti mencintai Jessica. Aku benar-benar tidak bisa menggantikan Jessica dengan yeoja manapun.

“Aku akan pulang terlambat, Joohyun-ah. Kau tak usah menungguku, arraseo?”

“Aku akan ikut denganmu, eonni. Sekarang ini kau benar-benar membuatku khawatir.”

“Tidak perlu.. aku akan baik-baik saja.” Aku berusaha menampilkan senyuman terbaikku.

“Tidak… Aku tidak akan membiarkanmu sendiri. Apanya yang akan baik-baik saja jika nanti kau akan ke klub malam itu lagi untuk minum.”

Hey, dari mana ia tahu bahwa aku akan kesana lagi? apa sekarang dia bisa membaca pikiranku?

“Kau itu sangat mudah ditebak, eonni.”

End of Yuri POV

***

Flashback

“Sooyeon-ah. Kau harus melakukannya. Ini untuk kebaikan kita semua.”

“Aku tidak bisa, appa. Aku mencintai orang lain. Aku tidak bisa menikah dengan orang itu.” Jessica menahan air matanya.

“Sooyeon-ah… appa mohon.. Jika pernikahan itu tidak terlaksana mungkin Jung Corp. akan bangkrut.”

Appa… Aku…” yeoja berambut blonde itu tak bisa lagi membendung air matanya.

Seobang. Jika suatu saat nanti aku meninggalkanmu apa yang akan kau lakukan?” ucap Jessica yang tengah berbaring di pangkuan Yuri.

Yuri yang sedari tadi mengelus kepala Jessica menghentikan aktifitasnya. “Apa yang kau katakan? Aku tak mau menjawabnya.”

“Aku kan hanya bilang “Jika”. Tapi jika saat itu datang, kumohon kau berjanji padaku…”

“Aku tidak mau…”

Seobang….”

“Sudah kubilang aku tidak mau. Aku tidak akan melepaskanmu.” Yuri mengelus lembut pipi yeoja yang sangat dicintainya itu.

Mianhae, Seobang.” Batin yeoja berwajah Barbie tersebut.

Flashback end

 

Jessica POV

Aku kembali teringat tentang malam itu. malam dimana semuanya berubah. Ketika appa memintaku untuk menikahi seseorang yang bahkan belum pernah kutemui. Beliau mengatakan bahwa itu semua untuk kebaikan semuanya. Tidak.. kurasa itu hanya untuk kelangsungan perusahaan ini. malam itu adalah terakhir kalinya aku berada dipelukan Yuri. aku menangis seharian setelah memutuskan hubungan kami. Itu adalah kali kedua aku menangis seperti itu setelah sebelumnya aku kehilangan Eomma.

Suara ketukan pintu sekretarisku membuyarkan lamunanku.

Miss… ah maksudku Mrs. Im.. Ini adalah laporan keuangan kita bulan ini. silahkan diperiksa kembali.” Ia meletakkan sebuah map berisi berkas laporan keuangan yang harus ku periksa di meja kerjaku.

“Hm…”

“Apa kau baik-baik saja, Jess? Kurasa kau tidak seharusnya masuk kantor sekarang. Kau baru saja menikah, apa kau tidak ingin berbulan madu?” Sekretarisku yang satu ini memang bukan sekretaris biasa. Ia adalah temanku sejak SMA. Tiffany Hwang.

“Aku baik-baik saja, Tiff.”

“Oh yeah, aku bisa melihatnya.” Ia mencibir perkataanku. “Kau terlihat sangat lelah, Jess. Kau butuh istirahat.” Sekarang ia menatapku khawatir.

Ne… Kurasa aku memang butuh istirahat, Tiff. Aku benar-benar lelah dengan semua ini.” Aku merebahkan kepalaku di meja.

“Semalam aku melihat Yuri di salah satu klub malam. Kebetulan aku dan TaeTae sedang ada disana. Kurasa dia mabuk berat. Seorang yeoja membawanya pulang. Apa dia kekasihnya?”

Deg..

Perkataan Tiffany membuat jantungku hampir lupa caranya berdetak.

Molla….” Aku berpura-pura tidak peduli pada topik pembicaraan ini.

“Tidak seharusnya aku mengatakan ini, mianhae.”

Gwaenchana…”

“Apa aku menganggu kalian?” Yoona tiba-tiba muncul di dalam ruanganku. Entahlah, aku tak tahu kapan ia datang.

“Tidak..” ucapku dan Tiffany berbarengan.

“Ahahaha.. baguslah…”

“Sebaiknya aku pergi. Permisi.” Tiffany mengerlingkan sebelah matanya sebelum meninggalkan ruanganku.

“Ada apa Yoong?” kulihat Yoona mengelus tengkuknya. Apa dia sedang merasa gugup?

“Bukankah tadi pagi aku bilang akan makan siang bersama?” Ia terlihat gugup. Seperti Anak SMA yang akan mengajak kencan orang yang ia suka.

”Aku sudah bilang, Yoong. Banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan.”

Mendengar jawabanku ia tampak sangat kecewa.

End of Jessica POV

***

“Joohyun-ah… Sudah kubilang aku tidak lapar.” Yuri menghela nafas karena yeoja disampingnya itu menarik paksa dirinya di tengah-tengah pemotretan.

“Kau boleh saja bekerja, tapi kau juga harus makan, eonni.”

“Aishhh… Jinjja.”

Seohyun menepikan mobil Yuri di sebuah restoran.

“Kenapa harus disini?” wajah Yuri berubah melihat dimana ia berada sekarang.

“Memangnya kenapa?” dengan wajah polosnya Seohyun menatap Yuri.

Aniya… Kita cari tempat lain saja.” Yuri menarik pelan tangan Seohyun.

“Tapi aku ingin makan disini, eonni..”

“Kenapa harus disini, Yoong?” Jessica menatap yeoja disampingnya itu dengan tatapan penuh tanya.

“Temanku bilang makanan disini enak jadi aku ingin mencobanya bersamamu, eonni.” Yoona menampilkan senyuman andalannya. Berbeda dengan Jessica yang kini terlihat murung.

***

Yuri POV

“Kau mau pesan apa, eonni?” kulihat Seohyun tengah membolak-balikan buku menu yang ada di atas meja.

“Aku tidak lapar, Joohyun-ah.”

Ia memasang wajah marahnya. Ia bangkit dari kursi dan berjalan meninggalkanku.

“Yah!!! Seo Joohyun.. Kau mau kemana?”

“Ke toilet…” Ia menjawab tanpa menoleh ke arahku. Apa dia marah?

Aku menatap ke luar jendela dan sebuah pemandangan yang tak pernah kuinginkan untuk ku lihat terpampang nyata.

Sooyeon dan yeoja itu…..

Mereka memasuki restoran yang sama denganku. Pandanganku dan Sooyeon bertemu. Tatapannya seperti… Merindukanku? Tidak… itu tidak mungkin.

Mereka berjalan medekatiku.

Annyeong, Yuri-ah.” Sooyeon menyapaku. Tangannya melingkar mesra di lengan yeoja bernama Im Yoona itu.

A-Annyeong.

Sial. mengapa mereka harus muncul disini? Apa mereka tahu bahwa kemesraan mereka perlahan-lahan membunuhku?

“Apa kau sendirian, Yuri-ah?”

“Aku bersama Joohyun.”

“Apa kami boleh bergabung?” Yoona, yeoja yang telah merebut Sooyeon-ku tersenyum ke arahku. Cih, aku benci melihat senyumannya itu.

“Jika kau keberatan kami akan cari tempat lain saja.”

“Tidak… Kalian boleh bergabung.” Bodoh… kenapa aku mengatakan itu?

Yeoja itu menarikkan kursi di depanku untuk Sooyeon-ku. Cih, aku benar-benar muak.

“Apa yang kalian lakukan disini?”

“Untuk makan siang.” Jawab mereka berbarengan.

“Bukankah kalian tidak seharusnya berada di sini? Maksudku, apa kalian tidak…… berbulan madu?” kulihat raut wajah Sooyeon berubah, seperti merasa tidak tenang.

“Masih banyak pekerjaan yang harus kami selesaikan disini. Jadi kami memutuskan untuk menunda bulan madu kami.” Yeoja itu menjawab.

“Ohhh.” Aku tersenyum canggung.

“Ah, aku permisi ke toilet sebentar.” Yeoja itu berdiri dan mulai beranjak meninggalkanku dan Sooyeon.

End of Yuri POV

 

Jessica POV

“Apa dia sudah gila?” Aku menyipitkan mataku dan memandangnya dengan penuh tanya. ”Maksudku, dia meninggalkan istrinya bersama mantan kekasihnya. Apa dia tidak takut jika aku akan menculikmu?” aku terkekeh mendengar ucapannya.

Aku… merindukannya. Merindukan semua yang ada pada dirinya.

“Kurasa kau tak akan melakukannya, Yuri-ah.”

“Aku bisa saja melakukannya… Jika saja kau masih ingin bersamaku.”

Deg….

Apa yang harus kulakukan?

“Yuri-ah. Kau terlihat sangat kurus.” Aku mencoba mengalihkan topik pembicaraan yang mungkin saja tiba-tiba merubah pikiranku. “Apa kau makan dengan baik?”

Kulihat Ia menghela nafas sejenak. Sebelum tangan hangatnya menggenggam tanganku. Kehangatan yang sudah lama aku rindukan kini menjalar ke seluruh tubuhku meski ia hanya menggenggam tanganku.

“Apa aku benar-benar sudah tidak ada di hatimu, Sooyeon-ah?” tatapan sendunya membuat pertahananku hampir hancur.

Aku terdiam sejenak.

“Aku tau kau masih mencintaiku, Sooyeon-ah. Kau selalu datang di dalam mimpiku. Aku….”

“Yuri-ah…” akhirnya hanya kata itu yang keluar dari mulutku.

Ia menatapku. Menunggu kalimat selanjutnya yang akan aku katakan.

Jessica POV end

***

“Aishhh… Kenapa noda ini tidak mau hilang?” Seohyun tengah membersihkan pakaiannya yang tadi secara tidak sengaja terkena tumpahan makanan yang dibawa seorang pelayan.

Cklek

Pintu toilet terbuka membuat Seohyun refleks melihat ke arah pintu. Matanya membulat melihat siapa yeoja yang baru saja masuk.

“Im Yoona? Apa yang dia lakukan disini?” batin Seohyun.

Yoona yang mungkin tidak begitu mengingat wajah Seohyun kini hanya berjalan tanpa tahu apa-apa menuju wastafel. Kini Ia berdiri di samping Seohyun.

“Apa yang kau lakukan disini, Yoona-ssi?”

Ne?” dengan wajah kebingungan Yoona menatap Seohyun. “Apa kita saling mengenal?”

“Aku Seo Joohyun, Kekasih Kwon Yuri.” dengan rasa percaya diri yang entah ia dapat dari mana itu, Seohyun mengucapkan apa yang biasanya sangat sulit untuk ia ucapkan. Kekasih seorang Kwon Yuri? tidak… itu tidak benar. Hanya dia yang mencintai Yuri. cinta bertepuk sebelah tangan?

Yoona terkejut dengan pernyataan yeoja disampingnya itu. ia mulai mengingat yeoja ini. yeoja yang datang ke acara pernikahannya bersama Yuri.

“Apa kau kesini bersama Sooyeon eonni?”

N-ne..

“Sooyeon-ah…. Kumohon.. kembalilah kepadaku.” Yuri masih menggenggam tangan yang sudah lama ia rindukan.

“Aku… Tidak bisa, Yuri-ah. Aku tidak…..”

“Tidak mencintaiku lagi? itukah yang ingin kau katakan? Jung Sooyeon, kita sudah bersama sejak kita kecil. Semudah itukah kau melupakanku?” tatapan sendu Yuri membuat yeoja di depannya itu memalingkan wajahnya.

Jessica tidak sanggup melihat wajah Yuri. wajah orang yang paling ia cintai. Wajah orang yang paling ia rindukan.

“Tatap aku, Sooyeon-ah.”

“Kau tidak mengerti, Yuri-ah.”

“Kau yang tidak mengerti, Sooyeon-ah!!!” Jessica tersentak. Ini adalah pertama kalinya Yuri membentaknya membuat setetes air mata mengalir tanpa permisi dari mata indah Jessica.

“Cukup Kwon Yuri-ssi!!!” Yoona mucul secara tiba-tiba. Di sampingnya berdiri seorang Seohyun.

“Ini bukan urusanmu!!” Yuri menatap tajam yeoja bermata rusa itu.

“Tentu saja ini menjadi urusanku, nona Kwon. Dia.. Yeoja ini adalah istriku.”

Yuri hanya tersenyum sinis setelah mendengar perkataan Yoona.

“Sooyeon-ah… Kau bilang bahwa kau sudah tidak mencintaiku bukan? Maka buktikanlah sekali lagi agar aku semakin yakin!” Jessica terkejut dengan apa yang baru saja Yuri katakan. “Aku yakin kau masih mencintaiku. Sooyeon-ah.”

“Baiklah..” Jessica menghempaskan tangan Yuri lalu menghampiri Yoona. Ia menarik tengkuk Yoona dan menempelkan bibirnya dan bibir Yoona. Jessica melumat bibir Yoona seakan-akan menikmati ciuman tersebut.

Yuri dan Seohyun membelalakkan mata mereka. Begitu pula dengan Yoona, ia terkejut dengan perlakuan tiba-tiba Jessica itu.

Jessica melepaskan ciumannya. Menatap Yuri dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.

“Lupakan aku, Yuri-ah.” Jessica menarik paksa Yoona meninggalkan Yuri dan Seohyun di dalam restoran.

“Dia… Benar-benar sudah tidak mencintaiku lagi, Joohyun-ah.” Yuri menundukkan kepalanya.

Eonni…” Seohyun mencoba mendekati Yuri.

Tanpa diduga, Yuri berjalan meninggalkan Seohyun.

Eonni… Yuri eonni!!! Tunggu!!!” Seohyun berusaha mengejar Yuri namun ia terlambat karena dengan cepat Yuri sudah mengendarai mobil BMW Z4-nya meninggalkan pelataran parkir restoran itu.

***

Suara isak tangis yang tertahan terdengar dari kamar pengatin baru itu. Yeoja yang lebih tinggi masih memeluk dan mencoba menenangkan yeoja dipelukannya yang belum berhenti menangis.

“A-ku me-rindu-kan-nya, Yoong.” Jessica masih terisak membuat perkataannya tersendat-sendat.

Eonni.. Kita sudahi saja pernikahan ini!”

Mwo?” Jessica menghapus air matanya lalu menatap yeoja bermata rusa itu.

Eonni… Aku tahu kau pasti sangat menderita. Aku sudah tidak sanggup melihatmu menderita, eonni.” Yoona menarik nafas sejenak. “Aku yang akan mengurus semuanya, eonni. Kau sebaiknya segera menemui Yuri!”

“Tapi appa tidak akan membiarkannya, Yoong.”

“Sudahlah, eonni. Aku yang akan mengurus semuanya. Jika yang kau khawatirkan adalah proyek Im Corp yang sekarang tengah dijalankan oleh perusahaanmu maka tak perlu kau fikirkan. Aku tidak akan membatalkan kontrak antara perusahaan kita. Kau tidak perlu khawatir!”

***

Perkataan Jessica masih terus berputar di kepala Yuri. kata-katanya seperti sebuah kaset rusak yang terus saja berputar. Sejak siang tadi Yuri memutuskan untuk berkeliling kota tanpa tentu tujuannya. Ia hanya terus memacu BMW Z4-nya hingga kini malam mulai menampakkan dirinya. Puluhan pesan dan panggilan tak terjawab di handphone-nya tak dihiraukan oleh yeoja berkulit kecokelatan itu.

Brak…

Yuri memukul setir mobilnya. Melampiaskan semua kekesalan dan rasa kecewanya.

Mungkin benar apa yang dikatakan oleh Seohyun, dia memang tak seharusnya bertemu lagi dengan Jessica karena itu hanya akan memperburuk segalanya. Tapi pertemuannya tadi siang bukanlah keinginannya. Itu adalah takdir. Dan sepertinya takdir begitu senang mempermainkannya.

Ia menginjak pedal gas hingga membuat kecepatan mobilnya sudah melampaui kecepatan aman berkendara. Emosi begitu menguasainya sekarang ini. bayangan orang yang begitu ia cintai dan sekaligus orang yang telah membuat hidupnya hancur selalu menghiasi pikirannya. Tak sedetikpun ia bisa melupakan yeoja bernama Jessica Jung itu.

BRAKKKK

Terjadi benturan yang sangat hebat antara sebuah mobil BMW Z4 dengan sebuah Truk yang datang dari arah yang berlawanan.

CKIITTTT

BMW Z4 itu berputar sebanyak tiga kali sebelum akhirnya menabrak pembatas jalan.

Sang pengemudi BMW Z4 itu terlihat tak sadarkan diri di dalam mobilnya. Di kepalanya yang terbentur setir mobil mengalir cairan kental berwarna merah.

 

Jessica POV

Aku tidak tahu apakah keputusanku dan Yoona untuk menyudahi pernikahan kami ini adalah keputusan yang baik atau tidak, mengingat pernikahan ini menyangkut perusahaan Appa dan Appa mertuaku. Aku yakin mereka tidak akan menyetujuinya. Tapi ini memang yang aku inginkan. Aku sudah tidak sanggup lagi untuk bersandiwara. Aku sudah tidak sanggup lagi membohongi perasaanku. Aku mencintai Yuri. hanya dia seorang. Bukan Yoona atau siapapun itu.

Tidak seperti biasanya, jalanan menuju apartemen Yuri cukup padat. Aku bahkan sudah terjebak di jalanan sejak tiga puluh menit yang lalu.

Kulihat sebuah ambulan dari arah berlawanan. Entah mengapa aku melihat ambulan itu berjalan dengan gerak lambat seperti yang ada di drama-drama picisan yang dulu sering Yuri tonton.

Deg…

Ada apa ini?

Bukankah seharusnya aku merasa bahagia karena sebentar lagi aku dan Yuri bisa bersatu kembali?

Tetapi… Perasaan tidak nyaman apa ini?

Sepertinya di depan baru saja terjadi kecelakaan. Aku melihat sebuah mobil BMW Z4 yang bagian depannya rusak parah kini sedang coba diangkut oleh para petugas.

Tunggu… BMW Z4?

Bukankah mobil Yuri juga…..

Tidak… Tidak mungkin… aku tidak boleh berfikiran seperti itu. Yuri-ku pasti baik-baik saja.

Setelah sampai di apartemennya, aku segera menuju ke lantai 9.

Ting…

Pintu lift terbuka.

Kulihat sosok yang akhir-akhir ini menemani Yuri –Seohyun- baru saja keluar dari apartemen Yuri dengan wajah yang panik.

Pandangan kami bertemu.

“Seo Joohyun-ssi. Ada apa?”

Ia Menundukkan kepalanya.

“Apa yang kau lakukan disini?” suaranya terdengar bergetar. Ada apa sebenarnya?

“A-aku ingin bertemu Yuri. Apa dia ada di dalam?” ia mengangkat kepalanya dan menatap tajam ke arahku.

“Ini semua salahmu, eonni. Jika saja tadi siang kalian tidak pernah bertemu maka semua ini tidak akan terjadi!”

Dia menangis.. Tetapi karena apa?

“Apa kau belum puas menyakiti Yuri eonni?”

“Seo Joohyun-ssi… Ada apa sebenarnya?”

“Sudahlah, tidak ada gunanya kita berdebat disini.” Ia berjalan meninggalkanku dan hampir memasuki lift.

“Tunggu!!! Kau mau kemana?”

“Seoul International Hospital..”

Jessica POV end

***

Beberapa lelaki dan wanita berseragam putih tengah mendorong sebuah brangkar yang baru saja di keluarkan dari mobil ambulan. Seorang yeoja terbaring lemas diatas brangkar itu. kepalanya masih mengeluarkan cairan kental berwarna merah. Mereka segera membawa brangkar itu ke dalam ruangan betuliskan “Emergency Room”.

Tak berselang lama setelah brangkar itu masuk ke dalam emergency room, dengan setengah berlari Seohyun menghampiri meja resepsionis.

“Apakah ada pasien bernama Kwon Yuri? Ia baru saja dibawa kesini. Ia korban kecelakaan yang terjadi di dekat apartemen Cheondamdong.” Ucap Seohyun tanpa jeda dan nafas yang masih memburu.

“Tenanglah nona. Akan saya cek terlebih dahulu. Anda bisa menunggu disana!”

Sambil mengambil nafas sejenak akhirnya Seohyun menuruti perkataan sang perawat. Ia menunggu di kursi yang disediakan.

“Nona, pasien yang anda maksud sedang dalam penanganan di emergency room. Anda bisa ikut dengan saya.”

Seohyun mengikuti perawat itu hingga di depan sebuah ruangan bertuliskan “Emergency Room

“Anda bisa tunggu disini, nona.” Setelah mengantar Seohyun, perawat itu meninggalkannya Seohyun sendiri.

Seohyun duduk dengan perasaan yang bercampur aduk. Ia benar-benar khawatir terhadap orang yang bisa dibilang adalah orang yang paling berharga dalam hidupnya sekarang.

Selain karena Seohyun sebatang kara, Yuri merupakan satu-satunya yang menerimanya saat semua orang meninggalkannya. Ketika karir Seohyun sebagai seorang model hancur hanya karena sebuah skandal murahan. Ketika ia dibuang begitu saja oleh agency-nya. Ketika itulah Yuri datang sebagai penolongnya. Membawanya ke dalam kehidupan barunya dan juga membawa separuh hatinya….. meskipun Yuri tak pernah bisa membalas perasaannya.

Suara derap langkah tergesa menghampiri ruang emergency room itu. dua orang yeoja tiba di depan Seohyun. Membangunkan Seohyun dari penelusuran masa lalunya.

Wajah Seohyun memerah, menahan amarahnya melihat siapa yang kini tengah berdiri di depannya. Seohyun bukanlah yeoja yang temperamental, ia jarang sekali menunjukkan emosinya. Tapi untuk kali ini ia tidak bisa menahannya.

“Apa yang kau lakukan disini?” Seohyun bangkit menatap garang yeoja di depannya.

“Bagaimana keadaaan Yuri?” Jessica menghiraukan tatapan mengintimidasi dari Seohyun. Yang ada di fikirannya sekarang hanyalah Yuri seorang.

“Apa urusanmu, eonni? Bukankah kalian tidak memiliki hubungan lagi?”

Memang benar, sekarang Jessica dan Yuri sudah tak memiliki hubungan apa-apa. Mengingat bahwa Jessica lah yang memutuskan hubungan mereka.

“Sudahlah, bisakah kalian berhenti berdebat? Ini di rumah sakit!” Yoona yang sedari tadi hanya diam menonton kedua yeoja di depannya itu merasa geram. “Bukankah sekarang yang terpenting adalah keadaan Kwon Yuri?”

Baik Seohyun maupun Jessica terdiam. Mereka sadar bahwa tak seharusnya mereka berdebat.

Mereka bertiga menoleh ketika pintu emergency room itu terbuka menampilkan seorang pria paruh baya yang mengenakan jas putih.

“Siapa diantara kalian yang merupakan keluarga pasien?” dokter itu berjalan sambil membenarkan jasnya.

“Aku kekasihnya.” Seohyun angkat bicara terlebih dahulu. Membuat jantung Jessica hampir lupa caranya berdetak.

“Baiklah… nona..” Pria paruh baya itu memberikan jeda pada kalimatnya.

“Seo JooHyun.” Jawab Seohyun tegas.

“Baiklah, Nona Seo Joohyun. Anda bisa ikut saya ke ruang dokter. Ada yang perlu saya bicarakan dengan anda.”

“Bisakah aku ikut, dok?” Jessica mengucapkannya dengan ragu. Ia tahu bahwa Seohyun tidak akan mungkin membiarkannya, mengingat reaksi awal Seohyun saat melihat kehadirannya disini.

“Untuk apa?” nada dingin Seohyun membuat Jessica merasa terintimidasi. Ini kali pertama ada orang lain yang bisa melebihi sikap Icy-nya.

Seohyun masih menatap garang Jessica. Ia benar-benar tak mengerti apa maksud yeoja blonde itu. satu yang tertanam di otaknya. Jangan biarkan yeoja blonde itu berada di dekat Yuri.

……….

……..

…….

……

…..

….

..

.

T B C

 

Halo readersdeul-ku yang manis2, kece2, dan unyu2…. Apa kabar semuanya?

Hihihihihihi…… karena kemaren banyak yang galau gegara ff ini. termasuk llama sih. Wakakakaakak… Jadi llama memutuskan untuk bikin Sequel-nya. Tadinya Cuma mau dibikin 1 part aja, tapi kepanjangan ternyata. Jadi kemungkinan bakal ada part 2-nya. Tapi llama gak janji bisa apdet secepatnya yak! Hihihihihihi….

 

7 Years of Love

Title: 7 Years of Love

Author: Llamaunyu1809 a.k.a Lee Eun Soo

Length: oneshoot

Cast: cari sendiri aja deh! >,<

 oke.. langsung saja…

Cekidot~

.

.

.

.

7 tahun yang telah kita lalui bersama…

Tak seorang pun menyangka kita akan berpisah semudah ini..

Namun. Kita sudah berakhir…

Semua kenangan lama kini telah pergi..

Kau masuk ke dalam hidupku..

Menguasai relung hatiku yang paling dalam..

Perlahan tapi pasti kau telah mencuri hatiku..

Awalnya kita hanya berteman lalu kita menjadi sepasang kekasih…

Mereka bilang akan terasa sangat sakit ketika mengatakan selamat tinggal..

Tetapi aku bahkan tak bisa merasakan sakit ini..

Aku hanya bisa menangis….

Ketika waktu terus saja berlalu….

Satu kalimat yang sukses membuat hatiku hancur berkeping-keping…

“Aku tak bisa bersamamu lagi.”

Sangat sulit menjaga persahabatan kita setelah kita berpisah… Kata-kata itu memang benar..

Hari demi hari berlalu setelah kau meninggalkanku…

Kau masih disampingku, tetapi rasanya sangat berbeda.

Kau begitu dekat namun tak dapat kugapai.

Walaupun sekarang aku sudah menemukan orang lain dalam hidupku..

Bahkan aku sudah menemukan cinta yang lain..

Tetapi mengapa ini terasa sangat berbeda?

Aku masih memanggilmu saat sedih dan menangis dalam diam…

Aku memintamu  agar kau juga harus menemukan orang yang tepat

Tetapi sejujurnya jauh dilubuk hatiku yang paling dalam aku tak pernah menginginkan itu terjadi.

Aku meyakinkan diriku sendiri bahwa mungkin kau masih mencintaiku.

Aku tahu…

Kau masih menyimpan kenangan kita…

Tetapi aku tahu juga bahwa tak ada yang bisa aku lakukan sekarang ini..

Kudengar kau akan segera menikah..

Aku tak bisa mengatakan apapun dan aku tak bisa bernafas untuk waktu yang cukup lama..

 Aku hanya bisa menangis sebanyak yang aku inginkan..

Aku Mencintaimu..

Aku benar-benar ingin mendengarmu mengatakan satu kalimat terakhir ini.. katakanlah bahwa kau masih mencintaiku juga..

Satu kalimat yang tidak akan pernah mungkin kudengar lagi.

 

 “Lihat, anak baru ini. dia berambut pirang. Dia pasti anak orang kaya. Ayo kita minta sedikit uang jajannya.” Beberapa namja kecil menjegat yeoja kecil berambut blonde.

“A-apa yang kalian inginkan?” ucap yeoja kecil berambut blonde itu ketakutan.

“Berikanlah kami sedikit uang jajanmu.” Seorang namja kecil memegang pundak yeoja kecil berambut blonde itu. sontak itu membuat yeoja kecil berambut blonde itu semakin gemetar.

“Kalian… berhenti mengganggunya.” Seorang yeoja kecil berkulit kecoklatan datang dengan gaya pahlawannya.

“Cih, Kau mau jadi pahlawan kesiangan?” seorang namja kecil berjalan mendekati yeoja kecil berkulit kecoklatan itu. namja itu melayangkan sebuah pukulan ke arah wajah yeoja itu.

Namun, dengan mudah yeoja itu menghindari pukulan itu dan balas menendang perut namja itu. namja itu sukses mendarat di atas lantai.

Melihat temannya terjatuh oleh seorang yeoja, tiga orang namja kecil lainnya maju berbarengan menyerang yeoja berkulit kecoklatan itu.

Bug..

1 orang namja terjatuh.

Bug..

1 orang lagi terjatuh.

Melihat teman-temannya kalah. Seorang namja kecil yang terakhir mengambil sebuah sapu yang berada di dekatnya dan mencoba melayangkan sapu itu ke arah yeoja berkulit kecoklatan itu.

Crak..

Yeoja itu menahan sapu itu dengan lengannya. Membuat sapu itu patah. Dengan satu gerakan cepat ia menendang namja itu.

 “Gwaenchana?” yeoja berkulit kecoklatan itu menghampiri yeoja berambut blonde yang masih berdiri mematung di tempatnya tadi.

“A-aku tidak apa-apa. Harusnya aku yang menanyakannya. Gwaenchana?” yeoja kecil berambut blonde itu menunjuk lengan kanan yeoja berkulit kecoklatan itu.

“Oh, hahahah.. Aku baik-baik saja. Ini tidak sakit sama sekali.” Yeoja berkulit kecoklatan itu menggerak-gerakkan tangannya menandakan bahwa tangannya tidak apa-apa. “Aku Yuri, Kwon Yuri.” ia mengulurkan tangannya yang sepertinya tidak benar-benar baik-baik saja. Terlihat dari tangannya yang gemetar ketika mengulurkan tangannya itu.

“A-aku Jessica.” Yeoja kecil berambut blonde itu menyambut uluran tangan yeoja berkulit kecoklatan itu. mereka saling tersenyum.

***

“Yuri-ah… Aku lelah..” seorang yeoja berambut blonde berjalan pelan karena sudah hampir tak sanggup melanjutkan perjalanannya. Ia meletakkan tasnya begitu saja di tanah lalu menjatuhkan dirinya sendiri. Dia duduk sambil mengatur nafasnya.

“Ayolah, Sooyeon-ah. Ini sudah hampir sampai diatas. Tidak lucu kalau kita kembali tanpa melihat pemandangan dari atas sana.” Yeoja berkulit kecoklatan yang berjalan didepannya berhenti dan berkacak pinggang.

yeoja berambut blonde itu mengatur nafasnya yang masih memburu. “Tapi aku sangat lelah, lagipula idemu ini benar-benar….”

“Ayo naik ke punggungku.”  Yeoja berkulit kecoklatan itu mengedepankan tas ranselnya agar bisa menggendong yeoja blonde itu.

“Tapi..”

“Sudahlah, ayo naik.”

Yeoja berambut blonde itu akhirnya menaiki punggung yeoja berkulit kecoklatan itu.

“Kau memang lemah, Sooyeon-ah.” Yeoja berkulit kecoklatan itu sukses medapatkan sebuah pukulan pelan di kepalanya.

Mereka sampai diatas gunung itu dengan selamat.

“Ini benar-benar indah, Yuri-ah.” Yeoja berambut blonde itu merentangkan kedua tangannya dan merasakan tiupan angin menerpa wajahnya.

“Sudah kubilang pemandangan disini memang indah.” yeoja berkulit kecoklatan itu tersenyum dan terus memandangi yeoja disampingnya itu.

 

***

 “Yuri-ah, bagaimana dengan yang ini?” yeoja berambut blonde membawa sepiring makanan yang bisa dibilang tak berbentuk itu kepada yeoja berkulit kecokelatan yang sudah menunggu di meja makan.

“Ya ampun, Sooyeon-ah. Apa kau ingin membunuhku dengan ini?” yeoja berkulit kecokelatan itu menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Biarkan aku saja yang memasak. Oke?” yeoja berkulit kecoklatan itu mengambil celemek yang dipakai yeoja berambut blonde itu.

“Apa yang bisa ku bantu?” yeoja berambut blonde itu mendekati yeoja berkulit kecoklatan yang tengah memotong-motong beberapa bahan makanan.

“Kau tak perlu membantu apa-apa. Cukup tunggu disana, arra?” yeoja berkulit kecoklatan itu mengelus pelan puncak kepala yeoja berambut blonde itu.

 “Ini enak sekali, Yuri-ah.” Yeoja berambut blonde itu begitu lahap menyantap omurice buatan yeoja berkulit kecoklatan itu.

 

***

“Sooyeon-ah, maukah kau menjadi kekasihku?” seorang yeoja berkulit kecoklatan berdiri di depan seorang yeoja berambut blonde.. “Jika kau bersedia, maka ambilah kalung ini.” Ia memegang sebuah kalung berinisial KYR.

Mian…” yeoja berambut blonde itu mendekati yeoja berkulit kecoklatan itu. ia menundukkan kepalanya.

“G-gwaenchana…” yeoja berkulit kecoklatan memaksakan sebuah senyuman. “Kita masih bersahabat bukan?” ia mengelus pelan puncak kepala yeoja yang ia cintai itu.

“Maafkan aku.. karena aku tak bisa menolakmu.” Tanpa diduga yeoja berambut blonde itu mengambil kalung ditangan yeoja berkulit kecoklatan itu lalu memeluknya.

Mereka bergandengan tangan sepanjang jalan. Mereka masing-masing mengenakan kalung dengan inisial KYR dan JSY. saling tersenyum satu sama lain.

“Aku mau kue coklat.” Yeoja berambut blonde itu merengek menunjuk sebuah kue coklat yang terpampang di etalase sebuah toko kue.

“Baiklah”

Mereka memesan sebuah kue cokelat. Sebenarnya hanya yeoja berambut blonde saja yang menikmati kue itu. sedangkan yeoja berkulit kecoklatan itu hanya memandangi yeoja didepannya itu sambil sesekali tersenyum melihat tingkah yeoja berambut blonde itu.

“Apa kau mau, Seobang?” yeoja berambut blonde itu menawarkan kue yang tersisa sedikit di piringnya.

Yeoja berkulit kecoklatan menggelengkan kepalanya. Ia bangkit dari kursinya dan mendekatkan wajahnya dengan wajah yeoja berambut blonde itu.

Chuuu

Yeoja berkulit kecoklatan itu sukses medaratkan sebuah kecupan singkat di bibir yeoja berambut blonde itu.

Ia melepaskan kecupannya dan tersenyum. “Ada sedikit krim di sudut bibirmu.”

Untuk beberapa saat yeoja berambut blonde itu hanya terdiam. Masih memproses apa yang baru saja terjadi.

“Yah!!! Kwon Yuri, ini di tempat umum.” Yeoja berambut blonde itu tersadar dan memukul lengan yeoja di depannya itu beberapa kali.

“Aww… awww.. sakit, baby.”

“Rasakan ini..” yeoja berambut blonde itu terus memukuli lengan yeoja berkulit kecoklatan itu.

Setelah merasa cukup lelah memukuli yeoja di depannya itu. kini yeoja berambut blonde itu duduk dan menarik nafas beberapa kali.

“Jadi kalau bukan di tempat umum aku boleh melakukannya lagi? Hahahahah…”

 

***

Seobang. Jika suatu saat nanti aku meninggalkanmu apa yang akan kau lakukan?” ucap Jessica yang tengah berbaring dipangkuan Yuri.

Yuri yang sedari tadi mengelus kepala Jessica menghentikan aktifitasnya tersebut. “Apa yang kau katakan? Aku tak mau menjawabnya.”

“Aku kan hanya bilang “Jika”. Tapi jika saat itu datang, kumohon kau berjanji padaku…”

“Aku tidak mau…”

Seobang….”

“sudah kubilang aku tidak mau. Aku tidak akan melepaskanmu.” Yuri mengelus lembut pipi yeoja yang sangat dicintainya itu.

Mianhae, Seobang.” Batin yeoja berwajah Barbie tersebut.

***

“Sooyeon-ah, mengapa kau lakukan ini? aku benar-benar mencintaimu..”

“Maafkan aku, Yuri-ah. Aku.. aku tak bisa meneruskan hubungan ini.” Jessica menundukkan wajahnya. Tak kuasa menatap yeoja yang tengah menahan tangis didepannya.

“Ini hanya lelucon bukan? Katakan kau tidak benar-benar akan meninggalkanku.” Tangis yeoja berkulit kecoklatan itupun akhirnya pecah.

“Aku tak bisa bersamamu lagi..” yeoja berambut blonde itu melepaskan kalung berinisial KYR-nya lalu memberikan kalung itu kepada yeoja di depannya.

“Tidak… kau tidak boleh pergi.” Yeoja berkulit kecokelatan itu memeluk erat yeoja berambut blonde itu. “Aku tidak bisa melepaskanmu, Sooyeon-ah.”

“Maafkan aku, Yuri-ah.”

***

“Sooyeon-ah…”

“Aku mencintaimu, Sooyeon-ah”

“Kembalilah… Sooyeon-ah…”

Yeoja berkulit kecokelatan itu masih mengurung dirinya dikamar. Hari-harinya sudah cukup kelam setelah ditinggal oleh Jessica. Setiap malam ia selalu menangis dalam diam.  Memanggil yeoja berambut blonde itu ketika ia terlelap.

 “Eonni…” sebuah suara lembut menginterupsi yeoja berkulit kecoklatan itu. ia menoleh dan mendapati yeoja cantik yang akhir-akhir ini menemaninya.

“Aku… Aku tidak bisa melupakannya, Juhyun-an. Aku terlalu mencintainya.”

 

***

“jadi ini kekasihmu? Dia sangat cantik, Yuri-ah.” Seorang yeoja berambut blonde memperhatikan yeoja berwajah polos yang baru saja datang.

“Namaku Seo Juhyun.” yeoja berwajah polos itu membungkukkan badannya di depan dua yeoja lainnya.

“Baiklah, aku masih ada rapat setelah ini. aku duluan yah!” sang yeoja berambut blonde bergegas meninggalkan tempat itu. meninggalkan yeoja berkulit kecoklatan yang terus memperhatikannya meski dia terus berjalan menjauh.

***

“Ini undangan pernikahanku, Yuri-ah. Kau harus datang.” Yeoja berambut blonde itu tersenyum lembut ke arah yeoja berkulit kecokelatan itu.

Dengan ragu-ragu yeoja berkulit kecokelatan itu mengambil undangan pernikahan orang yang masih ia cintai itu.

“Kenapa ini semakin membuatku sesak, Juhyun-ah.” Yuri menangis sejadi-jadinya di pelukan yeoja berwajah polos itu.

“Gwaenchana, eonni.” Seohyun semakin mempererat pelukannya pada Yuri. mencoba membuat Yuri lebih tenang.

***

Yuri POV

Aku berdiri seperti orang bodoh disini. Melihatmu menggandeng yeoja lain disana. Yeoja bernama Im Yoona itu telah berhasil merebut hatimu.Kau terlihat sangat bahagia bersanding dengan yeoja itu.

“Kau harus segera menyusulku, Yul.” Dengan balutan gaun pengantin yang sangat indah itu kau tersenyum kepadaku.  Senyuman yang menyayat hati. Membuat lukaku yang masih menganga semakin terasa nyeri.

Akulah yang seharusnya berada disampingmu. Akulah yang seharusnya menggandengmu dengan mesra disana. Aku… harusnya aku.

Aku masih mengingat kata-katamu tiga tahun yang lalu..

Kau selalu Menjagaku.. karena aku sangat lemah..

Aku mencintaimu apa adanya..

Sangat menyenangkan bisa bersamamu..

Jadi kumohon jangan pernah berubah..

Aku mencintaimu Yuri-ah…

Apa kau benar-benar sudah tidak mencintaiku, Sooyeon-ah?

..

.

FIN

 or

TBC?

 

Wakakakakakakakak…. Ff macam apa ini??? XD

Okay.. ini emg absurd banget… tiba-tiba dapet ide buat bikin beginian..  ini terinspirasi dari FMV YulSic yang judul lagunya itu sama dengan judul ff ini… XD

jangan lupa komen yah… ^.^

See yah… :*

Girls Before Flower (Chap 6)

Author : Llamaunyu1809  a.k.a  Lee Eun Soo

Title : Girls Before Flower

Genre : Shojou Ai (Girl x Girl), Comedy, Romance

Rated : T ( belum kuat buat yang M ^_^)

Cast : Krystal Jung, Amber J. Liu as Lee EunYoung, Choi Sulli, Kwon Yuri, Im Yoon Ah, Jessica Jung, Park Luna, Seo JooHyun

Sub cast: Find it by your self!!!

 

Hope you like it and…

Happy reading.. ^,^

 

WARNING!!! GIRLS LOVE STORY

Don’t Like Don’t Read

Typo dan EYD bertebaran

Chapter 6

 

Krystal POV

Hari ini tepat seminggu setelah kepergian Luna eonni ke Perancis. Dan tentu saja akhirnya Sulli menyusul Luna eonni ke Perancis. Di sekolah tak ada yang berubah. Hanya saja akhir-akhir ini aku jarang melihat si bodoh itu. tunggu…

hey, apa aku merindukannya?

Tidak…

Tidak mungkin aku merindukan si bodoh itu. aku hanya merasa aneh karena si bodoh itu tidak melakukan hal-hal menyebalkan seperti biasanya. Ya, hanya sebatas itu saja. Tidak lebih.

Deg…

Baru saja aku memikirkannya dan si bodoh itu kini tengah berjalan ke arahku yang masih duduk santai di kursi taman. apa yang dia inginkan kali ini?

Aku memalingkan wajahku dan berpura-pura tak melihatnya. Berharap dia tidak benar-benar menghampiriku.

“Maafkan aku.”

Dan ternyata harapanku tak dikabulkan. Kini ia berdiri di samping kursi taman yang tengah kududuki sambil menundukkan kepalanya.

“Untuk?” aku masih tak mau menoleh ke arahnya.

“Untuk semuanya.” Aku meliriknya sekilas, ia masih menundukkan kepalanya.

Aku terdiam sejenak. Memikirkan apa yang harus ku katakan selanjutnya. Aneh bukan? Ia meminta maaf? Seseorang yang baru-baru ini kukenal sebagai orang paling angkuh di sekolah ini meminta maaf kepada seorang gadis biasa sepertiku yang pernah menjadi bahan lelucon untukknya? Atau… ini juga merupakan lelucon untuknya?

“Taman kota jam 2 siang. Aku akan menunggumu disana. Apa pun yang terjadi.” Setelah mengatakan itu kulihat ia beranjak pergi.

Apa-apaan dia? aku bahkan belum mengatakan bahwa aku sudah memaafkannya. Dan dia pergi begitu saja dengan sebuah pernyataan yang masih belum kumengerti.

Ia mengajakku berkencan?

Tidak…

Kurasa dia hanya akan mengerjaiku seperti biasa.

Sudahlah. Aku tak perlu memikirkannya.

Aku segera beranjak dari taman menuju kelasku karena pelajaran akan segera dimulai.

 End of Krystal POV

 

Miss Jung, Apa kau sudah sarapan?” tanya seorang yeoja tanned kepada yeoja yang lebih tua darinya itu.

Kini di the roses’ room hanya ada mereka berdua.

Jessica atau lebih sering dipanggil Miss Jung ini tak menjawab pertanyaan sang yeoja tanned itu.

Merasa tak digubris. Yuri berjalan mendekati  Jessica yang masih sibuk dengan buku tebalnya itu.

“ini.” Yuri menaruh sebuah kotak makanan berwarna pink di meja Jessica.

“Aku sudah sarapan, nona Kwon. Jadi kau tidak perlu repot-repot.” Ucap yeoja berwajah Barbie itu tanpa mengalihkan pandangannya dari buku tebalnya.

 

Jessica POV

“ini.” yeoja tanned itu menaruh sebuah kotak makanan berwarna pink di mejaku.

“Aku sudah sarapan, nona Kwon. Jadi kau tidak perlu repot-repot.” Ucapku tanpa mengalihkan pandanganku dari buku yang tengah ku baca ini.

You’re so mean, miss. Aku rela bangun lebih pagi hanya untuk menyiapkan ini.” kulihat ia mengerucutkan bibirnya.

Deg…

Ada apa dengan jantungku?

Mengapa jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya?

Aku berdiri dari kursiku karena kulihat dia semakin mendekat kepadaku.

“Ada apa miss?” ia menyeringai dan membuatku refleks berjalan mundur. Sial.. Mengapa aku  menjadi salah tingkah di depan seorang murid SMA.

“K-kemana Nona Im dan Nona Lee?” Aku mencoba mengalihkan pembicaraan.

Tapi sepertinya itu sia-sia. Ia tak menjawab. Aku terus berjalan mundur hingga terhenti oleh tembok. Sial.

Kini ia tepat berdiri di depanku. Jarak kami hanya beberapa jengkal.

Miss Jung…” Ia semakin mempersempit jarak diantara kami. “Mau kah kau menjadi kekasihku?” ia meletakkan tangannya di dekat telingaku.

Apa-apaan dia? aku ini seorang guru dan dia adalah muridku. Dan dia memintaku menjadi kekasihnya? Yang benar saja…

Aku menarik nafas. Mengumpulkan semua keberanian yang tadi sempat menghilang entah kemana karena yeoja ini.

“Kau tak sepantasnya mengatakan itu kepada gurumu, nona Kwon.” Aku menepis tangannya. Dan mencoba berjalan menjauh darinya. Tiba-tiba ia menarik tanganku dan itu membuatku kehilangan keseimbangan.

Brukkk…

Aku terjatuh tepat diatas yeoja ini. ia hanya memberikan senyum konyolnya. Aku mencoba bangkit tapi kedua tangannya melingkari pinggangku dan menahanku.

“Bagaimana dengan permintaanku tadi, miss?” ia menatapku dengan tatapan yang membuatku masuk kedalamnya. Aku… Terperangkap di dalamnya…

Oh god…

Apa yang harus ku lakukan?

Deg..

Deg..

Deg..

“A-aku tidak bisa. Aku ini gurumu jadi mana bisa menjadi kekasihmu?” Aku memalingkan wajahku darinya. Aku tak mau terlalu jauh terperangkap di dalam matanya.

“Hm, jadi itu satu-satunya alasanmu menolakku? Baiklah…” Ia tersenyum lalu tiba-tiba mengecup singkat bibirku.

Sial. anak ini benar-benar. Itu adalah ciuman pertamaku.  Aku ingin sekali menamparnya tetapi sekarang aku tak bisa melakukannya karena kedua tanganku tengah menopang tubuhku agar tak sepenuhnya menempel dengan yeoja ini.

Ceklek…

Kudengar suara pintu dibuka. Oh tidak…

“Uppsss… Maaf mengganggu.” Refleks aku menoleh kearah pintu dan kulihat Yoona dan Amber sudah berdiri disana dan bersiap menutup pintu lagi. sebelum itu terjadi aku memaksa untuk bangun dan untungnya yeoja ini langsung melepaskan tangannya yang melingkar di pinggangku.

“Apa yang kalian lihat barusan tidak seperti yang kalian fikirkan.” Aku membereskan blazer-ku yang sedikit berantakan. “ Sebaiknya kalian duduk di kursi masing-masing. Pelajaran akan segera dimulai.” Aku duduk di kursiku dan kulihat yeoja itu tengah duduk dilantai. “Kau.. Nona Kwon, cepat kembali ke tempatmu.” Ia hanya tersenyum dan mengerlingkan sebelah matanya lalu bangkit dan menuju kursinya.

 End of Jessica POV

***

Seorang yeoja tampan tengah duduk manis di sebuah kursi taman kota. Cuaca yang cukup mendung tak mengganggunya. Dia tetap duduk disana meskipun orang-orang mulai meninggalkan taman karena dirasa akan segera turun hujan.

Dan benar saja. Tak berselang lama rintik hujan satu persatu turun.

Yeoja tampan itu menengadahkan kepalanya. Merasakan satu persatu rintik hujan turun mengenai wajah tampannya.

***

Yoona POV

Berkumpul bersama keluarga adalah hal yang paling di dambakan oleh semua orang. Keluarga yang harmonis tentunya. Tak seperti keluargaku yang diluar terlihat baik-baik saja tetapi didalam terlalu banyak rahasia yang memuakkan. Sandiwara… itulah kata yang tepat untuk mendeskripsikan keluargaku. Keluarga ini hanyalah sebuah sandiwara. Dimana lelaki paruh baya di depanku ini berperan sebagai seorang “ayah yang baik”. Dan wanita ini menjadi “ibu yang baik”. Dan aku? Aku juga seharusnya berperan sebagai anak yang baik.

Aku bangkit dari kursi, hendak meninggalkan ruang makan yang terasa sepi ini. Aku merasa asing disini. Di keluargaku sendiri.

“Kau mau kemana, Yoong?” suara berat pria paruh baya itu menghentikan langkahku sejenak.

“Bukan urusanmu, Appa.” Aku berbicara santai dan memberikan penekanan pada kata “Appa”.

“Berhentilah berbuat onar, kau adalah penerus keluarga ini. mulai sekarang kau harus menjaga sikapmu.”

Cih, Keluarga… Keluarga macam apa yang dia maksud?

“Keluarga… Apa kau benar-benar menganggapku sebagai keluargamu, Appa?” Aku menoleh ke arahnya. “Kau.. ah.. Kalian bahkan tak pernah menginginkan keluarga ini bukan?”

“Tutup mulutmu!” ia bangkit dari kursi dan menggebrak meja makan.

“Sudahlah Appa.. Berhentilah bersandiwara… Aku sudah tau semuanya, Appa. Appa dan eomma tak pernah saling mencintai. Dan pernikahan kalian pun semata-mata hanya karena urusan bisnis. Aku bahkan tahu bahwa eomma…..” 

Plakkk

Pipiku terasa panas..

Cih, Aku hanya bisa tersenyum miris.

Aku segera meninggalkan ruang makan tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

Brakkkk

Aku membanting pintu mobilku. Menghempaskan tubuhku di kursi pengemudi. Menarik nafas dalam sebelum menyalakan mobilku.

Suasana kota siang ini agak tidak bersahabat. Hujan turun cukup deras. Kulihat banyak orang yang tengah berteduh di toko-toko pinggir jalan.

Aku memperlambat laju mobilku di depan sebuah toko roti. Toko roti ini… mengingatkanku akan yeoja itu.

“Selamat datang.” Sebuah suara lembut menyapa indera pendengaranku ketika membuka pintu toko ini.

Deg..

Yeoja ini……

End of Yoona POV

***

Krystal POV

Aku menopang daguku dengan tangan kananku, memandangi air yang turun kian banyak dari jendela kamarku.

“Apa yang sedang kau fikirkan, baby?” suara lembut Sica eonni membuyarkan lamunanku tentang si bodoh itu.

Benarkah si bodoh itu akan menungguku disana? Sejak kemarin aku tak bisa berhenti memikirkan ini.

“Bukan apa-apa, eonni.” Aku menoleh singkat ke arahnya dan memberikan senyuman andalanku untuk menyakinkannya.

 “Kau bahkan tak menjawab panggilanku yang pertama, Soojung-ah.” ia berjalan mendekatiku. “Dan kau bilang kau tidak memikirkan apa-apa?” ia mengelus pelan puncak kepalaku.

“Aku hanya memikirkan……” perkataanku terpotong karena getaran handphone Sica eonni.

Drrt drrt…

Kulihat wajah Sica eonni terlihat tegang setelah membuka pesan yang baru saja masuk ke handphone-nya.

“Soojung-ah. Eonni harus pergi.” Ia segera bergegas mengambil mantel cokelat kesukaannya dan berlari meninggalkanku sendiri di kamar.

Hhhhhh…

Aku kembali memandangi jendelaku yang kini sudah mulai berembun. Kembali memikirkan si bodoh itu lagi?

 “Taman kota jam 2 siang. Aku akan menunggumu disana. Apa pun yang terjadi.”

 Kata-katanya kembali terlintas di kepalaku.

Apa mungkin dia akan tetap menungguku? mustahil… Mana ada orang yang mau melakukannya. Kecuali dia cukup bodoh untuk menunggu seseorang dibawah guyuran hujan seperti ini. Tunggu…

Dia kan memang bodoh…

Aku segera bangkit dari kursi dan mengambil mantel putih yang tergantung di belakang pintu kamarku.

“Kau mau kemana, Soojung-ah?” eomma yang tengah duduk di ruang tamu memandangku bingung.

Aku mengambil payung yang tergeletak di lantai.

“Aku akan segera kembali eomma.”

End of Krystal POV

 

“Kau akan sakit jika tetap disana.” Seorang yeoja berteriak kepada yeoja tampan yang masih setia duduk di kursi taman di tengah guyuran hujan yang kian lebat.

Yeoja itu berniat memberikan payungnya kepada yeoja tampan di depannya itu.

Brakkk

“Aku tak membutuhkan itu.” yeoja tampan itu menepis payung yang hendak diberikan kepadanya itu.

***

“Jadi kau pemilik toko ini?” Yoona terlihat agak kaget mendengar pernyataan yeoja berwajah polos di depannya itu.

Yeoja berwajah polos di depannya hanya menganggukkan kepalanya dengan malu-malu.

“Lalu.. Bagaimana hubunganmu dengan namja itu? apa namja itu pernah menghubungimu lagi? atau dia benar-benar meninggalkanmu?” Yoona menyesap susu coklat hangat yang baru saja dia pesan.

Yeoja berwajah polos itu terdiam.

 Melihat perubahan raut wajah dari yeoja di depannya Yoona merasa bersalah karena menanyakan hal yang mungkin tak ingin lagi dibahas olehnya itu.

M-Mian… Aku tak seharusnya menanyakan hal itu.”

Gwaenchana…” yeoja berwajah innocent itu tersenyum.

“Sebagai permintaan maafku, Aku akan mengajakmu ke suatu tempat.”

“Tapi aku harus menjaga toko ini…”

“Aku akan membeli semua kue yang ada disini. Jadi kau bisa menutup toko ini lebih cepat dari biasanya.” Yeoja bermata rusa itu mengeluarkan sebuah ATM dari dompetnya.

***

Keheningan cukup lama menyelimuti Jessica dan seorang yeoja tanned yang kini tengah duduk berhadapan di sebuah restoran mewah. Alunan musik romantis tak membuat Jessica terhanyut dalam suasana romantis yang yeoja tanned itu coba ciptakan.

“Yang benar saja.. Apa maksud dari semua ini, nona Kwon?” Jessica berdiri dan menggebrak meja, membuat pengunjung lain menoleh ke arah mereka.

“Tenanglah miss, banyak yang melihat ke arah kita.” yeoja berkulit kecoklatan itu tersenyum, berlagak tak mengetahui apapun walaupun sebenarnya ini semua adalah rencananya. “Memangnya ada apa, miss?”

“Cukup bermain-mainnya, nona Kwon. Apa yang sebenarnya kau inginkan?” Jessica mengeluarkan Icy glare andalannya.

“Aku ingin Kau menjadi kekasihku dan berhenti menjadi guru di SM International School.”

Jessica menggertakkan giginya. Ia sudah cukup kesal dengan muridnya yang satu ini. ia hendak meninggalkan tempat itu namun sepasang tangan melingkari pinggangnya.

“Kau belum menjawabnya, miss.” Yuri meletakkan dagunya di pundak Jessica dan makin mempererat pelukannya di pinggang Jessica.

***

“Bodoh… Dia memang bodoh.” Krystal mendekati seorang yeoja tampan yang masih duduk di tengah guyuran hujan. “Hey, bodoh. Apa yang kau lakukan disini?”

Yeoja tampan itu menoleh ke arah sumber suara. seseorang yang dia tunggu akhirnya datang.  

“Kau ini benar-benar bodoh. Apa yang membuatmu begitu yakin jika aku akan datang kesini?”

“Aku tahu kau pasti datang.”  dengan Wajah yang terlihat pucat yeoja tampan itu masih bisa tersenyum. Senyum yang membuat siapa saja yang melihatnya akan terpesona.

.

.

.

T B C

 

Danshin? Pendek? Kayak Taeyeon ato Luna? Ah sudahlah.. yang penting llama apdet.. :3

pokoknya jangan lupa komen yah… ^.^

See yah!!! :*

Girls Before Flower (Chap 5)

Gambar

Author : Llamaunyu1809  a.k.a  Lee Eun Soo

Title : Girls Before Flower

Genre : Shojou Ai (Girl x Girl), Comedy, Romance

Rated : T ( belum kuat buat yang M ^_^)

Cast : Krystal Jung, Amber J. Liu as Lee EunYoung, Choi Sulli, Kwon Yuri, Im Yoon Ah, Jessica Jung, Park Luna, Seo JooHyun

Sub cast: Find it by your self!!!

 

Hope you like it and…

Happy reading.. ^,^

 

WARNING!!! GIRLS LOVE STORY

Don’t Like Don’t Read

Typo dan EYD bertebaran

Chapter 5

 

 

Krystal POV

Sebenarnya aku tidak terlalu mengerti permasalahan utama mereka. Yang dapat kutangkap adalah Sulli menyukai Luna eonni, dan Sulli berfikir mungkin Luna eonni menyukai Amber dan Amber… ah aku tak tahu apa sebenarnya yang ada di kepalanya itu. Dia itu sangat sulit untuk ditebak. Kadang bersikap baik dan kadang bersikap menyebalkan. Dan sepertinya kepergian Luna eonni membuat Sulli marah kepadanya dan kepada Amber juga. Karena hanya Amber yang mengetahui rencana kepergian Luna eonni ke Perancis. Cinta segi tiga kah?

Setelah kepergian Sulli dari tempat pesta kulihat Luna eonni hendak menyusulnya .

“Jangan.. Jangan sekarang! Dia butuh waktu sendiri, Sunyoung-ah.” Sebelum Luna eonni berhasil menyusul Sulli, Amber malah menahannya.

Kulihat ada raut kekhawatiran di wajah cantik Luna eonni.

“Tapi aku harus membicarakan sesuatu kepadanya.” Luna eonni menundukkan kepalanya.

“Hmmm… Apa kau lapar?”  setelah sekian lama terjadi keheningan di dalam mobil akhirnya dia memulai untuk membuka percakapan.

Ani…” aku menjawab singkat tanpa menoleh ke arahnya.

“Tapi aku lapar. Maukah kau menemaniku makan?”

 aku meliriknya sekilas. “Bisakah kita langsung pulang saja?”

Entah mengapa aku merasa sangat lelah.

“Oh baiklah..” sepertinya ia kecewa karena penolakanku. Ah, ya sudah lah. Yang terpenting sekarang adalah pulang ke rumah.

***

Sekarang adalah jam istirahat dan aku tengah berjalan-jalan di sekitar taman sekolah, aku melihat Luna eonni yang tengah duduk di bangku taman sekolah sambil membaca sebuah buku. Aku berjalan mendekatinya.

“Selamat pagi, eonni.” Aku tersenyum ke arahnya.

“Pagi..” ia mengangkat kepalanya dan membalas senyumku. “Apa semalam kau pulang dengan selamat ? Youngie mengantarkanmu hingga sampai ke rumah kan?” ia terkikik ketika mengatakan itu.

“I-iya…” aku tersenyum seadanya.

Sebenarnya aku menghampirinya bukan untuk membahas si bodoh itu. Tapi…

“Duduklah..” ia menepuk bangku taman itu, mempersilahkanku untuk duduk di sampingnya.

***

Author POV

Seorang yeoja berkulit kecoklatan tengah menikmati coffee milk-nya di bangku kantin tempat biasa The Roses’ duduk. Seorang yeoja cantik berwajah malaikat duduk disampingnya sambil menikmati beberapa potong sandwich. Dan seorang yeoja tampan duduk di depan kedua yeoja tadi sambil menyangga kepalanya dengan tangan kanannya.

“Setelah mendengar ceritamu tadi, sepertinya JinRi tengah salah paham kepadamu.” Setelah mengatakan itu sang yeoja berkulit kecoklatan menyesap kembali coffee milk-nya dengan santai.

“Salah paham? Apa maksudmu, noona?” yeoja tampan itu menegakkan tubuhnya lalu menatap yeoja berkulit kecoklatan itu dengan serius.

“Begini.. Kemungkinan JinRi menganggap Luna dan kau memiliki hubungan khusus karena hanya kau lah satu-satunya orang yang mengetahui rencana kepergian Luna ke Perancis. Kita tahu bahwa JinRi sudah lama menyukai Luna, bukan?”

“ahhh… anak itu..” Amber memijat pelan keningnya.

“Kau harus menjelaskan semuanya kepada bocah itu. sebelum kesalahpahaman ini semakin rumit.” Yuri menyesap habis coffee milk-nya.

“Aku masih lapar….” Gumam yeoja cantik berwajah malaikat yang sedari tadi sibuk dengan sarapannya dan tidak menghiraukan kedua sahabatnya yang tengah melakukan pembicaraan serius.

“Kapan sih kau itu merasa kenyang?” ujar Yuri dan Amber berbarengan lalu mereka bertiga tertawa bersama.

***

Krystal POV

“Aku tidak bisa..” Luna eonni menjawab sambil menundukkan kepalanya. “Ini semua sudah ditentukan. Aku tidak bisa merubah apapun.”

Aku memintanya agar membatalkan rencana kepergiannya ke Perancis. Aku tahu aku bukan lah siapa-siapa untuknya. Tapi aku melakukan ini semua bukan untuk diriku sendiri. Tapi untuk seseorang….

“Kumohon….”

“Aku tidak bisa….”

Kali ini aku bangkit dari bangku taman dan berdiri di depannya.

“Sekali lagi… Kumohon…” aku berlutut dihadapannya berharap dengan begini ia akan merubah pikirannya.

Ia bangkit dan menyuruhku untuk bangun. Namun, aku tidak bergeming. Masih berharap dia mau merubah pikirannya.

“Sudah kubilang… Aku tidak bisa…” aku mengangkat wajahku dan kulihat ia memalingkan wajahnya sambil mengepalkan kedua tangannya.

“Bangun!!!” sebuah suara yang beberapa hari ini sudah cukup kukenali terdengar tidak jauh dari tempatku. “Ku bilang bangun!!!” aku menoleh ke arah sumber suara dan menemukannya kini tengah berjalan ke arah kami.

“JinRi-ah..” gumam Luna eonni yang terlihat kaget melihat yeoja jangkung itu.

“Apa kau tuli, nona Jung?” wajah dinginnya selalu membuatku tak bisa bergerak.

Tanpa permisi dia menarik lenganku dan membuatku bangun.

“S-Sulli…” hanya itu yang bisa aku katakan.

“Ikut aku…” ia menarikku secara paksa. Meninggalkan Luna eonni yang terlihat masih terdiam di sana.

Ia terus menarikku sampai akhirnya kita sampai di atap sekolah.

“Apa yang tadi kau lakukan?” ujarnya setengah berteriak.

Ini adalah kedua kalinya aku melihatnya marah. Setelah semalam dan sekarang ia terlihat sangat marah kepadaku.

“A-aku…”

“Apa kau sudah gila?” belum juga aku selesai berbicara ia sudah memotong kata-kataku. “Kenapa kau memohon kepadanya? Kenapa kau berlutut di depannya?”

“Itu semua karenamu…” aku berteriak di depannya agar ia bisa berhenti berbicara dan mendengarkanku. “Bisakah kau mendengarkanku sebentar?” aku memelankan suaraku.

Ia hanya terdiam.

“Aku melakukan itu semua karena kau. Aku tahu kau menyukai Luna eonni dan kau tidak mau ia pergi ke Perancis. Jadi aku…”

“Aku tak pernah menyuruhmu untuk melakukan itu, dasar nona sok tahu.” Ia memalingkan wajahnya. “Kau bukanlah siapa-siapa. Kau tidak berhak mencampuri urusanku.”

“Tapi aku…”

“Aku tidak membutuhkan bantuanmu, nona sok tahu.” Kulihat sebulir Kristal mengalir dari sudut matanya.

“Aku tahu kau menyukainya. Lalu mengapa kau semudah itu melepaskannya? Aku hanya ingin membantumu. Aku tahu aku bukanlah siapa-siapa untukmu. Tapi aku….”

“Aku…. hanya takut….” Ia menoleh ke arahku dengan wajah berurai air mata. “Aku takut aku tidak bisa memilikinya. Aku takut aku tidak bisa memintanya tetap disini. Aku takut hanya aku yang merasakan perasaan itu. Aku tidak siap untuk kehilangannya. Aku.. aku..” ia terisak dan tidak bisa melanjutkan kata-katanya.

Tanpa sadar aku memeluknya. Aku ingin menenangkannya. Melihatnya yang rapuh seperti ini membuat hatiku pun ikut hancur.

“Tenanglah…” aku mengelus punggungnya.

Krystal POV End

 

Tanpa Krystal dan Sulli sadari ada seseorang yang sedari tadi melihat mereka dari balik pintu kaca. Seseorang itu meremukkan dua buah kaleng softdrink yang ia pegang.

“Kau harus berusaha mengejarnya..” Krystal melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Sulli dengan ibu jarinya.

Sulli tersenyum dan memeluk Krystal sebelum meninggalkannya sendiri di atap.

“hhhhh… Mengapa aku melakukan itu semua untuknya? Apa aku benar-benar jatuh cinta padanya?” gumam yeoja cantik itu sambil menengadahkan kepalanya ke atas. Menatap langit yang cerah.

“Sudahlah… Sebaiknya aku ke kelas.”

Krystal berjalan melewati pintu kaca. Ia tidak menyadari ada seseorang disana.

Setelah menuruni beberapa anak tangga, sebuah tangan menarik lengan Krystal dan membuat punggung yeoja cantik itu menghantam tembok.

“A-apa yang kau lakukan?” Krystal terlihat sangat kaget.

Orang itu mengunci kedua tangan Krystal membuat Krystal meronta.

“Lepaskan…” Krystal berteriak dan mencoba melepaskan diri namun orang tersebut terlalu kuat untuk seorang Krystal.

Orang itu mencoba mencium paksa Krystal namun Krystal menggerakkan kepalanya sehingga hanya mengenai pipi dan lehernya saja.

“Lepaskan….” Krystal berucap lirih. Ia menangis.

Orang itu melemahkan cengkramannya pada tangan Krystal. Lutut Krystal terasa lemas dan membuatnya jatuh terduduk sambil menutupi wajahnya yang berlinang air mata.

M-Mianhae….”

“A-Aku membencimu..” Krystal terisak.

Mianhae.. aku tidak bermaksud..”

Plakkkk

Sebuah tamparan mendarat mulus di wajah yeoja tampan itu.

Setelah menampar yeoja tampan itu Krystal berlari meninggalkannya sendiri disana.

Mianhae….” Lirih yeoja tampan itu.

Krystal berlari terburu-buru menuruni tangga, berharap yeoja tampan itu tidak akan mengejarnya. Bulir-bulir kristal bening mengalir ketika dia teringat kejadian tadi.

“Dia…. si bodoh itu berani sekali memperlakukanku seperti itu? Dia bahkan berhasil membuatku menangis. Dia adalah orang paling menyebalkan di dunia ini. Aku membencinya…… sangat membencinya.” batin Krystal.

Krystal memutuskan untuk pergi ke toilet terlebih dahulu. Ia menyalakan keran air. Membasuh wajahnya dengan air secara berkali-kali.  Melihat pantulan wajahnya dari kaca di depannya. Wajahnya terlihat tidak karuan.

***

Krystal POV

Pagi ini adalah hari keberangkatan Luna eonni ke Perancis. Kami –aku, si bodoh, Yuri dan Yoona eonni- sedang menemani Luna eonni di bandara. Luna eonni terlihat cemas menunggu seseorang. Ya, Sulli belum terlihat sejak tadi kami sampai di bandara bahkan sampai sekarangpun belum terlihat tanda-tanda keberadaannya.

“Kemana perginya si bodoh itu?” gerutu Yuri eonni yang sedari sibuk dengan handphone-nya.

“Mungkin dia sedang di perjalanan menuju kemari.” Si bodoh –Amber- mengatakan itu dengan gaya sok cool yang selalu dia lakukan. Cih, dasar menyebalkan. Sebenarnya aku muak melihat wajah si bodoh itu, semenjak kejadian di atap sekolah aku selalu menghindarinya.

“Apa kalian yakin dia akan datang?” kali ini Yoona eonni ikut bersuara setelah sejak tadi ia hanya sibuk memakan makanan ringannya. “Maksudku, apa kalian yakin dia tahu kalau sekarang adalah hari keberangkatan Luna? Ku rasa ia tidak tahu dan mungkin juga dia masih tertidur.” Perkataan Yoona eonni itu langsung mendapatkan tatapan mematikan dari Yuri eonni dan si bodoh itu. “A-aku hanya bilang MUNGKIN. Baiklah-baiklah aku tidak akan bicara apa-apa lagi.” Yoona eonni menundukkan kepalanya dan melanjutkan kegiatan memakan makanan ringannya.

“Kurasa dia pasti tahu.” Ucapku spontan membuat mereka melihat ke arahku.

Ketika pandanganku dan si bodoh itu bertemu aku langsung memalingkan wajahku. Aku masih belum mau memaafkannya.

“Kurasa sebaiknya aku segera menaiki pesawatku.” Ujar Luna eonni dengan nada kecewa.

“Apa kau yakin tidak mau menunggu sebentar lagi saja?” tanya Yuri eonni dengan wajah khawatir.

 “Hm, kurasa tidak perlu.”

“Baiklah, jika itu adalah pilihanmu. Selamat jalan dan Jaga kesehatanmu selama disana, arraseo?” Luna eonni memeluk Yuri eonni.

 Mereka melepaskan pelukan mereka. “Neomu gomapta.” Luna eonni tersenyum ke arah Yuri eonni.

“Selamat jalan, sunyoung-ah.” Kali ini giliran Yoona eonni yang mendapatkan pelukan dari Luna eonni.

Neomu gomapta.” Mereka melepaskan pelukan itu dan tersenyum satu sama lain.

“Hei, kau.. Kau harus menjaga kesehatanmu sendiri selama disana karena aku tidak ada di dekatmu lagi. dan jika terjadi sesuatu maka kau harus segera menelponku, arraseo?” kali ini si bodoh itu bersuara. Kulihat dia begitu mengkhawatirkan Luna eonni. Apa mungkin dia memang menyukainya? Ah, sudahlah.. itu bukan urusanku.

“Baiklah, Nona Lee.” Luna eonni terkikik saat mengatakannya.

Amber dan Luna eonni berpelukan cukup lama. Kurasa jika tidak ada suara panggilan untuk segera memasuki pesawat mungkin mereka tidak akan melepaskan pelukan itu.

“Ah aku lupa.” Luna eonni berjalan mendekatiku lalu memelukku. “Maaf…. dan terima kasih. Kuharap kau bisa menjaga ke empat bunga mawar yang belum mekar itu.” Aku tidak mengerti mengapa ia mengatakan itu kepadaku.

Luna eonni berjalan menjauh dari kami. Ia terus melambaikan tangannya sambil tersenyum.  Hingga akhirnya ia benar-benar telah menaiki pesawatnya.

“Bahkan sampai detik-detik akhirpun dia tidak datang.” ujar Yuri eonni dengan nada kecewa.

“Yeah, dia memang benar-benar bodoh.” Timpal si Bodoh itu.

cih, kau memanggilnya bodoh? Kurasa itu lebih cocok untukmu.

“Ya sudahlah, ayo kita pulang saja.”

Ketika kami hendak beranjak keluar dari bandara. Aku melihat seseorang yang tengah berdiri di balik tiang tak jauh dari tempat kami tadi.

“Tunggu, bukankah itu Sulli?” aku menunjuk ke arah tiang itu.

Kami segera menghampirinya. Kulihat dia tidak terkejut sama sekali dengan kedatangan kami.

“Apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak menghampirinya? Kenapa kau tidak memintanya untuk tetap disini? Atau setidaknya kau ucapkan selamat tinggal kepadanya?” aku memberikannya pertanyaan bertubi-tubi.

“Apa kau selalu cerewet seperti ini, nona Jung?” ia menjawab dengan nada tenang.

“Sebenarnya apa yang kau fikirkan? Ku fikir kau akan memohon agar Luna eonni tidak pergi ke Perancis! Tapi yang terjadi kau malah berdiri disini dan melihat kepergiannya begitu saja? Kau bilang kau akan-.” Perkataanku terputus karena dia menunjukkan sesuatu.

“Bisakah kau diam sebentar?” ia menunjukkan sebuah paspor dan tiket.

“Ahahaha… kau ini..” kompak Yuri dan Yoona eonni. Mereka menepuk kepala Sulli.

“Cepatlah kejar dia.” Si bodoh itu ikut menepuk kepala Sulli.

“Aku akan pergi dengan penerbangan berikutnya.”

..

.

T B C

 

Well, sebenernya llama mau ngepost ini tadi sore. Tapi karena tadi ada yang ngajak jalan jadi yah baru sekarang deh llama post.. hehehe…

Ngerasa familiar gak sama adegan di atap itu? yang suka nonton Meteor Garden pasti tau.. wkwkwkwkwk…

Udah ah, sekian cuap-cuap llama.

Jangan lupa komen yah…

See you…. :*

 

 

It’s Hard but Easy (chap 5)

Title : It’s Hard but easy

Author : llamaunyu1809 a.k.a Lee Eun Soo

Genre : Shojou Ai (Girl x Girl)

Rated : T ( belum kuat buat yang M ^_^)

Cast  :  Amber J. Liu as Lee EunYoung, Krystal Jung, Choi Sulli, Jessica Jung , Kwon Yuri

 

Hope you like it and…

Happy reading.. ^,^

 

WARNING!!! GIRLS LOVE STORY

Don’t Like Don’t Read

Typo dan EYD bertebaran

 

CHAPTER 5

 

 

“S-sulli-ah? Gwenchana?” Krystal bangkit dari sofa dan menghampiri Sulli yang masih berdiri.

“Ahhhhhhh..”. Sulli tidak menjawab pertanyaan Krystal. Erangannya terdengar semakin keras membuat Krystal semakin bingung dan panik.

Brukkk

Yeoja jangkung namun imut itu pun tumbang di pelukan Krystal.

“Oh.. No..”  Krystal mendesah pelan sambil tetap menahan tubuh Sulli. Ia memapah tubuh jangkung itu menuju Sofa pink di depan televisi. Tidak terlalu jauh dari sofa dimana Amber terbaring.

Krystal bergegas mengambil Handphone-nya.

Yeoboseo.. ahjumma.” Krystal berbicara dengan nada yang khawatir.

Yeoboseo, Soojung-ah. Ada apa nak?”

“S-sulli pingsan.”

***

Krystal POV

Beberapa saat setelah aku menelponnya, bibi Choi datang dengan wajah khawatir. Beliau segera membawa Sulli pulang. Bukannya aku tidak khawatir dengan keadaan Sulli, sungguh.. aku benar-benar khawatir dengan keadaan sahabatku itu dan aku pun ingin sekali merawat Sulli. Tapi, di sini masih ada satu orang lagi yang membutuhkan aku.

Aku meletakkan punggung tanganku diatas keningnya. Ternyata demamnya sudah agak turun sedikit. Ini semua berkat obat penurun demam yang aku dapat dari lemari Sica eonni.

Wajahnya terlihat sangat damai ketika sedang tidur seperti itu. Tanpa sadar aku mengelus pipinya dengan ibu jariku. Oh god… Dia benar-benar sangat tampan.

“EunYeonnie.. Mianhae…” sejak ia pingsan ia terus saja menggumamkan nama itu.. siapa EunYeon itu? apa dia begitu berarti untuknya?

Tiba-tiba saja ia menggenggam tanganku yang masih mengelus pipinya. Sontak saja itu membuatku sangat kaget. Kulihat matanya pun mulai terbuka.

“Suzy-ah.. Bogoshippo~..” ia semakin mengeratkan genggamannya pada tanganku.

Aku hanya bisa terpaku melihatnya yang kini semakin mendekatkan wajahnya pada wajahku. Sungguh, aku tidak bisa melakukan apa-apa. Aku benar-benar terhipnotis olehnya.

Chu~

Ia menempelkan bibirnya pada bibirku. Hanya menempelkan tidak lebih. Aku tidak membalas ataupun berusaha untuk melepaskannya. Aku benar-benar tidak tahu apa yang harusnya aku lakukan sekarang.

Setelah beberapa detik ia menciumku, ia kembali tertidur dengan wajah tanpa dosanya itu meninggalkanku yang masih terdiam dengan wajah yang bisa kutebak. Merah padam….

Krystal POV End

***

Sulli POV

Aku memaksa kedua mataku untuk terbuka dan alhasil kepalaku terasa sangat berat. Ku edarkan pandangannku dan yang kudapati adalah pemandangan kamarku. Kamarku? Tunggu.. kenapa aku bisa ada di kamarku? Seingatku tadi sore aku sedang berada di apartemen Soojung dan sekarang aku sudah terbaring di kamarku?

“Kau sudah sadar, nak?” sebuah suara yang sangat aku kenali menginterupsi acara tanya jawab di dalam otakku.

Ne, eomma.” Aku tersenyum lemah.

“Apa kepalamu masih terasa sakit?” ia mengelus lembut kepalaku. Hal yang selalu ia lakukan sejak aku kecil dulu, ketika kepalaku terasa pusing atau ketika aku merasa tidak nyaman . Tunggu.. sejak kecil? Kenangan yang aku ingat hanya ketika aku berumur 8 tahun.

“Sedikit..”

“Kalau begitu kau istirahat saja. Sebentar lagi dokter Han akan datang untuk memeriksa keadaanmu.” Ia hendak meninggalkan kamarku.

Eomma...” ia menoleh ke arahku sambil tersenyum.

“Bisakah aku melihat foto-foto masa kecilku?” ku lihat ekspresinya agak sedikit berubah.

“B-baiklah, eomma akan segera mengambilnya.”

Tak membutuhkan waktu yang lama untuk menunggu eomma kembali, ia membawa sebuah album foto.

Eomma… bukan foto-foto itu yang aku maksud.” Aku sudah tahu apa saja foto-foto yang ada dalam album itu. Foto-fotoku sejak umur 8 tahun sampai sekarang.

“A-apa maksudmu, nak?”

Kenapa eomma terlihat begitu gugup? Apa memang benar ada yang eomma sembunyikan dariku?

“Maksudku, foto-foto ketika aku lahir sampai berumur 7 tahun. Aku tidak pernah melihat foto-foto itu.”

“Ah, foto-foto itu.. Eomma rasa foto-foto itu tertinggal di rumah kita yang lama, nak.” Dilihat dari ekspresi dan gelagatnya, aku tahu pasti memang ada yang tengah eomma sembunyikan dariku.

Sulli POV end

 

Tok tok tok

Seorang lelaki paruh baya dengan jas putih tengah berdiri di depan kediaman keluarga Choi sambil sesekali mengetuk pintu rumah sederhana itu.

Tak lama berselang, bibi Choi membukakan pintu untuk lelaki paruh baya itu.

“Jadi, ada apa sebenarnya denganku, dok?” Sulli angkat bicara setelah diperiksa oleh dokter Han.

“Bukan penyakit serius. Kau hanya butuh banyak istirahat, JinRi-ah.” Pria paruh baya itu tersenyum dan mengelus kepala Sulli.

Setelah memeriksa Sulli, Dokter Han segera meninggalkan kamar Sulli bersama bibi Choi.

“Sepertinya dia sudah mengetahui sesuatu. Dia menanyakan foto-foto masa kecilnya. Aku benar-benar bingung harus berbuat apa, oppa.”

“Ku rasa akhirnya dia harus tahu yang sebenarnya, Sun Ri-ah.” Pria paruh baya itu menepuk pelan pundak bibi Choi.

***

Amber POV

Aku bermimpi melihatnya.. melihat Suzy. mengapa mimpi itu terasa begitu nyata. Sungguh, aku benar-benar merasakannya.

Perlahan aku membuka kedua mataku. Kepalaku masih terasa agak pusing. Ku edarkan pandanganku. Dan aku melihat seorang yeoja tengah tertidur dengan posisi duduk disampingku. Aku mencoba menajamkan penglihatanku. Hey, bukankah dia Krystal? Kenapa dia ada di sini? Di kamarku… ani… ini bukan kamarku. Dimana aku?

Yeoja di sampingku ini menggeliat dan menggumamkan sesuatu. Entahlah, aku tidak mengerti apa yang ia gumamkan. Dia terlihat sangat cute ketika sedang tertidur seperti ini. aku mencoba bangkit dengan perlahan agar tidak membangunkannya. Sedikit lagi dan aku akan berhasil bangkit dari sofa ini.

“Eh, kau sudah sadar?” ia sudah terbangun terlebih dahulu sebelum aku berhasil. -.-

Dengan wajah mengantukknya ia meletakkan tangannya di keningku.

Deg deg deg

Hei.. ada apa dengan jantungku?

Wajahnya terlalu dekat dengan wajahku membuatku semakin mengagumi kecantikkannya. Oh god… benarkah dia malaikat yang engkau kirimkan untuk menggantikan Suzy?

Mian..” dengan canggung ia melepaskan tangannya dan bergerak menjauh dariku. Ini hanya perasaanku saja atau memang wajahnya kini tengah memerah? “Sepertinya demammu benar-benar sudah turun. Apa kau mau kubuatkan sup?” ia bertanya dengan wajah yang tertunduk. Aigooo… dia ini benar-benar mirip dengan Suzy.

“T-tidak perlu. Sebaiknya sekarang aku pulang saja.” Aku hendak beranjak dari sofa tetapi dia bangkit terlebih dahulu seperti ingin menahanku.

“Tinggal lah sebentar lagi, aku akan membuatkanmu sup.” Ia bergegas menuju dapur meninggalkanku sendiri di ruang tengah apartemennya.

Baiklah, tidak ada salahnya bersantai disini sebentar. Aku kembali duduk di sofa sambil memeriksa ponselku. Ternyata hanya ada 20 panggilan tak terjawab dari daddy.  Sebelum aku menelponnya, kini sebuah panggilan masuk dari daddy tertera di ponselku.

Hello dad..”

“YA!!! LEE EUNYOUNG DARI MANA SAJA KAU INI? KENAPA BARU SEKARANG KAU ANGKAT TELPON DARIKU?” aku menjauhkan ponselku dari telingaku.

“Oh ayolah, dad. Aku sudah besar, bisakah kau berhenti mengkhawatirkanku secara berlebihan seperti ini?”

“Kalau saja sekarang kau ada disini, sudah kupastikan aku akan memukul kepalamu itu. dasar bocah nakal.”

Bukannya aku tidak suka dikhawatirkan, hanya saja menurutku ini sudah berlebihan.

Dad, I’m fine.”

“Hhh.. baiklah.. aku percaya. Kuharap kau tidak telat untuk makan malam, nak.”

Okey..”

Mungkin orang lain akan mengira aku adalah anak yang tidak menyayangi ayahku karena sikap dinginku. Tapi itu semua salah. Aku sangat menyayangi keluargaku hanya saja aku tidak terlalu pandai untuk mengekspresikannya. Sungguh, aku benar-benar menyayangi ayahku.

Love you, dad.”

Love you too, honey.” Setelah mengatakan itu, daddy memutuskan sambungan telponnya.

Aku berjalan menuju lemari pajangan. Disana terdapat beberapa foto yang terpampang. Mulai dari foto Krystal sendiri, fotonya bersama kedua orang tuanya, fotonya bersama dua yeoja yang terlihat lebih tua darinya, dan fotonya bersama seorang yeoja jangkung yang akhir-akhir ini sering  bersamaku, Sulli.

haha.. Krystal sangat imut ketika masih berumur 8 tahun. Setelah mengamati beberapa foto, aku berniat untuk kembali duduk di sofa. Tapi sebuah foto membuat jantungku seakan berhenti berdetak. Sebuah foto masa kecil Krystal bersama gadis kecil yang sangat ku kenal.

“Supnya sudah jadi. Kemarilah.” Aku menoleh sebentar ke arah Krystal yang kini berdiri tak begitu jauh dariku, ia masih mengenakan celemeknya. “Ada apa? Mengapa kau memandangku seperti itu?”

“S-Siapa gadis kecil yang bersamamu di foto itu?”

….

..

.

.

.

.

T B C

 

Apa kabar readersdeul sekalian? Llama harap kalian baik-baik saja. Maap karena llama gak apdet2. Itu semua karena kesibukan di akhir taun. Maap juga kalo banyak typo….

Tadinya llama mau sekalian apdet GBF….. tapi…..

Tapi ntar aja deh.. hihihihi…

Yaudah deh… segitu aja pidato dari llama…. Llama mau lanjutin nangis di pojokan lagi karena Yoong udh punya pacar…. :’(

eh iya ampe lupa… Happy New Year!!!!! yah walaupun udah telat tapi kan masih ada lah suasana taun barunya… ^.^

Jangan lupa komen ya….

See you…. :*

Secret Love (Chapter 1)

Annyeong readers… ^,^

Apa kabarnya?

Hihi.. bukannya lanjutin ff sebelum2nya tapi llama malah bawa ff baru. Maaf ya.. XP

Tapi semoga readers suka ya! Okelah… langsung aja..

Cekidot….

 

Title : Secret Love

Author : llamaunyu1809 a.k.a Lee Eun Soo

Genre : Shojou Ai (Girl x Girl)

Rated : T ( belum kuat buat yang M ^_^)

Cast  :  Amber J. Liu, Krystal Jung, Choi Sulli, Bae Suzy, Jessica Jung and Kwon Yuri

 

Hope you like it and…

Happy reading.. ^,^

 

WARNING!!! GIRLS LOVE STORY

Don’t Like Don’t Read

Typo dan EYD bertebaran

 

“AMBER!!!” sekumpulan yeoja tengah berlari sambil meneriakkan sebuah nama.

“Sial. Dari mana mereka tahu bahwa aku akan datang pagi?!.” runtuk seorang namja oh bukan, itu adalah seorang yeoja tampan yang kini menjadi target buruan dari sekumpulan yeoja tadi.

Yeoja tampan itu berlari sekuat tenaga demi menghindari fans-fansnya itu. Berhubung ia adalah kapten tim basket di sekolahnya ini dan tentu saja ia pasti sering berlari di lapangan basket, maka ia dengan mudah bisa kabur dari mereka.

Ia begegas menuju tempat tujuannya. Atap sekolah. Ia memandang ke sekitar. Dan di sana memang sepi. Ia menghela nafas lega.

Amber POV

Aku menyandarkan tubuhku di tembok. Memejamkan mataku.

“Dikejar lagi? Dari mana mereka tahu kalau kau akan datang pagi?” sebuah suara yang sangat familiar terdengar tidak jauh dari tempatku. Aku tersenyum.

“Yeah, kau pasti sangat mengerti keadaanku, Princess.” Aku berjalan menghampiri sumber suara itu.

“Itu karena salahmu sendiri. Mengapa kau bisa setampan itu?!” ia terkikik melihatku. Oh god. She’s so cute.

“Hei, itu bukan salahku. Aku memang terlahir seperti ini, Princess.” Aku berlagak cool di depannya.

“Issshhh, hentikan itu, Liu. Aku tidak akan terpengaruh dengan pesonamu..” Ia memukul pelan lenganku.

“Oh, benarkah?” Aku mendekatkan wajahku dengan wajahnya. “Apa kau lupa, princess? Kau bahkan sudah jatuh ke pelukanku.” Aku berbisik lembut. Bisa kutebak pasti wajahnya memerah sekarang dan sebentar lagi aku akan mendapatkan hadiah darinya…

Bugh..

 Setelah mendaratkan sebuah pukulan di perutku kini ia menatapku dengan tatapan marah. Hahaha.. aku suka sekali melihatnya seperti ini.

“Hei, hei.. kenapa kau selalu memukulku? Pukulanmu itu sakit sekali.” Aku membungkukkan badanku dan memegang perutku.  Berpura-pura kesakitan di depannya.

“Kau fikir aku akan percaya dengan aktingmu itu?” aku menegakkan tubuhku dan tersenyum dorky.

“Tapi itu benar-benar sakit, SooJung-ah.” Aku memasang puppy eyes ah bukan tapi llama eyes andalanku.

“Benarkah? Apa aku terlalu keras memukulmu?” ia terlihat khawatir dan segera mengelus lembut perutku.

“Ahhh… Appo~” ia masih mengelus perutku. Apa aku berpura-pura pingsan saja ya? Supaya dia memberiku nafas buatan?

Mianhae..” ia menatapku dengan tatapan bersalah. “Harusnya aku tidak memukulmu. Harusnya kita menikmati kebersamaan kita ini, chagi.” Ia menundukkan kepalanya membuat rambut panjangnya itu menutupi wajah cantiknya. “Padahal kita sangat susah untuk menghabiskan waktu bersama tapi setiap kali kita berdua aku sering sekali memukulmu. Aku bukan kekasih yang baik.”

“Hey, ada apa denganmu, Princess?” aku memeluknya. “Aku tidak pernah merasa keberatan jika yang memukulku itu adalah kau. Aku rela menjadi target pukulanmu, princess.” Aku mengelus kepalanya.

“Tapi aku-“

“Kau adalah anugrah terbaik yang aku miliki. Jadi jangan pernah menyebut dirimu adalah kekasih yang buruk lagi. Okey?” aku mencium puncak kepala yeoja yang sangat aku cintai ini.

“Harusnya kita bisa melakukan hal-hal menyenangkan seperti pasangan lainnya. Berkencan, makan bersama, pulang bersama dan hal-hal lain yang biasa dilakukan oleh sepasang kekasih.” Ia merebahkan kepalanya di bahuku. “Tapi kita tak bisa melakukan semua itu.”

Aku melepaskan pelukanku dan membuatnya menatap bingung ke arahku.

“Suatu saat nanti kita pasti bisa melakukan semua itu. Jadi kau tidak boleh bersedih lagi. Arraseo?” aku mengecup singkat bibirnya.

End of Amber POV

Teeetttttt

Bel masuk berbunyi membuat beberapa siswa yang masih berada di luar sekolah berlari sekuat tenaga agar tidak terlambat.

Tidak berbeda dengan Amber dan Krystal yang kini tengah berlari kecil menuruni tangga menuju kelas mereka.

Jika di depan umum Krystal dan Amber berpura-pura tidak saling mengenal. Ini semua mereka lakukan karena mereka memang sengaja menyembunyikan hubungan mereka. Mereka menyembunyikan hubungan mereka karena kedua orang tua mereka merupakan musuh bebuyutan sejak dulu. Bukan hal mudah bagi mereka menjalin hubungan karena keluarga mereka saling membenci. Ya, bisa dibilang kisah cinta mereka itu seperti Romeo dan Juliet.

Di kelas pun mereka duduk berjauhan. Amber di sudut kiri belakang sedangkan Krystal di sudut kanan depan.

***

“Hei..” seorang yeoja cantik menepuk pelan punggung Amber yang kini tengah menikmati jus mangga-nya di kantin.

“Hei..” Amber menoleh sebentar lalu kembali menyeruput jus-nya.

“Apa kau sudah makan?” yeoja cantik itu kini duduk disamping Amber.

“Aku tidak lapar.” Jawab Amber tanpa melihat lawan bicaranya.

Disisi lain kantin Krystal terus memperhatikan gerak-gerik Amber dan yeoja disampingnya itu.

“Harusnya aku yang ada disampingnya.” Ia mengerucutkan bibirnya.

“Kau itu, kenapa selalu cemberut ketika aku melihatmu?” seorang yeoja jangkung berwajah imut mengacak rambut Krystal.

“Ya!! JinRi-ah kau membuat rambutku berantakan.” Krystal menatap yeoja jangkung itu dengan sebal.

Yeoja jangkung itu hanya tertawa melihat ekspresi Krystal.

***

Krystal POV

Memiliki kekasih namun seakan tidak memilikinya. Mencintai seseorang namun seakan tidak mencintainya. Aku selalu berharap bisa melakukan hal-hal yang biasanya selalu dilakukan oleh sepasang kekasih dengan yeoja itu. Yeoja tampan yang kini tengah menggiring sebuah benda bulat berwarna oranye. Namun, sampai sekarang itu semua masih menjadi sebuah mimpi yang belum tercapai. Aku tidak pernah menyesal karena mencintainya. Sungguh aku tak pernah menyesali hubunganku dengannya.  Ia adalah sebuah anugrah untukku. Siapa yang tidak bahagia menjadi kekasih seorang kapten tim basket yang tampan itu? bahkan hampir seluruh yeoja di sekolah ini memuja ketampanannya. Tapi terkadang aku merasa risih karena banyak gadis-gadis centil yang selalu menggoda kekasihku. Aku memang tidak secara terang-terangan memperlihatkan rasa cemburuku karena aku tahu itu hanya akan membahayakan hubungan kami. Kenapa keluarga kami harus saling bermusuhan?

“Ini..” ku lihat yeoja yang kutahu bernama Suzy itu memberikan botol air mineral kepada kekasihku.

Yeoja itu yang menurutku paling berbahaya. Dia selalu menempel pada kekasihku. Aku benci melihatnya berlagak sok manis di depan kekasihku. Walaupun aku tahu Amber tak pernah sekali pun membalas perhatian yeoja itu tapi.. aku merasakan sesuatu yang buruk tentang mereka. Bukannya aku tidak percaya pada Amber-ku tapi aku tidak mempercayai yeoja itu.

Seobang, ini minumnya.” Yeoja disampingku yang lain dan tak bukan adalah kakakku. Jessica Jung si Ice Princess SM International School. Sikapnya akan berubah sangat manis kepada yeoja di depannya itu. anggota tim basket yang cukup terkenal juga. Kwon Yuri. yeah, ku akui kami memang tak pernah salah dalam memilih kekasih. Karena kami –Jung Sister- populer maka kami selalu mendapatkan kekasih yang populer juga.

Thanks, baby.” Yuri eonni tersenyum ke arah Sica eonni dan mengelus lembut kepala Sica eonni.

Aishhh.. aku bisa gila jika harus terus melihat kemesraan dua sejoli ini. aku sangat iri kepada mereka berdua yang bisa bebas mengekspresikan perasaan mereka karena keluarga Yuri eonni dan keluargaku adalah rekan bisnis. Berbeda denganku dan Amber. Hubungan kita hanya kita yang tahu. Bahkan Sica eonni pun tidak mengetahuinya.

Aku mengalihkan pandanganku ke arah dimana kekasihku berada barusan.

Ia tengah mengelap peluhnya dengan handuk berwarna pink dengan inisial JSJ tertulis di tengahnya. Ya, itu adalah handuk pemberianku.

Priiitttt

Peluit berbunyi tanda mereka harus melanjutkan latihan hari ini. Amber berjalan menuju lapangan. Sekilas mata kami bertemu dan ia tersenyum ke arahku.

Walaupun ini hanya latihan tetapi bangku penonton cukup penuh oleh para siswi yang sebagian besar adalah fans Amber. Kekasihku. Aku ingin sekali berteriak bahwa Amber adalah milikku. Tapi itu semua tidak bisa aku lakukan.

“SooJungie, apa kau merasa bosan? Maafkan eonni karena memintamu untuk menemaniku melihat Yuri latihan.” Sica eonni menginterupsi kegiatanku yang tengah mengawasi Amber. Tentu saja dengan wajah datarku.

Ah, anio eonni. Aku tidak merasa bosan.” Ya, itu memang benar aku tidak merasa bosan karena ada Amber. Walaupun aku tidak bisa menyentuhnya yang terpenting aku masih bisa melihatnya.

“Sebenarnya Amber itu sangat tampan dan ku fikir dia adalah tipemu, Soojung.” Sica eonni menatapku. “Namun sayang dia adalah anak dari musuh bebuyutan daddy.”

Aku tersenyum seadanya. Aku kira Sica eonni akan membenci Amber tapi kurasa dia tidak membencinya. Entah mengapa aku jadi merasa lega.

Duakkk

Aku merasakan sesuatu menyentuh kepalaku. Dan setelah itu semuanya terasa gelap.

End of Krystal POV

 

“Soojungie..” teriakan histeris terdengar dari bangku penonton.

Beberapa siswi yang ada disana pun mengerubungi tempat kejadian.

Seorang yeoja cantik kini tengah terbaring tak sadarkan diri.

“Permisi.. tolong beri aku jalan.” Amber berjalan memecah kerumunan dan mendapati Krystal tengah pingsan.

Dengan gerakan refleks Amber mengangkat tubuh Krystal.

“Hei.. apa yang kau-“ ucapan Jessica tertahan karena Yuri menatapnya dan  mengisyaratkan untuk diam.

Amber menggendong Krystal ala bridal style. Membuat sekelilingnya menatap kaget melihat yeoja tampan itu menggendong Krystal.

Oh god. Apa yang aku lakukan? Aku membuat orang yang aku cintai terkena bola basket hingga pingsan.” Runtuk Amber dalam hatinya.

Setelah sampai di ruang kesehatan Amber membaringkan Krystal di kasur.

“Ada apa dengan Krystal?” seorang yeoja cantik berpakaian seperti dokter menghampiri Amber.

“Kepalanya terkena bola basket, noona.” Amber terlihat sangat khawatir.

“Oh baiklah, biar aku periksa.”

***

Amber POV

Setelah Seohyun noona memeriksa keadaan Krystal aku menemani Krystal di ruang kesehatan. Seohyun noona bilang Krystal hanya terkejut. Dan sebentar lagi dia akan segera sadar.

Mianhae, Soojung-ah.” Aku menggenggam tangannya.

Krieettt..

Terdengar suara pintu dibuka.

Tak lama setelah itu muncul lah Jessica dan Yuri noona. Segera aku melepaskan genggaman tanganku.

“Apa yang terjadi padanya?” Jessica noona menatapku dengan tatapan dinginnya.

“Seohyun noona bilang Soojung ah maksudku Krystal hanya terkejut.” Aku menggaruk bagian belakang kepalaku yang tak gatal.

“Oh, begitu. Terima kasih karena kau telah membawa adikku ke sini. Dan sekarang kau boleh pergi, biar aku saja yang menjaganya.”

Sebenarnya aku tidak mau meninggalkan Soojung tapi.. apa boleh buat.

Aku berjalan melewati Jessica dan Yuri noona. Yuri noona menepuk pelan bahuku dan menatapku seolah mengatakan ‘ini bukan salahmu’.

Aku keluar dari ruang kesehatan namun tidak benar-benar meninggalkan tempat itu. aku mengintip dari jendela. Ku lihat Soojung mulai tersadar. Aku tersenyum.

Mianhae, baby.”

End of Amber POV

***

Krystal POV

Aku berjalan menuju pelataran parkir sekolah. Berhenti di samping sebuah mobil BMW putih. aku menoleh ke samping dan menemukan Amber yang juga akan memasuki mobil BMW Hitamnya. seorang supir membukakan pintu untuk Amber. Ku fikir amber tidak melihatku karena Ia langsung memasuki mobil.

“Nona, silahkan masuk.” Kim ahjussi, supirku membukakan pintu mobil untukku.

“Sebentar, ahjussi.” Aku tidak langsung memasuki mobil karena kulihat mobil Amber belum juga bergerak. Seperti menunggu seseorang?

Tak berselang lama, aku melihat seorang yeoja berjalan mendekati mobil Amber. Hey, bukankah itu Suzy?

Aku mengernyit. Mengapa yeoja itu berdiri di sana. Dan kini supir itu membukakan pintu untuk yeoja itu. Ia memasuki mobil BMW hitam itu sambil tersenyum.

Setelah yeoja itu memasuki mobil Amber. Mobil itu bergerak meninggalkan pelataran parkir.

Apa aku sedang bermimpi buruk? Oh my god. Apa yang sebenarnya yeoja itu lakukan?

“Nona..” Kim ahjussi menginterupsi ku. Aku segera memasuki mobil dan mengambil tablet milikku lalu mengetik sebuah pesan.

 

To: llama

Apa yang yeoja itu lakukan? Kenapa dia ikut dengan mobilmu?

 

Tak berselang lama tabletku pun bergetar

 

From: llama

Aku juga tidak tahu, baby. Dia bilang daddy menyuruhnya datang ke rumahku dan menyuruhnya ikut dengan mobilku saja.

 

Oh god. Semoga mimpi buruk ini tidak bertambah buruk lagi. bahkan aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di rumah Amber. Tapi yeoja itu malah diundang oleh paman Liu. Apa takdir tengah mempermainkanku?

Aku tidak membalas pesan Amber. aku memejamkan mataku. Memijat kepalaku yang agak terasa pusing.

Tabletku bergetar lagi.

From: llama

Hey, kenapa kau tidak membalas pesanku? Apa kau marah? Oh, jujur aku juga tidak suka keberadaannya. Aku hanya menginginkan keberadaanmu. Sungguh.

 

To: llama

Aku tidak marah, chagi. Aku hanya merasa sedikit pusing. L

 

From: llama

Benarkah? Apa karena kejadian tadi? Setelah kau sampai dirumah kau harus segera makan dan minum obat, arraseo?

 

To: llama

Ne, chagi. I love you..

 

From: llama

Love you more, baby.

 

Setelah itu aku menghapus semua percakapanku dengan Amber yang ada di tabletku.

 

“Nona, kita sudah sampai.” Kim ahjussi membukakan pintu mobil.

Aku keluar dari mobil dan memasuki rumahku.

“Kau sudah pulang, Soojungie?” Daddy menyambutku yang baru saja memasuki rumah. “Dimana kakakmu?”

“Sica eonni pulang bersama Yuri eonni.” Daddy hanya menganggukan kepalanya sambil terus melihat sebuah map.

“Apa kau tidak apa-apa?” ia menatapku khawatir. “Ku dengar hari ini kau pingsan di sekolah.”

“Aku baik-baik saja, dad.”  Aku tersenyum ke arahnya.

“Syukurlah.” Ia mengusap pelan kepalaku.

End of Krystal POV

***

“Ah, kalian sudah sampai.”

Amber hanya menjawab dengan dehaman.

“Selamat siang, paman.” Suzy membungkukkan badannya.

“Siang, nona Bae.” Pria paruh baya itu tersenyum ke arah Suzy.

“Cukup panggil aku Suzy, paman.”

“Aku lelah, aku akan ke atas sekarang.” Amber berjalan menuju tangga tanpa menghiraukan ayahnya dan Suzy.

“Tunggu, kau harus ke ruang makan sekarang. Kita harus menjamu tamu kita.”

Dad, aku tidak lapar.” Amber mendesah kesal.

“Tidak ada penolakan.”

.

..

….

…..

……

…….

……..

TBC

 

Hai… I’m back… #kecup mesra readers#

Llama gak mau panjang lebar ah. Maapin ya kalo banyak typo…… hihihhi..

Llama begadang demi bikin nih ff. XD

Tadinya mau di post semalem tapi ada masalah teknis… -___-

Semoga readers suka ya!

Buat yang nunggu GBF harap sabar ya!

Oke.. jangan lupa komen…

See you… mmmuaaacchhh.. :*

Girls Before Flower (Chap 4)

Author : Llamaunyu1809  a.k.a  Lee Eun Soo

Title : Girls Before Flower

Genre : Shojou Ai (Girl x Girl), Comedy, Romance

Rated : T ( belum kuat buat yang M ^_^)

Cast : Krystal Jung, Amber J. Liu as Lee EunYoung, Choi Sulli, Kwon Yuri, Im Yoon Ah, Jessica Jung, Park Luna, Seo JooHyun

Sub cast: Find it by your self!!!

 

Hope you like it and…

Happy reading.. ^,^

 

WARNING!!! GIRLS LOVE STORY

Don’t Like Don’t Read

Typo dan EYD bertebaran

Chapter 4

 

Krystal POV

Akhirnya aku datang juga ke pesta ini. Dari awal sebenarnya aku tidak berminat datang.  Jika bukan karena si bodoh itu yang memaksaku datang ke sini. Si bodoh itu datang ke Soshi bakery dan meminta izin kepada Seohyun eonni lalu membawaku ke pesta ini. Ia meninggalkan beberapa pelayannya untuk menggantikan aku bekerja di sana.

Si bodoh itu berjalan disampingku. Ia tersenyum aneh sejak ia berhasil memaksaku datang ke pesta ini. Aku mengenakan gaun putih pemberian si bodoh itu. Sedangkan ia memakai jas putih dengan lambang bunga mawar merah di sebelah kirinya  dan celana panjang berwarna putih juga. Semua mata tertuju kepada kami begitu kami memasuki ruangan pesta yang di dekorasi mewah itu. Ada tatapan kagum dan ada pula beberapa orang yang menatapku sinis.

Kami berjalan menuju tuan rumah pesta ini, Luna eonni. Ia sangat cantik dengan gaun malam berwana hitamnya. Ia tengah mengobrol dengan beberapa temannya sambil sesekali tertawa kecil sebelum ia menoleh dan melihat kami datang.

“Wahhh.. Kau sangat tampan, Youngie~” ia memeluk si bodoh –Amber- kemudian melirik ke arahku. “Jadi ini yeoja yang membuat uri Youngie penasaran setengah mati?!” ia tersenyum ke arahku dan mengulurkan tangannya. Aku membalas uluran tangannya dan ikut tersenyum.

“Dimana yang lainnya?” Amber menoleh ke kanan dan ke kiri seperti tengah mencari seseorang. Aku pun mencari seseorang. Dimana orang itu?

“Mungkin sebentar lagi mereka akan datang.”

Krystal POV end

***

Miss, bisakah aku pergi sekarang?” seorang yeoja tanned tengah memasang wajah memelas kepada yeoja cantik berambut blonde di depannya.

“Tidak!! Kau harus menyelesaikan soal yang aku berikan tadi, baru kau boleh pergi!” Jessica membenarkan letak kacamata yang membingkai mata indahnya itu lalu menatap tajam yeoja tanned yang masih memasang wajah memelas.

“Tapi Miss-.”

“Selesaikan! Atau kau tidak akan bisa kemana-mana sampai besok pagi!”

“Aishhh.. kenapa jadi seperti ini?”

Mereka tengah duduk berhadapan di sebuah ruangan yang terdapat beberapa rak tinggi berisi buku-buku. Perpustakaan pribadi keluarga Kwon.

Jessica diberikan tugas tambahan oleh kepala sekolah untuk memberikan les privat kepada anak bungsu keluarga Kwon ini. sebenarnya si Bungsu Kwon ini lah yang memohon kepada appa-nya agar menjadikan Jessica sebagai guru les-nya. Mengingat SM International School adalah milik keluarga Kwon jadi apapun bisa dilakukan oleh keluarga ini.

Miss…. Aku benar-benar harus pergi sekarang.” Masih dengan wajah memelasnya si yeoja tanned itu merengek kepada Jessica.

***

“Mau berdansa denganku?”

“T-tapi.. Aku tidak mahir berdansa. Aku takut menginjak kakimu. Lebih baik jangan berdansa denganku.” Krystal menundukkan kepalanya.

“Tenang saja. Aku akan mengajarimu.” Yeoja jangkung berwajah imut itu menampilkan senyuman andalannya.

 “Ah.. B-baiklah..” dengan malu-malu Krystal menyambut uluran tangan yeoja jangkung yang kini sudah ada di depannya itu. Yeoja yang sedari tadi ia cari kini muncul dan yang lebih mengejutkannya lagi adalah.. Ia diajak berdansa oleh yeoja itu.

Yeoja jangkung berwajah imut itu mengenakan pakaian yang hampir sama dengan Amber. Jas putih dengan lambang mawar merah di sebelah kirinya dan tentu dengan celana panjang berwarna putih juga, hanya saja ia mengenakan kemeja berwarna biru muda sedangkan Amber mengenakan kemeja putih.

***

Yoona POV

“Ishhh… Kenapa tiba-tiba mesinnya bisa mati sih?! Aku  menendang ban mobilku dengan frustasi. “Awww… sial!!!”

Aku segera menelpon pelayan di rumahku agar segera mengirim seseorang ke sini.

Oppa aku mengerti-“ aku mendengar sebuah suara yeoja. Sepertinya dari gang kecil itu.

“Ini semua bukan keinginanku. Aku.. aku masih mencintaimu.” Kali ini aku mendengar suara namja.

Aku ini bukan seorang penguping. Hanya saja kali ini aku begitu penasaran. Sekali lagi aku tegaskan. A-K-U B-U-K-A-N P-E-N-G-U-P-I-N-G.

Aku mendekat ke arah suara-suara itu berasal. Aku bersembunyi di balik tembok.

Terdengar isakan tangis yang bisa kupastikan itu berasal dari yeoja tadi.

“A-aku juga mencintaimu, oppa.” Aku mencuri pandang sedikit ke sana. Namun karena penerangan di sana tidak terlalu terang jadi aku hanya melihat bayangan mereka saja.

Namja itu memeluk yeoja di depannya sejenak lalu berlalu meninggalkan yeoja yang tengah menangis itu. cih. Namja macam apa itu? Meninggalkan seorang yeoja yang tengah menangis sendirian di tempat yang sepi seperti ini?

Aku berpura-pura memainkan handphone-ku ketika namja itu keluar dari gang. Ia sempat melihatku sebentar namun segera meninggalkan tempat itu.

Aku masih mendengar isakan tangis dari sana. Aku menoleh ke arah yeoja yang kini tengah terisak sambil memeluk lutunya sendiri.

Yoona POV end

***

 “Baru ditinggal sebentar saja mereka bisa berdansa seperti itu.” gumam seorang yeoja berwajah tampan yang kini tengah berdiri sambil memegang dua gelas minuman .

“Apa kau cemburu, Youngie?”

“Yang benar saja. Aku tidak cemburu. TIDAK!” Amber menggelengkan kepalanya dan menawarkan minuman itu kepada yeoja pendek di depannya itu.

Luna hanya terkikik geli melihat tingkah sahabatnya itu.

 

Krystal POV

“Kanan.. Kiri.. Kanan.. Kiri.. Bagus! Terus seperti itu! Kau belajar dengan cepat, nona Jung.” Yeoja didepanku ini terus tersenyum sejak tadi ia mengajakku berdansa. Dan tanpa sadar aku pun ikut tersenyum setiap kali ia tersenyum.

Kami terus berdansa hingga ia menoleh ke arah si bodoh dan Luna eonni. Ia melepaskan genggaman tangannya dan senyumnya pun hilang seketika. Ada apa sebenarnya?

“Apa kau baik-baik saja?” aku bertanya karena memang mengkhawatirkan perubahan sikapnya ini.

“Kurasa ini sudah cukup.” Ia berjalan menjauh dariku. Meninggalkanku yang masih bingung ini ditengah ruangan.

Krystal POV  end

 

Sulli berjalan menuju tempat Amber dan Luna.

“Oh.. Hai JinRi-ah.” Luna menyapa Sulli yang kini sudah bergabung bersama mereka.

“Apa yang kau lakukan? Kenapa kau meninggalkannya disana?”

“Bukankah itu yang kau inginkan, Hyung?” Sulli mengatakannya dengan nada yang sangat datar.

“Kau..” Amber meninggalkan Luna dan Sulli dan berjalan menuju Krystal.

***

“Anak-anak.. Ini sudah malam. Apa kalian sudah makan malam?” seorang pria paruh baya menghampiri dua yeoja yang kelihatannya tengah serius berkutat dengan buku-buku di depannya.

“Ah, appa sudah pulang?” yeoja yang lebih muda itu pun segera menghambur ke pelukan pria yang ia panggil ‘appa’ itu.

“Hei.. Kau ini masih saja manja! Apa kau tidak malu pada Miss Jung?” pria itu mengacak-acak rambut putri bungsu kesayangannya itu.

“Selamat malam, tuan Kwon.” Jessica membungkukkan badannya dengan sopan.

“Tidak perlus se-formal itu, miss Jung.” Pria itu tersenyum hangat ke arah Jessica. “Ayo, kita makan malam bersama.”

***

“Ini..” Amber memberikan segelas minuman kepada Krystal yang tengah berdiri di balkon rumah Luna.

“Gomawo.” Krystal tersenyum lemah.

“Ada apa denganmu? Apa kau tak suka dengan pestanya?”

“Bukan begitu..”

“Lalu?”

“Tidak ada apa-apa.”

“Apa kau mau berdansa denganku?” Amber mengulurkan tangan kanannya.

Bukannya menyambut ularan tangan Amber, Krystal malah berlalu begitu saja meninggalkan yeoja tampan itu sendirian di balkon.

“Dia menolakku? Menolak seorang Lee Eun Young?”

***

“Kurasa mereka tidak akan datang. Nomor Yoong noona tidak aktif dan Yul noona juga tidak bisa dihubungi.” Amber mencoba menghubungi Yoona dan Yuri namun tidak membuahkan hasil.

“Baiklah, sepertinya aku harus mengumumkannya sekarang.” Luna berjalan menuju panggung yang memang sudah disediakan di ruangan pesta itu. “Bisakah aku minta waktu kalian sebentar?”

Kini suasana disana begitu hening. Semua mata tertuju pada sang tuan rumah pesta ini yang kini tengah berdiri di atas panggung.

“Sebenarnya alasanku mengadakan pesta malam ini adalah….”

Semua orang yang ada disana tengah menunggu kalimat apa yang selanjutnya akan terlontar dari gadis mungil tersebut. Tak terkecuali Sulli, ia kini tengah duduk di sudut ruangan dan menuggu dengan perasaan yang berdebar-debar.

Luna menarik nafas sebentar sebelum melanjutkan kalimatnya. “Bisa dibilang bahwa ini adalah pesta perpisahan.”

Waktu terasa berhenti bagi yeoja jangkung berwajah imut yang kini sudah dalam posisi berdiri dengan wajah yang sangat kaget itu.

***

“Ini..” seorang yeoja bermata rusa menawarkan sebuah sapu tangan dengan lambang mawar merah di tengahnya kepada yeoja yang kini masih terduduk di tanah sambil memeluk lututnya.

“Siapa kau?” yeoja cantik yang terduduk di tanah itu menatap Yoona penuh tanya.

“Hanya seseorang yang kebetulan lewat dan melihat seorang yeoja menangis sendirian di sini.” Yoona menunjukkan senyum andalannya. Membuat siapapun yang melihatnya akan terpesona. “Neon gwaenchanayo?”

N-ne..” yeoja itu mengambil sapu tangan yang ditawarkan Yoona dengan perlahan.

“Ini sudah malam dan tidak baik yeoja secantik dirimu sendirian di sini. Apa kau mau ikut aku ke toko roti itu?” Yoona menatap yeoja yang kini sudah berdiri di depannya itu dengan wajah yang tertunduk. “Tenang saja. Aku yang akan mentraktirmu.” Yoona menarik pelan yeoja itu menuju toko roti di dekat gang kecil tempat ia melihat yeoja itu menangis.

***

“Minggu depan aku akan pindah ke Perancis. Jadi ini adalah pesta perpisahanku. Terima kasih untuk kalian yang sudah hadir di pesta ini.” Luna memberikan senyuman seadanya. Terlihat sekali bahwa ia tidak menginginkan hal itu.

Luna turun dari panggung dan berjalan menuju Sulli, Amber dan Krystal.

“A-apa maksudmu, eonni?” Sulli masih terlihat sangat terkejut dengan apa yang baru saja Luna katakan.

“A-aku..”

“Dia akan pindah ke Perancis, JinRi-ah. Apa itu kurang jelas?” Amber mencoba membantu menjawab pertanyaan Sulli kepada Luna.

“Dan kau sudah mengetahui itu sebelumnya?” Sulli menatap Amber dengan tatapan marah.

“Ya, aku memang sudah mengetahuinya sejak seminggu yang lalu.”

“Lalu kenapa kau tidak memberitahuku?” ujar yeoja jangkung itu setengah berteriak.

“Hei.. sudah.. Kenapa kalian malah bertengkar? Aku yang akan pergi. Tidak akan berarti apa-apa untuk kalian! Okey?!”

“Tidak berarti apa-apa katamu?!! Kau itu sangat berarti untukku! Apa kau tidak menyadari itu, eonni? Apa yang ada di fikiranmu itu hanya ada Eun Young Hyung?”

Krystal hanya bisa terdiam menyaksikan adegan demi adegan yang terjadi di depannya itu. Ia tidak bermaksud mencampuri karena ia memang tidak berhak untuk mencampuri masalah itu.

“Kau salah paham, JinRi-ah.” Batin yeoja bertubuh mungil itu.

“Hei.. Kau ini kenapa, JinRi-ah?” Amber mencoba menyentuh pundak Sulli namun dengan cepat Sulli menghempaskan tangan Amber dan berlalu meninggalkan Luna, Amber dan Krystal begitu saja.

Luna mencoba mengejar Sulli namun Amber menghentikannya.

“Jangan.. Jangan sekarang! Dia butuh waktu sendiri, Sunyoung-ah.”

“JinRi-ah….”

.

..

….

…..

……

…….

……..

T B C

 

Annyeong Readersdeul-ku tercintah…. :*

Apa kabar kalian semua?

Wkwkwk…

Maap ya llama baru bisa apdet.. jeongmal jeongmal mianhaeyo

Ada beberapa alasan kenapa llama baru bisa apdet. Diantaranya:

1.      Jadwal kuliah padet.. *boong

2.      Banyak tugas *ini boong juga

3.      Modem dan flashdisk llama ilang diambil pencopet *nah kalo ini beneran

 

Ini aja llama apdet gak pake modem tapi tethering-an dari hape. Llama ini agak gaptek dan baru sadar kalo hape llama bisa dipake buat tethering-an..  maklumin aja… XD

Buat yang mau temenan ama llama.. langsung aja add fb llama : Lee Eun Soo (Eunsoo1809@yahoo.co.id) atau twitter llama: @llamaunyu

Sekali lagi.. bagi yang mau temenan aja yak jangan yang mau ngajak berantem atau nge-bash gak jelas. XD

Nah Gimana menurut kalian chapter ini? nge-boring-in banget gak sih? Llama aja boring nulisnya.. wakakak… XD

Next chap llama usahain full KryBer deh. Mohon do’a restunya aja.. *eh XD

Jangan lupa komen yah… ^.^

Komen kalian itu vitamin terbaik untuk kelangsungan hidup wepe llama.. ^.^

Bubay readersdeul.. :*

Jealous?

Title: Jealous?

Author: Llamaunyu1809 a.k.a Lee Eun Soo

Genre: Shojou Ai (Girl x Girl), comedy, romance

Rated: T (belum kuat buat yang M ^_^)

Length: oneshoot

Cast: cari sendiri aja deh! >,<

 

 

BRAAKKK

Pintu dorm F(x) dibuka secara kasar. Membuat para penghuninya membelalakan mata tak percaya. Krystal yang tengah menonton TV menoleh ke arah pintu. Victoria yang tengah memasak rela meninggalkan dapur demi melihat apa yang tengah terjadi. Luna dan Sulli yang tengah berdebat mengenai “tinggi” berhenti berdebat dan menoleh ke arah pintu malang itu. Kalian pasti bertanya-tanya dimana Amber? Oke, Amber tengah menjadi MC di acara MBC Show Champion,  jadi dia tidak ikut membelalakan matanya di sini. Baiklah, mari kita lihat ada apa sebenarnya.

Seorang yeoja berambut blonde tengah terlihat sangat marah. Ia memasuki dorm F(x) dengan wajah yang bisa dibilang cukup menyeramkan. Dia adalah tersangka yang telah membuat pintu malang itu terbuka secara kasar.

Baby, sebenarnya ada apa denganmu?.” Seorang yeoja tanned ikut masuk ke dalam dorm F(x). Ia mencoba meraih tangan yeoja berambut blonde itu namun usahanya sia-sia karena yeoja blonde itu dengan cepat melepaskannya.

“Kau harus memilih! Aku atau dia?!” ujar yeoja berambut blonde itu setengah berteriak.

Semua yang ada di sana hanya bisa bergidik ngeri melihat yeoja berambut blonde itu. Bahkan Sulli bersembunyi dibalik tubuh Luna yang bisa dibilang atau memang pada kenyataannya tidak bisa menyembunyikan tubuh jangkungnya itu.

Baby, kumohon jangan kekanakan begini. Kau lihat, semuanya tengah melihat kita. Dia.. dia siapa maksudmu, Sica?” Yeoja tanned itu berusaha mendekati yeoja berambut blonde itu. Namun, Jessica, Yeoja berambut blonde itu malah mengabaikannya dan berjalan menghampiri Krystal.

“Krys,  bolehkah  malam ini eonni  menginap di sini?” Jessica masih tidak menghiraukan Yuri dan kini ia sudah duduk di samping adiknya.

N-ne..” Krystal hanya menatap bingung ke arah Jessica namun kemudian menganggukkan kepalanya.

Baby-.“  ucapan yeoja tanned itu terpotong karena handphone-nya bergetar tanda ada panggilan masuk. “Yeoboseo..” Jessica masih tidak perduli dengan yeoja tanned yang sedari tadi mengejarnya itu.

Ne, oppa.. Arraseo.” Setelah 5 menit Yuri mengakhiri pembicaraan dan menekan tombol merah di handphone-nya.

Yuri kembali memfokuskan pandangannya kepada Yeoja berambut blonde yang kini tengah duduk di sebelah Krystal sambil menyilangkan tangannya di dada.

Baby, aku harus pergi. Tadi manager oppa memberitahuku bahwa hari ini ada jadwal tambahan. Ku mohon jangan bersikap begini.” Yuri melangkah mendekati Jessica dan hendak memberikan kecupan di keningnya namun Jessica menolak dan mendorong pelan tubuh Yuri.

“Baiklah, jika kau masih marah. Aku pergi dulu, baby.” Yuri beranjak menuju pintu namun ia berhenti sejenak. “Aku akan menjemputmu nanti malam.” Setelah mengatakan itu, Yuri pun menghilang dari pandangan member F(x) dan juga Jessica.

“Pertengkaran suami istri.” Batin Victoria, Sulli dan Luna. Lalu mereka melanjutkan aktifitasnya masing-masing.

***

Krystal masih menatap eonni-nya dengan tatapan penuh tanya.

“Sebenarnya ada apa, eon?” Krystal akhirnya bersuara setelah 1 jam mereka hanya terdiam dan  menonton televisi berdua di ruang tengah dorm F(x). Ah, Sebenarnya mereka tidak benar-benar menonton acara itu. Mereka hanya menatap lurus ke depan televisi itu tanpa memperhatikan acara yang tengah ditayangkan.

“Tidak ada apa-apa, baby.” Jessica mencoba untuk memperlihatkan senyum. Namun Krystal tahu betul bahwa itu adalah sebuah senyuman yang dipaksakan.

“Hm, baiklah. Eonni bisa mengatakannya jika eonni sudah merasa baikan.” Krystal memeluk eonni tersayangnya.

***

“Yul noona?” merasa ada yang memanggilnya, Yuri pun menoleh ke arah sumber suara.

“Ah, hai. Amb.” Yuri tersenyum melihat siapa yang memanggilnya. Hoobae-nya yang terlalu tampan untuk ukuran yeoja –Amber Josephine Liu-.

“Kebetulan sekali kita bertemu di sini.”

“Iya. Kebetulan sekali.”

“Kau mau kemana setelah ini, noona?

“Aku akan ke dorm f(x) dan menjemput putri tidurku yang tengah mengungsi di sana.” Mereka berjalan beriringan menuju parkiran studio itu.

Amber terkikik. “Mengungsi? Apa dorm SNSD tengah kebanjiran?”

“Bukan begitu. Ia sedang marah padaku. Entah karena apa. Tapi kurasa alasannya cukup serius hingga membuatnya seperti ini.” wajah Yuri terlihat sangat sedih.

“Oh, baiklah. Kau ikut dengan mobilku saja, noona.”

“Baiklah. Lagipula tadi Manager oppa bilang kalau ia akan terlambat menjemputku.”

***

“Apa kau dan Krystal sering bertengkar?” Yuri menatap yeoja tampan di sebelahnya yang kini tengah serius mengendarai mobilnya.

“Ah, bukankan pertengkaran itu bagaikan bumbu untuk sebuah hubungan? Tentu saja kami pernah dan bahkan sering bertengkar, noona.” Yeoja tampan itu tersenyum ketika mengatakannya.  “Mulai dari hal kecil dan hal yang cukup besar.” lanjut Yeoja tampan itu masih dengan senyum manisnya. Membuat siapa saja yang melihatnya akan langsung jatuh cinta pada yeoja tampan itu.

“hm.. begitu.” Yuri hanya menganggukan kepalanya pertanda mengerti.

“Bahkan, kami pernah bertengkar hanya karena aku lebih memperhatikan Jack Jack, anjing kesayanganku dibandingkan dia.” kali ini Amber tertawa cukup kencang mengingat kejadian itu. Dimana Krystal mendiamkannya seharian hanya karena dia lebih memperhatikan anjing kesayangannya itu.

Mendengar kata ‘anjing’ Yuri mulai mengingat sesuatu.

“HANI”

***

“HANI???”

“iya Hani. Aku cemburu padanya.” Setelah cukup lama berdiam akhirnya Jessica mau mengungkapkan perasaannya juga kepada Krystal.

Krystal mencoba menahan tawanya.

“Kau cemburu pada seekor anjing?” kali ini Victoria yang tengah membereskan meja makan ikut bersuara.

“HAHAHA..” Sulli yang baru saja keluar dari kamarnya pun sempat mendengar pembicaraan antara Jung sister itu dan ia tertawa cukup kencang  membuat sang Ice Princess memberikan Icy glare-nya kepada yeoja jangkung berwajah imut itu. Dan itu sukses membuat Sulli terdiam.

***

-Flashback-

“Aku pulang..” Yuri memasuki dorm SNSD  yang terlihat sepi. Ia baru saja pulang dari luar kota. Ia segera menuju kamarnya. Namun, tiba-tiba ia menemukan Hani tergeletak begitu saja di lantai.

Omo.. Hani~ apa yang terjadi padamu?” Yuri terlihat sangat panik.

Hani tidak menjawab karena pada dasarnya dia memang tidak bisa bicara. Oh ayolah! Anjing mana yang bisa bicara? Kecuali Scooby Doo. XD

Yuri semakin cemas karena anjing kesayangannya itu benar-benar tidak bergerak.

Eottokhae?”

Akhirnya yeoja tanned itu bergegas mengambil kunci mobil dan segera berlari menuju parkiran dorm SNSD. Tentu dengan Hani dipelukannya.

Ia menyalakan mesin BMW Z4 miliknya. Memacu mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi.

“Bagaimana keadaan Hani, dok?” wajah yeoja tanned itu terlihat sangat cemas.

Seorang wanita berpakaian serba putih di depannya tersenyum. “Kau itu seperti seorang ibu yang sangat mengkhawatirkan anaknya yang tengah sakit saja.” Ia terkikik melihat kelakuan yeoja tanned di depannya itu. “Hani tidak menderita penyakit apa-apa. Ia hanya….”

“Hanya apa, dok?” Yuri berdiri dan menggebrak pelan meja kerja dokter hewan itu.

“Tenang lah, nona Kwon.” Dokter hewan itu mengisyaratkan agar Yuri kembali duduk di kursinya.

“Ia hanya lelah dan kelaparan. Apa kau belum memberinya makan dari kemarin?”

“Sica, apa kemarin kau lupa memberi makan Hani?” yeoja tanned itu sudah pulang dari dokter hewan dan kini tengah berdiri di ruang tengah dorm SNSD dimana Jessica sedang duduk manis di sofa sambil menonton televisi.

“Ahhh.. Mianhae seobang.. aku benar-benar lupa. Lagipula kemarin tiba-tiba manager oppa memintaku datang ke gedung SM. Jeongmal mianhae, seobang.” Kini Jessica sudah berdiri di depan seobang-nya yang masih memeluk Hani dengan penuh kasih sayang.

Namun Yuri hanya diam dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun.

Seobang-“ Jessica mencoba memeluk Yuri namun yeoja tanned itu menghindar dan malah melewati Jessica begitu saja.

Jessica mengikuti kemana seobang-nya itu akan pergi. Yuri memasuki kamarnya dan Yoona.

“Apa kau marah padaku, seobang?” Jessica berdiri di depan pintu kamar YoonYul dan menatap Yuri yang tengah membelai Hani dengan mesranya.

Merasa pertanyaannya tidak dijawab. Yeoja berwajah Barbie itu pun berjalan mendekati seobang-nya.

 “Apa kau tahu Sica? Kau hampir membuat Hani mati.” Akhirnya sang yeoja tanned membuka mulutnya. Walaupun nada bicaranya terdengar sangat dingin.

Seobang~.. “

“Kau hampir membuatnya mati, Jessica Jung.” Kali ini Yuri berbicara dengan suara yang cukup keras. Membuat yeoja berambut blonde itu tersentak kaget.

“Kau.. berteriak padaku, Yul?!” batin yeoja berambut blonde itu. Tanpa terasa butiran bening keluar dari mata indahnya. Ia masih berdiri dengan kepala yang tertunduk.

Yuri masih berbaring bersama Hani. Ia tidak menyadari apa yang sudah ia lakukan.

“Yul.. Mianhae…” lirih Sica. Ia menahan diri agar suaranya tidak terdengar seperti tengah menangis.

Kini perasaan Jessica tengah bercampur aduk. Antara merasa bersalah namun juga merasa kecewa. Kenapa seobang-nya itu tega membentaknya hanya karena ia lupa memberi makan Hani. Oke, ia memang bersalah tapi apa perlu Yuri membentaknya?

-Flasback end-

 

Cklek

Pintu dorm F(x) terbuka. Menampilkan sesosok wajah tampan.

“Aku pulang…” yeoja tampan itu memasuki dorm dan melihat Jung sister yang tengah duduk di sofa. “wahh.. ada Sica noona.” Ia membungkuk memberi salam kepada Jessica. “Bolehkah aku memeluk kekasihku?”

“Tidak..” jawab Jessica dengan ketus.

Amber dan Krystal pun menatap Jessica dengan tatapan ‘kenapa?’

Jessica hendak berbicara. Namun perhatiannya kini tertuju ke depan pintu dorm.

“Sica, aku-“

“Krys, aku mengantuk. Ayo kita tidur.” Jessica menarik Krystal dan membawa dongsaeng-nya menuju kamar.

Namun sebelum benar-benar memasuki kamar. Jessica merasakan sepasang tangan melingkar di pinggangnya. Seseorang Memeluknya dari belakang.

“Sica, kumohon maafkan aku. Aku tahu aku salah.” Yeoja tanned itu mencium puncak kepala yeoja di pelukannya itu.

“….”

Tidak ada respon dari yeoja berwajah Barbie itu. Ia melepaskan genggamannya di tangan Krystal.

“Kumohon. Maafkan aku..” Yuri semakin mengeratkan pelukannya.

Jessica melepaskan pelukan Yuri dan berbalik menatap yeoja tanned di depannya itu yang tengah memasang wajah memelas.

“Kau tahu bukan bahwa Hani itu anjing kesayanganku.” Yuri mengelus pipi mulus kekasihnya itu dengan penuh kasih sayang.

“Tapi aku ini kekasih mu Kwon Yuri. Apa kau lebih memilih bersama anjing kesayanganmu itu daripada aku?” Jessica masih memasang wajah dinginnya. “Bahkan kau tega membentakku.”

“Aku tidak bermaksud membentakmu, Sica-ah.” Yeoja tanned itu menangkupkan kedua tangannya pada wajah cantik yeoja di depannya.

“Kau jahat, Yul.” Sebulir Kristal bening mengalir keluar dari mata indah sang yeoja blonde. Kemudian ia memukul pelan dada yeoja tanned di depannya itu.

“Maafkan aku, Sica-ah.” Yuri mengusap air mata Jessica. “Aku tidak akan membentakmu lagi hanya karena kau lupa memberikan Hani makan. Aku berjanji, baby.

“Janji?” Jessica menangkupkan kedua telapak tangannya di pipi Yuri. Sementara itu Krystal berjalan menjauh dari mereka.

“Iya, baby. Janji.” Jessica menghambur ke pelukan Yuri lagi.

“Ehem..” suara dehaman dari Victoria membuat sepasang insan yang tengah berpelukan itu pun melepaskan pelukan penuh kasih sayang mereka.

Baby, sebaiknya kita pulang sekarang.” Yuri menggandeng mesra Jessica.

“Dahh, Krys. Dahh semuanya..” mereka berjalan keluar dari dorm f(x) dengan tangan saling menggenggam.

“Akhirnya.. mereka pulang juga.” Amber menghempaskan tubuhnya ke sofa.

“Apa kau sangat lelah hari ini, chagi?” Krystal ikut duduk di sofa. Tepatnya di samping Amber.

“Ya, tentu saja. Sangaaaaattttt lelah. Dan aku butuh pengisian tenaga.” Amber mengerling nakal ke arah Krystal.

Krystal memukul pelan lengan Amber.

“Ah, appo~” Amber mengerucutkan bibirnya. Membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa gemas. “Hei, baby. Kau tahu kenapa YulSic bertengkar?”

“Ya, aku tahu. Sica eonni cemburu pada Hani.” Kali ini Krystal tidak bisa menahan tawanya. “Bukankah itu sangat konyol?” lanjut Krystal masih sambil diiringi dengan tawa.

“Haha.. benar. Itu sangat konyol. Dan kurasa Jung Sister itu memang punya bakat melakukan hal-hal yang konyol.”

“YAH!!! WHAT DID YOU SAY? WANNA DIE, LIU?

.

.

.

.

.

.

.

.

END

 

Hai readers… :*

#cium reader satu-satu#

Adakah yang merindukanku? XD

Maapkan diriku yang menghilang beberapa minggu ini. maklum banyak tugas kuliah. >,< #alesan klasik#

Wkwkwk.. dan ntah kenapa aku malah bikin ff YulSic.. mungkin karena aku merindukan momen mereka yang sekarang itu cukup sulit ditemukan. Bagaikan mencari jerami ditumpukan jarum. ._.

Coba angkat tangannya yang merasa Royal Shipper.. J

Gimana menurut kalian? Aneh kah? Wkwkwk..

Oh iya.. Dan buat yang nunggu KryBer-nya harap sabar yah.. XD

Dan jangan lupa komennya ya readersdeul.. ^.^

Bubay.. :*  #terbang naik llama#

Girls Before Flower (Chap 3)

Annyeong readersdeul.. ^.^

Llama balik nih…

Oke langsung saja.. males cuap-cuap nih.. XD

Cekidot….

 

Author : Llamaunyu1809  a.k.a  Lee Eun Soo

Title : Girls Before Flower

Genre : Shojou Ai (Girl x Girl), Comedy, Romance

Rated : T ( belum kuat buat yang M ^_^)

Cast : Krystal Jung, Amber J. Liu as Lee EunYoung, Choi Sulli, Kwon Yuri, Im Yoon Ah, Jessica Jung, Park Luna, Seo JooHyun

Sub cast: Find it by your self!!!

 

Hope you like it and…

Happy reading.. ^,^

 

WARNING!!! GIRLS LOVE STORY

Don’t Like Don’t Read

Typo dan EYD bertebaran

Chapter 3

 

Empat buah mobil mewah baru saja melalui gerbang utama SM International School. Mobil Ferrari merah berada paling depan, diikuti mobil Audy Hitam, BMW Putih dan BMW Hitam dibelakangnya. Empat mobil mewah itu kini sudah terparkir di tempat parkir khusus. Seorang yeoja tampan dengan blazer biru muda dan celana panjang yang berwarna senada  keluar dari dalam Ferrari merah. Seorang yeoja jangkung berwajah imut dengan blazer biru muda dan rok selutut berwarna senada keluar dari Audy hitam. Seorang Yeoja kurus berwajah malaikat dengan pakaian serupa dengan si yeoja imut keluar dari BMW putih.  Seorang yeoja berkulit kecoklatan dengan pakaian serupa dengan dua yeoja yang baru saja keluar dari Audy hitam dan BMW putih -hanya saja rok yang ia pakai agak diatas lutut- baru saja keluar dari BMW hitamnya.

Seperti hari-hari sebelumnya, banyak siswa dan siswi yang sudah berbaris di lorong utama SM International School. Mereka rela berdesak-desakan hanya untuk melihat kedatangan The Roses.

Akhirnya ke-empat Casanova(?) itu pun memasuki pintu utama SM International School. Seperti biasa, si Yeoja tanned berjalan di depan temannya yang lain. Ia berjalan dengan sangat anggun. Sesekali ia menoleh ke kanan dan ke kiri sambil mengerling sehingga menyebabkan 20 siswa dan 25 siswi yang berada di sana pingsan di tempat.

“Hanya 45, apa pesonaku sudah berkurang?.” Batin yeoja tanned itu sambil terus melangkah.

 “Aku jadi ingin mencoba.” batin Yeoja kurus berwajah malaikat itu. Kemudian ia melakukan hal yang sama seperti yeoja tanned tadi. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri sambil mengerling sehingga menyebabkan 20 siswa dan 28 siswi pingsan di tempat.

“Ah, 3 orang lebih banyak dari Yul eonni.” girang yeoja kurus berwajah malaikat itu dalam hati.

Yeoja jangkung berwajah imut dan yeoja tampan yang ada di belakang yeoja kurus dan yeoja tanned itu hanya memutar bola mata mereka malas melihat kelakuan kedua orang di depan mereka itu.

***

“Kemarin kau kemana JinRi-ah?” tanya yeoja tanned yang tengah duduk manis sambil mengutak-atik gadget-nya.

“Oh, aku.. Aku menemani Sunyoung eonni.” Yeoja jangkung berwajah imut itu menjawab dengan wajah bersemu merah.

“Aihhh.. Kalian berkencan?” yeoja kurus berwajah malaikat ikut bersuara.

Aniya.. aniya.. aku hanya menemaninya berbelanja pakaian dan makan bersama.”

“Apa dia sudah memberitahu mu?” kini seorang yeoja tampan bersuara.

“Memberitahu apa?” kompak YoonYulSul.

“Jadi..” yeoja tampan itu menghela nafas sebentar.  “Kau belum tahu ya?”

Cklek

Pintu The Roses’ Room terbuka. Seorang yeoja berambut blonde dengan blazer cokelat dan rok pendek berwarna cokelat muda  memasuki The Roses’ Room dengan wajah yang sulit untuk di deskripsikan. Wajah malaikat? Itu untuk Yoona. Wajah imut? Itu untuk Sulli. oke, Intinya ia terlihat begitu cantik dan Gorgeous.

Dari ke-empat anggota The Roses, hanya si yeoja tanned lah yang tak bisa mengalihkan pandangannya dari yeoja berambut blonde itu. 

“Maaf aku datang agak terlambat.” Yeoja cantik berambut blonde itu berjalan menuju mejanya.

“Wahhh, tumben sekali anda datang terlambat, Miss?” Yoona tersenyum ke arah yeoja cantik berambut blonde itu.

“Kepala sekolah memberikanku tugas tambahan.” Jessica menghela nafas dan menoleh ke arah yeoja tanned yang masih menatapnya penuh cinta. Merasa Jessica membalas tatapannya, si Yeoja tanned itu memberikan kecupan jarak jauh. “Ishhh, bocah itu.” geram Jessica hendak melempar sepatu hak tingginya namun ia mengurungkan niatnya itu. “Baiklah.. Kita mulai pelajaran hari ini.”

***

Teeettt.. Teeettt..

Bel berbunyi tanda jam istirahat telah tiba. Seluruh siswa dan siswi keluar dari kelas menuju kantin sekolah. Begitu pula dengan Krystal.

“Huahhh.. Harga makanan di sini seharga gaji kerja paruh waktuku selama sebulan.” Krystal berjalan gontai menuju salah satu meja di kantin. Setelah sebelumnya ia melihat-lihat makanan yang tersedia di sana. “Untung saja aku membawa ini.” ia menaruh kotak berwarna pink yang sedari tadi ia jinjing di atas meja. Ia membuka tutupnya. Di dalam kotak makan siang itu tersedia nasi beserta telur dadar buatannya sendiri. “Hmmm.. Selamat makan.”

Sementara itu di The Roses’ Room

“Baiklah, kalian boleh istirahat.” Jessica membereskan buku-bukunya.

“Wahhh.. kenapa waktu berjalan begitu cepat.” Gumam Yuri sambil tetap menatap Jessica.

“Ah, dan untuk kau..” Jessica berjalan ke arah Sulli sambil membawa setumpuk kertas.

Braaak..

 “Nona Choi, kau tidak diizinkan keluar dari ruangan ini.” Jessica meletakkan setumpuk kertas itu di meja Sulli. “Terjemahkan ini ke dalam bahasa inggris. Aku minta tugas ini sudah selesai sebelum bel masuk berbunyi.”

“Tapi…”

“Tidak ada kata tapi atau akan ku tambah tugas mu ini.” Jessica berlalu begitu saja dari hadapan The Roses. Sebelum benar-benar keluar dari The Roses’ room, Jessica berbalik dan mengambil Handphone milik Sulli. “Kau, kau dan kau. Jangan coba-coba membantu nona Choi atau aku akan memberikan dia lebih banyak lagi tugas. MENGERTI?!” Amber, Yuri dan Yoona menelan saliva mereka dan mengangguk.

***

“Miss Jung itu benar-benar mengerikan.” Yoona bergidik ngeri mengingat kejadian di The Roses’ Room tadi. Ketiga anggota The Roses kini tengah berada di kantin. “Kasihan sekali JinRi-ah.” Yoona menundukkan kepalanya. “JinRi-ah pasti sangat tersiksa.”

“Tapi Miss Jung itu sangat cantik.” Ucap Yuri dengan tatapan penuh cinta.

“Kau benar-benar jatuh cinta padanya?” Yoona menatap yeoja tanned di sampingnya itu dengan tatapan penuh tanya.

Drt..drt..drt.. Handphone Yuri bergetar.

 “Yeoboseo..” Yuri berbicara dengan nada yang sangat lembut.

“Yah!!! Honey.. kenapa kau tidak datang ke rumahku semalam?” suara cempreng terdengar dari Handphone milik Yuri. Yuri menjauhkan handphone itu dari telinganya.

Mianhae, honey. Aku..” belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya. Satu lagi handphone miliknya bergetar. “Honey, umma-ku menelpon. Nanti aku hubungi lagi yah.” Ia mematikan handphone di tangan kanannya lalu mengangkat panggilan di handphone yang berada di tangan kirinya. “Yeoboseo~..” ia berbicara dengan nada yang sangat lembut lagi.

“Yah!!! Baby.. Kenapa kau tidak menghubungiku selama seminggu ini?” Yuri kembali menjauhkan handphone itu dari telinganya setelah mendengar teriakan dari seberang sana.

Mianhae, baby. Aku sedang sibuk. Nanti aku hubungi lagi yah.”

“Yah!!!” Yuri segera mematikan sambungan itu lalu menghela nafas dalam.

Amber dan Yoona hanya memutar mata bosan.

“Kau masih tetap player.” Kompak YoonBer.

“Aku akan segera memutuskan mereka.”

***

 “Aishhh.. Aku harus menyelesaikan ini semua sendiri?” runtuk Sulli sambil melihat tumpukan kertas di atas mejanya. “Hm, baiklah. Aku harus segera menyelesaikan ini sebelum Miss Jung menambah tumpukan kertas lagi. Hwaiting!!!” setelah menyemangati dirinya sendiri akhirnya Sulli mulai mengerjakan tugasnya dengan serius.

Cklek..

Pintu The Roses’ room terbuka. Seorang yeoja cantik bertubuh mungil memasuki ruangan tersebut. Sulli yang tengah serius mengerjakan tugasnya pun tak menyadari kedatangan yeoja itu.

“Hai..” Sulli agak tersentak kaget lalu menoleh ke arah sumber suara.

“Ah, hai.. untuk apa kau ke sini, eonni?” yeoja jangkung berwajah imut itu tersenyum canggung.

“Tadi aku ke kantin dan tidak menemukanmu bersama The Roses yang lain. Dan mereka bilang bahwa kau dihukum karena kemarin membolos. Jadi…” Luna menggantungkan kalimatnya.

“Jadi?”

“Jadi aku akan bertanggung jawab.” Luna memperlihatkan senyuman yang sangat manis.

“Ah, tidak. Aku tidak…” ucapan Sulli terpotong karena terdengar bunyi meraung(?) dari dalam perutnya.

“Kau lapar..” Luna terkikik geli.

***

“Apa kau mendapatkan undangan dari Luna eonni?”

“Iya, aku dapat. Ku dengar pesta ini akan sangat meriah.”

Krystal tidak sengaja mendengar pembicaraan beberapa yeoja di sampingnya.

The Roses juga akan datang. Pasti sangat meriah.” Seorang yeoja berambut hitam terlihat begitu antusias.

Krystal memasukan suapan terakhir makan siangnya ke dalam mulut. Ia menutup kotak berwarna pink itu. Ia bangkit dan hendak pergi dari sana namun tiba-tiba tangannya tertahan. Seseorang memegang pergelangan tangannya.

“Apa kau mau datang ke pesta itu?”

“Pesta apa? Dan, hei! lepaskan tanganku!” Krystal menjawab dengan nada dingin dan menghempaskan kasar tangan yeoja tampan itu.

“oh, ayolah nona Jung! Kau pasti tahu bahwa besok ada pesta di rumah Luna.” Yeoja tampan itu memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya.

“Aku tidak tahu dan aku tak berminat.” Krystal berbalik dan meninggalkan yeoja tampan yang masih terpaku menatap punggung Krystal yang semakin menjauh.

“Kau pasti akan datang.” Amber menyeringai membuat wajah tampannya itu terlihat agak mengerikan.

***

“Nah, akhirnya selesai juga.” Sulli menghempaskan tubuhnya di sofa yang ada di dalam The Roses’ Room. Ia meregangkan tangannya yang pegal karena harus mengerjakan tugas sebanyak itu.

“Dan bel masuk belum berbunyi. Itu tandanya kau selamat.” Luna ikut duduk di sofa itu setelah selesai membereskan tiga kotak makan siang. Kenapa tiga? Bisa kalian tebak sendiri. XD

Gomawo, eonni. Kau telah membantuku.”

“Ah, aniya. Aku hanya bertanggung jawab atas kejadian kemarin yang membuatmu membolos.”

“Aku tidak menyesali kejadian kemarin.” Sulli menoleh ke arah Luna dan tersenyum. Senyum yang sangat manis. Sulli mendekatkan wajahnya dengan wajah Luna. Semakin dekat dan Luna memejamkan matanya seakan ia tahu apa yang akan segera terjadi. Kini Luna bisa merasakan hangatnya terpaan nafas Sulli di wajahnya. Hanya tinggal beberapa senti lagi..

Cklek..

Pintu The Roses’ room terbuka. Tiga orang yeoja memasuki ruangan itu dan…

“Upsss.. sepertinya kita datang pada waktu yang salah.”

Sulli dengan cepat menjauhkan wajahnya dari wajah Luna. Wajah Luna maupun Sulli terlihat merah padam. Ketiga anggota The Roses yang baru saja masuk berpura-pura menutup mata mereka dengan tangan dan berjalan menuju tempat mereka masing-masing.

Luna bangun dari sofa dengan wajah yang masih memerah. Ia mengambil 3 buah kotak makan siang dari meja Sulli dan hendak beranjak keluar. Ia terhenti sejenak. “Ah, jangan lupa besok kalian harus datang.” Setelah mengatakan itu Luna pun keluar dari The Roses’ Room.

“Besok? Acara apa?” Sulli menatap anggota The Roses yang lain.

“Jadi dari tadi dia belum mengatakan itu padamu?” kompak YoonYulBer

“Apa?” Sulli bangkit dari sofa dan berjalan menuju mejanya.

“Besok Luna mengadakan pesta.”

“Oh, begitu.” Sulli mencoba memasang wajah tenang.

“Kau harus datang. Karena itu adalah pesta-“ sebelum Amber menyelesaikan ucapannya, pintu The Roses terbuka.

Jessica berjalan anggun menuju meja mengajarnya. “Nona Choi, serahkan tugasmu!”

“B-baik.” Sulli segera menyerahkan tumpukan kertas yang sudah ia kerjakan bersama Luna kepada Jessica.

“Baiklah, kita mulai lagi pelajarannya.”

***

Teng

Bunyi bel yang sengaja di letakkan di atas pintu untuk mengetahui jika ada yang memasuki tempat itu.

“Selamat datang.” Suara lembut seorang yeoja yang tengah berdiri di belakang meja kasir sebuah toko roti yang bisa di bilang cukup besar. Di depan toko itu terdapat papan bertuliskan ‘Soshi Bakery’.

“Ah, eonni. Mianhaeyo. Aku datang terlambat. Tadi ada jam tambahan di sekolah.” Seorang yeoja cantik berambut hitam panjang yang baru saja memasuki tempat itu membungkuk beberapa kali.

Ne, Gwaenchana, SooJung-ah.” Yeoja cantik yang tengah berdiri di belakang meja kasir itu tersenyum tulus.

Krystal berjalan menuju ruang ganti. Ia mengganti pakaiannya dengan kemeja putih dan rompi berwarna merah serta celana panjang berwarna merah pula.

Setelah berganti pakaian ia berjalan ke belakang meja kasir. Berdiri di samping yeoja yang memang sedari tadi ada di sana. Yeoja itu adalah Seo JooHyun. Pemilik toko ini sekaligus merangkap sebagai karyawan di tokonya sendiri.

“Apa sekolah mu menyenangkan, SooJung-ah?”

“yah, begitu lah, eonni.” Krystal mencoba memasang senyum palsu. Mengingat bagaimana menderitanya dia ketika ia dikerjai habis-habisan oleh The Roses.

***

“Ishhh, kenapa kepala sekolah harus memberikanku ‘tugas tambahan’ ini?” Jessica berjalan menyusuri lorong SM International School yang sudah mulai sepi. Ia terhenti di depan pintu utama SM International School. Ia melihat sebuah mobil BMW hitam. Seorang pria berjas hitam membuka pintu BMW itu dan seorang pria lagi menghampiri Jessica yang masih berdiri di depan pintu utama SM International School.

“Nona, silahkan masuk ke dalam mobil.” Suara bariton pria berjas hitam itu menyadarkan Jessica.

“Ne..” Jessica memasuki BMW hitam itu.

.

.

.

TBC

 

Wkwkwk.. apdetan yang singkat lagi.. XD

Minim KryBer momen pula. #minta dihajar

Tuh ada cast tambahan. Ya walaupun Hyunnie muncul Cuma secuil. XD

Bubay readersdeul..

#cium readersdeul :*